Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Memikirkan kembali tradisi sejarah lingkungan di Indonesia Ridhoi, Ronal
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 17, No 2 (2023): Dinamika Ekologi di Indonesia: Sejarah, Budaya dan Permasalahannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v17i22023p131-136

Abstract

Tulisan ini diawali dari kegelisahan terhadap minimnya wadah untuk merepresentasikan kajian sejarah lingkungan di Indonesia. Sebenarnya, sudah sejak lama kita ketahui bahwa tradisi sejarah lingkungan pada awalnya muncul di daratan Amerika sejak awal 1970 an. Hal ini dibuktikan dengan berbagai jurnal yang terbit, seperti Environmental History, Environment and History, Pacific Historical Review, dan sebagainya. Sementara Indonesia bukan tidak pernah mengenal tradisi ini, karena sejak tahun 1992 sudah ada proyek penelitian dan penulisan historiografi lingkungan yang digawangi oleh Peter Boomgaard (Profesor Sejarah Lingkungan dan Ekonomi dari Universitas Amsterdam, Belanda). Proyek ini dikenal dengan nama Economy, Demography, and Ecology in Nusantara (EDEN), yang menghasilkan salah satu produk yaitu buku Paper Landscape (Boomgaard et al., 1997). Buku ini seakan menjadi rujukan wajib ketika sejarawan Indonesia akan menulis tema sejarah lingkungan atau sejarah ekologi di Indonesia.
ADA YANG MANIS DI TIMUR NUSANTARA? KOSMOPOLITANISME TANAMAN TEBU DALAM HISTORIOGRAFI INDONESIA Ridhoi, Ronal
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 15, No 1 (2021): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v15i12021p164-182

Abstract

This paper tries to remind readers about the history of sugarcane in the archipelago and its transnationalization. This crop, which is actually endemic on Eastern Indonesia, was famous in the market world since Europeans "introduced" it to the archipelago, especially in Java. So, a simple questions, is the sugarcane originated from Indonesia? Where did it come from? To what extent this crop become cosmopolitan and what are the socio-ecological impacts in Indonesia? By using historical methods and a cosmopolitanism point of view, the author finds the fact that the mainland of Papua (Indonesia and New Guinea) had been domesticated sugarcane for thousand years Before Christ. Sugarcane was transnationalized to various parts of the world until it was brought back to the archipelago by European traders. Later, this crop became the largest funds contributor to the Dutch East Indies during the colonial period due to the massive development of the sugar industry in Java Tulisan ini mencoba untuk mengingatkan kembali para pembaca tentang sejarah tanaman tebu di Nusantara dan proses transnasionalisasinya. Tanaman yang sebenarnya endemik di Indonesia bagian Timur ini kemudian menjadi primadona di pasaran dunia sejak orang-orang Eropa “memperkenalkan” di Nusantara, khususnya di Jawa. Pertanyaan yang muncul, apakah tebu bukan tanaman asli Indonesia? Dari mana asal tanaman tersebut? Sejauh mana tanaman ini menjadi kosmopolit dan apa implikasinya terhadap kondisi sosio-ekologi di Indonesia? Dengan menggunakan metode sejarah dan sudut pandang kosmopolitanisme, penulis menemukan fakta bahwasanya daratan Papua (Indonesia dan New Guinea) sudah melakukan domestifikasi tebu sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Tebu mengalami transnasionalisasi ke berbagai belahan dunia sampai kemudian dibawa kembali ke Nusantara oleh para pedagang Eropa. Tanaman ini kemudian menjadi penyumbang devisa terbesar untuk negara Hindia Belanda masa kolonial karena perkembangan industri gula yang masif di Jawa.
DINAMIKA LODDROK RUKUN FAMILI, 1943-2020: SEJARAH, ALUR CERITA, DAN HEGEMONI SETIAP REZIM Bachtiar, Muhammad Jibril; Sapto, Ari; Ridhoi, Ronal
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i22022p286-303

