Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Dynamics of Religious Behavior of Street Vendors in Narmada Terminal, West Lombok Regency: An Anthropological-Phenomenological Study Zaelani, Kamarudin; Mulianah, Baiq; Sakaroni, Rubiyatna
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 10 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v10i1.8149

Abstract

This study examines the dynamics of religious behavior among street vendors in the Narmada District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Religion is comprehensively understood to encompass both esoteric dimensions (belief, conviction, and spiritual experiences) and exoteric dimensions (rituals and practices). The study employs a religiosity research approach and an anthropological-phenomenological method. Out of 42 vendors, the research sample includes 10 street vendors selected through purposive sampling. Primary data is collected through in-depth interviews with street vendors and village authorities, while secondary data is gathered through observation and literature review to capture the phenomena and manifestations of religious behavior. This study found that the typology of religious behavior of street vendors in Narmada identified forms a unique pattern, characterized by conditional behaviors that mimic the priyayi style, adopt a santri-like demeanor at specific times, or embrace an abangan style. These behavioral patterns are influenced by internal factors, such as psychological conditions (hope and fear), and external factors, including pragmatic positivist elements (government policies, community dynamics, modernism, technology, and education levels). Economic conditions and the nature of the vendors' occupation also play a crucial role in shaping and attributing meaning to their religious behavior. Penelitian ini mengamati dan menguraikan dinamika perilaku keagamaan di kalangan pedagang kaki lima (PKL) di Terminal Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pemahaman agama didefinisikan secara menyeluruh, mencakup dimensi esoterik (keyakinan, kepercayaan, dan pengalaman spiritual) dan dimensi eksoterik (ritual dan praktik). Menggunakan pendekatan penelitian religiositas dan metode antropologis-fenomenologis, data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan PKL dan aparat desa, sedangkan data sekunder diperoleh melalui observasi dan tinjauan pustaka untuk menangkap fenomena dan manifestasi perilaku keagamaan. Penelitian melibatkan 10 PKL yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tipologi perilaku keagamaan yang muncul membentuk pola unik, meliputi perilaku bersyarat yang menyerupai gaya priyayi, bersikap santri pada waktu tertentu, atau mengikuti gaya abangan. Faktor internal, seperti kondisi psikologis (harapan dan ketakutan), dan faktor eksternal, termasuk elemen positivis pragmatis (kebijakan pemerintah, dinamika masyarakat, modernisme, teknologi, dan tingkat pendidikan), memengaruhi pola-pola perilaku ini. Kondisi ekonomi dan jenis pekerjaan juga memainkan peran penting dalam membentuk dan memberikan makna pada perilaku keagamaan PKL di Terminal Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB  
Pelatihan Mediasi Desa di Desa Bonder Taqiuddin, Habibul Umam; Mulianah, Baiq
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai permasalahan di masyarakat kini semakin kompleks, meningkatnya dinamika sosial di era cyberspace dan kebutuhan ekonomi yang tidak terbendung semakin menjadi pemicu terhadap permasalahan ini. Efeknya yaitu sistem peradilan Indonesia sudah terlalu over untuk menampung perkara-perkara oleh para pencari keadilan. Pada dasarnya sengketa bisa diselesaikan dengan pendekatan non litigasi (diluar jalur pengadilan) melalui proses mediasi (musyawarah-mufakat) dengan bantuan mediator. Kebutuhan akan tenaga mediasi di desa dalam penyelesaian sengketa menjadi hal yang tidak bisa dielakkan lagi. Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa akan menjadi pilihan masyarakat, disamping itu proses ini akan mengurangi penumpukan perkara di pengadilan. Suatu keuntungan dari proses mediasi adalah sifatnya yang tertutup memberikan jaminan privacy dari pihak-pihak yang bersengketa, disamping juga hubungan dari pihak-pihak yang bersengketa menjadi baik karena dasar pendekatannya adalah musyawarah mufakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan tentang mediasi melalui pelatihan mediasi (alternative penyelesaian sengketa) Kepala Desa dan BPD Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, mengetahui tentang apa itu konflik atau sengketa dan mengatasinya dengan mediasi, mendorong pelibatan kepala Desa atau BPD atau pamong desa dalam menyelesaikan sengketa di masyarakat secara mediasi. Sedangkan manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta pelatihan dapat memahami dan memiliki keterampilan tentang mediasi melalui pelatihan mediasi (alternative penyelesaian sengketa) Kepala Desa dan BPD Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, dan peserta pelatihan dapat menjadi mediator desa dalam menyelesaikan sengketa di masyarakat Desa Bonder.
Pelatihan Wira Usaha Pemuda Taqiuddin, Habibul Umam; Mulianah, Baiq
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat berwirausaha di kalangan lulusan perguruan tinggi merupakan masalah yang menjadi perhatian bersama. Peran perguruan tinggi dituntut semakin jelas dan nyata dalam menggiatkan jiwa, semangat dan dan perilaku kewirausahaan. Jiwa wirausaha dapat dibangkitkan melalui pembelajaran dan pelatihan adapun yang menjadi rumusan masalah dalam kegiatan pelatihan wira usaha pemuda ini adalah apakah kegiatan pelatihan wira usaha dapat memberikan kontribusi dalam menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan pemuda? Sedangkan tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan pemahaman kepada para pemuda akan pentingnya usaha (bisnis) untuk mewujudkan mahasiswa yang mandiri dan bisa menciptakan lapangan kerja, (2) memberikan pemahaman kepada para pemuda mengenai strategi bisnis dalam menghadapi persaingan usaha dan persaingan kerja, (3) memberikan keterampilan (bisnis) kepada mahasiswa sesuai dengan minat yang dimiliki, sehingga dapat menciptakan inspirasi bisnis baru. Sasaran utama pelatihan wirausaha mahasiswa adalah adalah kelompok pemuda yang memiliki komitmen tinggi untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah di perguruan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan pelatihan wira usaha pemuda di Aula Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan pelatihan wira usaha pemuda ini 1) para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, 2) para peserta mulai memahami pentingnya wira usaha, 3) para peserta mulai bersemangat untuk mengembangkan kegiatan wira usaha.
Pelatihan Penyusunan Kontrak/Akad Syariah Mulianah, Baiq; Taqiuddin, Habibul Umam; Suriadiata, Irpan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.223

Abstract

Kontrak/akad syariah memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan perjanjian atau kontrak konvensional. Adanya perbedaan dasar hukum dan karakteristik ini secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh terhadap klausul-klausul di dalam kontrak. Melalui kegiatan pelatihan ini, para pelaku usaha dapat memahami bagaimana teori dan praktek dalam membuat kontrak/akad syariah. Tujuan kegiatan manfaat kegiatan ini adalah 1) untuk memberikan pengetahuan mengenai kontrak/akad syariah, 2) untuk memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik dan panduan mudah dalam penyusunan kontrak/akad syariah dalam transaksi bisnis dan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah di Aula Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD) disertai dengan praktik penyusunan kontrak/akad syariah. Hasil kegiaan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah, di antaranya 1) para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan, 2) para peserta mulai memahami kontrak/akad syariah, 3) para peserta mulai memahami dasar-dasar penyusunan kontrak/akad syariah.
Pelatihan Koperasi Syariah Pemuda Mulianah, Baiq; Taqiuddin, Habibul Umam
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.430

Abstract

Lahirnya koperasi syari’ah merupakan koreksi atas praktik perkoperasian yang dikenal dengan koperasi konvensional yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip-prinsip syari’ah. Perbedaan koperasi syariah dengan koperasi konvensional (non syariah) hanya terletak pada teknis operasionalnya saja, dimana koperasi syariah mengharamkan bunga dan mengusung etika moral. tujuan dakegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengurus koperasi syariah bagi pemuda di kecamatan Dasan Agung Kota Mataram, (2) Untuk mengembangkan kinerja pengurus koperasi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan koperasi syariah pemuda. Metode pelaksanaan kegiatan Pelatihan Koperasi Syariah Pemuda yang dilaksanakan di Kampus Langko Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain 1) Para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan; 2) Para peserta mulai memahami prinsip-prinsip dasar koperasi syariah; 3) Para Peserta mulai merumuskan strategi pengembangan koperasi syariah di kalangan pemuda; 4) Para Peserta menginginkan pelatihan koperasi syariah lanjutan untuk mengembangkan koperasi syariah.
Literasi Restoratif Justice (Keadilan Restoratif) Kepada Organisasi Kepemudaan Taqiuddin, Habibul Umam; Mulianah, Baiq
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.478

Abstract

Restorative justice (keadilan restorative) berakar dari nilai-nilai tradisional dalam masyarakat tradisional seperti nilai keseimbangan, harmonisasi serta kedamaian dalam masyarakat. Oleh karena itu di beberapa negara tercatat bahwa lembaga peradilan adat tetap dipertahankan sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyelesaikan sengketa atau permasalahan yang dialaminya termasuk di dalamnya perkara pidana agar pelaku, korban dan masyarakat serta tokoh masyarakat dirasakan lebih memberikan rasa keadilan masyarakat. Tujuan dan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) untuk memberikan pemahaman konsep restorative justice (keadilan restoratif) kepada organisasi kepemudaan, 2) untuk menggerakan tokoh organisasi kepemudaan agar berperan sebagai penengah (mediator) dalam penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Metode pelaksanaan kegiatan literasi restoratif justice (keadilan restoratif) kepada Organisasi Kepemudaan dalam bentuk diskusi interaktif. Berdasarkan kegiatan ang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan antara lain sebagai berikut: pertama, Para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan terkait dengan penyelesaian sengketa melalui restorative justice (keadilan restoratif). kedua Para peserta mulai memahami peran tokoh pemuda dalam penyelesaian melalui restorative justice (keadilan restoratif). Adapun saran yang ingin diberikan tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalan agar penyelesaian sengketa di luar pengadilan lebih optimal, maka sebaiknya perlu dilibatkan tokoh masyarakat terutama tokoh pemuda dalam proses penyelesaian sengketa melalui pendekatan restorative justice (keadilan restoratif).
Literasi Pendidikan Kewirausahaan Pada Organisasi Kepemudaan Mulianah, Baiq; Taqiuddin, Habibul Umam
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.667

Abstract

Kewirausahaan menjadi permasalahan ekonomi di Indonesia dan mempunyai hubungan dengan pengangguran. Untuk membangun kewirausahaan, seseorang harus memiliki bakat dan keterampilan, sehingga tidak semua individu dapat terlibat dalam kegiatan kewirausahaan tersebut. Upaya edukasi pendidikan kewirausahaan perlu dilakukan pada organisasi kepemudaan karena program organisasi kepemudaan berbasis civic literacy, tidak hanya berupaya membentuk pemuda, yang cerdas, dan terampil, tetapi juga mengakomodir penguatan karakter pemuda yang terintegrasi dengan ciri khas atau kepribadiannya; Adapun yang menjadi permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini adalah 1) Bagaimanakah hubungan organisasi pemuda dan kewirausahaan?. 2) Bagaimanakah peran organisasi kepemudaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada kalangan generasi muda ? Tujuan dan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) Untuk memberikan pemahaman mengenai hubungan organisasi kepemudaan dan kewirausahaan. 2) Untuk memberikan pemahaman peran organisasi kepemudaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada kalangan generasi muda. Hasil kegiatan literasi pendidikan organisasi kepemudaan adalah 1) peserta dapat memahami bahwa organisasi kepemudaan merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif, 2) kegiatan literasi pendidikan kewirausahaan pada organisasi kepemudaan membawa pengaruh yang signifikan terhadap peserta yaitu terbentukny%a jiwa kewirausahaan, kemandirian, kerjasama tim, dan motivasi berwira usaha.
Strategi Pembelajaran Bahasa Arab untuk Tamatan Sekolah Dasar (SD) di Pondok Pesantren Yusuf Abdustar Junaidi, Junaidi; Mulianah, Baiq
Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT) Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi merupakan salah satu diskursus yang sering kali disorot dalam sistem pembelajaran bahasa, khususnya Bahasa Arab. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab untuk Tamatan sekolah dasar (SD) di Pondok Pesantren yusuf Abdusattar banyak memiliki problem dalam pembealajarannya yaitu; intraksi antara guru dengan siswa kurang, Guru yang mengajar bukan dari Jurusan bahasa Arab, lulusan SD dan MI dikumpulkan menjadi satu kelas dan diajarkan dengan materi yang sama, Guru masih menggunakan metode klasik sehingga menjadi monoton dan adapun beberapa pelaksanaan Pembelajaran yang dilaksanakan sebagai berikut; Pengorganisasian ada empat langkah pembagian tugas mengajar, penyusunan jadwal pelajaran, penyusunan jadwal evaluasi dan perbaikan. penyusunan jadwal kegiatan siswa, penyediaan fasilitas perlengakapan, dalam pelaksanaan juga, Rapat Rutinan pesantren, pelatihan guru pengajar Bahasa Arab, kunjungan pembelajaran dikelas, membangun pola komunikasi. Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab meliputi beberapa tahapan yakni penetapan standar penilaian, penilaian atau evaluasi belajar dan remidial.
The Application of The Simple Evaluation Tilawah Method in Improving Memory Ability of the Qur'an Baiq Mulianah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to find out the application of the Simple Evaluation Recitation Method in improving the ability to memorize the Al-Qur'an. The type of research used in this study is a qualitative research method with a qualitative descriptive study approach. Data was collected through library research (library research). The research results show that the Simple Evaluation Recitation Method is a method that familiarizes the memorizer of the Qur'an with an evaluation that anyone can do by combining recitations, murojaah and tahfidz. The indicators are 1) The teacher starts the teaching and learning process by praying together; 2) The teacher repeats the verses that have been taught before; 3) Santri listen; 4) Mental qin teacher of Al-Qur'an verses and followed by students; 5) Teachers and students read verses of the Koran together; 6) The teacher makes an assessment using the assessment form; 7) The teacher provides mixing of material regarding tajwid; 8) Santri are asked to take turns reciting verses from the Qur'an; 9) Santri smoothly and fluently memorizes the Al-Qur'an; 10) Accuracy of students in pronouncing makharijul letters; 11) The accuracy of the students using the tajwid law in reading the Qur'an; 12) The fluency of students in reading the Qur'an. In general, there are four evaluation types: a) Placement Evaluation; b) Formative Evaluation; and c) Summative Evaluation; d) Diagnostic Evaluation. Some indicators must be seen by people who will memorize the Al-Quran or Hafiz Al-Qur'an, namely 1) Fluency; 2) Tajweed; and 3) Letter Makhorijul.