Claim Missing Document
Check
Articles

Boiler dengan Sistem Pengaman Panas sebagai Alat Peraga Pendidikan di SMK Tinta Mas Bekasi Adhes Gamayel; Sinka Wilyanti; Ade Sunardi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.998 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i2.2133

Abstract

ABSTRAK Alat peraga merupakan penunjang kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar. Fungsinya untuk menciptakan kondisi belajar yang efektif, meningkatkan motivasi belajar, mempermudah peserta didik memahami materi pelajaran, dan membantu siswa dalam berpikir logis. Salah satu contoh alat peraga yang berbasis teknik mesin dan teknik elektronika adalah boiler dengan sistem pengaman panas. SMK Tinta Mas memiliki jurusan teknik elektronika dan teknik mesin. Permasalahan yang dimiliki oleh kedua jurusan tersebut adalah (1) belum adanya alat peraga tentang mesin-mesin industri, (2) Siswa belum mengerti tentang cara kerja boiler, dan (3) Siswa belum mengerti tentang sistem pengaman panas. Tujuan kegiatan ini adalah memberi pengetahuan kepada siswa tentang peralatan elektronika pada mesin-mesin industri. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah (1) penyuluhan cara kerja boiler dan sistem pengaman panas, (2) pelatihan praktek pengoperasian boiler dan sistem pengaman panas. Diawal kegiatan siswa diberi pre-test dan di akhir kegiatan diberi post test untuk melihat hasil dari keberhasilan metode ini. Hasil dari kegiatan ini yaitu bertambahnya pengetahuan dan motivasi belajar siswa tentang sistem pengaman panas dan cara kerja boiler. Disamping itu, siswa memiliki ketrampilan dalam pengoperasian boiler dan sistem pengaman panas.Kata Kunci: Alat Peraga, boiler, sistem pengaman panas, pelatihan
Pembuatan Katrol Sebagai Alat Peraga Berbasis Mekanikal di SMA Sekolah Rakyat Bekasi Adhes Gamayel; Ade Sunardi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.225 KB) | DOI: 10.30653/002.201722.23

Abstract

PULLEY PRODUCTION AS A MECHANICAL-BASED PROPS IN SMA SEKOLAH RAKYAT OF BEKASI. Pulley is a simple lift aircraft that enter the high school physics lesson. But the student of SMA Sekolah Rakyat (SR) Bekasi lack of understanding of the concept of the pulley so that did not like this subject. To overcome this issue, props with basic of mechanical where pulleys arrange on single and multilevel had been made. Activity methods are manufacture, trials the props, demontration and handover the props, processing data between pretest and posttest. Result show that student do the post test with good score after trial the props. Pulley props facilitate student of SMA SR Bekasi to better understand the concept of a simple lift aircraft.
Pengaruh Bentuk Bluff Body Terhadap Tegangan Listrik yang Dihasilkan Piezoelektrik dengan Sistem Kantilever Adhes Gamayel
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.871 KB)

Abstract

Piezoelektrik adalah salah satu alat pemanen energi. Piezoelektrik dengan mekanisme kantilever menghasilkan getaran dan defleksi secara berulang sehingga menimbulkan tegangan listrik. Penelitian penambahan batang pada ujung piezoelektrik (galloping system) telah dilakukan dengan membahas efek gaya drag dan lift terhadap tegangan listrik yang dihasilkan. Namun, Penelitian mengenai bentuk penampang bluff body dengan jarak tertentu pada piezoelektrik sistem kantilever belum ada. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengukur tegangan maksimal dan tegangan rata-rata yang dihasilkan piezoelektrik dengan variasi: tanpa bluff body, bluff body penampang segitiga, dan bluff body penampang lingkaran. Bluff body tersebut dipasang pada jarak 50 dan 100 mm dari piezoelektrik. Penelitian dilakukan dalam terowongan angin mini dengan kecepatan angin 1,4 m/s ; 1,6 m/s ; dan 2 m/s. Hasil terbaik dari penelitian ini didapatkan oleh bluff body bentuk penampang segitiga dengan tegangan listrik maksimal 0.34 mV dan tegangan listrik rata-rata 0.038 mV. Aliran udara saat melewati penampang segitiga mengalami peningkatan kecepatan sehingga vorteks yang dihasilkan memiliki kecepatan tinggi. Hal inilah yang mengakibatkan getaran tinggi pada piezoelektrik sehingga tegangan listrik maksimal dan tegangan listrik rata-rata bernilai paling tinggi.
Pemanfaatan Pantulan Bola Karet sebagai Pemanen Energi pada Piezoelektrik: Indonesian Ade Sunard; Adhes Gamayel
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 3 (2018): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 3
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.744 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v3i0.2914

