Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

INCREASING AWARENESS CAPACITY OF DISASTER POTENTIAL AS A SUPPORT TO ACHIEVE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOAL (SDG) 13 IN LAMPUNG PROVINCE Indra Jaya Wiranata; Khairunnisa Simbolon
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 2 (2021): PIR FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.2.2021.129-146

Abstract

Global policies on the Sustainable Development Goals (SDGs) address several aspects of environmental life and climate change. There are still challenges that many regions do not pursue the achievement of sustainable development goals which means that SDGs cannot simply and automatically be achieved in several regions due to different contexts and different geographic backgrounds. Extreme climate change can cause natural disasters that have the potential to cause losses and even claim victims. Thus, Lampung, which is a disaster-prone area, is interesting to be studied whether the government and the community's efforts to realize potential disasters have been accomplished properly. This research explains the efforts that have been and need to be done by Lampung Province in responding to potential disasters through a policy brief in order to motivate the government to pay more attention to climate change and natural disasters. This research is a type of qualitative research with primary data that will be taken by using interview techniques and literature review. The survey was conducted by random sampling the people of Lampung regarding the level of awareness of potential disasters. The data will also be obtained by using Google Trend. The results of this research indicate that the efforts of the Lampung Provincial Government such as mitigation, emergency response, reconstruction, rehabilitation, disaster risk assessments, and support from the epistemic community.
DAMPAK SEKURITISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH AUSTRALIA TERHADAP IRREGULAR MARITIME ARRIVALS Indra Jaya Wiranata
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 2, No 1 (2017): PIR AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.291 KB) | DOI: 10.22303/pir.2.1.2017.23-36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan Australia melakukan sekuritisasi terhadap kebijakan penanganan IMAs dan bagaimana dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap IMAs dengan menggunakan konsep pengungsi dan sekuritisasi. Sekuritisasi dapat dilakukan terhadap isu yang dipolitisasi maupun tidak, selama dianggap terdapat ancaman yang nyata dari isu tersebut. Jadi apabila isu itu dipandang ancaman oleh aktor maka aktor dapat melakukan sekuritisasi. Besarnya arus pengungsi yang terus-terusan berupaya masuk ke Australia membuat pemerintah Australia resah. Pada tahun 2004 hanya terdapat 61 imigran, namun pada akhir tahun 2013 angka tersebut melonjak menjadi 25.173 jiwa. Pemerintah Australia menganggap peningkatan jumlah imigran tersebut menjadi beban dan ancaman bagi kedaulatan dan keamanan nasional Australia. Atas dasar ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan tersebut membuat pemerintahan Australia mengeluarkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk menghalangi akses masuk ke para imigran tersebut ke Australia.
Peluang Kolaborasi Penta Helix bagi Pengembangan Desa Wisata di Provinsi Lampung Yuni Ratna Sari; Andri Marta; Indra Jaya Wiranata; Dwi Wahyu Handayani
JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 7, No 2 (2022): Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiip.v7i2.14465

Abstract

Kolaborasi penta helix menjadi strategi bagi pengembangan desa wisata. Selama masa pandemi Covid-19 (C-19), kunjungan pariwisata mengalami penurunan dan pekerja wisata kehilangan pekerjaannya. Selain itu, desa wisata di Provinsi Lampung memiliki tantangan pada SDM pengelola wisata, sarana dan prasarana, daya tarik, transportasi, dan keterlibatan masyarakat. Maka dibutuhkan kepemimpinan pemerintah menginisiasi forum kolaborasi penta helix yang mengintegrasikan akademisi/perguruan tinggi, swasta, komunitas dan media, demi membangkitkan kembali sektor pariwisata pascapandemi C-19 dan menuntaskan tantangan pengembangan desa wisata. Penelitian bertujuan, pertama mengidentifikasi  kepemimpinan pemerintah dan dukungan aktor non pemerintah secara kolektif, berorientasi konsensus, dan konsultatif. Kedua, mengidentifikasi peluang diterapkannya kolaborasi penta helix. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pengambilan data berasal dari berbagai lembaga terkait dan wawancara. Hasil penelitian bahwa kepemimpinan pemerintah dalam pengembangan desa wisata di Provinsi Lampung  pascapandemi C-19 baru menerapkan kolaborasi parsial dari model penta helix, dan belum optimal dalam menciptakan desain kebijakan yang memfasilitasi kolaborasi produktif dan berkelanjutan. Peluang pemerintah membentuk forum kolaborasi penta helix adalah masing-masing aktor pada aspek kolektif memiliki kapasitas dan keterbukaan untuk saling berkolaborasi. Aspek konsensus didasarkan atas motivasi bangkit dari pandemi C-19 dan menuntaskan tantangan pada sektor pariwisata. Aspek konsultatif, adanya keterbukaan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengembangan desa wisata.
STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDARLAMPUNG - INDONESIA TERKAIT PERUBAHAN IKLIM PADA 2015-2020 Iwan Sulistyo; Gita Karisma; Indra Jaya Wiranata
JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL INDONESIA Vol 4 No 1 (2022): JHII September 2022
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v4i1.11

Abstract

Perubahan iklim membawa dampak bencana yang tak terhindarkan bagi tiap wilayah di dunia. Lampung menjadi salah satu daerah yang rawan bencana banjir terutama dapat menjadi kian memburuk akibat perubahan iklim. Artikel ini membahas berbagai potensi bencana di Kota Bandar Lampung dan melihat strategi pemerintah kota dalam mengatasi berbagai potensi bencana. Wawancara dan studi pustaka digunakan sebagai Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Kota Bandarlampung sudah berupaya melakukan berbagai kebijakan adaptasi terhadap perubahan iklim. Pemerintah kota membuat regulasi dan berinvestasi pada isu perubahan iklim. Kebijakan regulasi relevan misalnya tertuang dalam RPJMD Kota Bandar Lampung 2010-2015 dan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2016-2021 (Perda Kota Bandar Lampung No. 09 Tahun 2018). Berbagai bentuk investasi terkait infrastruktur, pemerintah kota telah melakukan pembuatan peta-peta kepadatan penduduk dan lokasi genangan, pengembangan drainase dan sanitasi kota. Penyulingan air (2010 – masih berjalan) kedua, ada program Kampung Hijau, Rencana Induk Pengelolaan Sampah Terpadu,Pendidikan Bahan Ajar Perubahan Iklim di SD dan SMP, Konservasi Air Tanah Melalui Pembuatan Lubang Resapan Biopori, gerakan tanam pohon dan lain lain.
Praktik Pengelolaan Sampah Terbaik Dunia: Analisis Kelemahan Bandar Lampung Indra Jaya Wiranata; Astiwi Inayah; Tety Rachmawati
JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL INDONESIA Vol 5 No 1 (2023): JHII April 2023
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v5i1.22

Abstract

Sejak perkembangan sektor industri pertama, lingkungan global mulai mengalami kerusakan. Fenomena kemajuan industri ini menimbulkan permasalahn di sektor lain yang juga berdampak langsung pada manusia. Pergeseran isu keamanan tradisional menjadi non-tradisional membawa isu lingkungan menjadi populer dibahas pada forum-forum internasional. Berdasarkan data WorldBank, kota di dunia memproduksi sekitar 2 Milyar Ton sampah per tahun. Sehingga upaya yang diharapkan mengatasi permasalahan ini datang dari seluruh dunia, bukan hanya dari level negara tetapi sub-negara. Melihat mekanisme pengelolaan sampah di Bandar Lampung yang mencapai sekitar 800 ton per hari dapat menghasilkan sebuah temuan kekurangan apa yang paling mencolok apabila dibandingkan dengan praktik terbaik dunia. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dalam mendapatkan data primer serta studi pustaka dari jurnal, buku, dan situs berita untuk data sekunder. Konsep yang digunakan untuk membantu menganalisis yaitu Sampah Kota dan Keamanan Lingkungan.
Komitmen Reduksi Emisi Karbondioksida (CO2) Tiongkok Sektor Energi berdasarkan Perjanjian Paris, 2016—2020 Sulistiyono; Hasbi Sidik; Indra Jaya Wiranata
Jurnal Terekam Jejak Vol 2 No 1 (2024): Perspektif Lingkungan Hidup, Hukum, Sosial, dan Hubungan Internasional
Publisher : Terekam Jejak Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13377920

Abstract

China contributed 27% of global greenhouse gas emissions in 2021. Specifically, the CO2 produced by China contributed 30% of global emissions and made China the largest CO2 emitting country in the world. CO2 emissions produced in the energy sector in 2019 were quite large, namely around 10.62 GtCO2. With China's participation in the Paris Agreement, there is hope for all stakeholders in the success of mitigating world climate change. This research uses a qualitative descriptive approach to analyze China's commitment to reducing CO2 emissions in the energy sector based on the Paris Agreement. This research uses literature study techniques with data condensation, data reduction and data triangulation methods. The conclusion is drawn using the concept of international regime and compliance theory. The results of this research found that China's CO2 emissions in the energy sector continued to increase during the 2016-2020 period. This is because coal-fired electricity generation in China increased by 1.7% or 77 terawatt-hours in 2020. In addition, there was an increase in China's thermal power by 18% from 2016-2020. However, there is also China's success in increasing the percentage of renewable energy capacity from only 13% in 2016 to 15.9% in 2020. This meets the target of China's 13th Five Year Plan which targets an increase of 15% in 2020.
Kerentanan Dan Ragam Ancaman Keamanan Di Provinsi Lampung Gita Karisma; Iwan Sulistyo; Indra Jaya Wiranata
Jurnal Terekam Jejak Vol 2 No 1 (2024): Perspektif Lingkungan Hidup, Hukum, Sosial, dan Hubungan Internasional
Publisher : Terekam Jejak Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13377804

Abstract

This research explains the various vulnerabilities and security threats faced by Lampung Province. This study is based on the fact that there has been an increase in types of threats at the global level from year to year, at least in the last three years. At the nation-state level, Indonesia is also aware of the increasingly complex variety of threats. This can be seen from the explanation in the Indonesian Defense White Papers which had been published in 2003, 2008, and 2015. One of the critical subnational entities to study is Lampung. The analytical frameworks used are the concepts of city security and vulnerability. Data were collected through a literature review with data sources from a number of official online pages, namely BPS Lampung Province, UNDP, WALHI, and others. This project reveals that there were threats and vulnerabilities carried by Lampung Province, including environmental, economic, political and social security.
Kekuatan Sosialisasi dalam Paradiplomasi Kedaulatan Bangsa Kurdi di Timur Tengah Karisma, Gita; Nizar, Moh; Wiranata, Indra Jaya; Mumtaz, Sonya
Wacana Publik Vol. 18 No. 1 (2024): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v18i8.61

Abstract

While the trend of cooperation on the globalization era is rising, the cities involvement on the diplomatic activities is increasing. The central government also encourages the paradiplomacy considering the benefits that will return to its state. However, recently, paradiplomacy has also been carried out not only to pursue the economic interests and development aspects but also to fight for security, identity, and sovereignty aspect. Several cities and even autonomous regions have shown the ability to implement and develop their paradiplomacy. This article using qualitative approach to examine sovereign paradiplomacy of the Kurdistan Regional Government (KRG) which was established as an autonomy region within Iraq. The KRG has long demanded for independence and has even been able to expand its paradiplomacy to the Middle East and the world. The KRG's paradiplomacy is successful and strong enough which is can be seen when referendum was be held by KRG in 2017. The KRG has the power of socialization and shared the values ​​as a form of construction that the KRG has carried out for a long time on its paradiplomacy. The KRG has repeatedly stated that the KRG's paradiplomacy is constitutionally valid. Though, KRG always shows a cooperative attitude and expertise in diplomacy. He was even able to show the similarity of the values ​​of the Kurdish identity and the identity of anti-terorism and democracy as the basis for cooperation, even the values ​​that became the basis for the acceptance of Kurdish paradiplomacy by countries in the Middle East.
Pengelolaan Sampah Makanan untuk Mendukung Keamanan Lingkungan Global Wiranata, Indra Jaya; Karisma , Gita; Sulistyo, Iwan
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan sampah makanan adalah salah satu masalah lingkungan yang sering dihadapi oleh kota-kota di seluruh dunia. Di dunia saat ini, pengelolaan sampah makanan menjadi perhatian penting karena volume sampah makanan yang dihasilkan setiap harinya tinggi. Indonesia adalah negara dengan produksi sampah makanan tertinggi di Asia Tenggara. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan mahasiswa tentang penanganan sampah makanan dengan memaparkan data kondisi faktual produksi sampah makanan dan kerusakan yang diakibatkan. Pengabdian ini menggunakan metode soalisasi dan praktik. Peserta sosialisasi diberikan penyuluhan sekaligus dibimbing untuk praktik membuat eco enzyme. Fokus dari Pengabdian ini adalah bagaimana memanfaatkan sampah organic menjadi eco enzyme yang dapat bermanfaat untuk larutan pembersih cuci piring, menjadi pupuk, dan lainnya. Tim Pengabdian memfasilitasi dan menyediakan bahan bahan yang diperlukan untuk membuat eco enzyme yang terdiri dari gula, air, dan sampah bahan makanan terutama yang organic seperti buah dan sayuran. Pengabdian ini diharapkan memberikan kontribusi positif dalam mengurangi volume sampah makanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pengabdian ini juga menjadi acuan untuk mengembangkan program pengelolaan sampah makanan di tempat-tempat lain. Hasil pengabdian ini telah memberikan pengetahuan dan kemampuan baru bagi peserta tentang membuat eco enzyme, berikut indicator keberhasilan dan kegagalannya. Peserta juga diperkenankan untuk membawa eco enzyme yang telah mereka buat dalam kegiatan ini.
Pengelolaan Pariwisata Ramah Lingkungan Global: Studi Rekomendasi Desa Wisata Banding Wiranata, Indra Jaya; Karisma, Gita; Sulistyo, Iwan
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini merekomendasikan pengelolaan pariwisata lingkungan di Desa Wisata Banding berdasarkan praktik terbaik global. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini terdiri dari studi dokumen dengan meninjau beberapa sumber literatur yang berkaitan dengan pengelolaan pariwisata, keamanan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan keamanan lingkungan telah menjadi salah satu perhatian utama untuk menjaga keseimbangan ekosistem desa dari dampak negatif pariwisata seperti peningkatan pengelolaan limbah, sistem keanekaragaman hayati, serta penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi perubahan iklim akibat aktivitas pariwisata. Selain itu, konsep pembangunan berkelanjutan juga diterapkan di Desa Wisata Banding untuk memastikan bahwa desa dapat ditingkatkan secara ekonomi di masa depan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Pengabdian kepada Masyarakat ini juga menekankan pentingnya praktik lokal dalam keterlibatan aktif penduduk setempat sepanjang proses pengelolaan pariwisata, melalui pendidikan lingkungan lokal dan keterlibatan dalam pengelolaan sumber daya alam lokal, sehingga desa dapat memaksimalkan kapasitasnya untuk mengurangi jejak karbon, mendorong partisipasi wisatawan dalam menjaga lingkungan, dan mengembangkan pengelolaan ekowisata yang memperbaiki lingkungan dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan saran konkret bagi pengelola Desa Wisata Banding yang mencakup strategi untuk menerapkan keamanan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui langkah-langkah ini, desa diharapkan dapat menjadi contoh tujuan pariwisata yang berkelanjutan secara ekologis, sambil pada saat yang sama meningkatkan daya tariknya di tingkat internasional dan meningkatkan kesejahteraan penduduk tanpa merusak ekosistem yang ada.