Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KESANTUNAN IMPERATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII D SMPN 16 KOTA JAMBI Frisca Anniza Maudina; Kamaruddin Kamaruddin; Agus Setyonegoro
Berajah Journal Vol. 2 No. 4 (2022): November
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i4.158

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana tata krama siswa dan guru berinteraksi saat pembelajaran bahasa Indonesia. Metodologi penelitian yang merupakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif adalah pragmatis. Penelitian ini berfokus pada jenis kesantunan yang muncul dari kontak tutur guru dan siswa berupa bahasa imperatif. Interaksi antara guru dan siswa kelas VII D di SMPN 16 Kota Jambi yang berjumlah 1 guru dan 32 siswa menjadi subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Pengamatan langsung oleh peneliti terhadap subjek penelitian untuk melihat secara langsung proses-proses yang berlangsung. Penelitian mengungkapkan bahwa 30 pernyataan imperatif hadir dalam interaksi kelas antara guru dan siswa. Tuturan tersebut mengambil bentuk deklaratif dan interogatif, menyampaikan makna menyatakan makna pragmatik imperatif suruhan, ajakan, permohonan, persilaan, dan larangan selama terjadinya interaksi antara guru dan siswa di kelas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kesantunan berkomunikasi dalam belajar mengajar selama pembelajaran bahasa Indonesia. Hal ini terealisasikan dalam tuturan langsung maupun tidak langsung dengan wujud tuturan deklaratif dan tuturan interogatif.
MORALITAS DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI Muhammad Dewa Zulkhi; Iirfansyah Irfansyah; Agus Setyonegoro; Irma Suryani
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i4.2736

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan wujud nilai moral tokoh utama dan bentuk penyampaian nilai moral dalam novel Ranah 3 Warna. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif dengan menggunakan metode struktural. Data penelitian adalah kalimat atau paragraf terkait wujud nilai moral dan cara penyampaiannya. Sumber datanya adalah novel Ranah 3 Warna. Teknik pengumpulan data yaitu baca dan catat dengan instrumen penulis sendiri sebagai peneliti.Teknik analisis data dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Di dalam novel Ranah 3 Warna wujud  nilai-nilai moral yang ditemukan adalah sebagai berikut. Aspek hubungan manusia dengan orang lain seperti sikap (suka membantu,  kerja sama, tanggung jawab, kedisiplinan, kejujuran, percaya diri, memberi semangat kepada orang lain, setia kawan, musyawarah, persahabatan, bersyukur, pantang menyerah, kerja keras, rasa tanggung jawab, empati, rendah hati, menghargai, kekompakan, memanfaatkan waktu luang, berbagi rezeki, dan mendamaikan hati).. Berdasarkan hasil analisis novel dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa di dalam novel Ranah 3 Warna terdapat nilai-nilai moral yang mencakup kepribadian tokoh utama yaitu Alif antara lain seperti (Tekad kuat, Pantang menyerah, Bersungguh-sungguh, Bersabar, Ikhlas, Rasa syukur, Semangat kerja keras, Rasa Tanggung Jawab, Rendah hati,  Penyayang, Menghargai Negara, Tangguh, Cerdas, mandiri dan Berprasangka baik/Husnuzon). Bentuk penyampaian moral dalam novel Ranah 3 Warna bersifat langsung dan tak langsung.
Implikatur Percakapan Guru dan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Jambi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Nurita Hasmalani; Akhyaruddin; Agus Setyonegoro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses wujud implikatur percakapan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMPN 18 kota Jambi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi Tahun Ajaran 2021/2022. Waktu penelitian dilakanakan pada semester genap bulan Februari-Maret 2022. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian terhadap implikatur percakapan guru dan siswa Kelas VIII SMPN 18 kota Jambi pada pembelajaran bahasa Indonesia ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Sumber Data adalah Guru dan siswa khususnya pada saat proses belajar mengajar yang muncul implikatur percakapan guru dan siswa di dalam kelas VIII SMPN 18 kota Jambi pada pembelajaran bahasa Indonesia semester genap Tahun Ajaran 2021/2022. Hasil penelitian ini yaitu implikatur percakapan pada sesi satu lebih beragam jika dibandingkan dengan implikatur percakapan pada sesi dua. Sesi satu memenuhi segala macam implikatur percakapan mulai dari melarang, menyetujui, menolak, memerintah, meminta, menegaskan, mengeluh, dan melaporkan. Sedangkan untuk sesi dua hanya terdapat implikatur percakapan melarang, menyetujui, memerintah, menegaskan, mengeluh, dan melaporkan. Hal ini diakibatkan adanya perbedaan karakter antara sesi satu dan sesi dua. Sesi satu memiliki karakter yang cenderung aktif, siswa bergerak kesana kemari, berbicara disana sini, sehingga kemungkinan terjadinya percakapan menjadi lebih bervariatif. Berbeda dengan sesi dua yang karakter siswanya lebih cenderung pendiam sehingga tuturan yang timbul menjadi lebih minim. Demikian pula dengan guru yang menyesuaikan implikaturnya pada setiap siswa yang diajarkannya. Kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah kevariatifan penggunaan implikatur percakapan antara guru dan siswa kelas VIII SMPN berrgantung pada karakteristik kelompok siswa itu sendiri. Hal ini terbukti dengan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi.
PROBLEMATIK GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN TEKS ULASAN KELAS VIII SMP ISLAM AL FALAH KOTA JAMBI Agus Setyonegoro; Akhyaruddin Akhyaruddin; Gani Ismail Aqso
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v7i1.487