Abstract

Piezoelektrik adalah salah satu pemanen energi yang mampu mengubah energi mekanis dari getaran menjadi energi listrik. Piezoelektrik menjadi sumber energi yang menarik karena ramah lingkungan dan hanya membutuhkan tekanan berulang untuk menghasilkan listrik. Di sisi lain, bola karet adalah bola yang dapat melakukan gerakan pantulan secara berulang. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih jauh tentang potensi panen energi pada bola karet dengan memanfaatkan piezoelektrik. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengetahui nilai tegangan listrik dari pengujian jatuhnya bola karet pada ketinggian 15, 20, 25 cm tepat diatas piezoelektrik berukuran 120 x 50 mm. Hasil penelitian didapatkan bahwa dua bola karet yang dijatuhkan pada ketinggian 25 cm memiliki nilai tegangan listrik tertinggi yaitu 7,712 volt. Ketinggian awal bola karet berpengaruh terhadap energi mekanik yang dihasillkan. Semakin tinggi bola karet, kecepatan saat menumbuk piezoelektrik semakin cepat, sehingga lendutan pada piezoelektrik menjadi besar dan menghasilkan tegangan listrik.
Pemanfaatan Kelereng sebagai Media Tumbuk Pada Piezoelektrik Pemanen Energi Adhes Gamayel; Hamdan Hariyanto; Asep Supriadi; Kokom Komalasari
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 4 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknoka
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.109 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v4i0.4285

Abstract

Piezoelektrik merupakan pemanen energi dengan prinsip kerja mendapatkan tekanan pada materialnya sehingga menimbulkan konsentrasi muatan listrik. Tekanan yang berulang dalam periode tertentu akan menimbulkan getaran dan dapat menghasilkan tegangan listrik. Harga material yang mahal menjadi kendala dalam pemanfaatan sebagai pemanen energi. Peneliti berfokus pada bagaimana cara menimbulkan getaran yang berulang sehingga pemanenan energi dapat berlangsung secara simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah menjatuhkan kelereng pada matras yang beberapa sisinya dikaitkan dengan pegas. Kelereng dengan berat 5.7 dan 22 gram dijatuhkan pada ketinggian 15, 20, dan 30 cm kemudian dilakukan pengukuran besaran tegangan listrik yang dihasilkan. Kedua kelereng dijatuhkan secara bebas dan menggunakan pipa berdiameter 27 mm. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tegangan tertinggi sebesar 1.76 volt dihasilkan pada kelereng 22 gram yang dijatuhkan pada ketinggian 30 cm. Semakin tinggi letak kelereng dijatuhkan dan semakin berat massanya, maka semakin tinggi voltase yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena massa dan ketinggian memiliki korelasi positif terhadap energi mekanik yang dihasilkan. Energi mekanik besar berpengaruh terhadap momentum tumbukan yang terjadi pada matras sehingga menghasilkan lendutan besar pada piezoelektrik. Lendutan pada piezoelektrik menyebabkan tegangan listrik yang dihasilkan menjadi besar.
Pengaruh Pantulan Bola Terhadap Tegangan Listrik yang Dihasilkan Oleh Piezoelektrik pada Trampolin Sebagai Pemanen Energi Fajar Mulyana; Adhes Gamayel
Jurnal Mekanik Terapan Vol 2 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v2i1.3813