Abstract

Loddrok Rukun Famili is a performing arts group that has a long history of experience since the Japanese occupation and is one of the many ludruk groups that still exist today. This article tries to examine how the history of the ludruk Rukun Famili, as well as the dynamics of the storylines presented to describe the pattern of transitions in performances in each period, and how the influence of hegemony on the changes in the play brought about by the ludruk Rukun Famili resulted in a storyline that could not be separated from regime intervention. This study applies the historical method by utilizing various sources such as written archives, interviews and other sources. This study shows that the dynamic process of the storyline in the Rukun Famili is not only caused by a single factor but several factors such as modernization, changes in public interest and the political direction of each regime, based on these findings it is concluded that non-art factors then become considerations that influence the direction of change storyline of the Rukun FamiliLoddrok Rukun Famili merupakan kelompok seni pertunjukan yang memiliki pengalaman sejarah cukup panjang terhitung sejak masa pendudukan Jepang dan merupakan salah satu di antara banyak kelompok ludruk yang masih eksis hingga saat ini. Artikel ini mencoba menelaah bagaimana kesejarahan ludruk Rukun Famili, serta dinamika alur cerita yang disuguhkan hingga menggambarkan pola transisi dalam pementasan di setiap periode, dan bagaimana pengaruh hegemoni terhadap perubahan lakon yang dibawakan oleh ludruk Rukun Famili berakibat pada alur cerita yang tak bisa lepas dari intervensi rezim. Penelitian ini menerapkan metode sejarah dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti arsip tertulis, wawancara dan sumber lainnya. Kajian ini menunjukkan bahwa proses dinamika alur cerita pada Rukun Famili tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tunggal melainkan beberapa faktor seperti modernisasi, perubahan minat masyarakat dan arah politik setiap rezim, berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa faktor-faktor non kesenian kemudian menjadi pertimbangan yang mempengaruhi arah perubahan alur cerita dari Rukun Famili.
PENGGUNAAN MEDIA FILM TOKOH-TOKOH PERGERAKAN NASIONAL UNTUK MENANAMKAN SIKAP NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI MADRASAH ALIYAH (MA) IBADURROCHMAN MALANG Novrianto, Muhammad Isro'; Sayono, Joko; Ridhoi, Ronal
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v10i1.24014

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis penggunaan media film tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk menanamkan sikap nasionalisme melalui pembelajaran sejarah di kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Ibadurrochman Malang. Di era Revolusi Industri 4.0 sekarang, guru sejarah dalam membangunan karakter mendapatkan tantangan dari arus informasi dan teknologi. Pada kasus peserta didik Madrasah Aliyah Ibadurrochman Malang memanfaatkan akses internet bukan digunakan untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran sejarah di kelas tetapi digunakan untuk mengakses drama Korea, media sosial, dan anime. Untuk membendung dampak negatif, maka guru sejarah perlu menanamkan sikap nasionalisme melalui media film tokoh-tokoh pergerakan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan media film tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk menanamkan sikap nasionalisme melalui pembelajaran sejarah di kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Ibadurrochman Malang berupa peserta didik belajar dengan sungguh-sungguh, cinta tanah air, mengeluarkan pendapat, mengapresiasi tokoh pergerakan nasional, dan memaknai esensi nilai-nilai dari tokoh pergerakan nasional merupakan bentuk yang positif untuk mengisi kemerdekaan.
Peningkatan Income Generate Universitas Negeri Malang Melalui Pendampingan Proforma Keuangan Berbasis PSAK ETAP bagi UMKM Kaldera Outdoor Rent Maha Putri, Dhika; Sayono, Joko; Ridhoi, Ronal; Asmaul Husna, Layya
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v6i1.6049

