Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Historiography

MESSIANISME DALAM GERAKAN SOSIAL-KEAGAMAAN DI INDONESIA Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.145 KB) | DOI: 10.17977/um081v1i22021p193-203

Abstract

This article aims to explore inter-connection between messianism and socio-religio movement in Indonesian history. Politics of the past, struggling to gain education, and religion culture shape today’s history, regarding the big man born by those power where has had history driven by. In the name of expression of peripheral area amongst severe pristine and well-known religion: i.e. Hindhu, Buddha, Islam, Protestant and Catholic; the believe of savior coming to save the world were the heart of messianism. The idea of messianism coloured the Indonesian history, until recent era.Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kelit-kelindan antara gerakan sosial-keagamaan, dengan gagasan messianisme. Dinamika politik di masa lalu, perjuangan untuk mengakses pendidikan, serta tafsir agama sedikit banyak membentuk sejarah masa kini, dengan menempatkan tokoh-tokoh besar sebagai pusat arah sejarah bergerak. Atas nama ekspresi keagamaan di wilayah pinggiran, di antara pusat-pusat agama besar dunia; Hindu, Buddha, Islam, Protestan, dan Katolik; keyakinan akan datangnya juru selamat (messiah) yang akan menyelamatkan dunia dari kehancuran adalah inti dari gagasan messianisme. Gagasan ini mewarnai sejarah Indonesia, bahkan hingga masa kontemprer.
Pengaruh media pembelajaran sejarah film Guru Bangsa Tjokroaminoto terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIPA A2 SMA Negeri 3 Malang Safira Putri Andriani; Dewa Agung Gede Agung; Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.443 KB) | DOI: 10.17977/um081v1i42021p419-429

Abstract

This article aims to evaluate the influence of the use of historical movies as a learning medium on students' critical thinking abilities. The historical movie used in this study is Guru Bangsa Tjokroaminoto. This research is a pre-experimental quantitative study with one-group pretest-posttest design. The samples in this study were 30 students of X MIPA A2 3rd Senior High School Malang. Wilcoxon test results showed improvements and differences in students' critical thinking ability. Students' critical thinking ability increased by 26 percent with an average of 67.33 to 90.67. It can be concluded that use of the Guru Bangsa Tjokroaminoto movie as a learning medium has an influence on improving students' critical thinking skill. Artikel ini memiliki tujuan untuk menjelaskan adanya pengaruh penggunaan film sejarah sebagai media pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Film sejarah yang digunakan pada penelitian ini yaitu film Guru bangsa Tjokroaminoto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-post-test design. Sampel dalam penelitian ini yaitu 30 siswa kelas X MIPA A2 SMA Negeri 3 Malang. Dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan dan perbedaan hasil kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 26 persen dengan rata-rata dari 67.33 menjadi 90.67. Dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan film Guru bangsa Tjokroaminoto sebagai media pembelajaran memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Peran PT. Perkebunan Nusantara XII Afdeling Sirah Kencong terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Sirah Kencong tahun 1995-2015 Ramadani Tri Arianti; Dewa Agung Gede Agung; Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.969 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i42022p576-587

Abstract

Plantations in Indonesia are quite interesting to discuss, this article is written to discuss one of the plantations in East Java, more precisely in the Blitar area which has a tea plantation called Sirah Kencong tea plantation. Writing this article examines the role of PT. Perkebunan Nusantara XII on the socio-economic life of the Sirah Kencong community. The method used in this paper follows the stages of historical research methods, starting from heuristics, criticism, interpretation and historiography. The results of the research are in the form of a discussion of the early history of plantations, developments that occurred in the plantation environment after the clearing of plantation land such as the construction of public facilities, as well as the construction of health facilities for communities around the plantations.Perkebunan di Indonesia merupakan hal yang cukup menarik untuk dibahas, artikel ini ditulis untuk membahas salah satu perkebunan yang ada di Jawa Timur, lebih tepatnya di daerah Blitar yang memiliki perkebunan teh dengan nama perkebunan teh Sirah Kencong. Penulisan artikel ini mengkaji mengenai peran PT. Perkebunan Nusantara XII terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Sirah Kencong. Metode yang digunakan dalam penulisan kali ini mengikuti tahap-tahap metode penelitian sejarah, dimulai dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian berupa pembahasan mengenai sejarah awal perkebunan, perkembangan yang terjadi di lingkungan perkebunan setelah adanya pembukaan lahan perkebunanan seperti pembangunan fasilitas umum, serta pembangunan fasilitas kesehatan untuk masyarakat di sekitar perkebunan.
Sejarah pementasan kelompok Loddrok Rukun Famili tahun 1945-1990-an di Kabupaten Sumenep Akbar Nugroho Adi Utama; Ismail Lutfi; Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.097 KB) | DOI: 10.17977/um081v2i12022p65-81