Abstract

Piezoelektrik adalah salah satu alat pemanen energi yang menghasilkan energi listrik ketika mengalami defleksi. Selain itu, piezoelektrik hanya membutuhkan tekanan yang berulang untuk mendapatkan tegangan listrik. Salah satu alat untuk menghasilkan tekanan yang berulang-ulang adalah trampolin. Oleh sebab itu perlu adanya penelitian tentang pemanfaatan pantulan trampolin, salah satunya yaitu pantulan dengan menggunakan beberapa jenis bola dan dijatuhkan pada trampolin yang telah dipasang rangkain pezoelektrik. Pada penelitian ini bisa disimpulan bahwa semakin tinggi jatuhnya bola, maka semakin tinggi pula nilai tegangan maksimum yang dihasilkan, tegangan maksimum yang tertinggi dihasilkan oleh bola basket dengan nilai tegangan 1.111-volt pada ketinggian 100 cm, sedangkan tegangan maksimum terendah dihasilkan oleh bola tenis dengan nilai tegangan 0.388-volt pada ketinggian 50 cm. Sedangkan semakin kecil massa jenis bola, semakin besar tegangan maksimum yang dihasilkan. Tegangan tertinggi dihasilkan oleh bola basket dengan nilai tegangan 1.111 volt dengan massa jenis 0.036 Kg/.. Sedangkan tegangan maksimum terendah yang dihasilkan oleh bola tenis dengan nilai 0.556 volt dengan massa jenis 0.547 Kg/.
Pengaruh Campuran Biodiesel-Minyak Nabati-Minyak Atsiri Terhadap Emisi Gas Buang Mesin Diesel Hamdan Hariyanto; Adhes Gamayel; Kasum; Fajar Mulyana
Jurnal Mekanik Terapan Vol 2 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v2i1.3819

Abstract

Permintaan bahan bakar semakin hari semakin meningkat dan dibutuhkan bahan bakar alternatif untuk mengatasi ketersediaan minyak bumi. Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari proses transesterifikasi minyak nabati atau lemak hewan. Biodiesel memiliki keunggulan bebas sulfur, kandungan aromatis yang rendah, dan biodegradable. Pengembangan lainnya adalah penggunaan minyak nabati dan minyak atsiri secara langsung pada motor bakar sebagai bahan bakar tambahan. Pada penelitian ini dilakukan pencampuran bahan bakar Biodiesel (B30) dengan minyak jarak (castor oil) sebanyak 4% dan minyak atsiri (Turpentine oil, pine oil, Clove oil) dengan masing-masing persentase 1%. Pengujian menggunakan mesin diesel satu silinder dan variasi putaran 1000, 1250, dan 1500 rpm. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan nilai viskositas, densitas, dan emisi gas buang pada pencampuran tiga jenis bahan bakar (biodiesel-minyak jarak castor-minyak atsiri). Selain itu, studi ini diperlukan agar dapat menggali potensi minyak nabati yang dapat digunakan secara langsung pada mesin diesel sebagai campuran bahan bakar. Campuran bahan bakar dengan minyak cengkeh menghasilkan nilai viskositas tertinggi yaitu 3,84 Cst dan nilai densitas yaitu 0,95 gr/ml. Nilai CO tertinggi yaitu 0.03% dengan campuran minyak turpentin pada putaran mesin 1500 rpm dan nilai HC tertinggi adalah campuran minyak pinus dengan nilai 38 ppm pada putaran mesin 1000 rpm. Kalor laten yang tinggi pada minyak atsiri mengakibatkan suhu ruang bakar menurun secara drastis dan menimbulkan emisi gas buang yang lebih tinggi daripada menggunakan B30. Secara umum, penggunaan campuran biodiesel-minyak jarak castor-minyak atsiri belum dapat dilakukan pada mesin diesel karena menghasilkan emisi gas buang yang lebih tinggi daripada B30
ANALISIS DESAIN STATIC MIXER PIPE UNTUK MENINGKATKAN PROSES KOAGULASI DI EXTERNAL WATER TREATMENT PLANT (WTP) Riyan Ariyansah; Istianto Budhi Rahardja; Adhes Gamayel
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v2i2.1386

