Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL BERBASIS PRODUKTIVITAS KOPI ROBUSTA DI DESA BATU KEBAYAN LAMPUNG BARAT Aprilia, Annisa; Rahman, Yudha; Aprildahani, Baiq Rindang
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 4 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v4i3.1016

Abstract

One area that has the potential for local economic development is Batu Kebayan Village, West Lampung Regency. Batu Kebayan Village has various potentials, especially in the field of coffee productivity, but this is still not optimal because it still has various limitations including the need for capital support in processing land and infrastructure; policies that are still inconsistent; and the lack of public interest in buying processed coffee products and lack of promotion. The approach used in this research is a deductive research approach with the analytical technique used in the form of a combination of qualitative descriptive analysis and factor analysis. The data collection method in this study used primary data collection techniques (open interviews and observations). The results obtained from this study are based on the results of the analysis on targets regarding the characteristics of local economic development, found various potentials that support local economic development based on robusta coffee productivity. However, to support this, it is necessary to increase the processing of production products that are not yet optimal, as well as improve road infrastructure to the plantation location.
Exploring the Pattern of Happiness in Indonesia Based on Public Green Spaces Aprildahani, Baiq Rindang; Kurnianingsih, Nela Agustin; Hutama, Surya Tri Esthi Wira; Permana, Chrisna Trie Hadi
Jurnal Planologi Vol 22, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v22i2.44525

Abstract

ABSTRACTHappiness may be one of the most important pillars of life for people. The recent Indonesia’s happiness index has been measured by The Indonesia’s National Statistics Bureau (BPS) in 2021. The happiness index is composed by 19 indicators, which grouped into 3 dimensions, namely the dimensions of life satisfaction, feelings, and meaning of life. However, the presence of green spaces is not related to one of them. Meanwhile, there are three broad areas of research on happy cities: social determinants of well-being, economic determinants of well-being, and environmental determinants of well-being. One of the environmental determinants of well-being is the presence of green spaces. Many studies have shown that people who live in areas with more green spaces have less stress and emotional pressure, as well as a greater sense of happiness and satisfaction. This study aims to examine the relationship between the happiness index and the amount of public green spaces in Indonesia even though the happiness index measurement does not involve green spaces indicators. This study contributes by integrating spatial analysis with subjective well-being metrics in Indonesia’s urban policy context. The method used is simple linear regression analysis to determine the direction of influence and its magnitude. Data and information were collected from secondary sources. The results show that the area of public green spaces has positive effect to the happiness index even in Indonesia. It is suggest the need for integrating green infrastructure in happiness indicators and spatial planning programs.Keywords: Happy City, Urban Happiness, Green Spaces, Happiness Index, Indonesia ABSTRAKKebahagiaan mungkin merupakan salah satu pilar terpenting dalam hidup manusia. Indeks kebahagiaan Indonesia yang terbaru diukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021. Indeks kebahagiaan disusun berdasarkan 19 indikator yang dikelompokkan ke dalam 3 dimensi, yaitu dimensi kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup. Namun, keberadaan ruang terbuka hijau tidak terkait dengan salah satunya. Sementara itu, ada tiga area besar penelitian tentang kota bahagia: determinan sosial dari kesejahteraan, determinan ekonomi dari kesejahteraan, dan determinan lingkungan dari kesejahteraan. Salah satu faktor lingkungan yang memengaruhi kesejahteraan adalah keberadaan ruang hijau. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang tinggal di daerah dengan lebih banyak ruang hijau memiliki lebih sedikit stres dan tekanan emosional, serta rasa bahagia dan kepuasan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil indeks kebahagiaan yang diukur oleh BPS Indonesia berhubungan dengan keberadaan RTH meskipun pengukuran indeks kebahagiaan tidak melibatkan indikator RTH. Studi ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan analisis spasial dengan indikator kebahagiaan yang subjektif dalam konteks kebijakan perkotaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui arah pengaruh dan besarannya. Data dan informasi dikumpulkan dari sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang benar luas RTH publik berpengaruh terhadap indeks kebahagiaan bahkan di Indonesia dan berpengaruh positif. Oalh karena itu, disarankan untuk mengintegrasikan infrastruktur hijau ke dalam indikator pengukuran kebahagiaan dan program perencanaan ruang.Kata kunci: Kota Bahagia, Ruang Terbuka Hijau, Indeks Kebahagiaan, Indonesia
Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kawasan Perkotaan Karangplsoso, Kabupaten Malang sebagai Dampak dari Urban Sprawl Aprildahani, Baiq Rindang; Hasyim, Abdul Wahid; Rachmawati, Turniningtyas Ayu
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Publisher : Postgraduate School of Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan ruang untuk aktivitas perkotaan yang semakin besar menyebabkan pertumbuhan Kota Malang mulai bergerak menjauh dari pusat kota (urban sprawl)dengan menyebar ke wilayah pinggiran, salah satunya adalah Kawasan Perkotaan Karangploso (KPK), Kabupaten Malang.Urban sprawlditandai dengan alih fungsi lahan pertanian di wilayah pinggiran kota karena peningkatan penduduk dan pertumbuhan kegiatan. Alih fungsi lahan pertaniandapat diketahui dengan analisis perkembangan guna lahan, yaitumelakukan overlaypada satu area dalam waktu yang berbeda dengan menggunakan ArcGISv.10.0. Oleh karena itu, dilakukan tinjauan spasial di wilayah studi pada tahun 2010 dan 2013 dengan bantuan media peta.Hasilnya,KPK adalah wilayah pingggiran Kota Malang yang diidentifikasi terkena perluasan kegiatan perkotaan dari Kota Malang dengan ditandai tingginya alih fungsi lahan pertaniandi KPK. Dari tahun 2010 hingga tahun 2013, luas sawah irigasi berkurang 60,7 Ha dan luas tanah ladang berkurang 0,93 Ha. Lahan pertanian dialihfungsikan menjadi lahan terbangun, seperti kawasan perumahan, perdagangan dan jasa serta industri, sehingga disimpulkan kebijakan larangan alih fungsi lahan pertanian irigasi di KPK tidak memberikan dampak bagi implementasi di lapangan.Alih fungsi lahan tidak mungkin dapat dicegah karena kebutuhan akan lahan yang meningkat, namun alih fungsi lahan harus tetap direncanakan agar tidak menimbulkan dampak negatif. Kata kunci:Urban sprawl, Alih fungsi lahan pertanian, Wilayah pinggiran kota
Kepemimpinan Pemuda Dalam Mendorong Inovasi Sosial di Desa: Sebuah Pengalaman Dari Desa Rejo Katon, Lampung Timur, Indonesia Rahman, Mas Bobby; Joyodiningrat, Muhammad Henry; Aprildahani, Baiq Rindang
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i3.63776

Abstract

Peran pemuda sangat strategis di dalam menciptakan inisiatif yang berdampak terhadap perubahan di wilayah perdesaan. Namun usaha yang dilakukan pemuda untuk melakukan perubahan bukan hal yang mudah. Banyak hambatan yang sering dihadapi. Artikel ini membahas tentang upaya membangun inisiatif sosial inovatif yang dilakukan oleh pemuda desa Rejo Katon untuk mencari jalan keluar terhadap beragam tantangan dan menjelaskan proses yang dilalui dari kerangka kerja analisis inovasi sosial. Riset ini menempatkan inisiatif sosial inovatif ditinjau dari konteks pembangunan wilayah untuk menjawab pertanyaan penelitian bagaimana upaya sosial kreatif pemuda desa meningkatkan kesejahteraan di wilayah berbasis pertanian singkong. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara semi terstruktur dan melibatkan diri dengan kegiatan kelompok pemuda desa penghasil singkong Rejo Katon di Kabupaten Lampung Timur. Kerangka kerja analisis yang dibangun berasal dari tradisi inovasi sosial yang disusun untuk membantu proses analisis naratif yang dilakukan. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa setidaknya ada lima fase kunci yang dilakukan oleh pemuda Rejo Katon dalam proses penciptaan inovasi sosial: Membangun, merawat visi serta kreativitas melalui keikutsertaan di dalam kegiatan kompetisi ilmiah, membangun relasi dan solidaritas, dampak sosial ekonomi dan kepemimpinan.
ANALISIS PREDIKSI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU Izhar, Ryansyah; Qoyyum Kamil, Muhammad Ibnu; Aprildahani, Baiq Rindang
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12111

Abstract

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pringsewu Tahun 2023–2043, Kecamatan Ambarawa ditetapkan sebagai kawasan strategis agropolitan untuk mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian. Namun, alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman telah menyebabkan penurunan luas lahan pertanian secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan pertanian, memproyeksikan kondisi tutupan lahan pertanian pada tahun 2043, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan dengan metode klasifikasi terawasi menggunakan citra Landsat 8 tahun 2013 dan 2023. Proyeksi tutupan lahan pertanian tahun 2043 dilakukan melalui pemodelan Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA-ANN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2013–2023, terjadi penurunan lahan pertanian seluas 198,51 hektare. Luas lahan pertanian diproyeksikan terus menyusut menjadi 1.873,77 hektare pada tahun 2043. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali dapat mengganggu keberlanjutan rencana tata ruang, khususnya dalam perlindungan lahan pertanian.
Pengembangan Ekonomi Lokal Desa Tulung Kakan Melalui Rebranding Produk dan Peningkatan Kapasitas Pembukuan Keuangan Sinamo, Hediyati Anisia; Aprildahani, Baiq Rindang; Rilansari, Valendya; Yunira, Eka Nur’azmi; Julianty, Dila Tirta
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i2.741

Abstract

Desa Tulung Kakan di Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, memiliki potensi ekonomi, sosial, dan SDM yang dapat dikembangkan, terutama di sektor Industri Kecil dan Menengahsalah satunya adalah produk jamu. Selain itu, pembukuan keuangan yang terstruktur diperlukan untuk memisahkan transaksi serta memantau modal, aset, pendapatan, dan kewajiban, guna mendukung efisiensi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Saat ini, permasalahan yang terjadi pada masyarakat desa ini ialah dalam hal daya tahan dan pengemasan produk, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya pembukuan keuangan untuk mengelola secara efisien modal, aset, pendapatan, dan kewajiban usaha mereka. Sehingga perlu adanya kegiatan penyuluhan Digitalisasi Produk dan Pembukuan Keuangan UMKM untuk meningkatkan pemahaman dan akses terhadap teknologi digital serta memberikan pelatihan dan dukungan dalam pembukuan keuangan. Metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi serta pelatihan pengemasan produk dan proses pembukuan keuangan. Pelaku usaha dan juga perangkat desa sangat antusias, dilhat dari brand TULAKAN merupakan hasil pembaharuan branding untuk produk jamu. Tambahan pengetahuan tentang proses pembukuan keuangan yang efisien telah diberikan. Ini akan membantu meningkatkan visibilitas produk mereka dan memungkinkan pengelolaan keuangan yang lebih efisien, memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta pemerintah desa.
Analisis Stakeholder Dalam Mendukung Pemanfaatan Lahan Sistem Agroforestri Komoditas Alpukat Desa Giri Mulyo, Lampung Timur Salsabila, Naura Fathiya; Aprildahani, Baiq Rindang
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.8704

Abstract

Sebagai solusi, sistem agroforestri komoditas alpukat diperkenalkan melalui program rehabilitasi hutan dan lahan oleh BPDAS Way Seputih Way Sekampung pada tahun 2020. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran stakeholder dalam mendukung pemanfaatan lahan sistem agroforestri komoditas alpukat di Desa Giri Mulyo, Lampung Timur dalam mengembalikan fungsi lahan Register 38 untuk dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang berada di dalam kawasan register di Provinsi Lampung. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deduktif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder terbagi menjadi tiga kategori, yaitu primer, sekunder, dan kunci. Peran mereka dikelompokkan menjadi pembuat kebijakan, koordinator, fasilitator, pelaksana, dan akselerator. Tingkat kepentingan dan kekuasaan stakeholder dipengaruhi oleh keterlibatan mereka dalam kegiatan agroforestri, kepemilikan akses terhadap sumber daya, dan pengaruh terhadap pengambilan keputusan. Keberhasilan sistem agroforestri sangat bergantung pada kolaborasi antara pihak yang memiliki kepentingan langsung dengan pihak yang memiliki kewenangan legal. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dalam perencanaan pengembangan pasar dan infrastruktur pascapanen, serta keterlibatan pihak swasta dalam bentuk investasi, inovasi produk olahan, dan kemitraan dengan petani untuk mendukung keberlanjutan sistem agroforestri di kawasan hutan lindung.
Identification of Water Carrying Capacity in Korpri Jaya Village, Sukarame Sub-District, Bandar Lampung City Sobri, Achmad; Aprildahani, Baiq Rindang; Rasyid, Fachri Muhammad
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 10 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v10i1.27816

