Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengalaman Spiritualitas dan Psikologis Mahasiswa melalui Praktik Membaca Al-Qur’an Harian: Studi Fenomenologis Nur Isra’ Ahmad; Farhah Utami; Kartini; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students in the digital era are vulnerable to psychological crises due to academic pressure and technological distractions, so they need coping strategies to maintain mental balance and strengthen religious character. This study aims to describe the spiritual and psychological experiences of students through the practice of reading the Qur'an daily, using a phenomenological qualitative approach to 15 informants from one of the campuses in Makassar who consistently read the Qur'an every day. The results of the study show that reading the Qur'an every day has been proven to have a significant impact on students, both in spiritual and psychological aspects. Spiritually, they feel closeness to Allah SWT, the growth of gratitude, patience, optimism, and the encouragement to istiqamah in worship. Meanwhile, psychologically, students gain inner peace, clarity of mind, the ability to control emotions, and reduced anxiety and stress. This confirms that the practice of reading the Qur'an does not only function as a religious activity, but also as an effective means of reflection in the face of academic and social pressures. The implication of this study is that daily reading of the Qur'an can be used as part of the character development of students in higher education to maintain mental balance while strengthening religiosity.
ORANG TUA SEBAGAI PILAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA SEORANG ANAK Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Nur Isra Ahmad
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan agama anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian religius sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak serta memahami strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari keluarga dengan anak usia 6–12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama oleh orang tua tidak hanya melibatkan pembelajaran konseptual tetapi juga praktik langsung seperti ibadah bersama, pemberian teladan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi meliputi kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang metode pendidikan agama yang efektif. Namun, dengan komitmen dan pendekatan yang konsisten, orang tua mampu menjadi landasan kuat dalam membentuk kepribadian religius anak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak secara religius melalui program pelatihan berbasis komunitas dan dukungan dari lembaga pendidikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan program pendukung pendidikan agama di tingkat keluarga.
FENOMENA HEDONISME GENERASI Z DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Ahmad, Nur Isra'; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.899

Abstract

Fenomena hedonisme telah menjadi isu sosial yang semakin menguat dalam masyarakat modern, ditandai dengan gaya hidup yang berorientasi pada kesenangan dan kepuasan materi. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena hedonisme dalam kehidupan generasi Z serta menelaah internalisasi nilai-nilai Islam sebagai respon, sehingga dapat menjadi dasar bagi pendidikan Islam dalam membentuk akhlak, menyesuaikan materi dan metode pembelajaran, serta memperkuat peran guru, ustaz, dan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan melibatkan generasi Z Muslim berusia 15–24 tahun di Makassar, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan di media sosial, kecenderungan konsumtif, dan pengalaman menghadapi budaya hedonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme tampak nyata dalam bentuk belanja online, nongkrong di kafe, dan orientasi pada tren digital, dengan dampak psikologis berupa kebutuhan pengakuan sosial dan rasa percaya diri. Untuk menghadapinya, nilai-nilai Islam seperti kesederhanaan, kontrol diri, tanggung jawab sosial, spiritualitas, refleksi, dan resistensi perlu diinternalisasikan melalui pendidikan Islam dengan metode kreatif dan interaktif, materi pembelajaran kontekstual yang menekankan etika konsumsi Islami, keteladanan guru dan ustaz, serta lingkungan pendidikan yang kondusif.
Respon Mahasiswa Muslim terhadap Ujaran Kebencian di Media Sosial melalui Implementasi Materi Toleransi dalam Pendidikan Agama Islam Ahmad, Nur Isra'; Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5548

Abstract

Ujaran kebencian merupakan fenomena global yang semakin marak di era digital, terutama di ruang media sosial yang menjadi wadah interaksi lintas batas sekaligus sarana penyebaran konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa muslim terhadap ujaran kebencian di media sosial serta menganalisis peran implementasi materi toleransi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap respon tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 158 responden melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa muslim memiliki sensitivitas tinggi terhadap ujaran kebencian, mayoritas di antara mereka merasa terganggu dan mendorong untuk mengambil sikap dengan cara melaporkan atau menegur secara sopan sebagai bentuk internalisasi nilai toleransi dari PAI. Adapun implementasi materi toleransi terbukti relevan dalam membentuk karakter moderat mahasiswa, dengan tasamuh sebagai nilai dominan, serta diperkuat oleh ukhuwah, amanah, dan tawasuth. Mahasiswa juga menilai bahwa sikap moderat dapat dibentuk melalui pembinaan karakter di kampus, kajian etika komunikasi, dan integrasi nilai Islam dalam kurikulum digital yang saling melengkapi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum PAI, metode pembelajaran interaktif, kajian etika komunikasi, serta pembinaan karakter agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menjaga etika komunikasi dan mencegah konflik sosial.