Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Kualitatif Faktor yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI di Posyandu Melati 1 Kota Malang Hiya Alfi Rahmah; Catur Saptaning Wilujeng
Journal of Bionursing Vol 2 No 2 (2020): Journal Of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.982 KB) | DOI: 10.20884/1.bion.2020.2.2.55

Abstract

Background. When children reach the age of more than 6 months, obtaining adequate nutrition is not enough from breastfeeding alone. Completion of a balanced diet in the presence of complementary food may be achieved. It is important for a mother to fulfill adequate complementary feeding practices. This study aimed to analyze factors influencing the complementary feeding practices of mothers with children aged 6-12 months.Methods. This was a qualitative study where the design was an exploratory case study. The number of informants was 6 mothers of children aged 6-12 months. Data were collected by in-depth interviews and observations.Results. The important things to be discussed about complementary feeding practices were types and methods of cooking. Factors influencing complementary feeding practices of mothers with children aged 6-12 months were capability which includes knowledge about adequate complementary feeding practices, opportunity to get information and social support, and also motivation which defined as thought or efforts to provide adequate complementary feeding. Conclusion. Factors influencing complementary feeding practices of mothers with children aged 6-12 months were capability, opportunity and motivation.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN DIABETES MELLITUS YANG MENJALANKAN PUASA RAMADAN Fajar Ari Nugroho; Catur Saptaning Wilujeng; Dian Handayani; Inggita Kusumastuty; Barakatun Nisak Mohd Yusof
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.03.5

Abstract

Perkembangan pesat prevalensi diabetes mellitus (DM) telah ditunjukkan oleh negara-negara ekonomi rendah dan menengah. Bagi seorang muslim dengan diabetes, adanya kewajiban puasa saat bulan Ramadan tentunya akan menjadi tantangan. Penelitian terakhir oleh sejumlah peneliti dari beberapa negara menyebutkan bahwa muslim dengan diabetes rata-rata tetap melaksanakan puasa terlepas dari risiko yang dihadapi, dan perlunya pemberian pengetahuan untuk mengurangi atau menghindari terjadinya komplikasi. Penelitian ini adalah penelitian diskriptif analitik yang menelaah gambaran umum pengetahuan dan perilaku pasien diabetes yang menjalankan puasa Ramadan. Penelitian ini adalah penelitian pilot survey dan belum pernah ada penelitian yang serupa yang telah dilakukan di Indonesia. Target populasi yang menjadi sasaran adalah pasien diabetes yang menjalankan puasa Ramadan, baik tipe 1 maupun tipe 2. Penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Google form selama satu bulan Ramadan dalam bulan Juni hingga Juli 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien DM telah mengetahui bagaimana menjalankan puasa sekaligus tetap menjaga kondisi. Walaupun hasil tidak secara signifikan menunjukkan adanya hubungan antara indikator-indikator DM dengan variabel bebas dari pasien (p > 0,001), namun hasil ini tetap dapat menggambarkan bahwa pasien tetap membutuhkan pendampingan untuk lebih memaksimalkan pengendalian DM selama menjalankan puasa Ramadan.
Gambaran Pola Asuh terhadap Kepatuhan Diet Anak dan Remaja dengan Diabetes Mellitus: Studi Kasus Inggita Kusumastuty; Della Martha Halimatussa’diah; Catur Saptaning Wilujeng; Fajar Ari Nugroho
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.6

Abstract

Diet merupakan salah satu pilar penatalaksanaan pasien Diabetes Mellitus. Kepatuhan diet pasien penting untuk mengendalikan glukosa darah. Penderita DM tipe 1 yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja menghadapi tantangan dalam pengaturan asupan makanan. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak mereka untuk mematuhi rekomendasi diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh terhadap kepatuhan diet pasien diabetes tipe 1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan empat responden kunci yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sedangkan sisanya menerapkan pola asuh otoriter. Tipe orang tua demokratis terlibat dalam mengarahkan, mengingatkan, dan mengawasi sehingga hasilnya adalah pujian yang lebih baik dari pasien. Sedangkan pada tipe orang tua otoriter, pasien cenderung tidak patuh dengan pola makan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua dapat menjadi penting dalam mendukung kepatuhan diet pasien DM tipe 1.  
Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Kategori Stres pada Remaja di SMP Brawijaya Smart School Catur Saptaning Wilujeng; Intan Yusuf Habibie; Agustiana Dwi Indiah Ventyaningsih
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.69257

