Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MAKNA PENDIDIKAN ISLAM DALAM SEJARAH HIJRAH MEKAH KE MADINAH NABI MUHAMMAD SAW (KAJIAN BUKU KELENGKAPAN TARIKH NABI MUHAMMAD SAW JILID 1 KARYA K.H MOENAWAR CHALIL) Laila Arofatur Rohimah; Moh. Sakir; Ali Imron
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zaman yang sudah sangat modern ini, pendidikan Islam sudah jarang di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih ibroh dari kisah nabi. Karena minimnya pengetahuan tentang sejarah Islam yang terjadi di masa lampau dan berkurang nya individu yang menjadikan nabi Muhammad SAW sebagai tauladan di kehidupan selanjutnya nya. Pendidikan Islam pada dasarnya juga bertujuan meningkatkan kapasitas manusia untuk memenuhi tujuan hidup mereka sebagai hamba Allah dan khalifah Allah sebaik mungkin. Potensi yang diinginkan meliputi potensi jasmaniah dan rohaniah, seperti potensi akal, perasaan, kehendak, dan lainnya., dari uraian tersebut penulis melakukan penelitian mengenai Makna Pendidikan Islam Dalam Sejarah Hijrah Mekah ke Madinah Nabi Muhammad Dalam Buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Saw Jilid 1. Tujuan penelitian ini untuk: 1) Untuk mengetahui konsep pendidkan Islam dan sejarah hijrah dari Mekah ke Madinah Nabi Muhammad Saw; 2) untuk mengetahui makna Pendidikan Islam dalam sejarah hijrah dari Mekah ke Madinah Nabi Muhammad Saw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat library research. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis literatur.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KE-NU-AN DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SISWA MADRASAH IBTIDA’IYAH MA`ARIF CAMPURSARI KEJAJAR WONOSOBO Amana Irfa’ Fadlana; Maryono Maryono; Moh. Sakir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, metode, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran ke-NU-an di MI Ma’arif Campursari Kejajar Wonosobo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran ke-NU-an berjalan secara integratif dan sistematis melalui tiga dimensi. (1) Dimensi Kurikuler: Nilai-nilai Aswaja diintegrasikan dalam mata pelajaran inti dengan metode yang variatif dan kontekstual. (2) Dimensi Kultural: Pembiasaan praktik keagamaan khas NU menciptakan lingkungan yang konsisten. (3) Dimensi Kebijakan: Kepemimpinan visioner dan komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan menciptakan ekosistem holistik. Sinergi antara madrasah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kesenjangan antara praktik nilai di sekolah dan lingkungan rumah, yang menimbulkan disonansi kognitif-afektif pada siswa. Untuk mengoptimalkan program, diperlukan penguatan kemitraan strategis melalui pertemuan rutin wali murid, modul parenting berbasis NU, dan sistem komunikasi yang lebih efektif guna memastikan internalisasi nilai yang lebih konsisten dan berkelanjutan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI TEDAK SITEN MASYARAKAT MUSLIM DI DESA PUGUH, PEGANDON, KENDAL M. Ghufron; Moh. Sakir; Maryono
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6361

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, 2) untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, 3) untuk mengetahui makna simbolik tradisi Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pengamatan (obsevasi), wawancara (interview), dan dokumentasi (studi documenter). Subjek pada penelitian ini adalah  tradisi Tedak Siten di desa Puguh, pegandon, Kendal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Tedak Siten di Desa Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal mencakup beberapa rangkaian utama, seperti persiapan peralatan, prosesi menginjak tanah, menaiki tangga tebu, mandi kembang, hingga penyebaran udhik-udhik. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan islam, sepreti nilai syukur, doa dan kerukunan. Setiap rangkaian memiliki simbol dan makna mendalam, seperti rendah hati, kedermawanan, bertanggungjawab, serta kemandirian. Masyarakat setempat memandang tradisi ini bukan sekadar adat turun-temurun, tetapi sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual kepada anak sejak dini. Dengan demikian, tradisi Tedak Siten memiliki relevansi penting sebagai media pendidikan Islam berbasis budaya lokal.
Integrated Learning System Between Reading the Yellow Book and Memorizing the Qur'an in Islamic Boarding Schools: Case Study at the Baitul Abidin Darussalam Wonosobo Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School Farich Ahsani; Abdurrahman Al-Asy’ari; Samsul Munir Amin; Salis Irvan Fuadi; Moh. Sakir; Feni Nur Afifah
World Journal of Islamic Learning and Teaching Vol. 3 No. 1 (2026): World Journal of Islamic Learning and Teaching
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidkan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/wjilt.v3i1.512

Abstract

Islamic boarding schools (Islamic boarding schools) are required to integrate classical scholarly traditions and modern education, one way of doing this is through the integration of the study of yellow books (tahfidzul Qur'an) and Qur'an memorization (tahfidzul Qur'an). The Baitul Abidin Darussalam Wonosobo Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School implements an integrative learning system to balance Qur'an memorization and understanding of Islamic law (shari'a). However, it still faces obstacles such as a tight schedule, different methods, and weak coordination and evaluation. This study examines the implementation patterns, challenges, and impacts of this system, with the hope of serving as a reference for developing a balanced and sustainable model of Islamic boarding school education. This research uses a qualitative approach with a case study design to understand in-depth the implementation of the integrative learning system between Qur'an memorization and the study of yellow books (tahfidzul Qur'an) at the Baitul Abidin Darussalam Wonosobo Islamic Boarding School (PPTQ). Subjects were selected purposively, including the boarding school administrator, tahfidz teachers, yellow book teachers, and students. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively using the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification to obtain a holistic and contextual understanding. The discussion shows that the integrative learning system in Islamic boarding schools is implemented through a balanced daily schedule between Quran memorization and yellow book study, allowing memorization, understanding, and moral development to occur simultaneously within the students' daily routines. Integration is achieved structurally through scheduling, methodologically by linking verse memorization with book study, and culturally through the instillation of values, etiquette, and pesantren traditions. The success of integration is supported by the exemplary behavior of the kiai (Islamic teachers) and ustadz (Islamic teachers), the religious environment, and the motivation and discipline of the students, despite challenges such as busy schedules, physical exhaustion, differences in student abilities, and limited facilities. The impact of implementing this system is seen in the improved quality of contextual memorization, a more critical understanding of the scriptures, the formation of disciplined and moral character, and the holistic spiritual development of students.