Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENANGANAN GENANGAN PADA WILAYAH KOTA BANJARMASIN SOLIKIN, SOLIKIN; Suhartanto, Ery; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.759 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.02

Abstract

ABSTRAK: Hujan seringkali mengakibatkan genangan di wilayah Banjarmasin. Hujan 30 Maret 2016, mengakibatkan genangan (tinggi ±8-60 cm) di Satuan Wilayah Penanganan Genangan (SWPG) Sudi Mampir. Tujuan penelitian ini mengkaji kapasitas drainase eksisting dan pengaruh pasang Sungai Martapura. Hujan rancangan dihitung dengan Log Pearson III. Debit banjir saluran drainase dihitung dengan Metode Rasional. Perhitungan debit banjir Sungai Martapura digunakan Metode HSS Nakayasu. Pemodelan profil aliran sungai dengan HEC-RAS v5.01. Perhitungan back water pada S. Telawang dengan Metode Tahapan Langsung. Hasil analisis, hujan yang terjadi sebesar 138 mm setara R32tahun. Terdapat 35 saluran tidak memadai di SWPG. Volume genangan akibat hujan di SWPG sebesar 54.470,07 m3, dengan tinggi rerata di lahan 10.3 cm dan 47 cm di jalan. Debit Sungai Martapura saat kejadian setara Q2tahun (566.54 m3/dtk). Volume dan luas genangan akibat luapan sungai di SWPG 2.216,68 m3 dan 11.093,26 m2. Tinggi rerata genangan di kawasan sekitar sungai ±20 cm.Kata kunci: Drainase, Genangan, Back Water, Pasang Surut, PolderABSTRACT: The rainfall often cause inundation in the area of Banjarmasin. Rainfall on March 30, 2016, cause inundation (high ± 8-60 cm) in SWPG Sudi Mampir. The purpose of this study to examine the capacity of the existing drainage and tidal influence of Martapura River. Maximum Rainfall with certain return period calculated by Log Pearson III. Maximum Discharge in drainage channels are calculated with Rational Method. Martapura River flood discharge calculation used Nakayasu HSS Method. Modeling of river flow profile with HEC-RAS v5.01. Calculation of back water in Telawang River used Direct Step Method. The results of the analysis, the rainfall that occurred at 138 mm equivalent R32tahun. There are 35 channels in SWPG inadequate. Volume of inundation rainfall in SWPG is 54470.07 m3, with a mean height in the land 10.3 cm and 47 cm on the roads. Discharge of Martapura river at the time equivalent Q2tahun (566.54 m3/sec). Volume and area of inundation due overflow of Martapura Rivers in SWPG is 2216.68 m3 and 11093.26 m2. High average inundation in the area around the Martapura River is ± 20 cm.Key words: Drainage, Inundation, Back Water, Tidal, Polder
Kajian Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Daerah Rawan Air Di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Rohmaningsih, Elin; Sholichin, Moh.; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.431 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.05

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji usaha pengembangan sistem penyediaan air bersih di Desa Sumbersih, pada aspek hidrolika, kualitas air, dan ekonomi. Analisa hidrolika dan kualitas air dilakukan memakai program WaterCAD V8i. Analisa ekonomi untuk menentukan harga air, dilakukan dengan skenario pengoperasian pompa menggunakan listrik dan solar cell. Hasil analisa hidrolika menunjukkan bahwa kondisi hidraulis jaringan perpipaan masih pada batas persyaratan teknis yang ditentukan, dengan kecepatan 0,03-0,97 m/dt, headloss gradient 0,09-14,45 m/km dan tekanan 11,18-69,31 mH2O. Kemudian, model hidrolika tersebut digunakan untuk analisa sisa klorin. Penginjeksian klorin dilakukan pada tandon sebesar 0,4 mg/l secara konstan. Sisa klorin yang dihasilkan memenuhi persyaratan yaitu 0,34-0,39 mg/l. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa skenario dengan solar cell memberikan harga air lebih rendah yaitu Rp 6.550,00/m3. Berdasarkan kemampuan membayar masyarakat Rp. 4.200,00/m3, dapat diketahui bahwa nilai subsidi pemerintah yang diperlukan sebesar Rp. 685.400.000,00.