Abstract

The purpose of this research is to describe strategies used by journalists in marginalizing corruptors available in law and political rubrics of Kompas Daily examined using a discourse analysis with Theo Van Leeuwen model. This research is conducted using a descriptive-qualitative method. The research data are in the forms of transcriptions of Kompas Daily discourse texts available in law and political rubrics. Data are taken from Kompas Daily on editions of 29 may 2013 – 7 June 2013. Based on the data analysis and discussion, it can be concluded that due to the news reports on corruption crime cases, the journalists tend to marginalize corruptors. First, the exclusion strategies consist of (1) passiveness and (2) nominalization. Second, the inclusion strategies consist of (1) objectiveness, (2) nomination, (3) nomination-identification, (4) determination, and (5) individualization.  All those strategies are used by journalists to marginalize corruptors.
Efektivitas Metode Diskusi pada Pembelajaran Teks Berita pada Kelas VIII Zulfatul Maula; Agus Setyonegoro; Akhyaruddin Akhyaruddin
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v10i2.117575

Abstract

The use of learning methods that are not in accordance with the learning objectives are often an obstacle in achieving the formulated learning objectives. This research is expected to be a reference for improving and selecting effective and efficient learning methods in learning news texts at the junior high school level. The type of research used is experimental research that uses the experimental results of the pretest-posttest design. This research was conducted at Al-Azhar Junior High School IT Jambi City in February-March 2022. Based on the analysis that has been carried out, it can be said that the use of the discussion method applied to learning Indonesian for news text material results in better results than those who do not use the discussion method. The use of the discussion method can make the classroom situation in learning more effective so that it can motivate learning and the learning material will be easier for students to understand. The results of the t-test showed that there was a significant effect of the use of the discussion method on learning news texts at the junior high school level.
Pemanfaatan Media YouTube dalam Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Batanghari Malvin Ardiansyah Arbi; Agus Setyonegoro; Akhyaruddin Akhyaruddin
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media YouTube dalam pembelajaran menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Batanghari. Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu data primer sebagai data utama yang mencakup tindakan yang dilakukan oleh para informan dalam penelitian. Data ini kemudian diabadikan melalui catatan tertulis, rekaman video, atau foto, serta melalui hasil dari sesi wawancara. Sementara itu, data sekunder merupakan data pendukung yang mencakup Rencana Pembelajaran (RPP) dan hasil tulisan teks deskripsi yang dihasilkan oleh para siswa. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah Ibu Gendi Ratni Guru Bahasa Indonesia kelas VII.2 SMPN 2 Batanghari sekaligus yang menerapkan pemanfaatan media Youtube pada penelitian ini dan informan selanjutnya yaitu siswa kelas VII 2. Sengan adanya penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemanfaatan media Youtube dalam pembelajaran tersebut dikatakan berhasil. Guru tersebut mampu memanfaatkan media Youtube dengan baik, terlihat pada siswa yang lebih fokus ketika belajar, dan mencari informasi dengan baik dari penayangan Youtube oleh guru. terdapat beberapa saran terkait pemanfaatan media Youtube dalam pembelajaran menulis teks deskripsi, yaitu guru lebih memperhatikan video pembelajaran yang dipilih agar siswa tidak merasa bosan ketika pembelajaran di kelas. Selanjutnya guru melakukan evaluasi terhadap pengalaman menulis siswa yang menggunakan video Youtube sebagai objek penulisan, agar mengetahui permasahan yang siswa hadapi ketika melakukan penulisan teks deskripsi.
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS XI SMA N 8 MUARO JAMBI Bella Amilea; Andiopenta Purba; Agus Setyonegoro; Herman Budiyono; Imam Suwardi Wibowo
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i3.9970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model contextual teaching and learning pada pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA N 8 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini adalah pelakasanaan penerapan model contextual teaching and learning dalam mengajarkan teks eksplanasi. Sumber data dalam penelitian ini hasil belajar teks eksplanasi yang diperoleh dari hasil menulis siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya variasi mengajar menggunakan model contextual teaching and learning, proses pembelajaran mengenai menulis teks eksplanasi menjadi menyenangkan dan siswa terlihat sangat antusias, disamping itu model ini dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang telah diberikan. Setelah diterapkan terdapat kekurangan dan kelebihan dalam model tersebut. Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan menggunakan model contextual teaching and learnig meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kata Kunci: menulis, model CTL, teks eksplanasi
CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR SINGKUT KABUPATEN SAROLANGUN Ardiawan, Deni; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Akbar, Oky; Penta Purba, Andio; Setyonegoro, Agus
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengengetahui wujud, faktor dan fenomena campur kode yang ada di pasar Singkut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa percakapan antara penjual dan pembeli yang terjadi secara alami selama komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain bebas libat cakap, mencatat, dan merekam. Dalam prosesnya peneliti akan melakukan penyimakan terhadap percakapan jual beli yang sdang berlangsung, selain menyimak peneliti juga melakukan pencatatan terhadap apa yang di lihat dan dirasakan oleh peneliti. Peneliti juga melakukan rekaman guna mendapatkan data yang akurat. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik deskriptif dengan pengkodean data. Uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi antar peneliti. Hasil dari penelitian ini adalah benar bahwa campur kode terjadi di pasar Singkut. Campur kode yang terjadi meliputi tataran kata yang ditemukan sebanyak 48 bentuk, tataran frasa sebanyak 16 bentuk, dan tataran klausa 1 bentuk. bahasa Melayu dan bahasa Jawa merupakan mayoritas bahasa yang digunakan dalam campur kode di pasar Singkut. 
Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Melayu Jambi Berbasis Saintifik Akhyaruddin Akhyaruddin; Agus Setyonegoro; Hilman Yusra; Oky Akbar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.6814

