Claim Missing Document
Check
Articles

PREDIKSI HARGA SEMBAKO MENGGUNAKAN ALGORITMA MEMETIKA DAN SCATTER SEARCH STUDI KASUS DI KABUPATEN JEMBER Ari Eko Wardoyo; Agung Nilogiri
IPTEQ Vol 2, No 1 (2020): JASIE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jasie.v1i1.3800

Abstract

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok yang terdiri atas berbagai bahan-bahan makanan dan minuman yang secara umum sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia secara umum. Dengan terjadinya krisis global saat ini, maka dapat mempengaruhi kestabilan harga-harga sembilan bahan pokok (sembako). Adanya harga sembako yang tidak stabil menyebabkan petani tidak dapat memprediksi keuntungan atau kerugian. Dalam penelitian ini diangkat sebuah judul “Prediksi Harga Sembako di Kabupaten Jember Menggunakan Algoritma Memetika dan Scatter search” yang bertujuan untuk memprediksi ketersediaan harga sembako di kabupaten Jember. Sehingga dapat membantu para petani dalam memprediksi perubahan harga sembako di Kabupaten Jember dan untuk membantu mengambil keputusan waktu penanaman. Harapan penelitian ini adalah dapat menerapkan algoritma memetika dan scatter search dan mengetahui tingkat akurasi dalam memprediksi harga Sembako.
DETEKSI PENYAKIT DAUN TEH MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) Kiki Diah Ayu Puspita; Agung Nilogiri; Hardian Oktavianto
IPTEQ Vol 5, No 1 (2023): JASIE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jasie.v5i1.19821

Abstract

Teh menjadi salah satu minuman paling populer di dunia dan banyak diminati. Indonesia merupakan negara eksportir teh terbesar keenam dunia. Berbagai macam usaha pengolahan dan implementasi secara berkala menemui keterbatasan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan produksi yang diprediksikan. Salah satu penyebab turunnya produksi teh di Indonesia adalah penyakit pada daun teh, penyakit yang sering ditemui pada daun teh yaitu Brown Blight dan penyakit Alga Leaf Spot. Untuk itu dibutuhkan sebuah metode yang mampu mendeteksi penyakit pada daun teh salah satunya Convolutional Neural Network menggunakan arsitektur VGG-16. Data yang digunakan berjumlah 1500 data terdiri dari 3 kelas yaitu healthy, brown blight, alga spot. Data dibagi menjadi 2 bagian, 1350 data yang digunakan sebagai validasi silang dan 150 data untuk uji akhir. Pengujian akhir menggunakan 150 citra didapatkan akurasi sebesar 97,7%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang dibangun relatif mampu mendeteksi jenis penyakit daun teh dengan baik. Nilai sensitivitas lebih kecil dibanding dengan spesifisitas artinya tingkat pendeteksi model penyakit lebih rendah dari tingkat pendeteksi daun sehat untuk mendeteksi citra penyakit daun teh.
PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN INDEX KESEHATAN MASYARAKAT MENGGUNAKAN ALGORITMA PARTITIONING AROUND MEDOIDS (PAM) DAN METODE DAVIES BOULDIN INDEX (DBI) Dedi Setiawan; Agung Nilogiri; Moh Dasuki
IPTEQ Vol 4, No 1 (2022): JASIE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jasie.v4i1.20695

