Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk Mengangkat Potensi Kampung Menuju Desa Mandiri Syahruddin Syahruddin; Nur Jalal; Marthen A.I. Nahumury; Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Yosephina Ohoiwutun
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.328

Abstract

Dalam studi ini, kami menjelaskan pembentukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai solusi untuk mengoptimalkan potensi kampung dan mendorong perkembangan menuju desa mandiri. Pengabdian ini bertujuan untuk menjadikan desa Zenegi mandiri dengan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMK). Metode yang digunakan melibatkan pendekatan sosialisasi, ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan mitra untuk memecahkan masalah yang telah disepakati. Selain itu, BUMK juga dibentuk dan pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi mitra. Evaluasi dilakukan dengan mengukur kompetensi masyarakat melalui kuisioner untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkelanjutan. Hasil pengabdian ini adalah terbentuknya BUMK di Desa Zenegi sesuai dengan UU Desa yang mendorong pengelolaan potensi lokal dan kemandirian desa. Sebagian besar responden (80%) memiliki pemahaman yang baik tentang BUMK dan kegunaannya dalam pengembangan potensi kampung. 15% responden memiliki pemahaman yang terbatas tentang BUMK, dan masih perlu penjelasan lebih lanjut terkait konsep dan manfaatnya. Responden menyoroti beberapa kebutuhan kampung yang dapat diangkat melalui BUMK, antara lain infrastruktur yang memadai, akses ke pasar, pelatihan keterampilan, pembiayaan, dan promosi pariwisata. Pendirian BUMK dan peningkatan pemahaman masyarakat desa di Desa Zenegi merupakan solusi dalam mengembangkan potensi lokal dan menuju desa mandiri. In this study, we explain the formation of village-owned enterprises (BUMK) as a solution to optimize village potential and encourage development towards independent villages. This service aims to make Zenegi village self-sufficient through the establishment of a Village-Owned Enterprise (BUMK). The method used involves a socialization approach, lectures, discussions, and questions and answers with partners to solve agreed problems. In addition, BUMK was also formed and training was held to improve partner competence. Evaluation is carried out by measuring community competence through questionnaires to evaluate the implementation of activities on an ongoing basis. The result of this service is the formation of BUMK in Zenegi Village in accordance with the Village Law which encourages management of local potential and village independence. Most of the respondents (80%) have a good understanding of BUMK and its use in developing village potential. 15% of respondents have limited understanding of BUMK, and still need further explanation regarding the concept and benefits. Respondents highlighted several villages needs that could be addressed through BUMK, including adequate infrastructure, access to markets, skills training, financing and tourism promotion. The establishment of BUMK and increasing the understanding of the village community in Zenegi Village is a solution in developing local potential and towards an independent village.
Model Transformasi Budaya Lokal Dalam Pelayanan Publik Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Yosephina Ohoiwutun
JEKKP (Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Kebijakan Publik) Vol 5, No 1 (2023): 30 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jekkp.v5i1.6627

Abstract

Tujuan penelitian ini mengambarkan tentang model transformasi budaya lokal dalam pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumen. Pengamatan dilakukan terutama yang berkaitan dengan obyek penelitian, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas. Wawancara mendalam  kepada petugas rumah sakit atau puskesmas sebagai informan, teknik dokumentasi mengumpulkan dokumen berupa berita-berita, peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jayapura. Teknik analisis adalah reduksi data, penyajian data, danm penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian bahwa tantangan yang dihadapi oleh tenaga medis maupun non medis di Kabupaten Jayapura adalah kurangnya pengetahuan pasien (masyarakat) tentang prosedur kesehatan. Hal ini dipengaruhi tingkat pendidikan masyarakat masih tergolong rendah.Nilai-nilai budaya lokal yang diimplementasikan oleh pegawai puskesmas karena dilatarbelakangi oleh interaksi sosial antara masyarakat dan pegawai puskesmas untuk dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura. Transformasi ini sepenuhnya mengadopsi nilai-nilai budaya lokal papua, yang kemudian budaya lokal tersebut bertransformasi menjadi budaya birokrasi. Budaya lokal menjadi kekuatan untuk melayani masyarakat, karena masyarakat papua masih sangat dipengaruhi oleh budaya lokal papua dimana masyarakat terutama ibu-ibu belum melek terhadap literasi kesehatan
Optimalisasi Potensi Desa Wisata Melalui Manajemen Pengelolaan Yang Berkelanjutan: Kontribusi Bagi Kesejahteraan Masyarakat Lokal Alexander Phuk Tjilen; Ruloff Fabian Yohanis Waas; Samel Watina Ririhena; Beatus Tambaip; Syahruddin Syahruddin; Yosephina Ohoiwutun; Riska Dwi Prihandayani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 6 (2023): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8373947