Kajian Pemakaian Metode SWMHMS untuk Mencari Debit Sungai (Studi Kasus DAS Coban Rondo) Haribowo, Riyanto; Wayan S. J., Ida Ayu
Jurnal Teknik Pengairan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.742 KB)

Abstract

Kota Malang sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur memiliki peran penting atasketersediaan Sumber Daya Air. Khususnya di DAS Coban Rondo. Berkaitan dengan hal tersebut,dalam studi ini dikaji kondisi debit aliran sungai dengan lokasi studi di DAS Coban Rondo denganmenggunakan Model SWMHMS.Data-data yang diperlukan untuk menganalisis debit dengan menggunakan Model SWMHMSyaitu data curah hujan harian, evapotranspirasi potensial, data debit harian dan data klimatologi.Dari analisa dengan Model SWMHMS diketahui bahwa nilai KAR 34,5%. Besaran parameterModel SWMHMS untuk DAS Coban Rondo didapatkan AWC = 16,1, CN = 72,768, IRAC =0,028, PERCCOEF = 0,100, SC = 0,010 dan SYC = 382. Sedangkan komponen neraca air di DAS Coban Rondo adalah P (curah hujan) = 2372,94 m, AET (evapotranspirasi aktual) = 37,54 mm,RUNOFF (besarnya limpasan permukaan harian) = 402,14 mm, IGS (tampungan air tanah) =34294,97 mm, BSFL (aliran dasar) = 342,95 mm.Kata kunci : DAS Coban Rondo, debit aliran sungai , Model SWMHMS
APLIKASI MODEL AVSWAT 2000 UNTUK ANALISA SEDIMENTASI DAN PENENTUAN LOKASI BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN DI DAS LOGUNG eriawan, suluh; Taufiq, Mohammad.; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Di Hulu DAS Logung akan Waduk Logung yang telah dimulai pada Desember 2014 yaitu di Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Dalam upaya melindungi dan menjaga kelestarian bangunan waduk Logung dilakukan analisa untuk memprediksi erosi dan sedimentasi pada DAS Logung, termasuk di dalamnya jenis tanah, tata guna lahan, dan kelerengan. Analisa ini akan mengkaji besarnya limpasan, debit limpasan, erosi, dan sedimentasi di DAS Logung dengan menggunakan aplikasi model AVSWAT (Arc View Soil And Water Assessment Tool) 2000  Parameter-parameter dari DAS Logung selama 10 tahun akan digunakan untuk menghitung hasil erosi dan sedimentasi pada DAS Logung. Hasil erosi setiap subdas dapat digunakan untuk menganalisa besarnya Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada setiap subdas. Hasil dari besarnya Indek Bahaya Erosi (IBE) akan digunakan sebagai letak penentuan bangunan pengendali sedimen. Hasil perhitungan menggunakan AVSWAT 2000 mulai tahun 2006 sampai dengan tahun 2015 didapatkan nilai laju erosi rata-rata pada DAS Logung adalah sebesar 310,59 ton/ha/th dan hasil sedimen rata-rata sebesar 412,1 ton/ha/th. Lokasi bangunan pengendali sedimen yang terbesar volume tampungannya berada pada check dam 66 berada pada outlet subdas 45 dengan nilai IBE sangat tinggi, dengan volume tampungan check dam 66 adalah sebesar 2756,25 m3 diharapkan dapat mengontrol potensi volume sedimentasi normal sebesar 261,63 sehingga diharapkan tampungan sedimen pada check dam 66 akan terisi penuh dalam waktu 10,5 tahun. Kata Kunci : AVSWAT 2000, DAS Logung, erosi, sedimentasi, check dam   ABSTRACT : In the Upper Logung Watershed, the Logung Reservoir, which began in December 2014, is in Kudus Regency, Central Java Province.. In an effort to protect and preserve the Logung reservoir building analysis is carried out to predict erosion and sedimentation in the Logung watershed. soil type, land use, and slope.This analysis will assess runoff, runoff, erosion and sedimentation in the Logung watershed using the AVSWAT model application (Arc View Soil And Water Assessment Tool) 2000 The parameters of the Logung watershed for 10 years will be used to calculate erosion and sedimentation results in Logung Watershed. The erosion results of each subdas can be used to analyze the Erosion Hazard Index (IBE) in each subdas. The results of the magnitude of the Erosion Hazard Index (IBE) will be used as a location for determining sediment control buildings.The calculation results using AVSWAT 2000 from 2006 to 2015 found that the average erosion rate in the Logung watershed was 310.59 tons / ha / yr and the sediment yield averaged 412.1 tons / ha / yr. The location of the largest sediment control building is at checkpoint 66 and at the subdas 45 outlet with a very high IBE value, with a check reservoir 66 volume of 2756.25 m3 expected to control the potential for normal sedimentation volume of 261.63 so that the reservoir is expected the sediment at check 66 will be fully filled within 10.5 years. Keywords: AVSWAT 2000, Logung watershed, erosion, sedimentation, check dam
ANALISIS EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN DENGAN RUMUS EMPIRIS DI STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II KARANGPLOSO MALANG Halimathussa'diah, Siire; Harisuseno, Donny; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan merupakan data hidrologi yang sangatpenting dalam proses hidrologi. Salah satunya digunakan untuk memperkirakantampungan air untuk pemenuhan sumber daya air. Dalam memperkirakanevapotranspirasi rujukan dapat dilakukan dengan menggunakan alat lysimeterdan rumus empiris. Namun alat lysimeter di lokasi studi sering mengalamikerusakan sehingga diperlukan memperkirakan evapotranspirasi rujukanmenggunakan rumus empiris. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahuimetode yang paling baik dalam menentukan besaran evapotranspirasi rujukanpada lokasi studi. Metode yang digunakan pada studi ini diantaranya MetodeDavid, Metode Prescott, Metode Turc. Hasil evapotranspirasi rujukanmenggunakan rumus empiris dibandingkan dengan hasil pengamatan padakalibrasi menggunakan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (ENS), Mean Absolute Error(MAE), Koefisien Determinasi (R2) dan Kesalahan Relatif (Kr). Berdasarkankalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih data 14 tahun adalah MetodePrescott dengan nilai ENS = 0,689, nilai MAE = 0,233, nilai R2 = 0,8553 dan nilaiKr = 6,581%.Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih.ABSTRACT: Reference evapotranspiration is very important data in thehydrological process. One of them is used to estimate water storage forfulfillment of water resources. The reference evapotranspiration can be estimatedusing the lysimeter and empirical equations. However, the lysimeter in the studylocation is often damaged, so it is necessary to estimate the referenceevapotranspiration using empirical equations. Therefore, a study is needed tolook the best method to find the reference evapotranspiration at the studylocation. The methods used in this study include David's Method, PrescottMethod, Turc Method. The results of reference evapotranspiration using theempirical equations and ANN model compared with the results of observationson calibration using the Nash-Sutcliffe Efficiency Test (ENS), Mean AbsoluteError (MAE), Determination Coefficient (R2) and Relative Error (Kr). Based onthe calibration it was concluded that the chosen method of 14 years data wasPrescott Method with ENS value = 0,689, MAE value = 0,233, R2 = 0.8553 andKr value = 6,581%.Keywords: reference evapotranspiration, empirical equations, calibration,selected method.
ANALISA EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN DENGAN RUMUS EMPIRIS DI STASIUN GEOFISIKA KARANGKATES MALANG Adjit, Farhana Tamara Dewi Venussitha; Harisuseno, Donny; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan (ET0) merupakan evapotranspirasi pada suatu lahan yang ditumbuhi rumput hijau setinggi 8 – 15 cm atau disebut dengan tanaman rujukan. Besarnya nilai evapotranspirasi sulit diukur karena keterbatasan alat yang ada pada lokasi studi. Oleh karena itu dibutuhkan metode pendekatan yang cocok dan akurat untuk dapat menduga besarnya nilai evapotranspirasi. Studi ini bertujuan menganalisa metode