Fenomena hedonisme telah menjadi isu sosial yang semakin menguat dalam masyarakat modern, ditandai dengan gaya hidup yang berorientasi pada kesenangan dan kepuasan materi. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena hedonisme dalam kehidupan generasi Z serta menelaah internalisasi nilai-nilai Islam sebagai respon, sehingga dapat menjadi dasar bagi pendidikan Islam dalam membentuk akhlak, menyesuaikan materi dan metode pembelajaran, serta memperkuat peran guru, ustaz, dan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan melibatkan generasi Z Muslim berusia 15–24 tahun di Makassar, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan di media sosial, kecenderungan konsumtif, dan pengalaman menghadapi budaya hedonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme tampak nyata dalam bentuk belanja online, nongkrong di kafe, dan orientasi pada tren digital, dengan dampak psikologis berupa kebutuhan pengakuan sosial dan rasa percaya diri. Untuk menghadapinya, nilai-nilai Islam seperti kesederhanaan, kontrol diri, tanggung jawab sosial, spiritualitas, refleksi, dan resistensi perlu diinternalisasikan melalui pendidikan Islam dengan metode kreatif dan interaktif, materi pembelajaran kontekstual yang menekankan etika konsumsi Islami, keteladanan guru dan ustaz, serta lingkungan pendidikan yang kondusif.