Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Improving The Quality Of Steel Plate Finishing Process Using Six Sigma, FMEA, And QFD Methods Novantoro, Irwan; Abdullah, M. Hasan; Riyanto, Ong Andre Wahyu; Purnamayudhia, Onny; Hindratmo, Astria; Suwondo, Ampar Jaya
Journal of System Engineering and Technological Innovation Vol 3 No 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Wijaya Putra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/jisti.v3i02.110

Abstract

XYZ is a manufacturing company engaged in the hot rolled steel plate rolling mill industry. The results of the finishing production report show that the finishing line process has the highest proportion of defects compared to gas cutting plates ( flare cutting ). This study identifies the causes and solutions for repairing defects in the finishing line using the Six Sigma and FMEA-QFD methods. Based on the initial calculation results, it was obtained that the sigma level and DPMO value were 3.28 and 37,821. From the results of the Pareto diagram, there are five types of defects, namely chamber, BC (bad cutting), BE (bad edge), handling, and OOS (out of square) . The dominant type of defect is the chamber with a percentage of 31.9%. Factors causing defects include operator fatigue, lack of discipline, poor lighting, less than optimal maintenance, knife quality, worn sideguards , and materials. The results of the FMEA analysis show three priorities for proposed improvements, namely, improving operator supervision and SOPs, developing sideguard designs , and knife replacement standards. The development of the sideguard design uses the QFD method, which produces specifications in the form of integrated roll with a distance of 600mm, sideguard dimensions of 6096x200 millimeters with a thickness of 16mm, and made of ASTM A36 steel. The improvements made showed a more stable process with a decreasing number of chamber defects and increasing the Sigma Level value to 3.4 .
PEMANFAATAN DAN ANALISIS KELAYAKAN ABU HASIL INCENERATOR SAMPAH UNTUK PAVING BATAKO DI TPS MOJOSARIREJO KABUPATEN GRESIK Abdullah, Muhammad Hasan; Purnamayudhia, Onny; Indrawati, Trisa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7790

Abstract

Kegiatan ini merupkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan untuk memanfaatkan limbah hasil pembakaran sampah menjadi Paving dan Batako. Mitra pengabdian adalah Tempat Pengolahan Sampah (TPS) desa Mojosarirejo kecamatan Driyorejo kabupatan Gresik. Di TPS ini terdapat pengolahan sampah berupa Incenerator. Proses pembakaran ini menghasilkan sisa pembakaran berupa abu. Abu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dijadikan sebagai bahan urugan di tanah kosong. Hal ini menjadi masalah ketika semakin lama semakin menumpuk karena tidak ada penanganan. Abu tersebut menjadi pencemar pada area sekitar pembuangan, terutama pada musim kemarau. Abu dapat beterbangan karena hempasan angin sehingga mengganggu pernapasan warga sekitar TPS. Belum ada upaya dari perangkat desa setempat untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Petugas TPS dan warga sekitar juga belum menyadari terkait bahaya dari pencemar dari abu dan proses selama pembakaran di TPS. Melalui program ini, tim pengabdian memberikan solusi untuk memanfaatkan abu tersebut menjadi bahan bangunan seperti Paving dan Batako. Sehingga abu sisa pembakaran tersebut dapat menjadi komoditi yang berharga bagi mitra. Mitra mendapatkan pelatihan untuk mengolah abu tersebut. Mitra juga mendapatkan sosialisasi terkait bahaya pencemaran dan tindakan mitigasinya. Sehingga dengan adanya program ini mitra mendapatkan nilai ekonomis dari pemanfaatan abu menjadi bahan bangunan dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
APLIKASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN OBAT DI APOTEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE VISUAL BASIC 6 Purnamayudhia, Onny
JEMIS (Journal of Engineering & Management in Industrial System) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jemis.2015.003.02.5