yang cocok dan akurat dari beberapa rumus empiris yaitu Thornwhaite, Hargreaves 1974, dan Penman Monteith. Hasil ET0 rumus empiris dibandingkan dengan ET0 hasil pengamatan kemudian dilakukan kalibrasi dengan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil kalibrasi yang paling memenuhi parameter uji merupakan metode yang terpilih. Berdasarkan kalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih adalah Penman Monteith dengan nilai NSE tertinggi 0,977, nilai MAE paling rendah 0,131, nilai R2 tertinggi 0,844 dan nilai Kr paling rendah 3,688% Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih. ABSTRACT: Reference crop evapotranspiration (ET0) is evapotranspiration on a land by green grass with 8 – 15 cm height or known as crop reference. The amount of evapotranspiration is difficult to measure because there are limited devices in the study site. Therefore it needs suitable and accurate approach method to suppose the reference crop evapotranspiration value. The study aims to analyze the suitable and accurate methods of several empirical equations (Thornwhaite, Hargreaves 1974, and Penman Monteith). The (ET0) resulted from empirical formula compared to (ET0) observation then calibrated with the Nash- Sutcliffe (NSE) efficiency test, Mean Absolute Error (MAE), relative error (KR) and coefficient of determination (R2). The result of the calibration that fullfill the parameter is the selected method. Based on calibration concluded that the selected method was Penman Monteith with the highest NSE value 0,977,, the lowest MAE value 0,131, the highest R2 value 0,844 and the most recent Kr Low 3,688% Keywords: reference crop evapotranspiration, empirical equations, calibration, selected method.ABSTRAK: Evapotranspirasi rujukan (ET0) merupakan evapotranspirasi pada suatu lahan yang ditumbuhi rumput hijau setinggi 8 – 15 cm atau disebut dengan tanaman rujukan. Besarnya nilai evapotranspirasi sulit diukur karena keterbatasan alat yang ada pada lokasi studi. Oleh karena itu dibutuhkan metode pendekatan yang cocok dan akurat untuk dapat menduga besarnya nilai evapotranspirasi. Studi ini bertujuan menganalisa metode yang cocok dan akurat dari beberapa rumus empiris yaitu Thornwhaite, Hargreaves 1974, dan Penman Monteith. Hasil ET0 rumus empiris dibandingkan dengan ET0 hasil pengamatan kemudian dilakukan kalibrasi dengan Uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil kalibrasi yang paling memenuhi parameter uji merupakan metode yang terpilih. Berdasarkan kalibrasi disimpulkan bahwa metode terpilih adalah Penman Monteith dengan nilai NSE tertinggi 0,977, nilai MAE paling rendah 0,131, nilai R2 tertinggi 0,844 dan nilai Kr paling rendah 3,688% Kata Kunci: evapotranspirasi rujukan, rumus empiris, kalibrasi, metode terpilih. ABSTRACT: Reference crop evapotranspiration (ET0) is evapotranspiration on a land by green grass with 8 – 15 cm height or known as crop reference. The amount of evapotranspiration is difficult to measure because there are limited devices in the study site. Therefore it needs suitable and accurate approach method to suppose the reference crop evapotranspiration value. The study aims to analyze the suitable and accurate methods of several empirical equations (Thornwhaite, Hargreaves 1974, and Penman Monteith). The (ET0) resulted from empirical formula compared to (ET0) observation then calibrated with the Nash- Sutcliffe (NSE) efficiency test, Mean Absolute Error (MAE), relative error (KR) and coefficient of determination (R2). The result of the calibration that fullfill the parameter is the selected method. Based on calibration concluded that the selected method was Penman Monteith with the highest NSE value 0,977,, the lowest MAE value 0,131, the highest R2 value 0,844 and the most recent Kr Low 3,688% Keywords: reference crop evapotranspiration, empirical equations, calibration, selected method.
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA TEGALSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG dwi, hendrik; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sumber Dieng merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Malang yang mempunyai debit sebesar 150 lt/dt. Pada tahun 2037, Desa Tegalsari yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk sebesar 3.447 jiwa. Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD, perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman HSP Kabupaten Malang dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return dan Payback Period. Total kebutuhan air rata-rata ke 3 desa yaitu yang dibutuhkan sebesar 12,214 lt/dt. Hasil simulasi dengan program WaterCAD v8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk 3 desa tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya untuk 3 desa yaitu sebesar Rp. 2.898.930.882. Analisa ekonomi pada tingkat suku bunga 9,75% dan periode pengembalian selama 6 tahun dengan harga air Rp. 2.000,-/m3.   Kata Kunci: Jaringan pipa, air bersih, simulasi, rencana anggaran biaya, analisa ekoonomi ABSTRACT: Sumber Dieng is a source managed by PDAM district Malang which has a discharge of 150 lt / s . In 2037, Tegalsari Village located in Kepanjen District, Malang Regency has a population of 3,447 people. Simulation of water distribution network are using WaterCAD Program, RAB calculation is done by looking at Malang district HSP guidelines and economic analysis used, namely Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return and Payback Period. The total air demand needed in 3 villages is 12,214 lt / s. The results of the simulation with the WaterCAD v8i program show that the distribution of clean water for the 3 villages can be served 100% for the average needs and at peak hours. Budget plan for 3 villages is Rp. 2.898.930.882. Economic analysis at 9.75% interest rate and 6 year payback period with water price Rp. 2.000, - / m3. Keywords: Pipeline network, water, simulation, budget plan, economic analysis
STUDI PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BAKU DAN ANALISA HARGA DI DESA PESUCEN KECAMATAN KALIPURO KABUPATEN BANYUWANGI Octaviansyah, Yopie Dwi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Desa Pesucen di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi merupakan salahsatu desa yang belum memiliki jaringan air baku yang memadai. Dimana warga mendapatkanair dari jaringan eksisting namun debit yang keluar kecil. Studi kali ini bertujuan untukmembahas perencanaan jaringan air bersih di Desa Pesucen memanfaatkan debit Sumber MataAir Papring sebesar 22 l/dt. Pemodelan dan simulasi jaringan air bersih menggunakan aplikasisoftware WaterCAD V.8.i dengan pengaliran secara gravitasi, perhitungan RAB berpedomanpada HSP Kabupaten Banyuwangi dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit CostRatio, Net Present Value, Internal Rate of Return, payback period. Dari hasil pemodelan dansimulasi tanpa PRV menunjukkan kondisi hidrauliknya yaitu, kecepatan berkisar 0,0 – 0,6m/dt, headloss gradient berkisar 0,004 – 9,085 m/km, dan tekanan berkisar 1,07 – 17,78 atmsedangkan permodelan dan simulasi dengan PRV menunjukkan kondisi hidrauliknya yaitu,kecepatan berkisar 0,1 – 0,6 m/dt, headloss gradient berkisar 0,005 – 9,085 m/km, dan tekananberkisar 1,07 – 8 atm. Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp. 1.158.090.200,00. Analisaekonomi pada tingkat suku bunga 6,0% menyatakan bahwa nilai  BCR (Benefit Cost Ratio)sebesar 1,24, nilai NPV (Net Present Value) sebesar Rp 41.761.508,07/tahun, nilai IRR(Internal Rate Return) sebesar 8,521%, analisa pengembalian (payback period) selama 6,45tahun, dan harga jual airnya sebesar Rp. 1.700,00.Kata kunci: WaterCAD V.8.i, Rencana Anggaran Biaya,  Analisa EkonomiABSTRACT: Pesucen Village in Kalipuro District, Banyuwangi Regency is one of the villagesthat do not have adequate raw water network. Where residents get water from the existingnetwork but the discharge is small. This study aims to discuss the planning of clean waternetworks in Pesucen Village that utilize Papring Spring Source discharge of 22 l/s. Cleanwater network modeling and simulation using the WaterCAD V.8.i software application bygravity drainage, the RAB calculation is guided by the Banyuwangi Regency HSP and theeconomic analysis used is Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return,payback