Abstract

Laporan proforma merupakan bagian penting dari rencana bisnis karena dapat memperkirakan profitabilitas dan kondisi keuangan suatu perusahaan di masa yang akan datang. Dalam hal mempertahankan keberlangsungan bisnis, UMKM Kaldera Outdoor Rent menghadapi beberapa tantangan, yaitu kurangnya kesadaran mengenai pentingnya pencatatan keuangan dan minimnya pengetahuan karyawan tentang administrasi laporan keuangan. Dari permasalahan yang dihadapi, tim pengabdian merasa perlu adanya sosialisasi dan pendampingan dengan pendekatan partisipasif dan edukatif untuk mewujudkan keterampilan dan kemampuan UMKM Kaldera Outdoor dalam menyusun laporan proforma keuangan. Hasil dari pengabdian ini berupa peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan yang lebih baik dan sesuai dengan standar akuntansi PSAK ETAP. Melalui pelatihan dan pendampingan, pengusaha UMKM memperoleh pemahaman mengenai pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta penerapan siklus keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga membantu UMKM dalam memperkuat kemampuan mereka untuk menyusun laporan keuangan secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan akurasi dalam pelaporan keuangan dan memperbaiki manajemen usaha.
Gerakan Lingkungan Menolak Alih Fungsi Lahan Kampus Akademi Penyuluh Pertanian (APP) Kota Malang, 1993-2007 Izzah, Rikmaya Nur; Ridhoi, Ronal
Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities Vol 9 No 1 (2025): 2025 Nomor 1
Publisher : Humanities Studies, Post-Graduate Program, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/sasdaya.20904

Abstract

The land conversion of the Malang Agricultural Academy Campus into Ijen Nirwana housing is a reflection of land use change that occurs in urban areas. The event caused various environmental and social problems such as the loss of flora and fauna, the phenomenon of prolonged flooding, and the unrest that occurred in the community of Malang City. This paper attempts to narrate the history of land use change and various environmental movements that have occurred in Malang City in order to increase public awareness of the importance of Green Open Space (RTH) as a counterweight to urbanization. The author uses the historical method which includes topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography through various interviews and document analysis using a political environmental history perspective. The author found that changes in spatial policies, weak laws, and economic interests were the main factors in the decision to change the land function of APP Malang Campus. This phenomenon caused various responses among the people of Malang City at that time, various rejections were made but could not fully defend the Malang City Agricultural Extension Academy Campus land. This kind of intersection between capitalism and environmental interests often occurs even after the New Order era.
Program Mentoring Teknik Ecoprint Berbasis Keanekaragaman Vegetasi Sebagai Produk Alternatif Cendera Mata Khas Desa Wisata Padusan Pacet Mojokerto Putri, Dhika Maha; Nailul Insani; Grace Tjandra Leksana; Ronal Ridhoi
Journal of Islamic Economy and Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiecem.2025.6.1.2050

Abstract

Padusan Village is one of the popular tourist destinations among tourists when they want to spend their holiday time, so Padusan Village can be called a Tourist Village. The development of Padusan Village into an area that has many tourist attractions has created new things in the community, one of which is the emergence of MSMEs around Padusan Village. However, the majority of MSMEs in Padusan Village only sell agricultural products and home-processed food. There are no MSME actors in Padusan Village who sell souvenir products which are the hallmark of Padusan Village. Some of the problems that occur in Padusan Village are the lack of understanding from the community regarding the importance of souvenirs as souvenir products in the tourism industry, in addition to the low ability of the Padusan Village community in making souvenirs. Based on the existing problems, the service team from the State University of Malang wants to carry out community service activities in the form of mentoring on ecoprint techniques based on vegetation diversity as an alternative product for souvenirs typical of Padusan Pacet Tourism Village, Mojokerto. This service activity is carried out to realize the community's abilities and skills in producing souvenir products typical of the Padusan Tourism Village so that Padusan Village as a tourist village can develop further and increase the economic income of Padusan Village. The partner problem solving method in this activity is in the form of training and mentoring activities which begin with providing theory, practice and evaluation of the participants' work. This service activity was carried out well and smoothly, all participants followed the sequence of events from start to finish. The result of this service activity is an increase in skills for the Padusan Village community in producing handicrafts using ecoprint techniques and has the potential to become a business opportunity in Padusan Village.
Pendampingan Proforma Keuangan Berbasis Aplikasi PSAK ETAP Bagi UMKM Desa Wisata Padusan Pacet Mojokerto Jawa Timur Joko Sayono; Dhika, Dhika Maha Putri; Niken Puspa Nofitra; Ronal Ridhoi
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 6 No. 2 (2022): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v6i2.4142