Abstract

The history of performing arts in Madura be an interesting discussion to be discuss, the performing arts in Sumenep a lots of variety for example lodrok. The oldest lodrok’s group in Sumenep is Rukun Famili formed in 1945. This study focus on alteration in technique stage use by this group “Rukun Famili” and the factor that underlying changes and the impact of these changes on the local art performances of Sumenep. This research uses historical methods with direct research to get valid data sources, and the depth study to books, articles and interviews with sources who knows about arts Sumenep Loddrok. The research showing that stage technical changes implemented by Rukun Famili group supported by the development of science and technology and the people who changes their tastes and leave traditional art and this changes has an impact on other performing arts for example topeng dhalang. Sejarah seni pertunjukan di Madura menjadi sebuah kajian menarik untuk dibahas, selama ini seni pertunjukan di Sumenep cukup beragam salah satu contohnya Loddrok. Kelompok Loddrok tertua di Sumenep yaitu Rukun Famili yang dibentuk pada tahun 1945. Studi ini memfokuskan pada perubahan yang terjadi pada teknis pementasan yang digunakan kelompok Rukun Famili dan faktor yang mendasari perubahan tersebut serta pengaruh perubahan tersebut terhadap seni pertunjukan lokal Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan terjun langsung ke lapangan guna mendapatkan sumber-sumber data yang relevan, serta kajian mendalam terhadap buku, artikel, dan wawancara dengan narasumber yang berkecimpung dalam kesenian Loddrok di Sumenep. Studi ini menunjukkan bahwa perubahan teknis pementasan yang diterapkan oleh kelompok Rukun Famili didorong dengan pesatnya perkembangan IPTEK serta selera masyarakat yang berubah dan mulai meninggalkan kesenian tradisional. Perubahan tersebut juga berdampak terhadap seni pertunjukan lainnya, yaitu Topeng Dhalang.
Pedagang jamu wanita Yogyakarta: mata pencaharian masyarakat Hindia Belanda tahun 1910-1930 Rahmawati, Diana; Jauhari, Najib; Subekti, Arif
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i22023p162-173

Abstract

The purpose of this article to identify traditional medicine practices as women’s livelihood in 1910–1930 in Yogyakarta. Jamu was purchased from spice traders and Chinese traders. They are known as tukang jual obat or tukang jamu. Herbal medicine was sold in processed or raw form accompanied by instructions for use. Herbal medicine is believed as a treatment by the bumiputra community due to its fast-healing process. One of the factors causing the high demand for herbal medicine by bumiputra community is because of Western’s expensive and far health facilities. This study was conducted using the historical method with some stages of topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of this study indicated that 1) women's popularity as herbal medicine traders were recognized as working women and 2) herbal medicine traders played an important role in helping the public health of bumiputra. In this case, herbal medicine aims to maintain a healthy body rather than treat disease. Thus, their presence is more recognized in the community as working women because of bumiputra's interest in herbal medicine sold by women. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui pengobatan tradisional oleh kaum wanita sebagai salah satu mata pencaharian tahun 1910–1930 di Yogyakarta. Jamu dibeli melalui pedagang rempah-rempah dan pedagang Cina. Mereka dikenal dengan sebutan tukang jual obat atau tukang jamu. Jamu dijual dalam bentuk olahan maupun mentahan dan disertai dengan petunjuk penggunaan. Jamu dipercaya sebagai pengobatan oleh masyarakat bumiputra karena proses penyembuhannya yang cepat. Salah satu faktor penyebab tingginya permintaan masyarakat bumiputra terhadap jamu disebabkan karena fasilitas kesehatan Barat yang relatif jauh dan mahal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah melalui beberapa tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kepopuleran mereka di tengah masyarakat sebagai tukang jamu diakui sebagai wanita pekerja 2) pedagang jamu memainkan peran penting dalam usaha membantu kesehatan masyarakat bumiputra. Wanita melakukan perdagangan jamu bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh daripada mengobati penyakit. Dengan demikian, kehadiran tukang jamu lebih diakui di tengah masyarakat sebagai wanita pekerja karena ketertarikan bumiputra terhadap jamu yang dijual oleh kaum wanita.
Pengembangan media pembelajaran HILESITE pada materi sejarah Pabrik Gula Djatiroto untuk siswa kelas XI SMA Sadito, Mokhammad Aqsal Aji; Subekti, Arif
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i32024p345-356

Abstract

Abstract This research aims to develop learning media HILESITE (History Interactive Learning Website) on the history of the Djatiroto Sugar Factory for Class XI students of SMA. The methodology used by researchers is Research and development (RnD) and the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) as the development of learning media. The results proved that the proportion of validity of material experts was 95 percent, the validity of learning media experts was 92 percent, the proportion of validity of small group trials was 85.1 percent, and the validity of large group trials was 87 percent. Based on the results of the research, it indicates that the development of HILESITE learning media (History Interactive Learning Website) is valid to be applied to learning activities with material on the history of the Djatiroto Sugar Factory (PTPN XI) for class XI students of SMA.Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran HILESITE (History Interactive Learning Website) pada materi sejarah Pabrik Gula Djatiroto untuk siswa Kelas XI SMA. Metodologi yang digunakan oleh peneliti yaitu Research and development (RnD) dan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) sebagai pengembangan media pembelajaran. Hasil data penelitian membuktikan persentase validitas dari ahli materi sebesar 95 persen, validitas dari ahli media pembelajaran dengan persentase sebesar 92 persen, validitas persentase dari uji coba kelompok kecil sebesar 85,1 persen, dan validitas dari uji coba pemakaian kelompok besar yaitu 87persen. Berdasarkan hasil penelitian, menandakan bahwa pengembangan media pembelajaran HILESITE (History Interactive Learning Website) valid untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran dengan materi sejarah Pabrik Gula Djatiroto (PTPN XI) untuk siswa kelas XI SMA.