Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

PEMANFAATAN SISTEM IRIGASI TETES (SIT) ORGANIK PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) DI KELURAHAN DEMBE I, KECAMATAN DEMBE, PROVINSI GORONTALO Jafar, Muh. Iqbal; Tamrin, Moh. Muhrim; Zulfiana, Indah Sari
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pemanfaatan Sistem Irigasi Tetes (SIT) organik di bidang pertanian dalam usaha mengatasi kondisi kekeringan sekaligus memenuhi kebutuhan hara bagi komoditi pertanian yang diberdayakan oleh petani. Cekaman kekeringan, tingginya serangan hama dan penyakit serta rendahnya kesuburan tanah disebabkan oleh penggunan pupuk anorganik berdampak pada produktivitas panen cabai rawit yang berujung pada kesejahteraan petani, untuk itu tim Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Universitas Ichsan Gorontalo melakukan upaya pemecahan masalah dengan merancang dan membuat sistem irigasi tetes, membuat screen house untuk mengatasi serangan hama dan penyakit pada tahap pembibitan dan memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) urin sapi serta menkombinasikan pemggunaan SIT dengan penggunaan POC guna mendorong peningkatan produksi serta melakukan introduksi, edukasi, dan pendampingan penggunaan SIT organik. Kegiatan ini memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan produktivitas panen cabai rawit , mendorong peningkatan kualitas kesuburan tanah serta menekan efek negatif limbah hasil pertanian. Petani mitra di Kecamatan Dembe, Kelurahan Dembe I umumnya bercocok tanam cabai rawit namun kondisi kekeringan menyebabkan kebutuhan air untuk lahan pertanian tidak mencukupi sehingga menjadi beban bagi petani dalam mencapai produksi cabai rawit yang optimum bahkan ancaman kegagalan panen sering melanda, untuk itu dibutuhkan adopsi teknologi baru dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh petani. Melalui program PKM ini mampu mendorong peningkatan produksi dan produktivitas cabai rawit melalui pemanfaatan SIT sehingga kebutuhan air tetap terpenuhi, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan petani dalam mengelola tanaman cabai rawit dengan menggunakan POC urin sapi, serta memberikan edukasi tata cara pengoperasian dan perawatan SIT organik. Kedua mitra dalam kegiatan program ini berdomisili di Kelurahan Dembe I Kota Gorontalo, dengan metode yang digunakan dalam mengatasi kekeringan dan peningkatan kesuburan tanah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan petani.
INTRODUKSI TEKNOLOGI POMPA AIR TENAGA BAYU PADA SAWAH TADAH HUJAN DI DESA ISIMU SELATAN, KABUPATEN GORONTALO Jafar, Muh. Iqbal; Surusa, Frengki Eka Putra; Pratiwi, Amelya Indah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pemanfaatan dan inovasi teknologi Pompa Air Tenaga Bayu (PATB) di bidang pertanian merupakan salah satu usaha mengatasi kondisi kekeringan yang dihadapi oleh petani. Cekaman kekeringan berdampak pada produktivitas panen padi gogo yang berujung pada kesejahteraan petani di Desa Isimu Selatan, untuk itu tim Pengbadian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ichsan Gorontalo melakukan upaya pemecahan masalah dengan merancang dan membuat pompa air dengan menggunakan tenaga angin (bayu), dan memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik jerami padi guna mendorong peningkatan produksi dan produktivitas padi gogo serta melakukan introduksi, edukasi, dan pendampingan penggunaan PATB. Kegiatan ini memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan produktivitas panen padi di lahan kering, mendorong peningkatan kualitas kesuburan tanah serta menekan efek negatif limbah hasil pertanian. Petani mitra di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, umumnya bercocok tanam padi namun kondisi kekeringan menyebabkan kebutuhan air untuk lahan pertanian tidak mencukupi sehingga menjadi beban bagi petani dalam mencapai produksi padi yang optimum bahkan ancaman kegagalan panen sering melanda, untuk itu dibutuhkan adopsi teknologi baru dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh petani. Melalui program PKM pemanfaatan PATB kebutuhan air tetap terpenuhi sehingga mampu mendorong peningkatan produksi dan produktivitas padi gogo, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan petani dalam mengelola padi di lahan kering dengan menggunakan piupuk organik jerami padi, serta memberikan edukasi tata cara pengoperasian dan perawatan PATB. Mitra dalam kegiatan program ini berdomisili di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo dengan metode yang digunakan dalam mengatasi kekeringan dan peningkatan kesuburan tanah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan petani