Abstract

Rendahnya ketersediaan air minum dan sanitasi yang memadai di Indonesia disebabkan oleh disparitas antara wilayah barat dan timur Indonesia. Di Provinsi Papua, misalnya, sekitar separuh penduduknya tidak memiliki air minum yang layak dan dua dari tiga rumah tangga memiliki sanitasi yang buruk. Sementara itu, hampir semua rumah tangga di Jakarta memiliki akses terhadap air minum yang memadai. Untuk mengatasi kesenjangan dan ketidasetaraan ini, diperlukan penelitian yang mendalam terkait indikator kesehatan lingkungan, termasuk akses air minum yang memadai, sanitasi yang memadai, dan perumahan yang layak. Dalam hal ini, diperlukan upaya untuk menentukan tingkat sanitasi di setiap wilayah atau provinsi sebagai langkah untuk mengatasi ketimpangan dalam kesehatan lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menggunakan metode Partitioning Around Medoids dengan menggunakan metode Davies Bouldin Index Optimization untuk menghitung cluster optimal yang dapat menentukan kelompok yang paling baik. Hasil penerapan metode Partitioning Around Medoids dalam pengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan indikator kesehatan lingkungan menunjukkan bahwa terdapat 5 kelompok optimal dengan nilai indeks Davies Bouldin sebesar 1,3473 dengan variasi jumlah kelompok dari 2 hingga 10.
Model Hot Fit (Human, Organization, Technology Fit) Untuk Evaluasi Penerapan Aplikasi SATUSEHAT Dewi Lusiana; Agung Nilogiri
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol 6 No 3 (2023): November
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v6i3.5795

Abstract

SATUSEHAT is an application that integrates patient medical records data in healthcare facilities that are part of Indonesia Health Services (IHS). Evaluating the success of the SATUSEHAT application is essential. The Hot Fit model (Human, Organization, Technology Fit) is used to assess the success of implementing the SATUSEHAT application. The research objective is to determine the level of success of the SATUSEHAT application using the Evaluation Framework (HOT - FIT) Model. The data analysis method uses the Structural Equation Model (SEM) to test hypotheses, instrument validity, and reliability. The sample consists of 100 SATUSEHAT users. The research findings indicate that Service Quality (SQ) significantly impacts User Satisfaction (US). It means that the better the service, the quicker and more responsive it is, the higher the user satisfaction. User Satisfaction (US) significantly influences Net Benefit (NB). In other words, as the application's benefits improve, so does user satisfaction. Organizational Structure also significantly affects Net Benefit (NB). It implies that the application's benefits are enhanced by effective corporate management. The research results demonstrate that the use of the SATUSEHAT application is successful, and the application's features meet user needs.
Inovasi Produk Limbah Cangkang Telur Menjadi Briket dan Pupuk untuk Meningkatkan Daya Saing Dewi Lusiana Pater; Aji Brahma Nugroho; Agung Nilogiri
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 5, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v5i1.22711

Abstract

Setelah melakukan observasi lapangan, penulis menemukan permasalahan pada Kelompok Peternak Ayam  Darsono yaitu banyaknya cangkang telur yang tidak terolah. Hal ini disebabkan kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam menciptakan inovasi produk baru, kreasi kemasan yang kurang menarik serta terbatasnya manajemen pemasaran berbasis teknologi informasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas dalam memasarkan produk. Untuk mengatasi permasalahan ini maka solusi yang ditawarkan adalah perlu diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra.dalam bentuk Inovasi Produk Cangkang Telur Menjadi Produk Briket Dan Pupuk Cair Yang Berdaya Guna. Pembuatan kreasi kemasan yang menarik, serta pemasaran online berbasis teknologi informasi. Dasar pemilihan pelatihan pembuatan produk  briket yaitu dibutuhkannya bahan bakar yang semakin langka. Juga pupuk cair yang dibutuhkan petani. Metode     pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi lima bagian yaitu penyediaan dokumen standar operasional serta pendampingan pelaksanaannya, program pelatihan dan pendampingan cara mengolah cangkang telur menjadi briket dan pupuk cair. pengemasan dan pelabelan ke dua produk. Serta pelatihan pengetahuan dan ket,ampilan dalam menggunakan e-commerce. Dengan adanya pelatihan pengolahan cangkang telur menjadi briket dan pupuk cair diharapkan akan menambah pengetahuan dan keterampilan anggota mitra untuk berinovasi memproduksi produk baru yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing. serta meningkatkan kesejahteraan anggota mitra
Klasterisasi Jumlah Penduduk Provinsi Jawa Timur Tahun 2021-2023 Menggunakan Algoritma K-Means Aryanto, Risqi Pradana; Nilogiri, Agung; Wardoyo, Ari Eko
JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Vol. 9 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiska.2024.9.2.134-146

