Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK DALAM DERAJAT KESEHATAN DI PAPUA Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i1.8232

Abstract

Permasalahan utama dalam kesehatan di Papua berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang terbatas. Papua me-rupakan salah satu daerah dengan angka kekurangan gizi tertinggi di Indonesia Papua juga memiliki prevalensi penyakit menular yang tinggi, Budaya dan perilaku masyarakat Papua yang masih kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kebijakan publik pemerintah daerah dalam melihat derjat kesehatan di kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian survey. Lokasi penelitian adalah di seluruh kecamatan yang dalam lingkup Kabupaten Jayapura yang terdapat Rumah Sakit, Puskesmas atau Pustu. Penentuan informan dalam penelitian ditetapkan secara purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumen. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian bahawa Kebijakan publik sangat penting dalam mengatasi masalah status gizi masyarakat (Sitasari 2022). Status gizi masyarakat adalah gambaran umum tentang tingkat kesehatan dan nutrisi suatu kelompok masyarakat Kebijakan publik yang tepat dapat membantu meningkatkan status gizi masyarakat, mengurangi masalah gizi buruk dan mencegah terjadinya penyakit yang berkaitan dengan gizi seperti obesitas dan diabetes. Dalam mengimplementasikan kebijakan publik tersebut, peran pemerintah sangat penting untuk melakukan koordinasi dan pengawasan yang efektif. Selain itu, peran masyarakat juga tidak kalah penting dalam mensukseskan kebijakan publik tersebut dengan aktif berpartisipasi dan melaksanakan langkah-langkah yang direkomendasikan
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI: ANALISIS STRATEGI KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Vol 8, No 1 (2023): JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/kp.v8i1.931

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview of the strategies used by leaders in tertiary institutions, especially at the faculty level, in improving the quality of education. This research is a survey conducted to identify the views of each respondent in assessing the quality of education in tertiary institutions by looking at the strategies used by the leaders of the Respondents in this study, namely the academic community at the Faculty of Social and Political Sciences, Musamus University. The measuring tool designed in the form of a questionnaire related to the seven categories in Malcolm Baldrige. The questionnaire created was an adaptation of the original MBCfPE Education Criteria application. Questions that were originally in the form of essays were changed to form of choice answers to make it easier for respondents to answer and direct them to the basic needs of each category. The results of the study show that the strategies used by leaders in improving the quality of education are carried out by establishing a clear vision and mission, building a solid team, and implementing an appropriate performance measurement system. Effective leadership in tertiary institutions must have a clear vision and mission to motivate staff and students, and direct universities to achieve long-term strategic goals.
Faktor-Faktor Dalam Pemberdayaan Masyarakat Petani Ubi Jalar Alexander Phuk Tjilen; Fitriani Fitriani; Inez Alexander Phoek
SOCIETAS Vol 10 No 2 (2021): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pemberdayaan masyarakat petani memiliki urgensi dalam pengelolaan ketahanan pangan, karena petani merupakan produsen dan konsumen pangan terbesar serta sesuai dengan rencana pemerintah menjadikan Kabupaten Merauke sebagai lumbung pangan nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan petani ubi jalar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Kabupaten Tanah Miring. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif eksploratif dan korelasional. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dari informan kunci. Hasil Penelitian menunjukan bahwa faktor eksternal mengandung informasi aksesibilitas yang belum optimal akibat keterbatasan kemampuan kelompok tani, dan belum adanya partisipasi pemerintah untuk menyediakan tenaga yang handal dalam menjembatani petani dengan menggunakan sumber informasi terkini, baik teknologi pengolahan lahan, pemupukan, pemilihan benih, dan panen pasca teknologi. Temuan faktor internal yang menjelaskan pendidikan, kemampuan membaca dan menulis yang mempengaruhi kemampuan manajemen keuangan, pemasaran, pemanfaatan teknologi, terkait dengan keterbatasan lahan dan modal. Implikasi sosial, intervensi dari pemerintah, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke diperlukan untuk membantu teknologi dan fasilitas pertanian yang mereka butuhkan, seperti traktor tangan, irigasi dan pupuk.
Dukungan Pemangku Kepentingan Dan Jaringan Dalam Organisasi Layanan Publik Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
SOCIETAS Vol 11 No 2 (2022): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan antara pemberian pelayanan kepada publik, karena organisasi ternyata tidak mampu memenuhi janji-janji yang telah dikomunikasikan secara eksternal melalui berbagai kegiatan, kesenjangan antara harapan masyarakat dan kenyataan pelayanan yang diterima, hal ini karena tidak terpenuhinya harapan public.Tujuan penelitian ini untuk menjawab tinjauan Teori dari Dukungan Pemangku Kepentingan dan jaringan dalam Organisasi Layanan Publik.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan metode ini didasarkan pada teori atau model yang dijadikan rujukan dalam pengumpulan data, yang selanjutnya diverifikasi atau dikonfirmasi dengan data data lapangan. Fokus penelitian ini adalah kompleksitas dalam governance network yang dijelaskan dari Struktur dalam organisasni dan Koordinasi dalam jaringan. Hasil penelitian bahwa kelangsungan hidup organisasi hanya dapat dipastikan dengan mengamankan tingkat independensi sebesar mungkin dari pemangku kepentingan yang selalu berubah.Kebutuhan untuk mengelola ketergantungan lingkungan menjadi semakin penting karena batas antara organisasi dan pemangku kepentingan mereka menjadi semakin kabur di sektor publik menuju bentuk-bentuk jaringan tata kelola dan pemberian layanan telah menjadi hal yang sangat penting. Pergeseran ke arah pengorganisasian kebijakan dan layanan di sektor publik seputar gagasan pemerintahan telah meningkatkan minat dalam jaringan manajerial.Dalam organisasi pemberian layanan, aktivitas jaringan ini biasanya ditujukan untuk mengukir ruang relasional yang diperlukan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Penguatan Masyarakat Melalui Pengorganisasian dan Peningkatan Organisasi PKK dalam Memanfaatkan Limbah Sawit Alexander Phuk Tjilen; Beatus Tambaip; Ruloff Fabian Yohanis Waas; Paul Adryani Moento; Erwin Nugraha Purnama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.982