Abstract

Di pabrik kelapa sawit, Water Treatment Plant adalah stasiun yang digunakan khusus untuk melakukan proses pengolahan air. Adapun tahapan-tahapan dari proses pengolahannya adalah dari sungai, waduk (reservoir) untreated tank, clarifier tank, water basin, sand filter, treated water tank dan selanjutnya dikirim untuk domestik dan air untuk kebutuhan dalam pengoperasian Boiler. Kualitas air yang dihasilkan sangat tergantung bagaimana cara pengolahan dan jumlah chemical yang dibutuhkan dalam kg/jam, dan kinerja dari chemical juga dipengaruhi oleh desain dari Water Treatment Plant itu sendiri. Adapun jenis chemical yang ada pada pengolahan air di Water Treatment Plant adalah untuk koagulan digunakan alum (Nalco 3276) sebagai pembuat flock dan utuk flokulasi digunakan Nalco 8173. Untuk meningkatkan kerja dari Nalco 3276 sebagai pembuat flock adalah dengan cara menyebarkan keseluruh bagian sisi pipa dan menurunkan laju kecepatannya sehingga flocknya dapat terbentuk secara sempurna dan juga memudahkan kerja dari Nalco 8173 sebagai penjaring atau penangkap flock. Dengan alasan ini dibuatlah sebuah alat guna menunjang kinerja dari Nalco 3276 yaitu Static Mixer Pipe sebagai pengaduk dan menaikkan turbulensi dari Re 95.808,800 hingga menjadi Re 191.912,2400. Sedangkan penambahan Head loss yang terjadi adalah sebesar 0,4542 m dari total Head loss desain awal yaitu 5,343 m. Penambahan Static Mixer Pipe akan menghasilkan dua kali pengadukan yang lebih besar dari aliran turbulen yang terjadi sehingga akan menghasilkan pembentukan flock yang lebih banyak sehingga menghasilkan kualitas air yang lebih baik untuk proses pengolahan air di pabrik minyak kelapa sawit (PMKS).
Characteristics of the Mixed Crude Jatropha Oil-Clove Oil Adhes Gamayel
Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Teknik Mesin Vol.6 No.2 October 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2016.v6.i2.63-67

Abstract

Crude jatropha oil (CJO) composed by triglycerides that consist of fatty acid and glycerol. CJO has high viscosity and low evaporation rate that cause ignition delay and imperfect combustion. Blending with lower viscosity and more volatile fuel can reduce it. In this study, CJO blend with clove oil (CO) in percentage of 5%, 10%, 15% and 20%. The physical properties: viscosity, heating value, and flash point were measured with international standard method (ASTM). The result indicates that more percentage of clove oil causes viscosity and flash point reduce while heating value increase. There is because molecular interaction between eugenol and triglyceride makes oscillation of molecule more active than before.
PENGARUH VARIASI UKURAN PENAMPANG BLUFF BODY BELAHKETUPAT TERHADAP TEGANGAN LISTRIK YANG DIHASILKAN PIEZOELEKTRIK Leo Fendi Sadewo; Riyan Ariyansah; Adhes Gamayel; Sefnath J E Sarwuna; Ujiburrohman U
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.605 KB) | DOI: 10.30598/metiks.2022.2.1.27-33

Abstract

Abstrak Piezoelektrik adalah komponen elektronika yang biasanya digunakan dalam perangkat yang berhubungan dengan bunyi atau bisa juga sebagai tranduser yang dapat mengubang energi mekanik menjadi energi listrik ketika menerima getaran. Namun, dimensi piezoelektrik yang kecil dan tipis menyebabkan defleksi yang kecil yang dihasilkan oleh piezoelektrik tersebut, itulah kelemahan yang dimiliki oleh piezoelektrik. Oleh karena itu, piezoelektrik digolongkan sebagai penghasil energi listrik untuk tingkatan micro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar potensi energi listrik yang dihasilkan pada piezoelektrik pemanen energi dengan berdasarkan pola aliran fluida yang melewati penghalang bluff body belah ketupat dengan tiga variasi ukuran 5 cm, 7 cm, dan 9 cm. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi ukuran bluff body belah ketupat, dan variasi kecepatan aliran angin yaitu 5 m/s, 7 m/s, dan 9 m/s. Dimana variasi bluff body belah ketupat dengan berbeda ukurannya, Penelitian dilakukan di dalam terowongan angin dan jarak penampang bluff body terhadap piezoelektrik yaitu 80 cm. Hasil dari variabel variasi ukuran penampang bluff body belah ketupat yang menghasilkan tegangan listrik tertinggi yaitu pada penampang bluff body belah ketupat dengan ukuran 7 cm, dengan variabel kecepatan yang menghasilkan tegangan listrik tertinggi yaitu pada kecepatan 9 m/s menghasilkan tegangan listrik 5,58 volt dengan penampang bluff body belah ketupat ukuran 7 cm. Berdasarkan penelitian tersebut dengan adanya olakan yang diakibatkan oleh fluida yang mengalir, maka sirip bergerak ke atas dan ke bawah menumbuk piezoelektrik. Semakin besar aliran udara dan olakannya, Maka gerakan sirip ke atas dan ke bawah akan semakin besar. Hal ini terbukti dengan besar voltase yang dihasilkan oleh piezoelektrik.