Abstract

Pendahuluan:  Gangguan Kesehatan mental yang sering terjadi pada usia remaja adalah depresi dan kecemasan.  Di Kota Malang, Jawa Timur, ditemukan bahwa terdapat 32,5% remaja SMU depresi ringan, 28,2 % depresi sedang dan 11,1% depresi berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stress pada remaja putri di SMP Brawijaya Smart School (BSS).Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian ini adalah sebanyak 61 siswa kelas 8. Data stres pada remaja diambil dengan menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stres Scale). Untuk menguji adanya hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stres menggunakan Chi-square.Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 129 siswa SMP Brawijaya Smart School (BSS), sebanyak 51,9% kategori stressnya adalah normal. Tetapi terdapat 14,0% termasuk kategori stress ringan, 14,0% termasuk kategori stress sedang, 17,8% termasuk kategori stress berat dan 2,3% termasuk kategori stress sangat berat. Hasil uji Chi square menunjukkan bahwa  ada hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stress (p=0,041)Kesimpulan: Sebagian besar tingkat stress remaja adalah pada kategori normal baik pada siswa laki-laki maupun perempuan. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin dengan kategori stress remaja. Kesehatan mental pada remaja merupakan fenomena yang harus mendapatkan perhatian khusus dari sekolah melalui guru Bimbingan Konseling (BK) dan edukasi melalui guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
PHYSICAL ACTIVITY EDUCATION FOR ADOLESCENTS AT SMP BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG Habibie, Intan Yusuf; Wilujeng, Catur Saptaning
Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): CARING Jurnal Pengabdian Masyarakat (April 2024)
Publisher : Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/10.21776/ub.caringjpm.2024.004.01.5

Abstract

Activity restrictions imposed during the Covid 19 pandemic had an impact on health aspects, especially for adolescents. Activities during a pandemic for teenagers tend to be mostly done at home and there are several lifestyle changes. In addition, a significant decrease in the physical activity of children and adolescents occurred during the pandemic, especially among adolescents who were currently studying high school. Changes in limited physical activity, the presence of a sedentary lifestyle and the tendency to overeat during the pandemic have been associated with an increase in the prevalence of overweight and obesity. The tendency that may occur due to staying at home for a long time will increase the behavior of sitting, watching television, playing with gadgets, lying down more often, which causes reduced energy use and has a higher risk of suffering from non-communicable diseases. So a change intervention is needed for adolescent behavior related to physical activity. This is important in order to support adolescent health and reduce the prevalence of overweight and obesity in adolescents. This community service is carried out with webinars on physical activity. The results of this activity obtained an average increase in pre-test to post-test scores of 10.7 points.
INTRODUCTION OF THE MY WEIGHT LOSS DIET APPLICATION AS AN INTERVENTION IN ADOLESCENT OBESITY MANAGEMENT Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian; Tritisari, Kanthi Permaningtyas; Wilujeng, Catur Saptaning; Cempak, Anggun Rindang; Kusumastuty, Inggita; Handayani, Dian
Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): CARING Jurnal Pengabdian Masyarakat (Agustus 2024)
Publisher : Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.caringjpm.2024.004.02.4