Abstract

Gerakan masyarakat ini bertujuan untuk memperluas informasi dan keterampilan organisasi PKK dalam mengawasi tandan dan menyiapkan limbah sawit dan hewan. Tindakan ini didorong oleh kondisi Kampung Muting, sebagai kawasan yang berkembang pesat di wilayah Merauke. Wilayah Ini merupakan salah satu sasaran yang paling utama untuk diaktualisasikan secara serius dan serius dalam kebijakan perbaikan kelapa sawit di Merauke. Kondisi ini memiliki sasaran untuk ibu ibu rumah tangga. Muncul alamat bagaimana limbah kelapa sawit bisa dimanfaatkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan latihan persiapan dan penyuluhan dengan menggunakan metode persiapan dan penyuluhan administrasi terbuka dan Teknologi Tepat Guna (TTG) dilakukan dalam tandan dengan materi pengetahuan administrasi, administrasi dan inovasi limbah kelapa sawit dan hewan. Hasil berupa Pertama-tama, informasi dan kemampuan untuk mengawasi tandan. Kepiawaian dalam menangani limbah sawit dan ternak menjadi piring, tikar, briket dan pupuk. Perlakuan pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi alternatif upah rumah tangga masyarakat dan petani kelapa sawit mandiri, terutama di tengah masa restorasi kelapa sawit (replanting).
Menggali Potensi Olahraga di Merauke: Analisis Kebijakan Publik untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Lokal Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Vol 5 No 02 (2023): Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES)
Publisher : Program Studies of Physical Education, Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpes.v5i02.5143

Abstract

Olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesehatan masyarakat. Kabupaten Merauke memiliki potensi olahraga yang besar, namun masih terdapat kendala dalam meningkatkan prestasi atlet lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi olahraga yang ada di Merauke dan menganalisis kebijakan publik yang dapat meningkatkan prestasi atlet lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah perwakilan dari pihak terkait, pelatih, dan atlet lokal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi olahraga yang besar di Merauke, terutama pada cabang-cabang olahraga tradisional dan potensi atlet muda yang cukup besar. Namun, masih terdapat kendala dalam hal infrastruktur olahraga, sumber daya manusia, dan kurangnya dukungan pemerintah dan masyarakat. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan kebijakan publik yang berfokus pada peningkatan dana dan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur olahraga, pengembangan atlet muda, peningkatan kompetisi dan pertandingan, serta peningkatan kerjasama dan kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa potensi olahraga di Merauke sangat besar, namun masih terdapat kendala dalam meningkatkan prestasi atlet lokal. Diperlukan kebijakan publik yang lebih fokus dan konkrit dalam meningkatkan dana dan sumber daya manusia, infrastruktur olahraga, pengembangan atlet muda, kompetisi dan pertandingan, serta kerjasama dan kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta. Hal ini akan dapat meningkatkan prestasi atlet lokal dan membangun karakter dan kesehatan masyarakat melalui olahraga
Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Beatus Tambaip; Paul Adryani Moento; Alexander Phuk Tjilen
SOCIETAS Vol 12 No 1 (2023): Societas: Jurnal Ilmu Administarsi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v12i1.5096

