Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penguatan Sistem Manajemen SDM untuk Peningkatan Kinerja Pendidikan di Lingkungan Desa Tambaip, Beatus; Riyanto, Pulung; Tjilen, Alexander Phuk
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/fwrr9h57

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat manajemen sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan desa melalui pendekatan partisipatif dan inovatif berbasis teknologi, guna meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diawali dengan pelatihan terstruktur yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan staf administrasi, meliputi manajemen sekolah, penggunaan teknologi informasi dalam administrasi pendidikan, serta metode pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kondisi lokal. Setelah pelatihan, program dilanjutkan dengan pendampingan dan mentoring oleh mentor berpengalaman untuk mendukung implementasi pengetahuan dan keterampilan baru dalam tugas sehari-hari. Keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah, guru, staf administrasi, komite sekolah, orang tua, dan pemerintah lokal, ditekankan melalui forum diskusi dan lokakarya, guna memastikan bahwa solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan lokal. Di lapangan, kegiatan pengabdian mencakup pelatihan intensif, pendampingan, dan evaluasi berkala untuk menilai kemajuan dan dampak program. Evaluasi dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan relevansi dan efektivitas program dalam meningkatkan kinerja SDM dan kualitas pendidikan di desa. Hasil pengabdian menunjukkan dampak positif yang signifikan, termasuk peningkatan hasil belajar siswa, kepuasan masyarakat, dan kualitas pendidikan. Implementasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam manajemen SDM meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi, sementara program mentoring dan coaching memperkuat motivasi dan kinerja tenaga pendidik serta staf. Penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dan penerapan sistem penilaian kinerja berbasis kompetensi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik di desa.
Meningkatkan Komitmen Organisasi Di Universitas: Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Budaya Akademik Tambaip, Beatus; Tjilen, Alexander Phuk; Riyanto, Pulung
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 12 (2024): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i12.1144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya akademik terhadap komitmen organisasi di Universitas Musamus serta bagaimana interaksi keduanya dapat meningkatkan kinerja universitas. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei digunakan untuk mengumpulkan data dari dosen, staf, dan mahasiswa melalui kuesioner. Variabel yang diteliti meliputi kepemimpinan transformasional (visi, inspirasi, pemberdayaan, perhatian individu), budaya akademik (nilai kolaborasi, inovasi, keterbukaan), dan komitmen organisasi (keterlibatan, loyalitas, kesetiaan). Data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing faktor dan interaksinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan strategis dalam memperkuat budaya akademik, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan sumber daya manusia, dan meningkatkan komitmen organisasi. Budaya akademik yang inklusif dan kolaboratif menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Interaksi antara kepemimpinan transformasional dan budaya akademik menghasilkan sinergi yang signifikan dalam mencapai visi universitas.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi kepemimpinan transformasional dan budaya akademik yang kuat merupakan elemen kunci dalam membangun universitas yang kompetitif dan adaptif terhadap tantangan global. Pendekatan holistik yang mempertimbangkan faktor internal dan eksternal diperlukan untuk meningkatkan daya saing Universitas Musamus di tingkat nasional dan internasional
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI: ANALISIS STRATEGI KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF Tambaip, Beatus; Tjilen, Alexander Phuk
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview of the strategies used by leaders in tertiary institutions, especially at the faculty level, in improving the quality of education. This research is a survey conducted to identify the views of each respondent in assessing the quality of education in tertiary institutions by looking at the strategies used by the leaders of the Respondents in this study, namely the academic community at the Faculty of Social and Political Sciences, Musamus University. The measuring tool designed in the form of a questionnaire related to the seven categories in Malcolm Baldrige. The questionnaire created was an adaptation of the original MBCfPE Education Criteria application. Questions that were originally in the form of essays were changed to form of choice answers to make it easier for respondents to answer and direct them to the basic needs of each category. The results of the study show that the strategies used by leaders in improving the quality of education are carried out by establishing a clear vision and mission, building a solid team, and implementing an appropriate performance measurement system. Effective leadership in tertiary institutions must have a clear vision and mission to motivate staff and students, and direct universities to achieve long-term strategic goals.
Menuju Tata Kelola Universitas yang Adaptif dan Berbasis Bukti: Mengoptimalkan Sistem Administrasi untuk Keunggulan Akademik Susanto, Hendrik; Phoek, Inez Cara Alexander; Tjilen, Alexander Phuk
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/whnscv79