period. From the results of modeling and simulation without PRV, it shows itshydraulic conditions, speeds ranging from 0.0 - 0.6 m/s, headloss gradients ranging from0.004 - 9.085 m/km, and pressures ranging from 1.07 - 17.78 atm while modeling andsimulation with PRV it shows its hydraulic conditions, speeds ranging from 0.1 - 0.6 m/s,headloss gradients ranging from 0.005 - 9.085 m/km, and pressures ranging from 1.07 - 8 atm.Calculation of The Cost Estimation (RAB) of Rp. 1,158,090,200.00. Economic analysis at aninterest rate of 6.0% states that the BCR (Benefit Cost Ratio) value is 1.24, the NPV (NetPresent Value) value of Rp. 41,761,508.07/year, the IRR (Internal Rate Return) value is 8.521%, payback period analysis for 6.45 years, and the selling price of water is Rp. 1,700.00.Keywords : WaterCAD V.8.i, Calculation of The Cost Estimation, Economic Analysis
STUDI EFISIENSI PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK BUATAN MENGGUNAKAN ZIG – ZAG AERATOR DENGAN MEDIA FILTRASI PASIR SILIKA setyawan, satriyo ardhi; Prayogo, Tri Budi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat dan diiringi dengan semakin merebaknya permukiman akan berpengaruh terhadap jumlah buangan limbah domestik yang ditimbulkan oleh aktivitas rumah tangga. Hasil dari aktivitas rumah tangga merupakan sumber penghasil limbah domestik terbesar. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan pada penelitian ini pada faktorial 2x3x2 dengan 3 kali pengulangan. Faktor pertama yaitu debit. Debit yang digunakan yaitu 0,07 liter/detik dan 0,02 liter/detik. Faktor kedua yaitu kemiringan plat 0º, 5º, dan 10º. Faktor ketiga yaitu jumlah plat 6 dan 4. Penelitian ini menggunakan limbah domestik buatan dalam pengolahannya, serta menggunakan Zig – Zag Aerator dengan media filtrasi pasir silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efisiensi kemiringan plat, debit, dan jumlah plat pada pengolahan limbah domestik buatan menggunakan zig – zag aerator dengan media filtrasi pasir silika terhadap parameter kekeruhan, Dissolved Oxygen (DO), pH, dan Biochemical Oxygen Demand (BOD).  Dari hasil penelitian didapatkan efisiensi untuk Dissolved Oxygen (DO) 12% - 62%, kekeruhan sebesar 11% - 31%, pH 1% - 4% dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebesar 19% - 40%. Dari hasil perhitungan efisiensi dapat disimpulkan untuk pengolahan dengan zig – zag aerator yang baik mengolah limbah domestik buatan adalah perlakuan debit setengah jumlah plat 6 kemiringan plat 0o.   Kata Kunci: limbah domestik buatan, zig – zag aerator, pasir silika, efisiensi ABSTRACT: The rapid population growth which goes hand in hand with the expanding settlements affects the volume of domestic waste disposal produced by household activities which also are the biggest producer. The utilized research method of the study is Complete Random Design in the 2x3x2 factorial with three repetitions. The first factor is discharge which are in the levels of 0.07 liter/second and 0.02 liter/second. The second factor is the plates’ inclinations which are 0°, 5°, and 10°. The study employs both synthetic domestic waste and zig–zag Aerator with silica sand as the filtration media. The objective of the study is discovering the efficiency level of the plates’ inclinations, discharge, and the number of the plates in the waste treatment process toward the turbidity parameter, Dissolved Oxygen (DO), pH, and Biochemical Oxygen Demand (BOD). The findings point out that the efficiency of the DO is in the level of 12% - 62%, turbidity is between 11% - 31%, pH is within 1% - 4% and BOD lies around 19% - 40%. By the computation of the efficiency, the best treatment with zig–zag Aerator towards artificial domestic waste is the one with half the discharge and six plates in use with 0° inclination each. Keywords: Synthetic domestic waste, zig – zag aerator, silica sand, efficiency