Abstract

This This study aims to determine the participation of the community in Kampung Getentiri, Jair District, Boven Digoel Regency in Development Planning Meetings. Observational techniques, interviews, and documentation were used to collect data. The collected data was analyzed descriptively and qualitatively. The study found that although Musrembang had been conducted and generated enthusiasm among most of the community who are mostly farmers, community participation in Musrembang was still lacking. Inter-community relations were not communicative enough, and there was a lack of active involvement in providing suggestions. In terms of tokenism, the community participated in Musrembang to give their input and opinions on development plans, but the feedback provided was only formal and not followed up, giving the government greater control over development programs. This highlights the need to strengthen community participation in the planning and implementation of development, ensuring that their feedback is not merely a formality but also taken into consideration in decision-making. Furthermore, in terms of the community's power in development planning in Kampung Getentiri, the community has power in development planning. They are involved directly in the initial meetings with the village head and Musrembang and are enthusiastic about providing input. The results of Musrembang give the community authority to participate in implementing development programs, although they are still monitored by the village authorities.
Dampak Positif Kebijakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
Musamus Journal of Public Administration Vol 5 No 2 (2023): Musamus Journal of Public Administration: Volume 5, Nomor 2
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v6i1.5144

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Di Kabupaten Boven Digoel.Untuk mendapatkan data penelitian, peneliti mewawancarai 13 orang sebagai informan. Data analisis menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik analisa data, penulis menggunakan tiga tahap: Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Dinas Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten boven digoel telah melakukan kegiatan edukasi. Kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak, kemudian Dinas Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten boven digoel memberikan sosialisasi langsung terhadap kelompok sasaran yaitu sekolah sekolah dan juga kalangan muda yang ada di kabupaten bovendigoel. Kemudian rehabilitasi sosial yang telah dilaksanakan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak boven digoel adalah melakukan proses pendampingan pada korban kekerasan seksual dari perasaan takut atau trauma yang dialaminya. Dimana korban kekerasan seksual di dampingi secara sungguh-sungguh mereka korban mengalami rasa takut yang berlebihan (trauma) serta adanya pendampingan psikososial yang melibatkan para psikolog, para psikolog melakukan tanggung jawab untuk memulihkan trauma korban kekerasan seksual. Kemudian, dalam melakukan pendampingan mereka melakukan pendekatan secara langsung dengan para korban dengan cara memberi motivasi dan semangat untuk menata kehidupan kea rah depan.
MENUJU DESA MANDIRI: MEWUJUDKAN POTENSI KAMPUNG MELALUI PEMBENTUKAN BUMK Syahruddin; Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Paul Adryani Moento; Pulung Riyanto
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 12 (2023): Nusantara Hasana Journal, May 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v2i12.853

Abstract

The purpose of this service is to make Zenegei village an independent village based on the formation of village-owned enterprises (BUMK). The method used is the Approach Method offered to solve partner problems that have been mutually agreed upon by holding outreach, lectures, discussions, and questions and answers, forming BUMK and training (workshops) for partners. The step to evaluate the implementation and sustainability of the program in the field after the activities are carried out is for the implementing team to evaluate the competence of the community to find out how far the knowledge provided during the training can help partners improve competence in solving problems. The steps taken are by distributing questionnaires to partners to get feedback from partners, as material for evaluating the implementation of sustainable activities. The results of this community service activity are to have an impact on the formation of Village-Owned Enterprises in Zenegi Village in accordance with the Village Law which mandates villages to be able to manage their regional potential so that they can become independent villages. The establishment of Village-Owned Enterprises (BUMK) and training and increasing understanding of the village community in its management in Zenegi Village, which is a partner, is a solution as an effort to develop the local potential of village communities towards an Independent Village.
PERAN FASILITAS KESEHATAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Yosephina Ohoiwutun
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i2.8245

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai peran yang dierikan oleh fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilihat dari perspektif kebijakan publik. Beberapa permasalahan esensial fasilitas kesehatan di Merauke antara lain terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan, kekurangan tenaga medis,kondisi fasilitas kesehatan yang buruk, biaya yang mahal, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey dimana metode yang digunakan ini untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Lokasi penelitian adalah di seluruh Kampung di Distrik Ngguti Kabupeten Merauke, yang terdiri dari 6 Kampung.  Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli- Agustus 2022. Penentuan informan dalam penelitian ditetapkan secara purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumen. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahawa Fasilitas kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan. Melalui kebijakan publik, pemerintah dapat mengatur dan memperkuat infrastruktur kesehatan yang ada, meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia dan teknologi medis, serta meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat