Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN FRAME MESIN UJI DIESEL JETMAN TIPE R175A Muhammad Hambali; Riyan Ariyansah; Adhes Gamayel
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 11 No 1 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i1.2042

Abstract

Frame mengunakan material ASTM A36 H beam. Penelitian ini merupakan penelitian kekuatan struktur rancang bangun frame mesin uji diesel jetman tipe R175A mengunakan sofware ansys workbench R2 2020 versi academic sebelum pembuatan frame, dan juga Analisa getaran frame mengunakan piezoelektrik sembagai alat sensor pengambilan data getarannya. Bahwa hasil perhitungan 60 kg equivalent stress dengan simulasi ansys menunjukan nilai equivalent stress maksimum yang terjadi pada kondisi terbeban adalah 0,0026529 MPa. Nilai tersebut hanya terjadi di beberapa titik dan tidak melampaui nilai tegangan luluh ASTM A36. Berdasarkan hasil simulasi static struktual dengan pembebanan sebesar 60 kg di ketahui nilai maksimal total deformation sebesar 0,00047065 mm. Dari hasi simulasi dapat diketahui bahwa bagian frame jika warnanya mendekati warna merah artinya bagian frame tersebut semakin mendekati nilai maksimal total deformation. Hasil gelombang sinusoidal pengambilan data dengan 1000 rpm dan 2000 rpm menggunakan piezo A1 dan piezo A2 peletakan di tengah frame menghasilakan gelombang amplitudo, di mana piezo A2 lebih besar getarannya dari pada piezo A1 karena letak piezo A2 berdekatan dengan roda gila yang mengakibatkan gelombang lebih tinggi. Hasil gelombang sinusoidal pengambilan data dengan 1000 rpm dan 2000 rpm menggunakan piezo B1 dan piezo B2 peletakan samping frame menghasilakan gelombang amplitudo, di mana piezo B1 lebih besar getarannya dari pada piezo B2 karena letak piezo B1 lebih dekat dengan mesin yang mengakibatkan gelombang lebih tinggi, peletakan mesin diesel tidak senter dengan frame.
Atomistic Investigation on the Role of Temperature and Pressure in Diffusion Welding of Al-Ni Mohamad Zaenudin; Mohammed N. Abdulrazaq; Salah Al-Zubaidi; Adhes Gamayel; Ade Sunardi
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 52 No. 2 (2020)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2020.52.2.4

Abstract

This paper presents an investigation of diffusion welding of aluminum and nickel at the atomic scale by utilizing molecular dynamics simulation. By employing several temperature and pressure values, the significant influence of the two could be obtained and thus the optimum parameter values could be obtained. The results showed that the bonding mechanism is mostly promoted by Al, in which the deformation and defects are involved. The results on both the mechanical properties and the evolution of the diffusion configuration showed that temperature has more impact compared to pressure. It was indicated that by raising the temperature to 700 K with the lowest pressure (50 MPa), both the mechanical properties and the evolution of the diffusion configuration showed a relatively significant difference. On the one hand, the deformation that occurs during welding, which is mostly caused by raising the temperature, obviously promotes joining and therefore more joining depth can be achieved, although it results in a curved diffusion zone at the interface. On the other hand, it also leads to a lower ultimate tensile strength. During the tensile test, raising the temperature also led to focusing the deformation in the diffusion zone, while a lower temperature resulted in a wider area of deformation.
PIEZOELEKTRIK SEBAGAI PEMANEN ENERGI DENGAN PENAMBAHAN BLUFF BODY SEGITIGA Kasum Kasum; Fajar Mulyana; Adhes Gamayel
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 2 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.134 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i2.2291