Abstract

Studi ini mengkaji strategi optimalisasi manajemen administrasi publik di perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja akademik dan daya saing institusi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala administratif, mengeksplorasi potensi transformasi digital, dan mengusulkan model tata kelola adaptif berdasarkan pendekatan kebijakan berbasis bukti. Metode kualitatif deskriptif-analitis digunakan, memanfaatkan wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi langsung di berbagai unit administratif di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saint Theresia Merauke. Temuan penelitian mengungkap empat strategi penting: digitalisasi administratif, reformasi kebijakan, pengembangan kapasitas staf administratif, dan penguatan koordinasi antarunit. Implementasi strategi-strategi ini menghasilkan pengurangan waktu pemrosesan yang signifikan, peningkatan akurasi data, dan peningkatan kepuasan mahasiswa dan staf akademik. Lebih lanjut, kebijakan berbasis kinerja dan sistem manajemen terintegrasi berkontribusi pada layanan akademik yang lebih transparan, efisien, dan responsif. Studi ini menyoroti pentingnya infrastruktur digital, pelatihan staf berkelanjutan, dan praktik manajemen kolaboratif dalam mengatasi inefisiensi birokrasi. Studi ini juga menekankan perlunya kepemimpinan institusi untuk mengadopsi inovasi administratif berkelanjutan yang selaras dengan standar pendidikan global. Implikasinya menunjukkan bahwa tata kelola yang adaptif dan berbasis data sangat penting bagi universitas di wilayah pinggiran agar tetap kompetitif di era transformasi digital dan globalisasi.
Dinamika Sosial Ekonomi dan Budaya dalam Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Lokal: Studi Kasus di Kabupaten Merauke Guntur, Guntur; Tjilen, Alexander Phuk; Tambaip, Beatus
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2332

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dinamika sosial, ekonomi, dan budaya terhadap pendapatan nelayan lokal di Kabupaten Merauke. Pendekatan kualitatif digunakan dengan studi kasus sebagai strategi utama, melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan nelayan, tokoh adat, serta pihak pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan tidak semata-mata dipengaruhi oleh aspek ekonomi seperti jumlah tangkapan atau harga jual ikan, melainkan juga ditentukan oleh struktur sosial yang timpang dan nilai-nilai budaya lokal yang kuat. Relasi patron-klien antara nelayan dan pemilik modal menyebabkan ketergantungan ekonomi yang membatasi daya tawar dan kemandirian nelayan, sementara nilai-nilai budaya seperti solidaritas dan aturan adat turut memengaruhi perilaku ekonomi komunitas nelayan. Temuan ini menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan di wilayah pesisir seperti Merauke tidak dapat dilakukan secara parsial atau teknokratis. Diperlukan pendekatan pembangunan yang partisipatif, lintas sektor, dan kontekstual terhadap dinamika sosial-budaya lokal. Pemberdayaan masyarakat nelayan harus mencakup penguatan kelembagaan lokal, reformasi sistem distribusi hasil tangkap, serta pelibatan nilai-nilai budaya dalam strategi peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian, kebijakan pembangunan perikanan yang berkelanjutan tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat struktur sosial dan identitas budaya masyarakat pesisir Kata Kunci: Dinamika Sosial; Budaya Lokal; Ekonomi Nelayan; Pendapatan; Kabupaten Merauke   Abstract This study aims to analyze the effect of social, economic and cultural dynamics on local fishermen's income in Merauke Regency. The qualitative approach is used with a case study as the main strategy, involving field observations, in -depth interviews with fishermen, traditional leaders, and related government. The results showed that fishermen's income was not solely influenced by economic aspects such as the number of fish catches or selling prices, but also determined by lame social structures and strong local cultural values. The patron-client relations between fishermen and capital owners cause economic dependence that limits the bargaining power and independence of fishermen, while cultural values such as solidarity and customary rules also affect the economic behavior of the fishing community. This finding confirms that the development of the fisheries sector in coastal areas such as Merauke cannot be done partially or technocratically. A participatory, cross-sectoral, and contextual development approach is needed to local socio-cultural dynamics. Empowerment of fishermen communities must include strengthening local institutions, reforms of the capture distribution system, as well as the involvement of cultural values in the strategy of improving welfare. Thus, sustainable fisheries development policies not only increase the income of fishermen economically, but also strengthen the social structure and cultural identity of the coastal community Keywords: Social Dynamics; Local culture; Fishermen economy; Income; Merauke Regency
Grouping of Image Patterns Using Inceptionv3 For Face Shape Classification Hidayat, Tonny; Astuti, Ika Asti; Yaqin, Ainul; Tjilen, Alexander Phuk; Arifianto, Teguh
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.7.4.1743