Abstract

Salah satu potensi ekonomi yang saat ini sedang berkembang pesat adalah kegiatan wirausaha oleh UMKM. Masalah umum yang dihadapi ialah tidak adanya kemampuan untuk membuat laporan proforma keuangan. Laporan Proforma adalah sebuah laporan proyeksi keuangan secara formal untuk mencerminkan transaksi yang direncanakan dalam satu periode tertentu. Adanya permasalahan dalam pembuatan laporan proforma menjadi salah satu kendala dalam aspek akuntabilitas dan pengelolaan keuangan karena terdapat transaksi yang tidak tercatat secara optimal pada pengukuran dan perlakuannya. Kebermanfaatan proforma keuangan untuk UMKM tidak hanya terkait dengan modal bank, namun juga asas keberlanjutan usaha yang bisa dianalisis dengan menggunakan laporan tersebut. Berdasarkan hal itu penting bagi UMKM untuk dapat menggunakan proforma keuangan berbasis PSAK ETAP. UMKM Desa Wisata Padusan Pacet Mojokerto Jawa Timur sebagai salah satu bentuk usaha mikro, menghadapi tantangan yang cukup besar dalam mempertahankan dan mengembangkan roda bisnisnya. Kegiatan pelatihan proforma keuangan perlu dilakukan untuk analisis kinerja bagi UMKM Desa Wisata Padusan. Metode penyelesaian masalah mitra dalam kegiatan ini meliputi kegiatan pendampingan. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan lancar, pelaku UMKM di Desa Padusan mengikuti runtutan acara pendampingan mulai dari awal hingga akhir. Hasil kegiatan yaitu adanya peningkatan ilmu pengetahuan literasi keuangan bagi para pelaku UMKM di Desa Wisata Padusan.
Pembuatan bahan ajar sejarah tematik bagi guru MGMP sejarah tingkat SMA/MA Ridhoi, Ronal; Ayundasari, Lutfiah; Khairunnisaa, Ana; Hadi, Achmad Faisol
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i1.19388

Abstract

Materi Sejarah Indonesia yang disajikan dalam buku teks sejarah belum menunjukkan perubahan signifikan hingga saat ini. Narasi didalamnya didominasi peristiwa besar dengan tokoh besar yang berperan di baliknya. Guru pun hanya menjelaskan narasi tersebut di dalam kelas. Fenomena ini juga terjadi di kalangan guru MGMP Sejarah Kabupaten Lumajang. Salah satu upaya untuk menjadikan sejarah lebih menarik dan tidak membosankan adalah menggali sejarah tematik di tingkat daerah, dalam hal ini kawasan Lumajang Jawa Timur. Sejarah tematik yang dimaksud yaitu narasi sejarah bertema mikro, lokal, dan unik untuk memahami masa lalu Lumajang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari 5 tahap, yaitu: (1) persiapan, (2) sosialisasi dan pelatihan, (3) FGD, (4) monitoring, dan (5) evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa guru sejarah mampu melakukan penelitian dan penulisan bahan ajar sejarah tematik yang dibuktikan dengan terbitnya book chapter ber-ISBN berjudul Kawasan Lumajang dalam Kajian Sejarah Tematik. Pengabdian ini juga memberikan kontribusi terhadap penulisan historiografi sejarah Kabupaten Lumajang dalam lingkup tematik dan mikro yang dapat digunakan sebagai pelengkap buku teks sejarah.
Menggaungkan Pendekatan Ekologis dalam Historiografi Perkotaan di Indonesia Pasca Reformasi Ridhoi, Ronal
Jurnal Sejarah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Sejarah Indonesia
Publisher : Perkumpulan Program Studi Sejarah Se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62924/jsi.v6i1.32606

Abstract

Urban historiographical studies after the Reformation tend to make a significant changes. From the previous question about socio-economic problems in rural areas, then questioned daily life in urban areas. This paper tries to show that there are other approach on the urban history writing in Indonesia. By perusing some books and articles (bibliographical research) related to urban historiography before and after the Reformation period, the author tries to narrate new ideas on urban historiography. This paper shows that urban historiography produced after the Reformation shows a trend of change towards environmental problems in urban areas. This is due to the trend of post-reform environmental problems and climate crises being highlighted by academics. This paper shows also that ecological approach on the urban history research is a new field that should be explored further.