Abstract

Obesity has been an alarming global health issue that relates to nutrition intake. In Indonesia, the prevalence of obesity among individuals aged over 18 years showed upward trend from 2013 to 2018 as reported by the Basic Health Research. Obesity is a key factor contributing to the development of metabolic syndrome. Addressing this issue requires adequate education to the public on obesity prevention through various methods. This community service program was conducted in the form of webinars, held on July 4, 2021, and July 11, 2021 on Zoom and was attended by 424 participants. Several topics were discussed in the webinars, including deep dive into obesity, its management, dietary planning, and an introduction to the My Weight Loss Diet application. A notable improvement in participants understanding was evident as seen from increased post-test scores. My Weight Loss Diet application is expected to assist participants in regulating their food intake in order to prevent obesity. 
HUBUNGAN SKOR INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN SKOR KUALITAS HIDUP LANSIA DI KECAMATAN LOWOKWARU Wilujeng, Catur Saptaning; Habibie, Intan Yusuf; Ventiyaningsih, Agustiana Dwi Indiah; Maulidiana, Annisa Rizky; Kinasih, Adiandari Astu; Cedarta, Marchya Karima; Kharisma, Merinda Yolla; Fitri, Annisa; Putri, Ristavia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.7763

Abstract

Indonesia's population structure is starting to enter an aging population, characterized by the percentage of the elderly population from 2020 which is expected to reach more than 10 percent. In fact, from BPS projections, in 2045 Indonesia's elderly are estimated to reach almost one-fifth of Indonesia's entire population (BPS, 2020). Older people will experience a decrease in the function of several body organs which can cause decreased absorption of nutrients. This situation will of course affect the nutritional status of the elderly themselves, both undernutrition and overweight (overweight and obesity). Apart from that, it is necessary to pay attention to health problems which are currently a health problem often experienced by the elderly, namely hypertension. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The research sample was taken using a purposive sampling method with a minimum sample size of 100 elderly people. Nutritional status data was obtained by anthropometric measurements, blood pressure data was obtained by measuring the blood pressure of the elderly, and quality of life data was obtained by interviewing the WHOQOL BREF questionnaire. The results of the study showed that there was a significant relationship between Body Mass Index (BMI) and systolic blood pressure in the elderly (p=0.035, r=0.211) and there was a relationship between Body Mass Index (BMI) and the quality of life score in the elderly (p=0.034, r=0.212 ). The conclusion of this research is that the greater the body mass index (BMI) score of an elderly person, the higher the systolic blood pressure and the higher the quality of life score of an elderly person. Keyword: elderly, systolic blood pressure, quality of life, body mass index
STUDI KUALITATIF PERAN KELUARGA KEPADA IBU HAMIL ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJOWINANGUN, KOTA MALANG Habibie, Intan Yusuf; Wilujeng, Catur Saptaning; Arista, Nadya; Renata, Antonia; Amalia, Mia Vergoreta; Salihanisa, Audri Lukita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi anemia saat kehamilan merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi permasalahan baik secara global dan nasional. Permasalahan ini perlu didukung dengan adanya dukungan sosial, salah satunya dukungan keluarga untuk dapat membantu mengatasi kompleksnya permasalahan ibu hamil anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk dukungan keluarga pada ibu hamil anemia di Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode wawancara mendalam. Informan yang dilibatkan berjumlah 19 orang dengan rincian 13 orang ibu hamil anemia yang memenuhi kriteria inklusi penelitian dan dipilih menggunakan metode purposive sampling, dan serta melibatkan 6 informan pendukung dari bidan, ahli gizi, kader, ibu kandung dan suami dari ibu hamil, Penelitian ini berlangsung dari September – Oktober 2023 dengan lokasi Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dukungan suami yang didapatkan oleh ibu hamil anemia berkaitan dengan rekomendasi makan, aktivitas fisik, ketaatan konsumsi tablet tambah darah, kebutuhan fisik, dan pekerjaan rumah tangga. Sedangkan dukungan yang didapatkan dari ibu kandung dan ibu mertua berupa rekomendasi makan, pendampingan emosional selama hamil, dukungan fisik, dukungan moral, dan motivasi dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Dukungan suami dan ibu kepada ibu hamil dinilai penting dan berpengaruh terhadap kondisi kehamilan karena dukungan tersebut mampu membantu ibu hamil anemia dalam menjaga kondisi kesehatannya.