STUDI PEMODELAN KUALITAS AIR DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DI KALI SURABAYA KOTA SURABAYA Fitrina, Halita; Haribowo, Riyanto; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Keberadaan air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk memenuhi segala kebutuhannya. Hanya 3% air tawar dari jumlah air di muka bumi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Oleh karena itu, sumber daya air yang ada harus dikelola dan dijaga sebaik mungkin. Tujuan dari studi ini adalah untuk memodelkan prediksi kualitas air di Kali Surabaya sebagai upaya memantau kondisi kualitas air khususnya parameter pH. Metode yang digunakan adalah dengan analisis parameter kualitas air pH yang dipengaruhi curah hujan, catchment area, dan penggunaan lahan. Analisis data dilakukan dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan atau JST menggunakan software Matlab R2014b. Pada penentuan model dengan kalibrasi, didapatkan model yang paling optimal yaitu model dengan variasi 75% tahun data pelatihan dengan 5 hidden layer dan epoch maksimum 2000. Dari hasil model tersebut didapatkan kesalahan relatif (KR) untuk parameter pH adalah sebesar 1,92%.   Kata Kunci: kualitas air, Kali Surabaya, jaringan syaraf tiruan, Matlab R2014b.   ABSTRACT: The existence of water is needed by living things to fulfill all their needs. Only 3% of fresh water on earth that are used by human. Therefore, the existing water resources must be managed and maintained as well as possible. The purpose of this study is to make prediction models of water quality conditions in Surabaya River, especially pH parameters. The method is analyzing the parameters of pH water influenced by rainfall, catchment area, and land use. Data analysis was performed by method of Artificial Neural Network or ANN using Matlab R2014b software. In determining the model with calibration, the most optimal model was obtained, namely a model with 75% variation in training data with 5 hidden layers and a maximum epoch of 2000. From the results of the model obtained a relative error (RE) for pH parameters respectively of 1.92%. Keywords: water quality, Surabaya River, artificial neural network, Matlab R2014b
Co-Authors A Tefa, Marcorio Aaron Petrova Abriani Abu Bakar Sambah Aditya Wibowo Adjit, Farhana Tamara Dewi Venussitha Agung Prabowo Aji, Azra Lindu Aldi Ainun Habibi Amrul, Muhammad Alfarisy Anak Agung Gede Sugianthara Andika Zuhdi Ramdani Anggani, Tsabita Putri Arief, Amalia Mardhatillah Ariza Julian Hakim Asprilian, Gio Fonseca Aulia Agustin Qurotulayun Awfiyaa, Husna Nadhira Awfiyaa, Husna Nadhira Bagas Kusdiyatno Wardana Bahrudin, Moh. Zainal Ball, James E. Berlian Gari Amrina Budiman, Farhan Putra Cahyani, Sylvia Regita Crhisti Riantika, Sonia Megah Daniswara, Demas Trihatma Daniswara, Demas Trihatma dewanti, valina ayu Dian Chandrasasi Dian Sisinggih Diana, Eka Wahyu Donny Harisuseno dwi, hendrik Emma Yuliani Emma Yuliani eriawan, suluh Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fadhilah, Arriel Fadhillah, Arriel Faqih, Abdurrachman Fitrina, Halita Hadi Kusuma, Fajar Sadewa Hafni, K.N. Hafsari, Vinda Halimathussa'diah, Siire hari siswoyo Hari Siswoyo Harisuseno, Donny Harisuseno, Donny Harso, Reni Meidha Hezron, Yoel Dongan Ida Ayu Wayan S. J. Irawan, Sharon Kezya Java Ismoyo, Janu Ivan Dwi P Ivan, Hans Ivan, Hans Jadfan Sidqi Fidari Janu Ismoyo Kiki Windi Safitri Kurniawan, Joko Laksono Trisnantoro Linda Prasetyorini M. Janu Ismoyo Made Dimas Permata Gupta Maulana, Firhand Moh. Sholichin Mohammad Bisri Muthi'ah Raudhatul Jannah Narariya, Ira Ni Luh Putri Prabandari Nugraha, Aldi Nuramalia, Rafika Nurdiansyah, Irfan Nurdiansyah, Irfan Nurwijayanti Octaviansyah, Yopie Dwi Permata, Veronika Yulia Pitojo Tri Juwono Prabandari, Ni Luh Putri Pradana, Ravi Prastya, Titah Andalan Norman Prayogo, T.B. Putera, Mu'ammar Farhan Putra, Farhan Akbar Darma Putri, Aulia Dinniar Rahadjeng, Aira Azzahra Rahmah Dara Lufira Rasyid, Feby Fetryanti Richa, Vicky Ataki Rini Wahyu Sayekti Rizal Rizal Rohmaningsih, Elin Runi Asmaranto Samsuri, Rifka Melania Kusumaningtyas Sandy Galang Prihatino Santikanuri, Arisda Maryama Saputra, Atha Ilham Saragih, Nadhirah Nurul Saleha Sari Rahmawati, Sari sari, windy setyawan, satriyo ardhi Shaleha, N.N. Shiddik, Muchammad Ja'far Sholichin, Moch Sihombing, Arion Frederick Sihombing, Hizkia Siswoyo, Hari Solichin, Moh. Solikin Solikin Sonia Megah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulistyo, Dani Febrian Sumiadi, Sumiadi Taufiq, Mohammad. Titah Andalan Norman Prastya Tri Budi Prayogo Tri Budi Prayogo, Tri Budi Vanadani Pranantya Very Dermawan Wafiya, Pradinska Nahda Wiguna, Adam Wijaya, Devy Risky Panji Windy Rosita Wirawan Putra, Rizky Almarendra Yohana Vivit Yudha, Nevandria Satrya Yuliana Wardani Yunita Kusuma Bintang yuriski, ryan isra' Yusril Fatrah Yuwansa, Satria Ilman ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma