Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KE-NU-AN DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SISWA MADRASAH IBTIDA’IYAH MA`ARIF CAMPURSARI KEJAJAR WONOSOBO Amana Irfa’ Fadlana; Maryono Maryono; Moh. Sakir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, metode, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran ke-NU-an di MI Ma’arif Campursari Kejajar Wonosobo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran ke-NU-an berjalan secara integratif dan sistematis melalui tiga dimensi. (1) Dimensi Kurikuler: Nilai-nilai Aswaja diintegrasikan dalam mata pelajaran inti dengan metode yang variatif dan kontekstual. (2) Dimensi Kultural: Pembiasaan praktik keagamaan khas NU menciptakan lingkungan yang konsisten. (3) Dimensi Kebijakan: Kepemimpinan visioner dan komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan menciptakan ekosistem holistik. Sinergi antara madrasah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kesenjangan antara praktik nilai di sekolah dan lingkungan rumah, yang menimbulkan disonansi kognitif-afektif pada siswa. Untuk mengoptimalkan program, diperlukan penguatan kemitraan strategis melalui pertemuan rutin wali murid, modul parenting berbasis NU, dan sistem komunikasi yang lebih efektif guna memastikan internalisasi nilai yang lebih konsisten dan berkelanjutan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI TEDAK SITEN MASYARAKAT MUSLIM DI DESA PUGUH, PEGANDON, KENDAL M. Ghufron; Moh. Sakir; Maryono
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6361

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, 2) untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, 3) untuk mengetahui makna simbolik tradisi Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pengamatan (obsevasi), wawancara (interview), dan dokumentasi (studi documenter). Subjek pada penelitian ini adalah  tradisi Tedak Siten di desa Puguh, pegandon, Kendal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal mencakup beberapa rangkaian utama, seperti persiapan peralatan, prosesi menginjak tanah, menaiki tangga tebu, mandi kembang, hingga penyebaran udhik-udhik. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan islam, sepreti nilai syukur, doa dan kerukunan. Setiap rangkaian memiliki simbol dan makna mendalam, seperti rendah hati, kedermawanan, bertanggungjawab, serta kemandirian. Masyarakat setempat memandang tradisi ini bukan sekadar adat turun-temurun, tetapi sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual kepada anak sejak dini. Dengan demikian, tradisi Tedak Siten memiliki relevansi penting sebagai media pendidikan Islam berbasis budaya lokal.
Integrated Learning System Between Reading the Yellow Book and Memorizing the Qur'an in Islamic Boarding Schools: Case Study at the Baitul Abidin Darussalam Wonosobo Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School Farich Ahsani; Abdurrahman Al-Asy’ari; Samsul Munir Amin; Salis Irvan Fuadi; Moh. Sakir; Feni Nur Afifah
World Journal of Islamic Learning and Teaching Vol. 3 No. 1 (2026): World Journal of Islamic Learning and Teaching
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidkan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/wjilt.v3i1.512

Abstract

Islamic boarding schools (Islamic boarding schools) are required to integrate classical scholarly traditions and modern education, one way of doing this is through the integration of the study of yellow books (tahfidzul Qur'an) and Qur'an memorization (tahfidzul Qur'an). The Baitul Abidin Darussalam Wonosobo Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School implements an integrative learning system to balance Qur'an memorization and understanding of Islamic law (shari'a). However, it still faces obstacles such as a tight schedule, different methods, and weak coordination and evaluation. This study examines the implementation patterns, challenges, and impacts of this system, with the hope of serving as a reference for developing a balanced and sustainable model of Islamic boarding school education. This research uses a qualitative approach with a case study design to understand in-depth the implementation of the integrative learning system between Qur'an memorization and the study of yellow books (tahfidzul Qur'an) at the Baitul Abidin Darussalam Wonosobo Islamic Boarding School (PPTQ). Subjects were selected purposively, including the boarding school administrator, tahfidz teachers, yellow book teachers, and students. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively using the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification to obtain a holistic and contextual understanding. The discussion shows that the integrative learning system in Islamic boarding schools is implemented through a balanced daily schedule between Quran memorization and yellow book study, allowing memorization, understanding, and moral development to occur simultaneously within the students' daily routines. Integration is achieved structurally through scheduling, methodologically by linking verse memorization with book study, and culturally through the instillation of values, etiquette, and pesantren traditions. The success of integration is supported by the exemplary behavior of the kiai (Islamic teachers) and ustadz (Islamic teachers), the religious environment, and the motivation and discipline of the students, despite challenges such as busy schedules, physical exhaustion, differences in student abilities, and limited facilities. The impact of implementing this system is seen in the improved quality of contextual memorization, a more critical understanding of the scriptures, the formation of disciplined and moral character, and the holistic spiritual development of students.
PERAN GURU PAI DALAM PENINGKATAN PENERAPAN NILAI-NILAI ISLAMI SISWA DI SMP NUSANTARA WONOSOBO Deny Setiawan; Moh. Sakir; Ali Mu’tafi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7651

Abstract

Seorang guru PAI yang paling banyak menghabiskan waktu dengan siswa dalam ranah pendidikan, mereka berinteraksi secara langsung setiap hari dan memberikan pembelajaran yang bukan hanya teori saja tetapi juga praktik dalam kehidupan. Peran guru PAI ini menjadi semakin penting dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami untuk mencegah berbagai permasalahan pendidikan. Rumusan masalaah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana peran guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo; 2) Bagaimana metode  yang dilakukan oleh guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo; 3) Apa saja tantangan yang dihadapi guru PAI dalam proses peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peran guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di  SMP Nusantara Wonosobo; 2) Untuk mengetahui metode yang dilakukan oleh guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo; 3) Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi guru PAI dalam proses peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa di SMP Nusantara Wonosobo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitiannya bersifat penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari Kepala sekolah, Operator sekolah, guru PAI, dan juga perwakilan siswa siswi SMP Nusantara Wonosobo, Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Peran guru PAI dalam peningkatan penerapan nilai-nilai Islami siswa terdapat beberapa metode efektif yang diterapkan oleh guru PAI dan pihak sekolah, seperti kegiatan rutin setiap pagi para siswa dan guru berjejer untuk bersalaman serta menerapkan 5S, dan juga ketika melaksanakan sholat dzhuhur berjamaah; (2) Metode yang diterapkan metode yaitu keteladanan, pembiasaan, dan nasihat, (3) terdapat tantangan yang signifikan seperti sebagian guru lain menunjukkan masih belum bisa bekerjasama, kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap anak ketika menggunakan HP saat mereka berada di rumah, dan keberagaman latar belakang peserta didik.
Peran Pembiasaan Salat Berjamaah dalam Internalisasi Karakter Religius Peserta Didik di SMP Jam’iyyatuttholibin Hidayat Zainurrohim; Moh. Sakir; Ali Mutafi
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 4 No. 3 (2026): Juni : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v4i3.3106

Abstract

This study examines the role of congregational prayer habituation in internalizing students’ religious character at SMP Jam'iyyatut Tholibin. Congregational prayer serves not only as a form of worship but also as a strategy for instilling religious values through consistent practice. This field research employed a phenomenological approach with a qualitative descriptive method. Primary data were collected through interviews with the principal, Islamic Religious Education teachers, the vice principal for student affairs, and students, while secondary data were obtained from school documents and relevant literature. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, and the data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing, with validity ensured through source and technique triangulation. The findings show that the regular habituation of Duha and Dhuhr prayers, supported by Qur’an recitation, Asmaul Husna, and Morning Inspirational Stories (CIP), effectively strengthens students’ discipline, responsibility, worship obedience, humility, and solidarity. Although challenges such as limited student motivation and external environmental influences remain, continuous guidance, motivation, and teachers’ exemplary behavior effectively support the internalization process. Overall, integrating congregational prayer with complementary religious activities effectively promotes students’ religious character development.
Nilai Nilai Pendidikan Qana’ah dalam Novel Remaja “Sepatu Dahlan” Karya Khrisna Pabichara: Sebuah Analisis Isi Muhammad Danial Fitroh; Moh. Sakir; Ali Mutafi
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 4 No. 3 (2026): Juni : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v4i3.3107

Abstract

This study aims to analyze the values of qana’ah (contentment and gratitude) in the novel Sepatu Dahlan by Khrisna Pabichara. This research employs a qualitative approach with a library research design. Data were collected through documentation techniques by analyzing the novel text and supported by relevant literature on Islamic values, character education, and literary studies. The data were analyzed using descriptive qualitative methods to identify and interpret the representation of qana’ah values portrayed in the main character. The results show that the value of qana’ah is reflected in Dahlan through acceptance of reality with sincerity, self-control over desires, patience in facing hardship, absence of envy, and constant gratitude despite economic limitations. These values are not only formed individually but are also strongly influenced by family education through parental role modeling, moral guidance, and everyday life experiences. Furthermore, the value of qana’ah presented in this novel is highly relevant for adolescents in the digital era, particularly in dealing with FOMO, materialistic tendencies, and consumerist lifestyles. Therefore, Sepatu Dahlan can serve as an effective medium for character education in fostering qana’ah, gratitude, resilience, and moral awareness among the younger generation.