Abstract

Piezoelektrik adalah salah satu alat pemanen energi yang menghasilkan energi listrik ketika mengalami defleksi. Penelitian mengenai bentuk penampang bluff body terhadap tegangan listrik yang dihasilkan piezoelektrik telah dilakukan, namun penelitian tentang potensi bluff body segitiga masih belum dilakukan. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengukur tegangan listrik dari piezoelektrik dengan sistem kantilever. Bluff body yang dipasang sebagai penghalang adalah bluff body berpenampang segitiga dengan panjang alas dan tinggi sama yaitu, 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Penelitian ini dilakukan menggunakan terowongan angin mini dengan kecepatan angin 3 m/s dan jarak piezoelektrik terhadap bluff body adalah 50 mm. Hasil yang didapatkan adalah bluff body penampang segitiga 1 cm memiliki nilai efektif tertinggi yaitu 5,21 x 10-3 volt. Aliran udara saat melewati ujung segitiga bagian atas menyebabkan terjadi olakan lebih banyak dibandingkan saat aliran udara melewati alas segitiga. Semakin besar olakan yang terjadi maka udara yang menumbuk permukaan piezoelektrik semakin besar sehingga nilai efektifnya menjadi tinggi.
PENGARUH CAMPURAN BENSIN DAN MINYAK JAHE PADA GETARAN MESIN SEPEDA MOTOR Riyan Ariyansah; Murtalim; Adhes Gamayel; Ade Sunardi; Fitria Efendy
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.13 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i2.1391

Abstract

Motor bakar adalah suatu mesin knversi energi yang digunakan untuk alat transportasi yang banyak digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Menyadari akan hal itu telah banyak dilakukan penelitian dan pengembangan untuk mengefesiensikan energi yang digunakan oleh motor bakar, salah satunya adalah pencampuran bahan bakar bensin dengan minyak jahe. Hal ini tentunya akan memberi hasil kinerja pada mesin tersebut. Penelitian ini dilakukan utuk mengetahui pengaruh pencampuran bahan bakar bensin dengan minyak jahe pada getaran mesin, torsi dan emisi gas buang pada kendaraan sepeda motor tersebut. Dengan variasi campuran minyak jahe 5 %, 10% dan 15% pada putaran mesin 1000 Rpm dan 2000 Rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar campuran minyak jahe maka semakin besar getaran pada mesin, torsi yang dihasilkan oleh mesin semakin rendah dan hasil emisi gas buang semakin tinggi
PENGARUH BENTUK PENAMPANG BLUFF BODY PERSEGI, BELAH KETUPAT, DAN SEGITIGA TERHADAP TEGANGAN LISTRIK YANG DIHASILKAN OLEH PIEZOELEKTRIK Asep Supriadi; Adhes Gamayel; Murtalim; Ujiburrohman; Riyan Ariyansah
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.009 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v2i2.2169

Abstract

Piezoelektrik adalah perangkat pemanen energi skala mikro yang mengkonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. Ketika ada tumbukan pada material piezoelektrik maka akan menyebabkan terjadinya getaran serta menghasilkan tegangan dan defleksi. Metode penelitian ini yaitu dengan mengamati piezoelektrik yang bergetar akibat aliran udara yang melewati penampang bluff body untuk menghasilkan tegangan listrik.. Dimana dimensi dan tinggi dalam satu penampang bluff body persegi, belah ketupat, dan segitiga memiliki ukuran yang sama yaitu 7 cm. Kecepatan aliran angin yang dipakai yaitu 5 m/s, 7 m/s, dan 9m/s. Penelitian dilakukan di dalam terowongan angin dan jarak penampang bluff body terhadap piezoelektrik yaitu 80 cm. Hasil dari variabel bentuk penampang bluff body yang menghasilkan tegangan listrik tertinggi yaitu pada penampang bluff body belah ketupat. Hasil dari variabel kecepatan yang menghasilkan tegangan listrik tertinggi yaitu pada kecepatan 9 m/s menghasilkan tegangan listrik 5,58 volt penampang bluff body belah keupat. Akibat adanya olakan maka sirip bergerak keatas dan kebawah menumbuk piezoelektrik. Piezoelectric is a micro-scale energy harvesting device that converts mechanical energy into electrical energy. When there is a collision with the piezoelectric material, it will cause vibration and produce stress and deflection. This study aims to determine the effect of the shape of the cross section of the bluff body on the electric voltage generated by the piezoelectric. This research method is to observe the piezoelectric vibrating due to the flow of air that passes through the cross section of the bluff body to produce an electric voltage. The independent variables in this study were the shape of the bluff body, and the speed of the wind flow. Where the dimensions and height in one cross-section of the square bluff body, rhombus, and triangle have the same size, which is 7 cm. The wind speed used is 5 m/s, 7 m/s, and 9m/s. The research was conducted in a wind tunnel and the cross-sectional distance between the bluff body to the piezoelectric is 80 cm. The result of the variable cross-sectional shape of the bluff body that produces the highest electrical voltage is the rhombic bluff body cross-section. The result of the speed variable that produces the highest electrical voltage, which is at a speed of 9 m/s, produces an electric voltage of 5.58 volts across the body of the kept cliff. Due to the oscillations, the fins move up and down to hit the piezoelectric.
STUDI SIFAT MEKANIS HASIL PENGELASAN DENGAN METODE LAS GESEK PADA MATERIAL BAJA TAHAN KARAT AISI D2 & AISI 304 Deni; Riyan Ariyansah; Murtalim; Ade Sunardi; Adhes Gamayel
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.348 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v2i2.2171