Abstract

Water is a natural resource that has a vital role and function to fulfill the basic needs of all living things, especially humans, which need to be maintained. Korpri Jaya Village, Sukarame Sub-District, Bandar Lampung City is an area affected by the development of higher education institutions, namely UIN Raden Intan and the Sumatra Institute of Technology, which is characterized by a growing population and housing needs. There is a potential imbalance between water demand and water availability. Water demand is increasing due to population growth, while water availability is decreasing due to changes in land use and a lack of green open spaces. Even Bandar Lampung City has been identified as being in a state of water deficit based on the Strategic Environmental Assessment (KLHS). Therefore, it is necessary to identify the carrying capacity of water in Korpri Jaya Village. The analysis methods used in this study include a grid system approach and calculations of the environmental service index (IJLH) for water providers, which refer to surface water discharge to determine water carrying capacity. The results showed that Korpri Jaya Village has a water carrying capacity of 465,467 m³/year. Water carrying capacity is used as a reference point in spatial planning to anticipate potential water deficits in the future, along with increasing population and land use changes.
PENGUKURAN POTENSI KOTA BANDAR LAMPUNG MENJADI GLOBAL CITY MASA DEPAN Yudha Rahman; Baiq Rindang Aprildahani; Mentari Pratami; Asep Nurul Ajid M; Firlyando Sanjiku K; Restu Prima R; Yoga Pangestu
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 2: Desember 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.2.10-27

Abstract

Dampak dari globalisasi adalah meningkatnya persaingan antar kota di dunia, dan menimbulkan lahirnya istilah global city. Global city adalah kota yang memiliki fungsi strategis dan berkontribusi besar dalam perekonomian dunia. Kota-kota dunia bersaing untuk bertransformasi menjadi global city dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Pengukuran potensi dapat diidentifikasi melalui 4 flow (Financial Flow; Goods, Services, and Raw Material Flow; Labor Flow; Travel and Tourism Flow). Kota Bandar Lampung memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi global city, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi Kota Bandar Lampung menjadi global city masa depan. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh berasal dari studi dokumen, focus group discussion, dan wawancara terstruktur dengan beberapa pihak terkait. Dilakukan pengkategorian terhadap pengukuran potensi yang terdiri dari 4 kategori yaitu sangat berpotensi, berpotensi, tidak berpotensi, dan sangat tidak berpotensi. Hasil dari analisis dan skoring yang telah dilakukan menunjukan bahwa 1 flow berada pada kategori sangat berpotensi dan 3 flow berada kategori berpotensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat potensi yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung agar dapat bertransformasi menjadi global city di masa depan adalah pada kategori berpotensi.
Perencanaan Sebaran Lokasi Ruang Terbuka Hijau Publik Kelurahan Sukarame Axcel Panalementa; Baiq Rindang Aprildahani
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.7860

Abstract

Abstract. The availability of public green open space (RTHP) plays a vital role in maintaining environmental quality and promoting social well-being in urban areas. However, in Sukarame Subdistrict, Bandar Lampung City, the current provision of RTHP accounts for only 0.19% of the total area, which falls significantly below the national standard of 20%. This article aims to analyze the need for RTHP based on land area and population, and to identify potential locations for future development. The study applies a quantitative-spatial approach utilizing secondary data analysis, satellite image interpretation, and GIS-based spatial mapping through Google Earth and ArcGIS. Key aspects analyzed include existing land use, land ownership status from the BhumiATR platform, and physical land conditions. The results indicate that the ideal requirement of RTHP ranges from 44.9 to 53.2 hectares, while the identified potential land area only reaches 1.07 hectares across nine sites. The dominance of privately owned land presents challenges in the allocation of new RTHP areas. Therefore, the study recommends an integrated land acquisition strategy prioritizing government-owned land and promoting collaborative, adaptive planning to support sustainable urban environments. Abstrak. Ketersediaan ruang terbuka hijau publik (RTHP) memiliki peran yang penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Namun, di Kelurahan Sukarame, Kota Bandar Lampung, luasan RTHP yang tersedia hanya mencapai 0,19% dari total wilayah, jauh di bawah standar nasional sebesar 20%. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan RTHP berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk, serta mengidentifikasi lokasi potensial penyediaan RTHP yang layak dikembangkan. Pendekatan analisis yang digunakan mencakup pengolahan data sekunder, interpretasi citra satelit, serta pemetaan spasial berbasis perangkat lunak Google Earth dan ArcGIS. Aspek-aspek yang dianalisis meliputi penggunaan lahan eksisting, status kepemilikan lahan dari platform Bhumi ATR, serta kondisi fisik lahan. Hasil studi menunjukkan bahwa kebutuhan ideal RTHP di Kelurahan Sukarame mencapai 44,9–53,2 hektar, sementara lahan potensial yang berhasil diidentifikasi hanya seluas 1,07 hektar yang tersebar di sembilan lokasi. Dominasi kepemilikan hak milik pribadi menjadi tantangan dalam perencanaan pengadaan lahan RTHP. Oleh karena itu, disarankan adanya integrasi kebijakan pengadaan lahan RTHP dengan prioritas pada lahan milik pemerintah dan pendekatan perencanaan yang kolaboratif dan adaptif dalam rangka mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial perkotaan.