Abstract

Abstract The effort management in the field of pharmacy, especially in medicine sales, needed a sales information database. This application system use database system design in form of flow chart document, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD) and Context diagram. Application of this database system using programming language as a Microsoft Visual basic 6. Medicine sales information system in this pharmacy displayed forms of table and flow charts to determine overall reports of sales. The connection of sales report, there are inventories information systems of raw material and finished goods (medicine) which are an integral part of sales information. Information of Inventories include data input of raw material and medicine inventory report divided follow in master and sort of raw material and medicine account. Source of inventori record consist of : Purchase order document, List of supplier and customer identity, Goods receipt report, sales report. The purpose in this research are to analyze and design to medicine sales information systems in pharmacy and applicated in integrated systems which give useful to board of management for decision making process exactly in relation of consumer demand need.
PEMANFAATAN DAN ANALISIS KELAYAKAN ABU HASIL INCENERATOR SAMPAH UNTUK PAVING BATAKO DI TPS MOJOSARIREJO KABUPATEN GRESIK Muhammad Hasan Abdullah; Onny Purnamayudhia; Trisa Indrawati
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 1 (2023): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7790

Abstract

Kegiatan ini merupkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan untuk memanfaatkan limbah hasil pembakaran sampah menjadi Paving dan Batako. Mitra pengabdian adalah Tempat Pengolahan Sampah (TPS) desa Mojosarirejo kecamatan Driyorejo kabupatan Gresik. Di TPS ini terdapat pengolahan sampah berupa Incenerator. Proses pembakaran ini menghasilkan sisa pembakaran berupa abu. Abu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dijadikan sebagai bahan urugan di tanah kosong. Hal ini menjadi masalah ketika semakin lama semakin menumpuk karena tidak ada penanganan. Abu tersebut menjadi pencemar pada area sekitar pembuangan, terutama pada musim kemarau. Abu dapat beterbangan karena hempasan angin sehingga mengganggu pernapasan warga sekitar TPS. Belum ada upaya dari perangkat desa setempat untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Petugas TPS dan warga sekitar juga belum menyadari terkait bahaya dari pencemar dari abu dan proses selama pembakaran di TPS. Melalui program ini, tim pengabdian memberikan solusi untuk memanfaatkan abu tersebut menjadi bahan bangunan seperti Paving dan Batako. Sehingga abu sisa pembakaran tersebut dapat menjadi komoditi yang berharga bagi mitra. Mitra mendapatkan pelatihan untuk mengolah abu tersebut. Mitra juga mendapatkan sosialisasi terkait bahaya pencemaran dan tindakan mitigasinya. Sehingga dengan adanya program ini mitra mendapatkan nilai ekonomis dari pemanfaatan abu menjadi bahan bangunan dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
PROSES PRODUKSI KERUPUK RENYAH DI KABUPATEN GRESIK Onny Purnamayudhia; Astria Hindratmo; Chendrasari Wahyu Oktavia; Agnes Dwi Lestary; Moch. Salim; Suzana Dewi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2655

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat dalam usulan ini bertujuan mengembangkan usaha kecil mandiri (UKM) produksi Kerupuk Renyah “Mbak Tifa” di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dihadapi Mitra UKM saat ini adalah hasil produksi yang belum ada peningkatan dan hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen pada segmen pasar terbatas. Hal ini disebabkan karena proses pengolahan produk Kerupuk Renyah masih menggunakan peralatan manual. Seiring dengan semakin banyaknya permintaan konsumen terhadap produk Kerupuk Renyah, tim pengusul menawarkan solusi kepada Mitra UKM agar hasil produk diolah dengan alat pengiris kerupuk, agar proses produksi bisa berjalan lebih cepat dan hasil produksi lebih banyak. Selain itu, dengan meningkatnya hasil produksi, maka target penjualan dapat menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas, tidak terbatas pada segmen tertentu seperti pada saat masih menggunakan peralatan manual, sehingga akan meningkatkan pendapatan usaha mitra UKM. Untuk mempertahankan kontinuitas operasional usaha dimasa yang akan datang, juga diperlukan adanya tata kelola manajemen usaha yang lebih baik dan dimungkinkan juga memperdayakan usaha kerjasama dengan mitra lain non wirausahawan. Implementasi program pengabdian ini antara lain meliputi : 1). Memberikan pelatihan produksi Kerupuk, 2). Memberikan pelatihan dan pendampingan pengoperasian alat beserta perawatannya, 4). Meng-evaluasi pemakaian alat, 5). Melakukan pendampingan dalam memilih pasar potensial, promosi dan lokasi penjualan. 6). Memberikan pendampingan pembuatan merek/logo kemasan, 7). Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menentukan biaya produksi, 9). Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan, 10). Memberikan Pelatihan dan Pendampingan manajemen Kewirausahaan (Inovasi)
Proses Produksi Jamu Tradisional Dengan Metode Network Planning SUBADERI SUBADERI; Onny Purnamayudhia
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i2.669