Abstract

Teknik pengelasan telah lama digunakan untuk menyambung logam dengan adanya media panas. Busur listrik, nyala oxy-acetylene, dan gesekan digunakan sebagai sumber panas. Pengelasan gesekan adalah prosedur pengelasan keadaan padat di mana panas dihasilkan oleh dua logam yang saling bergesekan, menyebabkan logam meleleh dan kemudian membeku bersama, membentuk sambungan las. Pengelasan fusi adalah jenis sambungan las yang paling umum saat ini. Keuntungan dari pengelasan ini adalah tidak memerlukan logam pengisi, cepat, dan suhu operasi di bawah titik leleh logam. Manfaat lain dari proses pengelasan ini adalah menghemat bahan dengan tidak memerlukan logam pengisi, fluks, atau gas pelindung, serta memiliki waktu pengelasan yang singkat. Penelitian ini membahas mengenai pengelasan gesek untuk mengetahui sifat mekanis pada pengelasan gesek logam AISI D2/ AISI 304. Metode yang digunakan dengan pengujian yaitu : uji tarik dan uji kekerasan (Vickers). Pada pengujian ini didapat nilai uji tarik paling tinggi terdapat pada specimen no 9 yaitu 352Mpa denagn parameter waktu gesek 70s, tekanan tempa 2,5 Mpa dan waktu tempa 35s. dan untuk hasil Uji kekerasan dengan nilai yang tinggi terdapat pada specimen no 9 area weld yaitu 649HV dengan parameter waktu gesek 70s, tekanan tempa 2,5 Mpa dan waktu tempa 35s. Welding techniques have been used extensively in joining metal to hot media. The heat source used comes from an electric arc, an oxy-acetylene flame and friction. Friction welding is a method of solid state welding, where the heat generated by two metals rubbing together so that the metal melts and then solidifies together into a weld joint. Welding joints that are most widely used today is fusion welding. The advantages of this welding are that it does not require a charger, the welding time is fast and the operating temperature is below the melting point of the metal. Other advantages of this welding technique are material preservation because it does not require a charger, flux and gas shield, short welding time and operating temperature below the melting point of the metal. This study discusses friction welding to see the mechanical of AISI D2 / AISI 304 metal friction welding. The methods used are: , tensile test and hardness test (Vickers). In this test, the highest tensile test value was found in specimen No. 9, namely 352Mpa with the parameters of friction time of 70s, forging pressure of 2.5 Mpa and forging time of 35s. and for the results of the hardness test with a high value found in specimen No. 9 the weld area is 649HV with a friction time parameter of 70s, forging pressure of 2.5 Mpa and forging time of 35s.
Karakteristik Fisik Bahan Bakar Alternatif Campuran Minyak Jarak (CJO)-Minyak Cengkeh adhes gamayel
Semesta Teknika Vol 19, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v19i2.2017