Abstract

Understanding the population data of a region is crucial for policy development and strategic planning. East Java Province, the second-largest province in Indonesia, has undergone significant population growth from 2021 to 2023. Uneven growth poses challenges in resource and infrastructure management. The K-Means algorithm clusters population data into several groups based on specific characteristics. The Elbow method is used to determine the optimal number of clusters, ensuring the accuracy of the analysis. This research aims to analyze and cluster the population distribution in each city in East Java Province, providing a more detailed and accurate depiction. The research findings reveal three significant clusters. Cluster 0 includes 21 towns, Cluster 1 comprises 4, and Cluster 2 encompasses 13. These findings have important implications for targeted development policy formulation at the city level in East Java Province. Additionally, this study contributes to the development of demographic analysis and population management, using valid methods and consistent results between RapidMiner and manual calculations. In conclusion, this research provides a solid foundation for more effective development policy formulation in East Java Province, offering essential information for sustainable population management.
BEAUTY ADVISOR PERFORMANCE APPRAISAL AT MARTHA TILAAR GROUP JEMBER BRANCH USING CPI METHOD Ramadhani, Laila Amanda; Nilogiri, Agung; Zakiyyah, Amalina Maryam
Journal of Information Systems Management and Digital Business Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jismdb.v1i2.396

Abstract

Beauty Advisor performance assessment is essential in the beauty industry, maintaining high service standards and increasing customer satisfaction. The researchers developed a decision support system in this study to assess the Beauty Advisor's optimal performance. The system utilized multiple criteria with varying weights for each evaluation. The Composite Performance Index (CPI) is a method used to assess assessments with several stages, greatly influenced by the weights given. The CPI method's calculation process has several stages, including matrix calculation, score matrix calculation, and ranking determination. The final results on the website display a ranking from highest to lowest. The system created based on the success rate with manual calculation results compared to the system calculation results has an accuracy rate of 82%.
Inovasi Produk Bunga Pepaya menjadi Teh Celup Bunga Pepaya dan Buah Pepaya Menjadi Kripik Buah Pepaya Lusiana, Dewi; Nugroho, Aji Brahma; Nilogiri, Agung
ABDIMASTEK Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v1i1.76

Abstract

Berdasarkan pengamatan kondisi riil di lapangan di temukan permasalahan : 1) banyak bunga pepaya yang terbuang. 2) tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan sehingga tidak dapat menciptakan inovasi produk baru, 3) tidak memiliki keterampilan membuat kemasan yang menarik 4) tidak memiliki pengetahuan manajemen pemasaran berbasis teknologi informasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas dalam memasarkan produk. Permasalahan ini menyebabkan kelompok swadaya P3T tidak berkembang. Untuk mengatasi permasalahan ini maka solusi yang ditawarkan adalah : 1) perlu diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra. 2) diberikan pelatihan untuk membuat teh celup bunga pepaya dan keripik pepaya. 3) Pembuatan kemasan yang menarik. 4) Pemasaran online berbasis teknologi informasi. Produk yang akan diproduksi adalah teh celup bunga pepaya dan kripik pepaya. Kedua produk ini memiliki masa simpan yang lama dan banyak disukai masyarakat. Metode pelaksanaan dengan melaksanakan 5 kegiatan yaitu 1 ) penyediaan dokumen standar operasi prosedur operasional aerta pendampingan pelaksanaannya 2) program pelatihan dan pendampingan cara mengolah bunga pepaya menjadi teh celup 3) Mengolah buah pepaya menjadi keripik 4) pengemasan dan pelabelan ke dua produk. 5) diberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan e commerce. Dengan diolahnya bunga pepaya menjadi teh celup bunga pepaya dan kripik pepaya diharapkan akan menambah pengetahuan, keterampilan anggota mitra untuk berinovasi memproduksi produk baru. Dengan solusi ini tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing dapat terpenuhi. Yang akhirnya dapat menambah penghasilan anggota P3T. Diharapkan dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kesejahteraan anggota P3T.
Inovasi Produk Ikan Gabus Menjadi Kapsul Serbuk Ikan Gabus Dewi, Dewi Lusiana Pater; Aji Brahma Nugroho; agung nilogiri
ABDIMASTEK Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v1i2.198

Abstract

Ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena nilai protein yang dikandung ikan gabus tergolong tinggi. Sebenarnya daging ikan gabus tidak hanya menjadi sumber protein, tapi juga sumber mineral lain. Ikan ini sangat kaya akan Albumin, salah satu jenis Protein Penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari terutama pada proses penyembuhan luka-luka juga dalam pembentukan jaringan tubuh yang baru. Penduduk Desa Sukodono Kecamatan Puje Kabupaten Bondowoso banyak yang mencari penghidupan dengan menjual ikan gabus. Sayangnya kandungan ikan gabus yang bernilai protein tinggi tidak diimbangi dengan  cara pengolahannya. Sehingga ikan gabus tidak terjual banyak di pasaran. Hal ini yang membuat penduduk yang mata pencaharian menjual ikan gabus berputus asa.  Melihat permasalahan yang dialami penduduk yang menggatungkan hidupnya dari menjual ikan gabus putus harapan, penulis tergerak untuk memberikan solusi dengan  melakukan inovasi pengolahan ikan gabus menjadi ekstrak ikan gabus.  Dengan mengolah ikan gabus menjadi ekstrak ikan gabus akan mengurangi amis dan memudahkan konsumen untuk menkonsumsi.  Dengan diolahnya ikan gabus menjadi ekstrak ikan gabus diperlukan ikan gabus segar dalam jumlah besar. Hal ini merupakan solusi bagi penjual ikan gabus. Solusi ini memotivasi penjual ikan gabus untuk tidak putus harapan menghadapi permasalahannya. Kata Kunci : Ikan Gabus, Ekstrak ikan gabus
Klasifikasi Citra Lesi Kulit Serupa Virus Monkeypox Menggunakan VGG-19 Convolutional Neural Network Susanto, Luban Abdi; Nilogiri, Agung; Handayani, Luluk
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2023): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/justindo.v8i1.168

Abstract

Pasca wabah covid19, muncul lagi ancaman penyakit menular yaitu cacar monyet dengan nama lain virus monkeypox. Cacar monyet adalah penyakit yang ditularkan melalui virus hewan yang tergolong ke dalam genus orthopoxvirus dan memiliki gejala serupa dengan penyakit cacar dan cacar air. Salah satu cara mendiagnosis monkeypox adalah dengan mengklasifikasikan gambar lesi kulit serupa, untuk menentukan apakah pasien benar menderita monkeypox atau bukan. Metode yang umum digunakan untuk klasifikasi citra adalah Convolutional Neural Network (CNN). CNN merupakan pengembangan dari Multi-Layer Perceptron (MLP) yang ditujukan untuk mengolah data dua dimensi seperti gambar dan audio. Arsitektur CNN yang digunakan pada penelitian ini yaitu VGG-19 dengan 16-convolution layer + relu, 5-pooling layer, dan fully connected layer. Dataset yang digunakan berjumlah 1.000 citra lesi kulit serupa virus monkeypox untuk diukur tingkat persentase akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas. Hasil pengujian menggunakan unseen data diperoleh tingkat akurasi sebesar 76%, sensitivitas sebesar 76%, dan spesifisitas sebesar 92%.