Abstract

The human face is an extraordinary part where nearly everybody is not quite the same as each other. One perspective that should be visible plainly is the shape. Face shape grouping can be used for amusement, security, or excellence. One technique that can be utilized in picture grouping is the InceptionV3 model. InceptionV3 is the structure of the Convolutional Neural Network (CNN) created by Google, which can tackle picture examination and item discovery issues. This engineering is utilized to order face shapes into five classes: Round, Heart, Square, Oblong, and Oval. At that point, the Google Pictures dataset goes through the pre-handling stage, and the Shrewd Edge Identifier is applied to each picture. Hair turns into a commotion. Consider recognizing the side of the face because it does not make any difference what the hairdo resembles. What is important is the side of the face. When there is a dataset of elongated class and heart class with a comparable hairdo, InceptionV3 will identify the component and expect the two pieces of information to come from a similar class. The exchange learning strategy is done in preparation for the last Layer of ImageNet's InceptionV3 model. This strategy puts the high precision level with an exactness of 93% preparation and testing between 88% - 98%. InceptionV3 could arrange upwards of 692 from 747 datasets or around 92.65%. The most reduced information class is the heart class, where out of 150 information, InceptionV3 can characterize upwards of 130 information.
Literasi Media Sosial Bagi Anak di SD Inpres Semangga 2 Distrik Semagga Kabupaten Merauke Paul Adryani Moento; Alexander Phuk Tjilen; Fransin Kontu
Jurnal Transformasi Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPI - Oktober
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/wmg09p34

Abstract

Literacy skills encompass various aspects that contribute to an individual's ability to read, write, comprehend, and interact with texts and information. Literacy skills include the ability to read with comprehension, interpret and analyze written texts, write clearly and coherently, and communicate ideas and concepts effectively. The method applied in conducting this community service activity is through seminars for elementary school students. The topics covered in the seminars are divided into three main areas: Understanding Social Media, which refers to participants' understanding of the concept and functions of social media. The outcomes of this indicator include participants' ability to comprehend what social media is and how it operates. Next is Types of Social Media, where the indicator aims to ensure that participants have an understanding of various social media platforms. Participants identify and comprehend the differences between various types of social media and their respective uses. Lastly, the Benefits of Social Media cover participants' understanding of the advantages and benefits of using social media. Additionally, the Negative Impact of Social Media is also discussed to provide participants with an understanding of both the positive and negative aspects of social media.
Sosialisasi Pentingnya Ilmu Politik Bagi Siswa Sma Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Dan Partisipasi Dalam Pemerintahan Paul Adryani Moento; Eko Rachmat Saputro; Alexander Phuk Tjilen; Welhelmina Jeujanan; Hubertus Oja; Vinsenco Roberto Serano
Jurnal Transformasi Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): JTPI - April
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/1s7bd979

