Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Forgiveness Therapy untuk Mengatasi Post-Traumatic Stress Disorder pada Korban Bom Bali Wulandari, Putu Diana; Widianti, Aritya; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Saraswaty, Ratih
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 2 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i2.270

Abstract

Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan dapat memunculkan trauma pada seseorang. Salah satu trauma yang parah dan berkepanjangan dapat menyebabkan seseorang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas forgiveness therapy untuk mengurangi trauma masa lalu pada korban bom Bali. Subjek terdiri dari 1 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan single case design. Tahapan dari intervensi yang diberikan terdiri dari 6 sesi, yaitu psikoedukasi, uncovering phase, decision phase, work phase, deepening phase, serta terminasi dan evaluasi. Skala yang digunakan untuk mengukur trauma yang dialami subjek adalah kuesioner trauma harvard. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada diri subjek. Subjek mulai dapat memahami kondisi dirinya dan juga dapat memaafkan dirinya sendiri.
RESILIENSI PADA ANAK BERHADAPAN HUKUM (ABH) SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA Widianti, Aritya; Noviana Utami , Ni Made Sintya; Aryanata, Nyoman Trisna; Ratih Andhini, Luh Putu; Novianti Astaningtias, Ni Made Irene
UNBI Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v1i1.148

Abstract

Anak Berhadapan Hukum (ABH) memiliki kriteria usia 12 sampai di bawah 18 tahun dan belum menikah. Data ABH khususnya di kota Denpasar dari tahun 2014 sampai 2018 menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Mereka harus menerima hukuman atas perbuatannya sehingga menarik untuk dilihat lebih lanjut mengenai bagaimana resiliensinya. Menyadari bahwa seorang ABH tetaplah individu yang penting serta harus tetap bertanggung jawab menjalani tindak pidana yang dibuatnya dan bersiap kembali ke masyarakat maka Program Studi Psikologi melakukan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Mercy. Tujuan kegiatan ini adalah agar ABH mendapat insight dari diskusi dan refleksi berdasarkan sebuah film. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dengan media menonton film, merefleksikan diri, serta kegiatan “Kertas Warna-Warni Hidupku”. Hasilnya adalah ABH merasakan ketiga faktor resiliensi dari program yang dilakukan, antara lain I am (kegiatan merefleksikan diri dari film), I have (kegiatan “Kertas Warna-Warni Hidupku”), dan I can (kegiatan memberikan feedback yang diberikan setelah mengikuti seluruh kegiatan). Simpulan adalah ABH dapat melihat diri lebih positif, menyadari adanya dukungan dari berbagai pihak dan memaafkan kesalahan yang telah dilakukan. Selain itu, mereka memperlihatkan adanya sikap terbuka, rasa percaya, dan mau mendengarkan satu sama lain selama kegiatan berlangsung  
Seminar Merancang Masa Depan Siswa SMA Ratih Andhini, Luh Putu; Aryanata, Nyoman Trisna; Widianti, Aritya; Novianti Astaningtias, Ni Made Irene; Noviana Utami, Ni Made Sintya
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i1.207

Abstract

Siswa SMA merupakan individu dalam tahap perkembangan remaja akhir dimana mereka bertugas memilih dan mempersiapkan karirnya. Zaman globalisasi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat mereka harus lebih kompetitif dalam mempersiapkan karir. Siswa SMA yang merancang masa depannya seringkali mengalami kebingungan dalam memilih jurusan kuliah, hal ini dipengaruhi dari teman dan orang tua, sehingga Prodi Psikologi UNBI melakukan seminar merancang masa depan siswa SMA dengan tujuan mengarahkan siswa untuk mengenali dirinya sendiri dan dapat memanfaatkan teknologi infomasi yang memberikan nilai lebih dalam melakukan pengembangan diri. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dengan dua dosen sebagai pembicara. Panitia adalah dosen dan mahasiswa Prodi Psikologi UNBI. Peserta berjumlah 87 siswa SMA N 8 Denpasar. Hasil yang didapatkan, peserta mengikuti sesi pengembangan diri dengan materi WHO AM I? Peserta diajak melakukan analisis SWOT dalam merencanakan karirnya setelah lulus. Setelah selesai melakukan analisis SWOT, peserta diajak melakukan ice breaking dengan mengikuti gerakan dance dalam video. Sesi ketiga yaitu pemanfaatan media sosial, peserta diajak untuk menjaga privasi dengan melakukan setting pada media masing-masing dan diajak mengenali budaya kolektivis di Indonesia. Terakhir, panitia melakukan evaluasi kegiatan seminar. Simpulan yang dapat ditarik adalah siswa mampu melakukan analisis SWOT dalam merancang karir dan mampu mengatur akunnya.
Korban Bom Bali Menemukan Kembali Makna Hidup Novianti A., Ni Made Irene; Aritya Widianti; Ni Made Sintya Noviana Utami; Nyoman Trisna Aryanata; Luh Putu Ratih Andhini
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i1.218

Abstract

Bom bali I dan II memberikan dampak negatif bagi para korban. Salah satunya adalah istri dari para pekerja di lokasi tragedi. Hal ini menjadikan mereka kehilangan keluarga dan bertahan hidup sendiri. Masa sulit juga dilewati sendiri tanpa bantuan orang terkasih. Pikiran negative dan menurunnya semangat hidup mulai dirasakan oleh para istri korban bom bali. Hal ini menjadi tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu para istri korban bom bali dapat menemukan kembali makna hidup dengan berpikir positif dan mengendalikan emosi negative. Metode kegiatan ini adalah focus group discussion dan relaksasi emosi. Hasilnya adalah korban bom bali mampu berpikir secara positif dan melatih mengendalikan diri sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Simpulan adalah korban bom bali dapat melihat diri lebih positif, menyadari adanya dukungan dari berbagai pihak sehingga mampu melewati masa sulit kehidupan.
GERMAS: Deteksi Dini Stres dan Pendampingan Psikologis pada Masyarakat Kelurahan Tonja Kecamatan Denpasar Utara Utami, Ni Made Sintya Noviana; Andini, Luh Putu Ratih; Aryanata, Nyoman Trisna; Widianti, Aritya; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Suari Dewi, Anak Agung Sagung
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i2.232

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat masyarakat dilaksanakan oleh Program Studi Psikologi sebagai salah satu gerakan masyarakat dengan melakukan deteksi dini stres dan pendampingan psikologis terhadap masyarakat. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa psikologi sebagai bentuk pengabdian dan berbagi wawasan terkait penanganan stres di masyarakat. Stres merupakan suatu yang umum terjadi dimasyarakat, namun apabila stres tidak teratasi dengan baik akan mengakibatkan dampak yang negatif dan mengganggu kesehatan mental masyarakat. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan gerakan hidup sehat dengan mengenali kondisi psikologis dan melakukan pencegahan sehingga kesehatan mental masyarakat dapat tetap terjaga. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan deteksi dini, penyuluhan, relaksasi, dan brain gym. Adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.
Hubungan Fungsi Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu-Ibu Di Desa Dangin Puri Kelod Kota Denpasar Putu Diana Wulandari; Widianti, Aritya; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2022): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan reaksi emosional yang tidak menyenangkan dan dapat dirasakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan seseorang dapat bersumber dari keluarga, seperti ketidaksesuaian fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fungsi keluarga dengan tingkat kecemasan pada ibu-ibu. Penelitian bersifat kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada ibu-ibu di Desa Dangin Puri Kelod Kota Denpasar dengan jumlah sampel 31 responden. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 orang responden yang memiliki fungsi keluarga sehat dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 25 responden dan kecemasan sedang sebanyak 3 orang responden. Fungsi keluarga tidak sehat dengan kecemasan sedang sebanyak 3 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan chi square menunjukkan hasil (p value = 0.000). Hal ini berarti bahwa ada hubungan fungsi keluarga terhadap tingkat kecemasan pada ibu-ibu di Desa Dangin Puri Kelod Kota Denpasar.
FGD dan Psikoedukasi Guru BK: Meningkatkan Penanganan Kesehatan Mental Remaja Andhini, Luh Putu Ratih; Widianti, Aritya; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Dewi, Anak Agung Sagung Suari; Rastafary, Ni Luh Kade Nadia; Utami, Ni Made Sintya Noviana; Wulandari, Putu Diana; Saraswaty, Ratih; Aryanata, Nyoman Trisna
UNBI Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2024): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v5i1.415

Abstract

Isu kesehatan mental pada remaja sangat meningkat di Indonesia, hal tersebut menjadi fokus bagi pihak keluarga dan sekolah. Peran guru BK sangat penting dalam mencegah isu kesehatan mental pada siswa SMA/SMK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru BK mengenai pentingnya kesehatan mental remaja dan teknik konseling yang efektif. Melalui kegiatan FGD dan psikoedukasi, guru BK memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam menangani masalah kesehatan mental remaja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan peningkatan skor rata-rata pada post-test dibandingkan pre-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil memberikan wawasan yang lebih baik kepada guru BK dalam mengelola isu kesehatan mental di sekolah.   Mental health issues in adolescents are on the rise in Indonesia, which is a focus for families and schools. The role of counseling teachers is very important in preventing mental health issues in SMA / SMK students. This service activity aims to increase the understanding of counseling teachers about the importance of adolescent mental health and effective counseling techniques. Through FGDs and psychoeducation activities, counseling teachers gained new knowledge and skills in dealing with adolescent mental health problems. The evaluation results showed a significant increase in participants' understanding, with an increase in the average score on the post-test compared to the pre-test. This shows that this activity succeeded in providing BK teachers with better insights in managing mental health issues in schools.
Edukasi Komunikasi Bijak di Media Sosial untuk Remaja: Peran Keluarga Mengatasi Dampak Negatif Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Andhini, Luh Putu Ratih; Utami, Ni Made Sintya Noviana; Aryanata, Nyoman Trisna; Widianti, Aritya; Dewi, Anak Agung Sagung Suari; Wulandari, Putu Diana
UNBI Mengabdi Vol. 6 No. 1 (2025): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v6i1.437

Abstract

Komunikasi merupakan bagian yang sangat essential bagi pertumbuhan kepribadian manusia sehingga dengan adanya penggunaan media sosial dapat memberikan pengaruh dalam cara berkounikasi dan efek yang cenderung bersifat negatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai komunikasi yang bijak di media sosial dan memperkuat peran keluarga dalam menjaga hubungan yang sehat di era digital. Melalui penyuluhan interaktif dan diskusi, peserta yang merupakan remaja di Banjar Tembau Tengah, Penatih, diajarkan bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak untuk mencegah dampak negatif seperti cyberbullying dan kecemasan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai komunikasi sehat, dengan hasil post-test yang lebih tinggi daripada pre-test. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi peserta adalah dalam mengimplementasikan komunikasi yang bijak di kehidupan sehari-hari mereka, yang menunjukkan perlunya pendampingan lebih lanjut.   Communication is a very essential part for the growth of human personality so that the use of social media can have an influence on how to communicate and the effects that tend to be negative. This community service activity aims to provide education about wise communication on social media and strengthen the role of families in maintaining healthy relationships in the digital era. Through interactive counseling and discussion, participants who are teenagers in Banjar Tembau Tengah, Penatih, were taught how to use social media wisely to prevent negative impacts such as cyberbullying and social anxiety. The results of the activity showed a significant increase in understanding of healthy communication, with post-test results higher than pre-test. However, the main challenge faced by participants was in implementing wise communication in their daily lives, indicating the need for further mentoring.
Developing Social-Emotional Skills in Preschool Children Through Drawing and Storytelling Activities Sudana, Ni Nyoman Tri Ayu Rupani; Ratih Andhini, Luh Putu; Widianti, Aritya
Psikologi Prima Vol. 8 No. 1 (2025): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v8i1.5585

Abstract

Preschool children are children aged 5 to 6 years who have various potentials. According to the World Health Organization's (WHO) 2019 report, 5-25% of preschool-aged children experience difficulties with their social-emotional skills, which have an impact on their readiness for school. Appropriate and engaging stimulation is crucial for supporting the social and emotional development of preschool children. Based on this background, this study aims to determine whether there are changes in the social-emotional abilities of preschool children before and after being given treatment in the form of drawing and storytelling activities. This study employed a quantitative experimental approach, utilizing a one-group pre-post test design. Data collection was conducted by involving raters who used observation sheets and documentation during the study. The participants in this study were 14 children from Group B at Taman Kanak-Kanak X, Mengwi District, Badung Regency. The results of this study showed that there were changes in the social-emotional abilities of preschool children before and after treatment in the form of an increase in several aspects of behavior through drawing and storytelling activities. This can occur because, during the activity, children have much interaction with their peers and can express the feelings or emotions they feel through the results of the drawing.
Psychological Dynamics of Inmates with Amphetamine Dependence: A Case Study Wulandari, Putu Diana; Widianti, Aritya; Saraswaty, Ratih; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti
Bali Medical and Wellness Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Bali Medical and Wellness Journal
Publisher : PT BMW Journal Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71341/bmwj.v2i3.38

Abstract

Introduction: Substance dependence among inmates presents complex psychological challenges often rooted in personal history and environmental factors. This study aims to identify and analyze the specific psychological dynamics of an inmate diagnosed with amphetamine dependence to provide a basis for effective intervention. Case Description: This study utilized a qualitative case study approach involving "IK," a 25-year-old male inmate at Penitentiary X with a history of early-onset substance abuse. Data were collected through in-depth interviews, observation, and psychological assessments, including Graphic Tests (BAUM, DAP, HTP), SPM, Wartegg, and TAT. The subject presented with severe anxiety, moderate depression, and profound feelings of guilt and inferiority, exacerbated by a history of parental divorce and the loss of his partner and child during incarceration. Discussion: The analysis reveals that the subject's amphetamine dependence functions as a maladaptive coping mechanism stemming from a dysfunctional family history and childhood trauma. The prison environment has further intensified his psychological distress, particularly anxiety and internal conflict regarding his inability to take responsibility. Despite possessing average intelligence, the subject exhibits emotional repression and a low fighting spirit, which are critical factors influencing his recovery potential. Conclusion: The psychological dynamics of inmates with amphetamine dependence are deeply intertwined with past traumatic experiences and unsupportive environments. Understanding these underlying factors is crucial for correctional facilities and mental health practitioners to design personalized rehabilitation programs that address not only the addiction but also the root psychological vulnerabilities.