Abstract

Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di Merauke perlu mendapat perhatian khusus dalam pengelolaannya. Tujuan pengabddian ini adalah dengan pengelolaan desa wisata di Merauke dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitarnya. Dengan mengoptimalkan potensi desa wisata melalui manajemen pengelolaan yang berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, melestarikan budaya dan alam, serta memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi wisatawan. Metode yang dilakukan antara lain Pemberdayaan masyarakat lokal, Pengembangan produk wisata yang berkelanjutan, Penataan kawasan wisata, Peningkatan kualitas pelayanan, Peningkatan promosi wisata. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan memerlukan pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk wisata yang berkelanjutan, penataan kawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan keterlibatan aktif mereka dalam pengambilan keputusan adalah kunci sukses. Pengembangan produk wisata yang berkelanjutan melibatkan promosi potensi unik desa tanpa merusak lingkungan atau budaya. Penataan kawasan desa wisata yang baik dan pelayanan berkualitas tinggi memberikan pengalaman positif kepada pengunjung. Promosi efektif dan kerja sama antar pemangku kepentingan juga penting dalam meningkatkan daya tarik dan pendapatan desa wisata.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:IN;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI MERAUKE Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Yosephina Ohoiwutun
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 6 No. 1 (2023): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/pareto.v6i1.3833

Abstract

The purpose of this study is to analyze infrastructure development policies on economic growth in Merauke district. The research method used by researchers in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. The research location taken was in Merauke Regency. In collecting data, researchers used data collection techniques which were carried out by interview, observation, and documentation methods. The data analysis method used in this study is the interactive analytical method. The results of the study show that infrastructure improvements can also encourage the development of certain economic sectors, such as the manufacturing industry, tourism and the energy sector. In addition, infrastructure development can also create new jobs and improve people's welfare. Infrastructure development policies can have a significant impact on economic growth.
Optimalisasi Potensi Desa Wisata Melalui Manajemen Pengelolaan Yang Berkelanjutan: Kontribusi Bagi Kesejahteraan Masyarakat Lokal Alexander Phuk Tjilen; Ruloff Fabian Yohanis Waas; Samel Watina Ririhena; Beatus Tambaip; Syahruddin Syahruddin; Yosephina Ohoiwutun; Riska Dwi Prihandayani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 6 (2023): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8373947

Abstract

Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di Merauke perlu mendapat perhatian khusus dalam pengelolaannya. Tujuan pengabddian ini adalah dengan pengelolaan desa wisata di Merauke dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitarnya. Dengan mengoptimalkan potensi desa wisata melalui manajemen pengelolaan yang berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, melestarikan budaya dan alam, serta memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi wisatawan. Metode yang dilakukan antara lain Pemberdayaan masyarakat lokal, Pengembangan produk wisata yang berkelanjutan, Penataan kawasan wisata, Peningkatan kualitas pelayanan, Peningkatan promosi wisata. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan memerlukan pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk wisata yang berkelanjutan, penataan kawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan keterlibatan aktif mereka dalam pengambilan keputusan adalah kunci sukses. Pengembangan produk wisata yang berkelanjutan melibatkan promosi potensi unik desa tanpa merusak lingkungan atau budaya. Penataan kawasan desa wisata yang baik dan pelayanan berkualitas tinggi memberikan pengalaman positif kepada pengunjung. Promosi efektif dan kerja sama antar pemangku kepentingan juga penting dalam meningkatkan daya tarik dan pendapatan desa wisata.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:IN;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
Membangun Karakter Positif dan Kepemimpinan Masyarakat Melalui Program Pemberdayaan di Merauke Syahruddin Syahruddin; Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Pulung Riyanto; Nur Jalal; Paul Adryani Moento; Muhammad Novan Prasetya; Syahrabudin Husein Enala
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2023): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v2i3.263