Abstract

This research aims to develop scienitific-based Jambi Malay language teaching material product. The method used to achieve the objektives is Research and Development (R&D) with Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation procedures. To find out the teaching material product use, the researcher use validition questionnaire method of material experts, scientific experts, language experts, graphics experts. Questionnaeres were also distributed to students as users of teaching material products to find out the practicality of teaching material products, which include: material, language, graphics and ease of use. All data obtained through questionnaires were processed with descriptive statistics. Using Likert scale criteria, expert validation results show that the material aspect of teaching materials has a percentage of 84,44% with a very valid category; the scientific aspect obtained a percentage of 92% with a very valid category; the language aspect obtained  a percentage of 96% with a very valid category; the graphic aspect obtained a percentage of 90% with a very valid category. Based on the results of user practitioner test, material feasibility wa sobtained at 95%. Thus, the resulting Jambi Malay language teaching material products are suitable for implementation in the lecture process. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan produk bahan ajar bahasa Melayu Jambi berbasis saintifik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah Research and Development dengan prosedur Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Untuk mengetahui kelayakan produk bahan ajar yang dikembangkan digunakan metode angket validasi ahli ahli materi, ahli saintifik, ahli bahasa, dan ahli grafika. Angket juga disebarkan kepada mahasiswa sebagai pengguna produk bahan ajar untuk mengetahui kepraktisan produk bahan ajar yang meliputi: materi, bahasa, grafika, dan kemudahan pengguna. Keseluruhan data yang diperoleh melalui angket diolah dengan statistik deskriptif. Dengan menggunakan kriteria skala likert, hasil validasi ahli menunjukkan bahwa aspek materi bahan ajar memiliki persentase 84,44% dengan kategori sangat valid; aspek saintifik memperoleh persentase 92% dengan kategori sangat valid; aspek bahasa memperoleh persentase 96% dengan kategori sangat valid; aspek grafika memperoleh persentase 90% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil uji praktisi pengguna, diperoleh kelayakan produk buku bahan ajar sebesar 95% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, produk bahan ajar bahasa Melayu Jambi yang dihasilkan layak diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Analyzing Political Rhetoric in the 2024 Indonesian Election: A Critical Discourse Analysis Approach And Its Implications for Civic and Media Education Agus Setyonegoro; Eko Kuntarto; Saharudin Saharudin; Desti Angraini
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7703

Abstract

Political campaign rhetoric offers a rich context for fostering critical media literacy and civic reasoning in higher education. In the wake of Indonesia’s 2024 general election, campaign discourse has permeated digital platforms, shaping public perception and political engagement. This study applies Norman Fairclough’s dialectical-relational Critical Discourse Analysis (CDA) to online campaign materials published between November 2023 and February 2024. The research investigates how rhetorical strategies reflect power dynamics and ideological framing, while also exploring CDA’s applicability as a pedagogical tool in civic and media education. Analysis reveals recurring discursive patterns, including aggressive diction, strategic ambiguity, instrumental truth claims privileging practicality over evidence, and the erosion of empathetic or constructive language. These features often steer public narratives toward polarized, personality-driven debate formats, diminishing deliberative quality and civic trust. Findings underscore the civic implications of political discourse and support the integration of CDA-based tasks—such as metaphor audits, stance tracking, and ethical reframing—into curricula like SKOM4314 (Perencanaan Pesan dan Media). Positioned as both method and pedagogy, CDA enables students to critically engage with language, identify manipulative rhetoric, and produce evidence-based counter-discourse. The study contributes to discourse-analytic and educational scholarship by demonstrating how analysis of political language can directly inform instructional design aimed at strengthening democratic participation.