Abstract

TJamu merupakan tanaman herbal yang baik bagi kesehatan. Di daerah maupun perkotaan banyak dijumpai berbagai jenis jamu. Di daerah kabupaten madiun, terdapat UKM yang bergerak dibidang pengolahan jamu tradisional. Oleh karena itu, Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui waktu normal penyelesaian kegiatan produksi Jamu Tradisional. Pada Penerapannya, Proses Produksi dipantau dengan menggunakan Metode Network Planning dengan Teknik Analisis Program Evaluation And Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM). Proses Produksi Jamu Tradisional melalui beberapa tahapan. Hasil Penelitian ini yaitu Dengan Analisis Program Evaluation and Review Technique (PERT) menunjukkan bahwa Proses produksi akan selesai paling cepat dan paling lambat (EF dan LF) selama 9 hari, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan s/d. produk jadi. Sedangkan pada bagian Critical Path Method terdapat tahapan aktifitas yang bersamaan waktunya/berdurasi sama yang menimbulkan Dummy (tidak dapat ditunda pelaksanaan kegiatannya), sedangkan Total Slack pada Event A dan B (kegiatan pengadaan dan pembersihan bahan baku) paling cepat/lambat = 3 hari, Event C dan D (Pengeringan dan pemotongan bahan baku) 8 hari (jumlah kumulatif setelah event A & B s/d. D), Event E = 1 hari (penyelesaian akhir setelah event A s/d. D).
Perancangan Sofa Multifungsi Dengan Metode Kansei Engineering ONNY PURNAMAYUDHIA ONNY YUDHIA; Ampar Jaya Suwondo
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i2.670

Abstract

Perancangan sofa multifungsi sangat diminati oleh masyarakat saat ini. Sofa Multifungsi dirancang secara ergonomis dengan metode Kansei Engineering untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kata-kata Kansei tentang Sofa Multifungsi dan menentukan spesifikasi desain yang inovatif. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan didasarkan pada kata-kata yang dipilih kansei sejumlah 8 (delapan) berdasarkan hasil kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah validitas, reliabilitas, dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 8 kata kansei dipilih berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden 30 responden, hasil uji KMO dan Bartlett menunjukkan nilai KMO Measure of Sampling Adequacy (MSA) adalah 0,669 dan tingkat signifikansi 0,000, hasil dari pengujian proses anjak piutang (Total Variance Explained) menunjukkan faktor 1 nilai eigen dari 2.804 dengan varians (35.044%), nilai 2 faktor eigen dari 1.735 dengan varian (21.691%), faktor 3 nilai eigen dari 1.152 dengan varians (14.399%), hasil dari uji validitas data menunjukkan tingkat yang valid di atas tingkat kepercayaan (21.671%), nilai eigen faktor 3 sebesar 1.152 dengan varians (14.399%) r> 0.3), hasil uji reliabilitas data menunjukkan tingkat yang dapat diandalkan di mana Cronbach Alpha Value> 0,6, hasi
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK FURNITURE TAMAN DENGAN METODE SEVEN TOOLS ONNY PURNAMAYUDHIA ONNY YUDHIA; Ampar Jaya Suwondo
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v7i1.834