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu membangun karakter positif dan kepemimpinan masyarakat melalui program pemberdayaan di Merauke. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan perilaku yang positif. Pelatihan dan bimbingan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat membantu membangun karakter positif dan kepemimpinan masyarakat di Merauke. Masyarakat yang telah mengikuti program ini menunjukkan peningkatan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan perilaku yang positif dalam memimpin dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Diharapkan bahwa pengabdian ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di Merauke dan juga dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat di daerah lain. Kesimpulannya, pengabdian ini membuktikan bahwa program pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi yang efektif untuk membantu membangun karakter positif dan kepemimpinan masyarakat di Merauke
Pengaruh Stres Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Badan Pusat Statistik Nurmila Rahayaan; Alexander Phuk Tjilen; Hesty Tambajong
Musamus Journal of Public Administration Vol 2 No 01 (2019): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v2i01.2454

Abstract

Work stress is a problem that currently becomes a conversation and its position is very important because it relates to work productivity. The progress of the organization relies heavily on the ups and downs of its employees ' work productivity. Therefore, the influence of the two becomes an interesting thing to be examined. This research aims to find out how much work stress affects the working productivity of the employees Central agency of Merauke District. This type of research is quantitative with sampling technique i.e. total sampling. Data processing using SPSS application version 23. The results showed that there was a significant and positive influence between working stress on the work productivity of the central Statistic agency of Merauke district. From the correlation analysis done, the strength of the influence between the two variables is in the medium category (0.407) with the donation of impact variable work stress to the working productivity variable by 16.6%. The remainder (83.4%), employee work productivity of the District Central Statistics of Merauke regency was influenced by other variables not examined in the study. Work stress experienced by employees of Central Agency Statistics Merauke District is in the low category with the productivity of high-generated work. This is due to the employees of the Central Statistics Agency Merauke District can conduct self-control of the stress experienced, has a high motivation and work and loyalty and has familiarize themselves with the demands of the work So.
Asymmetric Policy on Border Management Elias Mite; Ramos Da Chrismas; Yohanes Endes Teturan; Vinsenco R Serano; Nur Jalal; Alexander P Tjilen
Musamus Journal of Public Administration Vol 2 No 2 (2020): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v2i2.2810

Abstract

The management of state borders between Indonesia and PNG holds potential problems in the form of differences in socio-economic conditions between the two countries. While socially and culturally, people in the two countries have close kinship ties. This paper intends to recommend an asymmetric policy for managing national border areas, especially between Merauke and PNG. The conclusion of this study is that the adoption of the ChinaVietnam border management model can be applied in the management of the Indonesia-PNG border. This adoption is accompanied by several strategies in the form of: acceleration of construction of facilities and infrastructure, strengthening the socio-economic conditions of border communities, human resource development and strengthening of good institutional aspects.
Pengaruh Budaya, Perilaku Dan Status sosial Etnis Tionghoa Terhadap Kerukunan Masyarakat Fitriani Fitriani; Alexander Phuk Tjilen; Vinsenco R Serano
Musamus Journal of Public Administration Vol 1 No 1 (2018): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v1i1.3008

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya, perilaku dan status sosial etnis tionghoa terhadap kerukunan masyarakat di Kabupaten Merauke, dengan penelitian kuantitatif atau penelitian survey yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian metode cluster sampling. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa H1 ditolak dan disimpulkan bahwa budaya berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kerukunan masyarakat di Kabupaten Merauke. hasil uji F F-hitung> F-tabel sehingga H0 di tolak dan Ha diterima, variable budaya, perilaku dan status sosial secara simultan berpengaruh terhadap kerukunan masyarakat.
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI: ANALISIS STRATEGI KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview of the strategies used by leaders in tertiary institutions, especially at the faculty level, in improving the quality of education. This research is a survey conducted to identify the views of each respondent in assessing the quality of education in tertiary institutions by looking at the strategies used by the leaders of the Respondents in this study, namely the academic community at the Faculty of Social and Political Sciences, Musamus University. The measuring tool designed in the form of a questionnaire related to the seven categories in Malcolm Baldrige. The questionnaire created was an adaptation of the original MBCfPE Education Criteria application. Questions that were originally in the form of essays were changed to form of choice answers to make it easier for respondents to answer and direct them to the basic needs of each category. The results of the study show that the strategies used by leaders in improving the quality of education are carried out by establishing a clear vision and mission, building a solid team, and implementing an appropriate performance measurement system. Effective leadership in tertiary institutions must have a clear vision and mission to motivate staff and students, and direct universities to achieve long-term strategic goals.