Abstract

Political education is a crucial aspect of fostering democratic awareness and enhancing the active participation of young generations in governance. High school students, as future first-time voters, need to be equipped with a solid understanding of the political system, democracy, and their rights and responsibilities as citizens. This community service program aims to provide socialization on the importance of political science for high school students to increase their democratic awareness and participation in governmental processes. The methods used in this activity include lectures, interactive discussions, and a simple election simulation. The results show a significant improvement in students' understanding of political science, as well as an increased interest in active involvement in political activities within their school and community. Thus, this socialization program serves as a strategic step in fostering early political awareness among young generations.
Inovasi Kebijakan Publik dalam Pengendalian Karhutla di Papua Selatan: Sinergi Pemerintah, Komunitas Adat, dan Teknologi Rianto, Jujuk; Syahruddin, Syahruddin; Tjilen, Alexander Phuk
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i2.2438

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model kebijakan publik inovatif yang mengintegrasikan teknologi deteksi dini, penguatan kelembagaan, dan kearifan lokal masyarakat adat guna meningkatkan efektivitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berorientasi analisis kebijakan publik, penelitian ini menggali interaksi kompleks antara aktor pemerintahan, komunitas adat, dan sistem teknologi dalam tata kelola karhutla daerah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, melibatkan pemangku kepentingan kunci seperti pejabat pemerintah, petugas pemadam, tokoh adat, operator teknologi, dan lembaga swadaya lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengendalian karhutla masih terhambat oleh lemahnya integrasi teknologi, koordinasi kelembagaan yang terfragmentasi, serta belum optimalnya pengakuan dan pemanfaatan kearifan lokal dalam kebijakan formal. Meskipun perangkat pemantauan seperti sistem informasi geospasial telah tersedia, efektivitasnya terbatas akibat keterlambatan akses data dan respons operasional yang tidak terstruktur. Di sisi lain, praktik adat yang memiliki nilai ekologis tinggi belum terdokumentasi dan belum masuk dalam sistem pencegahan resmi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya model kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan untuk menjembatani berbagai kesenjangan tersebut. Model terintegrasi yang diusulkan diharapkan mampu memperkuat pencegahan, meningkatkan sinergi multiaktor, serta memperkuat ketangguhan tata kelola karhutla di Papua Selatan. Kata kunci:  Kebijakan Publik; Pengendalian Karhutla; Kearifan Lokal; Teknologi Deteksi; Sinergi Kelembagaan Abstract This study aims to formulate an innovative public policy model that integrates early detection technology, institutional strengthening, and indigenous local wisdom to enhance the effectiveness of forest and land fire (karhutla) management in South Papua. Using a descriptive qualitative approach with a public policy analysis orientation, the research explores the complex interactions among governmental actors, indigenous communities, and technological systems within the regional karhutla governance framework. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, involving key stakeholders such as government officials, firefighting personnel, indigenous leaders, technology operators, and environmental NGOs. The findings reveal that current karhutla control efforts remain constrained by weak technological integration, fragmented institutional coordination, and insufficient incorporation of indigenous ecological knowledge into formal policies. Although technological tools such as geospatial monitoring systems are available, their impact is limited by delayed data access and unstructured operational responses. At the same time, indigenous practices that support ecological balance are not yet systematically recognized or digitized within the policy system. The study concludes that a more adaptive, inclusive, and sustainable model is needed to bridge these gaps. The proposed integrated policy model is expected to strengthen preventive measures, improve multi-actor synergy, and enhance the overall resilience of South Papua’s karhutla governance. Keywords: Public Policy; Forest and Land Fire Control; Local Wisdom; Detection Technology; Institutional Synergy