Abstract

Crude jatropha oil (CJO) is non edible oil that made up of triglycerides. That molecules due to CJO has high viscosity and low evaporation rate. Blending with more viscous and more volatile fuel can reduce it. In this study, CJO was blended with clove oil (CO) in many precentagesi.e. 5%, 10%, 15% and 20%. The basic fuel properties such as viscosity, heating value, and flash point were measured in accordance ASTM D445, ASTM D240, ASTM D93 respectively. The results indicate that the viscosity and the  flash point decrease while the heating value increase with an increase of concentration of clove oil. Thoseproperties have been improved because molecular interaction between eugenol and triglyceride makes molecule movement more active than before.
Pengaruh Pemasangan Bluff Body Terhadap Karakteristik Pembakaran Biobriket Adhes Gamayel
Semesta Teknika Vol 17, No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v17i1.409

Abstract

Biofuels are organic feedstock fuel produced by living organisms, such as solids, liquids, or gases. Biobriket combustion process is affected by the heating value biobriket constituent materials and the amount of air entering the biobriket combustion chamber. The purpose of this study isto determine the effect of variations of the bluff bodygeometry on the biobriket burning process. The independent variable used in this study, arethe fan rotation and the bluff bodygeometry. Fan rotation being used are 1000 rpm, 1200 rpm, 1400 rpm, 1600 rpm, 1800 rpm and 2000 rpm, while the bluff body geometry are round, triangle, square, hexagon and octagon. Triangular cross-section bluff body was noted to produce the highest temperature of 33.21 °C at 100 second. While the lowest temperature wasreached at 500 second with 31.18 oC. Fan rotation at 2000 rpm was found to produce the most rapid combustion,burnt out 10 grams of biobriket within 500 seconds.The conclusion to this study is the higher the fan rotation speed, the faster the combustion process of the biobriket. Triangular bluff body was found the best shape in this study.
PANEN ENERGI MENGGUNAKAN PIEZOELEKTRIK SISTEM KANTILEVER DENGAN PENAMBAHAN BLUFF BODY Adhes Gamayel
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v6i4.2105

Abstract

Pemanen energi adalah alat untuk mengumpulkan energi dari energi mekanis dan dikonversikan menjadi energi listrik. Piezoelektrik adalah alat pemanen energi yang bersumber dari getaran dan diubah menjadi tegangan listrik. Sistem kantilever menghasilkan getaran dan defleksi secara berulang. Penelitian pemanfaatan olakan udara (vortex) sebagai penghasil getaran pada piezoelektrik telah dilakukan pada saluran udara tertutup. Namun studi peningkatan getaran dengan adanya penambahan bluff body pada piezoelektrik  sistem kantilever belum banyak dilakukan. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengukur tegangan listrik yang dihasilkan piezoelektrik dengan variasi penampang bluff body adalah segi empat, segi enam, segi delapan dan lingkaran. Penelitian dilakukan dalam terowongan angin mini dengan kecepatan angin konstan 2 m/s selama 300 detik dan bluff body dipasang pada jarak 100 mm dari piezoelektrik. Hasil penelitian menunjukkan bluff body dengan penampang segi enam menghasilkan tegangan rata-rata tertinggi sebesar 0.037 mV. Terjadinya perubahan arah dan kecepatan angin sesudah melewati bluff body penampang segi enam menimbulkan olakan angin yang relatif lebih tinggi daripada bluff body lainnya. Hal ini menyebabkan terjadinya getaran lebih tinggi pada bluff body penampang segi enam.
Molecular Dynamics Simulation on Creep Mechanism of Nanocrystalline Cu-Ni Alloy Kasum Kasum; Fajar Mulyana; Mohamad Zaenudin; Adhes Gamayel; M. N. Mohammed
Jurnal Fisika FLUX Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.336 KB) | DOI: 10.20527/flux.v18i1.8548

Abstract

Creep mechanism is an essential mechanism for material when subjected to a high temperature and high pressure. It shows material ability during an extreme application to maintain its structure and properties, especially high pressure and temperature. This test is already done experimentally in many materials such as metallic alloys, various stainless steel, and composites. However, understanding the creep mechanism at the atomic level is challenging due to the instruments  limitation. Still, the improvement of mechanical properties is expected can be done in such a group. In this work, the creep mechanism of the nanocrystalline Cu-Ni alloy is demonstrated in terms of molecular dynamics simulation. The result shows a significant impact on both temperature and pressure. The deformation supports the mechanisms as a result of the grain boundary diffusion. Quantitative analysis shows a more substantial difference in creep-rate at a higher temperature and pressure parameters. This study has successfully demonstrated the mechanism of creep at the atomic scale and may be used for improving the mechanical properties of the material.
Co-Authors Abdulrazaq, Mohammed N. Ade Sunard Ade Sunardi Ade Sunardi Ade Sunardi Ade Sunardi Ade Sunardi Ade Sunardi Agung Hermawan Agung pangestu Agus Purnomo Al-Zubaidi, Salah Andi Suandi Andono, Yuswanto Andry Wibowo Asep Apriana, Asep Asep Supriadi Asep Supriadi Ayu Nurul Hardiyanti Beltsazar Joy Panggabean Dedi Sofyan Deni Dian Nugraha Diaz Ryansyah Moelia Eddy Yusuf Eddy Yusuf Fadhlullah, Muhamad Vikri Faizah, Safira Fajar Mulyana Fikri, Luqman Fikri, Muhammad Luqman Saiful Fitria Efendy Goodman Octavianus Hamdan Hariyanto Hamdan Hariyanto Hamzah, Kamal Hanun, Yunan Haryudiniarti, AN Herakarsono, Alfianto Hermanto I Nyoman Jujur Ida Bagus Indra Ida Bagus Indra Ida Bagus Indra Ikhsannudin, Moh. Nova Istianto Budhi Rahardja Jujur, Inyoman Juliyanto Simamora Kamal Hamzah Kasum Kasum Kasum Kasum Kasum Kasum Kasum Kasum, Kasum Kokom Komalasari Leo Fendi Sadewo Lukman Lukman LUKMAN, LUKMAN Luqman Saiful Fikri, Muhammad M Luqman SF M. N. Mohammed M. N. Mohammed M. Untung Zaenal Priyadi M.U.Z. Priyadi MN Mohammed Mohamad Zaenudin Mohamad Zaenudin Mohamad Zaenudin Mohamad Zaenudin Mohamad Zaenudin Mohammad Farhan Mohammed N. Abdulrazaq Muhammad Hambali Muhammad Ridho Putra Nusantara Muhammad Rizki Muhammad Untung Zaenal Priyadi mulyono, Sidik Murtalim Murtalim MUZ Priyadi Nashrul Chanief Hidayat Oskar Mahardika Prasetyo, Rio Dwi Purwono, M. Anggie Mulyo Rano Agustino Riyan Ariyansah Romansa Romansa Romansa Saca Andika Salah Al-Zubaidi Saleh, YKP Santoso, Agung Dwi Sefnath J E Sarwuna Sidik Mulyono Simamora, Tigor Simamora, Yulianto Sinka Wilyanti Sinta Restuasih Sunard, Ade Sunardi, Ade Sunardi, Ade Supandi Tampubolon, Adam Jordan Tri Wahyu Ridono Triwiyanto, Askar Ujiburrohman Ujiburrohman U Untung Suprihadi, Untung Usbanu Ade Atmoko Wilyanti, Sinka Yanuar Zulardiansyah Arief Yanuar Zulardiansyah Arief Yasya Khalif Perdana Saleh Yasya Khalif Perdana Saleh YKP Saleh YKP Saleh Zaenal Priadi, Untung Zaenudin, M Zaenudin, Mohamad Zaenudin, Mohammad Zulhamidi