Abstract

Pengendalian Kualitas Produk pada penelitian ini adalah Furniture Taman yang bahan baku dasarnya berasal dari akar kayu jati. Terdapat penambahan beberapa fitur yang melengkapi eksotisme dari produk ini yaitu berupa Lampu LED dan Stop Kontak yang sangat cocok jika peruntukannya di lingkungan Taman. Jadi tingkat kenyamanan dan kebutuhan pengguna akan Furniture Taman ini akan terpenuhi dengan adanya stop kontak dan lampu penerangan yang artistik. Tujuan Penelitian yaitu melakukan Pengendalian Kualitas Produk Taman dari akar pohon jati, menentukan spesifikasi rancangan produk furniture Taman dan menciptakan suasana Taman yang sejuk dan ramah lingkungan. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Seven Tools. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan 7 alat dasar yaitu Check Sheet, Control Chat, Cause and Effect Diagram, Pareto Diagram, Histogram, Scatter Diagram dan Stratification. Hasil penelitian yaitu Data Check Sheet dengan pengamatan 18 hari dan presentase cacat 671,2, rata-rata/Jam sebesar 37,3, Run Chart Approx P. Value for Clustering 0,034, Mixtures 0,966, Trend 0,939 dan oscillation 0,061, Histogram yaitu penyebab kecacatan antara lain gangguan mesin 58, gigi mesin tumpul sebanyak 53, bentuk bahan sebanyak 65, berat bahan 53 eksemplar, ukuran bahan 69, dan cacat karena kesalahan pekerja/tukang sebanyak 62, Control Chart dengan UCL sebesar 0,715 dan LCL sebesar 0,031, Diagram Pareto menunjukkan hasil yaitu Ukuran bahan 19,2%, Bentu bahan 18,1%, Kesalahan Operator 17,2%, gangguan mesin 16,1%, berat bahan 14,7%, gigi mesin tumpul 14,7%.
Penerapan Metode IPA Dan QFD Guna Meningkatkan Perbaikan Kualitas Dan Penjualan Kain Tenun “Kodok Ngorek” Kediri Astria Hindratmo; Onny Purnamayudhia; Navik Kholili
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v8i1.1029

Abstract

Kain tenun merupakan salah satu jenis kerajinan yang cukup banyak dijumpai di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya yaitu kain tenun ikat di Kediri Jawa Timur. UMKM kain tenun di Kediri Sebagian besar berlokasi di kampung tenun ikat Bandar Kidul. Salah satu UMKM yang menghasilkan produk cukup banyak variasi produknya adalah UMKM kain tenun ATBM “Kodok Ngorek”. Namun berdasarkan hasil survey terhadap beberapa pembeli kain tenun yang datang di area kampung tenun ikat Bandar Kidul berpendapat bahwa kualitas produk masih belum semuanya memenuhi keinginan pelanggan. Permasalahan tersebut mengakibatkan pernjualan perbulan belum mampu meningkat bahkan cenderung stabil dan terkadang terjadi penurunan penjualan. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan usulan perbaikan kualitas yang sesuai keingginan pelanggan guna meningkatan penjualan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara, kuesioner, hingga jurnal penelitian terdahulu. Hasil penelitian diperoleh atribut usulan perbaikan kualitas yaitu meningkatkan desain/atau motif tenun yang inovatif, perlunya menyesuaikan kualitas kain dengan harga yang lebih bersaing dengan harga pesaing, dan perlunya menghasilkan kain tenun yang lentur dan tidak kaku.
Pengembangan Produk Kawat Baja Lunak Menggunakan Pendekatan Green Design for Six Sigma M. Hasan Abdullah; Onny Purnamayudhia; Nanang Ma'ruf; M. Bayu Setiawan
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v8i2.1168

Abstract

DFSS (Design for Six Sigma) dengan berbagai tools seperti QFD, FMEA, SIPOC dan seterusnya memungkinkan untuk diintegrasikan karena memiliki tujuan yang sama untuk keberlanjutan bisnis. Namun dalam perkembangannya konsep DFSS menghadapi tantangan. Diantaranya adanya perubahan bisnis yang sangat cepat dan fleksibilitas terhadap kebutuhan serta dampak terhadap kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Green DFSS dalam pengembangan produk kawat baja lunak. Dalam pengembangan produk dilakukan identifikasi CTQ (Critical to Quality) yang berasal dari kebutuhan pelanggan serta isu-isu lingkungan yang mempengaruhi proses atau CTE (Critical to Environment). Metode penelitian ini menggunakan konsep Green DFSS yang berbeda, yakni dengan mengadopsi prinsip green design pada setiap tahapan DMAODV (Define, Measure, Analyse, Optimize, Design, Verify). CTQ dan CTE diidentifikasi pada tahap awal melalui alur SIPOC proses produk. QFD digunakan untuk identifikasi dan prioritas fitur produk. PFMEA digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada proses dan desain. Selanjutnya pemilihan konsep produk menggunakan CPI (Composite Performance Index). Hasilnya, diperoleh produk kawat baja lunak dengan bentuk dan kemasan baru yang memenuhi kriteria quality, cost, dan green design.