Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

METODE KONSELING QUR’ANI DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DISEKOLAH (STUDI PENELITIAN KUALITATIF) Diningsih, Fitri; Yulia, Cici
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 4 No. 4 (2023): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 4 Nomor 4, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v4i4.1348

Abstract

This study intends to understand whether there is an impact of individual counseling on increasing faith in the holy Qur'an in grade 8 students of SMPN 3 PAMARAYAN during semester 2 of the 2022 - 2023 school year or not. The method used is descriptive qualitative research method by collecting data through observation, question and answer, and documents about subjects and subjects of SMP Negeri 3 PAMARAYAN. Based on the results of observations made by researchers, they undergo observation (exploration) and question and answer. Analysis of the results obtained by researchers was then carried out with field tests and activity documentation, after which the researchers concluded with individual consulting services to develop students' self-confidence. Individual counseling services are provided when students' problems can affect student performance in learning and dealing with their environment, often causing embarrassment to students. Like those with low capacity, students with low self-esteem tend to mingle less with their peers and play less of a role in learning because they realize that it is not appropriate to make assumptions and often realize that what they are doing is wrong and very embarrassing when in class. From the results of this observation, it can be found that if there is no excessive psychological impact on the counselee, what must be done is to organize a BMB3 consultant so that the counselee can manage his daily activities as well as possible and tends to follow a good structure.
ANALISIS BUKU “WHAT’S SO WRONG ABOUT YOUR SELF HEALING” DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI SELF ACCEPTANCE Rianty, Refina Okta; Yulia, Cici; Rahmah, Alyana Maulia; Rahmadina, Oktavia; Fajria, Fajria; Rahman, Alya Nur; Kirani, Putri Balqis
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i1.22290

Abstract

Abstract: This research aims to provide information about the values of Self Acceptend contained in the book entitled "What's So Wrong Abour Your Self Healing" by Ardhi Mohammad. Self Acceptend or self-acceptance is an attitude where individuals are able to accept and know all their shortcomings and strengths and not demean themselves. The method used in this research is qualitative with the type of literature study research. In this book there are components in self-acceptance that are associated with the theory of Bastaman. The result of this research is that in this book there is a value that determines that a person can accept himself and can be applied in an individual's life, the aspects are Self Insight, Changing Attitude, Self Commitment, Directed Activities, Social Support.Keywords: Self Acceptend; Self-Potential; Self-Undersrtanding; Book Analysis.Abstrak: Penetitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai nilai-nilai Self Acceptend yang terkandung dalam buku berjudul “What’s So Wrong Abour Your Self Healing” karya Ardhi Mohammad. Self Acceptend atau penerimaan diri merupakan sikap dimana individu mampu menerima dan mengetahui segala kekurangan dan kelebihan diri dan tidak merendahkan dirinya sendiri. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Dalam buku ini terdapat komponen-komponen dalam penerimaan diri yang dikaitkan dengan teori dari Bastaman. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam buku ini terdapat nilai yang menjadi penentu bahwa seorang sudah dapat menerima dirinya dan bisa diterapkan dalam hidup seorang individu, aspeknya adalah Pemahaman Diri (Self Insight), Pengubahan Sikap (Changing Attitude), Keikatan Diri (Self Commitment), Kegiatan Terarah (Directed Activities), dukungan Sosial (Social Support).
Analisis Perbedaan Tingkat Boredom (Kebosanan) Siswa Laki-Laki dan Perempuan dalam Kegiatan Pembelajaran Amalia, Rizqia; Yulia, Cici; Utami, Rismar Julia
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13374

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan perilaku kebosanan antara siswa laki-laki dan perempuan selama proses pembelajaran di SMK se-DK Jakarta. Kebosanan merupakan aktivitas individu yang dilakukan secara monoton/berulang-ulang serta kurangnya kebermaknaan terhadap sesuatu, sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif komparatif yang bertujuan menganalisis perbandingan antara dua atau lebih perilaku dari satu variabel maupun beberapa variabel secara bersamaan. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi perbedaan yang terjadi pada berbagai situasi, kejadian, aktivitas, atau program melalui penggunaan analisis statistik. Dalam penelitian ini, analisis Uji Mann-Whitney U digunakan sebagai alat untuk menganalisis perbedaan tingkat kebosanan (kebosanan) yang didasarkan pada perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian terdiri atas siswa-siswa yang bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini meneliti tentang aspek-aspek dari kebosanan itu sendiri, yang meliputi: lepas dari keterlibatan, kewaspadaan tinggi, kewaspadaan rendah, kurang perhatian, serta persepsi waktu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat perilaku kebosanan (kebosanan) antara siswa laki-laki dan perempuan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa siswa laki-laki cenderung mengalami kebosanan lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Temuan penelitian ini memilki kontribusi sebagai assemant kebutuhan oleh guru Bk disekolah sebagai dasar untuk merancang layanan bimbingan dan konseling yang lebih tepat sasaran, serta mengembangkan strategi intervensi yang efektif dalam mengatasi kebosanan belajar. Implikasi penelitian ini diharapkan kepada pendidik sebagai acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Hal ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan kontekstual, sehingga dapat: meningkatkan kualitas pembelajaran, membangkitkan motivasi siswa, mengembangkan kemandirian peserta belajar, Dengan demikian, lingkungan belajar diharapkan mampu meminimalkan kebosanan dan memaksimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar kegiatan akademik.