Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Perencanaan Penanganan Existing Jalan yang Tidak Stabil pada Ruas Jalan Gunting Saga – Teluk Binjai Kab. Labuhan Batu Utara: Studi Kasus Muhammad Arif Gusfimi; Marwan Lubis; Hamidun Batubara
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 2 No. 3 (2024): Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v2i3.480

Abstract

The Gunting Saga - Teluk Binjai Road section (North Labuhan Batu Regency) is a Collector Road or Regency Road that connects the city of Aek Kanopan and the city of Kualuh Hilir. On this section of road, several large and heavy vehicles often pass with geometric conditions that are not too wide and at some points the ground conditions are less stable, which results in poor traffic flow and also damage to parts of the road. The impact of the lack of width and damage to the existing condition of the Gunting Saga - Teluk Binjai section is: hampering economic activity in the area. The aim of the study is to plan flexible pavement and widening on road shoulders and also plan flexible pavement on additional or overlay pavement.To support this study, several data are needed, such as: traffic volume data, rainfall data, CBR data, Benkelman beam data and also unit price analysis data using secondary data obtained from the North Sumatra Province National Road Planning and Supervision Working Unit. From the results of the data obtained, it is then processed and analyzed in the calculation of flexible pavement for new roads and additional pavement (overlays) using Bina Marga standards for flexible pavement analysis using Instructions for Planning the Thickness of Flexible Pavement for Highways Using the Component Analysis Method (SKBI-2.3.26.1987), Meanwhile, for additional pavement analysis (overlay), the Hot Rolled Overlay Design For Indonesia method is used.From the calculation results, it is obtained that the thickness of the flexible pavement layer for the new road and also the thickness of the additional pavement layer (overlay) are obtained with various values, namely: segment 1 has a layer value of D1 = 5,4 cm, D2 = 25 cm, D3 = 35 cm as well as for each segment so on up to four segments.
Perencanaan Ruang Henti Khusus (RHK) Untuk Sepeda Motor Pada Persimpangan Bersinyal Jalan Sisingamangaraja – Jalan Pelangi – Jalan Turi Di Kota Medan: Studi Kasus Rido Muhamad Affandi; Marwan Lubis; Hamidun Batubara
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): April: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sip
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v2i2.225

Abstract

Special stopping space for motorbikes is one of the facilities for motorbikes to stop at intersections during the red phase. This special stopping space has been tested on a limited scale to support the movement of motorbikes at signalized intersections in large cities in Indonesia. This research aims to evaluate the intersection and then plan a special stopping room according to the number of motorbikes piling up during the red phase at the intersection. Intersection evaluation is carried out based on primary data and secondary data. The calculation method is guided by the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) and Technical Planning Guidelines for Special Stop Spaces (RHK) for Motorcycles at Signalized Intersections in Urban Areas.The traffic behavior of the existing intersection is, west approach capacity 335 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) 1,878, queue length 97 m and average delay 157 sec/pcu. East approach capacity is 342 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) is 2,295, queue length is 97 m, and average delay is 169.3 sec/pcu. North approach capacity is 600 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) is 0.546, queue length is 157 m, and average delay is 69.2 sec/pcu. South approach capacity is 941 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) 0.987, queue length 245 m, and average delay 111.6 sec/pcu.The special stopping space design on the northern approach is 2 lanes with an approach lane and an area of ​​84 m2; on the southern approach, namely 2 lanes with an approach lane and an area of ​​84 m2; on the western and eastern approaches do not meet the 2012 Age Work Department Service standards in RHK planning.
Evaluasi Tingkat Pelayanan Pada Persimpangan Jalan Sisimangaraja Jalan-Alfalah Simpang Bersinyal Marwan Lubis; Hamidun Batubara; Deni Maulana
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v2i3.288

Abstract

Intersections are the most important factor in determining the capacity and travel time on a road section. The development of transportation in the city of Medan has had an impact on increasing the movement of people, goods and services. This also greatly demands increased transportation facilities and infrastructure in the city of Medan. The increase in the number of vehicles that is not balanced with infrastructure will cause conflicts on roads, especially at the intersection of three Jalan-Sisingamangaraja Jalan .Alfalah To anticipate This requires further study or research. In this research, analysis of intersection performance calculations uses the 1997 (MKJI) guidelines. The survey was carried out on Monday 14 August 2023 to 20 August 2023. Then the peak hours were searched for the volume of vehicle flow crossing the three intersections. Then create a new cycle time for the intersection. The results of the analysis in this research, from survey results, by looking for new cycle times to reduce queue lengths and delays (Delay). The new cycle time obtained to reduce queue lengths and delays for the three intersections on the northern approach is 859.927 seconds/intersection. Then at the southern approach with a total delay of 2,056,013 sec/intersection and at the western approach with a delay of 307,555 sec/intersection. For existing conditions the queue length (QL) is 1321 meters for the northern approach, (QL) 1372 meters for the southern approach and (QL) 1321 meters for the west
Analisa Dampak Beban Kendaraan dan Lalu-Lintas Harian Rata-RataTerhadap Kerusakan Jalan Portibi – Jalan Aloban Kabupaten Padang Lawas Utara (Studi Kasus) Ilhamsyah, Ilhamsyah; Batubara, Hamidun; Lubis, Marwan
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4764

Abstract

Beton Ruas Jalan Portibi – Jalan Aloan ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang Jalan Portibi – Jalan Aloan banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan seperti truck kelapa sawit. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab utama cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di Jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas Jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara.Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Dengan metode survey dan pengamatan LHR dilokasi penelitian, hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan dan pick up memiliki jumlah kendaraan sebanyak 13.615 unit, untuk bus berjumlah 372 unit, untuk truk 2 as berjumlah 746 unit, untuk truk 3 as berjumlah 156 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 101 unit. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 11.000. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 12.35,61 dan total Volume Kendaraan Berat dari Truck 2 AS hingga truck 4 As adalah 1003 dari hasil survei lapangan dan hasil perhitungan Truck Factor 1,2 1 dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara ini mengalami beban berlebih (Over load). mengacu pada Pedoman Bina Marga buku Petunjuk Perencanaan tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen No. SNI 1732-1989-F) Apabila nilai truck faktor lebih besar dari 1 (TF 1) berarti telah terjadi kerusakan akibat beban berlebih Faktor beban berlebih ini yang menjadi factor kerusakan Jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara menyebabkan 4 jenis kerusakan yaitu Retak Buaya, Amblas, Alur dan Lubang dengan tingkat kerusakan sedikit.
Evaluasi Perencanaan Penanganan Existing Jalan yang Tidak Stabil pada Ruas Jalan Gunting Saga – Teluk Binjai (Kabupaten Labuhan Batu Utara) Gusfimi, Muhammad Arif; Lubis, Marwan; Batubara, Hamidun
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5475

Abstract

Ruas Jalan Gunting Saga – Teluk Binjai (Kabupaten Labuhan Batu Utara)  merupakan jalan Kolektor atau Jalan Kabupaten yang menghubungkan antar kota Aek Kanopan dan kota Kualuh Hilir. Pada ruas jalan ini sering dilewati beberapa kendaraan-kendaraan besar dan berat dengan keadaan geometrinya yang tidak terlalu lebar dan pada beberapa titik kondisi tanah yang kurang stabil yang mengakibatkan tidak lancarnya arus lalulintas dan juga kerusakan pada bagian – bagian jalan. Dampak dari kurang lebarnya dan rusaknya kondisi eksisting diruas Gunting Saga – Teluk Binjai itu adalah : terhambatnya aktivitas perekonomian di daerah tersebut. Tujuan dari studi adalah untuk merencanakan perkerasan lentur dan pelebaran pada bahu jalan dan juga merencanakan perkerasan lentur pada perkerasan tambahan atau overlay.Untuk menunjang studi ini diperlukan beberapa data seperti : data volume lalu lintas, data curah hujan, data CBR, data benkelman beam dan juga data analisa harga satuan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sumatera Utara. Dari hasil data yang diperoleh, kemudian diolah dan dianalisa pada perhitungan perkerasan lentur jalan baru dan perkerasan tambahan (overlay) dengan standar Bina Marga analisa perkerasan lentur ini menggunakan Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen (SKBI-2.3.26.1987), sedangkan untuk analisa perkerasan tambahan (overlay) ini menggunakan metode Hot Rolled Overlay Design For Indonesia).Dari hasil perhitungan diperoleh masing – masing tebal lapisan perkerasan lentur jalan baru dan juga tebal lapisan perkerasan tambahan (overlay) dengan nilai yang beragam yaitu : segmen 1 mempunyai nilai lapisan D1= 5,4 cm, D2 = 25 cm, D3 = 35 cm begitupun pada setiap segmen seterusnya sampai empat segmen.
Pengaruh Penambahan Serbuk Arang Tempurung Kelapa terhadap Stabilitas Campuran Asphalt Concrete Wearing Course AC-WC Batubara, Hamidun; Lubis, Marwan; Fajri, Rahmad
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i1.762

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan di Indonesia maka repetisi beban yang terjadi pada perkerasan jalan meningkat serta perubahan cuaca yang ekstrim dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan perkerasan jalan khususnya pada tingkat kestabilan (stabilan) terutama pada lapisan paling atas yaitu lapisan AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course). Maka dari itu perlunya meningkatkan kualitas dari perkerasan jalan, salah satunya menginovasikan campuran beraspal dengan menambahkan bahan aditif. Bahan aditif yang ditambahkan dalam penelitian ini yaitu limbah tempurung kelapa yang diolah menjadi arang. Limbah tempurung kelapa di Indonesia sangat mudah ditemukan tetapi pemanfaatannya belum optimal, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk arang tempurung kelapa dengan kadar 3% terhadap stabiltas campuran beraspal. Selanjutnya benda uji pada setiap kadar serbuk arang tempurung kelapa direndam dengan lama perendaman 1 hari dengan suhu 60˚C. Pengaruh penambahan arang tempurung kelapa pada campuran AC-WC ditinjau dari nilai Indeks Stabilitas menunjukkan kehilangan kekuatan yang semakin besar seiring dengan berbedanya kadar persen serbuk arang tempurung kelapa, hal ini dikarenakan serbuk arang tempurung kelapa adalah bahan organik yang rentan terhadap pengaruh air.
Analisa Dampak Beban Kendaraan dan Lalu-Lintas Harian Rata-RataTerhadap Kerusakan Jalan Portibi – Jalan Aloban Kabupaten Padang Lawas Utara (Studi Kasus) Ilhamsyah, Ilhamsyah; Batubara, Hamidun; Lubis, Marwan
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4764

Abstract

Beton Ruas Jalan Portibi – Jalan Aloan ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang Jalan Portibi – Jalan Aloan banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan seperti truck kelapa sawit. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab utama cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di Jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas Jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara.Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Dengan metode survey dan pengamatan LHR dilokasi penelitian, hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan dan pick up memiliki jumlah kendaraan sebanyak 13.615 unit, untuk bus berjumlah 372 unit, untuk truk 2 as berjumlah 746 unit, untuk truk 3 as berjumlah 156 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 101 unit. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 11.000. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 12.35,61 dan total Volume Kendaraan Berat dari Truck 2 AS hingga truck 4 As adalah 1003 dari hasil survei lapangan dan hasil perhitungan Truck Factor 1,2 1 dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara ini mengalami beban berlebih (Over load). mengacu pada Pedoman Bina Marga buku Petunjuk Perencanaan tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen No. SNI 1732-1989-F) Apabila nilai truck faktor lebih besar dari 1 (TF 1) berarti telah terjadi kerusakan akibat beban berlebih Faktor beban berlebih ini yang menjadi factor kerusakan Jalan Portibi – Jalan Aloan Padang Lawas Utara menyebabkan 4 jenis kerusakan yaitu Retak Buaya, Amblas, Alur dan Lubang dengan tingkat kerusakan sedikit.
Analisa Kinerja Bersinyal Pada Jalan Pasca Perubahan Arus Di Kota Medan Arismunandar, Danu; Lubis, Marwan; Batubara, Hamidun
aspal Vol 1 No 1 (2023): Aspal : Jurnal Aspirasi Teknik Sipil
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/aspal.v1i1.6

Abstract

Transportasi merupakan kegiatan yang penting bagi masyarakat. Dari banyak hal, kualitas hidup masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh transportasi dan akses ke tempat kerja, tempat belanja, dan tempat hiburan atau pergi kuliah. Transportasi menunjang terlaksana nya berbagai kegiatan masyarakat sehingga kendaraan pribadi menjadi suatu kebutuhan, Lokasi penelitian simpang empat ini merupakan simpang empat tidak bersinyal tanpa median dengan rincian sebagai berikut: Selatan ( jalan Balai Kota ), Timur ( jalan perintis kemerdekaan), Utara (jalan Putri Hijau), Barat (jalan Guru Patimpus, Hasil analisis operasional pada simpang bersinyal pertemuan jalan balai kota dan jalan guru patimpus, jalan balai kota dan jalan putri hijau serta jalan perintis kemerdekaan dan jalan guru patimpus, jalan perintis kemerdekaan dan jalan putri hijau kondisi aktual diperoleh data bahwa arus stabil, volume sesuai jalan kota,pada simpang tersebut menunjukan (DS) sebesar 0,58. Karena adanya perubahan dari pemerintah kota medan dari simpang bersinya ke simpang tak bersinyal maka dari itu analisis operasional pada simpang tak bersinyal saat ini dari jalan balai kota – jalan guru patimpus, jalan balai kota – jalan putri hijau, jalan balai kota – jalan perintis kemerdekaan arus stabil, volume sesuai jalan kota, Hasil analisis pada simpang tak bersinyal saat ini menunjukan (DS) sebesar 0,50. Untuk operasional pada simpang tak bersinyal untuk 5 tahun ke depan di peroleh data bahwa simpang tersebut mempunyai kinerja lalu lintas mendekati arus tidak stabil,kecepatan rendah, Hasil. pada simpang tak bersinyal saat ini menunjukan (DS) sebesar 0,75.
Analisa Kecelakaan Ditinjau Dari Kondisi Kelengkapan Fasilitas Keselamatan Pada Jalan Brigjend Katamso Kota Medan Widiono Muji Firmansyah; Gunawan Tarigan; Hamidun Batubara
aspal Vol 1 No 2 (2023): Aspal : Jurnal Aspirasi Teknik Sipil
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/aspal.v1i2.16

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menurut UU Nomor 22 tahun 2009 adalah suatu peristiwa di jalan raya tidak terduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan kerugian baik secara materi maupun penderitaan bagi yang mengalaminya. Kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan, ketidaklayakan kendaraan serta ketidaklayakaan jalan atau lingkungan. Jalan Brigjend Katamso termasuk daerah rawan kecelakaan karena pada ruas jalan ini terdapat banyak kegiatan masyarakat, pertokoan, kios-kios, pedagang kaki lima (PKL), dan pemukiman penduduk. Selain itu, pada ruas jalan ini masih terdapat fasilitas keselamatan jalan yang tidak memenuhi persyaratan bangunan pelengkap jalan. Dari perhitungan nilai EAN terdapat satu segmen yang termasuk kategori blackspot yaitu pada segmen 7 dengan nilai EAN tertinggi sebesar 87 melewati batas nilai UCL sebesar 32,05894. Terdapat beberapa fasilitas keselamatan jalan yang sudah tidak layak seperti kondisi marka jalan yang telah pudar, rambu petunjuk jalan yang tertutup oleh pohon yang rimbun, tidak adanya rambu batas kecepatan, dan lampu penerangan jalan yang juga pencahayaannya tertutup oleh pohon yang rimbun. Kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh faktor manusia sebesar 75%, kendaraan 17%, jalan dan lingkungan sebesar 8%. Berdasarkan data laka dari Satlantas Polrestabes Medan dan hasil kusioner didapat bahwasanya faktor fasilitas keselamatan jalan tidak berpengaruh terhadap kecelakan yang terjadi.
Analisa Kinerja Simpang Bundaran Bersinyal Pada Tugu Timbangan Lubuk Pakam – Deli Serdang Al hafid, Ibnu; Gunawan Tarigan; Hamidun Batubara
aspal Vol 2 No 1 (2024): Aspal : Jurnal Aspirasi Teknik Sipil
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/aspal.v2i1.24

Abstract

Bundaran Tugu Timbangan merupakan salah satu bundaran penting di kota Lubuk Pakam yang menghubungkan jalan antar kecamatan namun juga menjadi salah satu jalan lintas provinsi, berdasarkan permasalahan tersebut maka penyusun akan mencoba menganalisis kinerja pada simpang bundaran Tugu Timbangan. Sehingga dapat menghindari kepadatan arus lalu lintas yang lebih besar akibat tingginya volume kendaraan yang menumpuk dari setiap ruas jalinan tersebut. Kondisi ini memerlukan penelitian untuk mengetahui kinerja bundaran pada kondisi yang ada dan yang akan datang,Adapun dalam penelitian ini dilakukan survey volume arus lalu lintas yang dilakukan selama dua hari yaitu hari Sabtu dan hari Senin dari pukul 06.00 – 18.00 WIB dan pengambilan data geometri bundaran dilakukan pada malam hari, jenis data yang digunakan untuk keperluan analisis adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI-1997). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa arus lalu lintas di kawasan perempatan jalan Medan, jalan Lubuk Pakam, jalan Perbaungan dan jalan Galang mengalami kemacetan pada jam puncak Senin pagi pukul 07.00 – 09.00, yaitu 3456,3 smp/jam. Pengaturan sinyal diatur dalam 4 fase dengan siklus 190/160 detik. Kinerja simpang tersebut dapat dilihat dari nilai kapasitas 5042,34 smp/jam, derajat kejenuhan 0,685, panjang antrian 29,16 m dan tundaan 10,627 detik/smp, dan simpang bersinyal tugu timbangan Lubuk Pakam memiliki tingkat pelayanan B dengan kondisi tundaan lebih dari 5 detik sampai 15 detik per kendaraan.