Husnul Khatimatun Inayah
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Kualitas Layanan Dengan Kepuasan Peserta JKN Pada Kanal Layanan BPJS Kesehatan Keliling Di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara Mario Seftriadi; Ari Widyarni; Edy Ariyanto; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18827

Abstract

BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi terhadap beberapa kanal layanan administrasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta JKN. Salah inovasi layanan BPJS Kesehatan ialah BPJS Kesehatan Keliling. Saat ini, peserta menghadapi kesulitan akses ke kantor BPJS Kesehatan karena jarak tempuh yang jauh, antrean panjang, dan kesibukan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas layanan dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross-sectional, melibatkan 137 peserta yang pernah menggunakan layanan administrasi BPJS Kesehatan minimal satu kali. Sampel terdiri dari 58 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui, Kabupaten Barito Utara. Mayoritas responden (91,4%) menyatakan puas terhadap pelayanan administrasi, dengan dimensi keandalan (96,6%) baik, daya tanggap (94,8%) baik, jaminan (96,6%) baik, empati (94,8%) baik dan bukti fisik (94,8%) baik. Analisis data menggunakan chi-square menunjukkan adanya hubungan kualitas layanan dimensi keandalan (p=0,006), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,006), empati (p=0,001) dan bukti fisik (p=0,001) dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan serta sarana prasarana BPJS Kesehatan Keliling dan dapat menjadi bahan rujukan untuk diteliti kembali pada tingkatan yang lebih spesifik oleh peneliti selanjutnya. Kata Kunci          : BPJS Kesehatan, JKN, Kepuasan, KualitasKepustakaan      : 52 (2012 – 2024)
Analisis Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi Baduta di Wilayah Kerja Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Ari Widyarni; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Eka Handayani
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21267

Abstract

Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 17 ayat 2 yang mengatur penyelenggaraan kesehatan anak, menyebutkan peningkatan kesehatan anak dilakukan sejak dalam kandungan, masa bayi, masa Baduta, usia prasekolah dan usia sekolah. Prevalensi kurang gizi di Kalimantan masih tinggi, pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1,51% Baduta gizi buruk dan sebanyak 13,38% Baduta gizi kurang. Persentase status gizi Baduta Kota Banjarmasin pada tahun 2022/2023 tercatat sebesar 2,48% Baduta gizi buruk, 28,09% Baduta gizi kurang dan 6,22% Baduta dengan gizi lebih. Jumlah Baduta yang dinyatakan gizi buruk di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 mencapai 113 Baduta, sehingga perlu diadakan perbaikan status gizi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan pemberian makanan bayi atau Baduta dengan tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel adalah ibu yang memiliki Baduta berumur 6-24 bulan dengan besar sampel sebanyak 114 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, hasil pengumpulan data dianalisis statistik univariat dan bivariat dengan uji Chi Square Test dengan nilai signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan karakteristik berdasarkan umur sebagian besar responden berumur 30-34 tahun sebanyak 30,7% serta umur Baduta terbanyak pada umur 13-24 bulan sebanyak 64%. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat konsumsi energi dalam kategori defisit yaitu sebesar 49,1%, sebagian besar tingkat konsumsi protein dalam kategori baik sebesar 42,1% dan sebagian besar Baduta dengan status gizi baik sebesar 50,8%. Analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pola pemberian makanan pendamping ASI menurut tingkat konsumsi energi dengan status gizi Baduta (p-value = 0,027) dan ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI menurut tingkat konsumsi protein dengan status gizi Baduta (p-value = 0,001). Diharapkan bagi pemegang kepentingan melakukan program pemberian MP-ASI secara tepat sesuai dengan kebutuhan Baduta dan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini yang berhubungan dengan status gizi Baduta.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas Mahasiswi FKM Uniska MAB Banjarmasin Husnul Khatimatun Inayah; Netty Netty; Ari Widyarni; Nurul Indah Qariati; M. Bahrul Ilmi; Noorhidayah Noorhidayah
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.1017

Abstract

Obesity is a growing global nutrition problem, including in productive age groups such as college students. Female students, especially in the Faculty of Public Health (FKM), have a higher susceptibility to obesity due to lifestyle, hormonal and dietary factors. This study aims to analyze factors related to the incidence of obesity in FKM students of the Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin. This study uses an analytical survey method with a cross sectional design. The study population was 1,370 FKM students, with a sample of 94 respondents determined using the Slovin formula (90% confidence level) and accidental sampling techniques. The variables studied included knowledge, frequency of Fast Food  consumption, and genetik factors, with data collection through questionnaires and Body Mass Index (BMI) measurements. Data analysis was carried out using the Chi Square test. The results showed the prevalence of obesity at 48.9%. Most of the respondents had sufficient knowledge (43.6%), often consumed Fast Food  (58.5%), and had a genetik history of obesity (55.3%). Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge (p=0.032), frequency of Fast Food  consumption (p=0.027), and genetiks (p=0.000) and the incidence of obesity in female students. The discussion of this study emphasizes that obesity in female students is not only influenced by lifestyle such as Fast Food  consumption, but also nutritional knowledge factors and genetik predisposition. College students with low knowledge are more prone to choosing high-calorie foods, while frequent consumption of Fast Food  contributes to excess energy. Genetik factors further strengthen the risk of obesity if it is not balanced with a healthy lifestyle. It is recommended that female students limit Fast Food  consumption and increase nutritional knowledge through health counseling. Further research is expected to add other variables, such as physical activity and stress, to enrich the analysis of obesity risk factors