Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perencanaan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Menggunakan Software WaterCAD Narariya, Ira; Sumiadi, Sumiadi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendistribusian air yang tidak merata di Kecamatan Labuapi mendorong adanya peningkatan pelayanan oleh PDAM. Terdapat beberapa daerah yang akan dilakukan peningkatan pelayanan, diantaranya Desa Kuranji, Desa Kuranji Dalang, dan Desa Perampuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem distribusi air bersih pada kondisi eksisting maupun kondisi pengembangan serta mengetahui besarnya rencana anggaran biaya yang harus dikeluarkan untuk tahap pengembangan. Simulasi kondisi hidrolik dilakukan dengan bantuan Software WaterCAD v8i berupa kontrol nilai tekanan (0.5-8 atm), kecepatan (0.1-2.5 m/dt) dan headloss gradient (0-15 m/km), perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman Harga Satuan Pekerjaan wilayah studi.  Hasil simulasi yang diperoleh dengan Software WaterCAD v8i menunjukkan bahwa nilai kecepatan, headloss gradient dan tekanan pada kondisi eksisting telah memenuhi kriteria perencanaan, sedangkan pada kondisi pengembangan nilai kecepatan, headloss gradient dan tekanan belum memenuhi kriteria perencanaan sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penambahan jaringan distribusi. Selain itu anggaran biaya yang dibutuhkan dalam tahap perencanaan pengembangan sebesar Rp 2,997,490,462. Unequal distribution of water in Labuapi District has led to an increase in services by PDAM. There are several areas that will an increase in services, including Kuranji Village, Kuranji Dalang Village and Perampuan Village. This study aims to evaluate the distribution system of clean water in existing conditions and development conditions as well as knowing the magnitude of the planned budget costs that must be spent for the development stage. Hydraulic condition simulation using the aid of WaterCAD v8i Software in the form of pressure value control (0.5-8 atm), velocity (0.1-2.5 m/s) and headloss gradient (0-15 m/km), RAB calculation is done by looking at Work Unit Price guideliines for the study area. Simulation results obtained from WaterCAD v8i Software showed that the velocity, headloss gradient and pressure values in the existing conditions meet the planning criteria, while in the development conditions velocity, headloss gradient and pressure do not meet the planning criteria so the distribution network needs to be improved. In addition, the budget needed for the development planning is Rp 2,997,490,462.  
Penentuan Skala Prioritas Pengembangan Potensi Mata Air Untuk Irigasi Di Kabupaten Tuban Dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process Pranantya, Vanadani; Siswoyo, Hari; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi mata air yang digunakan sebagai sumber air irigasi di Kabupaten Tuban belum sepenuhnya memiliki infrastruktur yang layak sebagai sarana irigasi. Potensi mata air tersebut dikembangkan dengan cara membangun infrastruktur untuk keperluan irigasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan skala prioritas pengembangan potensi mata air untuk irigasi. Penelitian ini dilakukan di 10 lokasi mata air yang mengalir sepanjang musim di Kabupaten Tuban. Pengembangan potensi mata air dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi mata air berdasarkan aspek kuantitas air, aspek kualitas air, dan aspek kontinuitas aliran. Hasil identifikasi tersebut dapat digunakan dalam penentuan skala prioritas pengembangan potensi mata air dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Aspek kuantitas air di lokasi penelitian berada dalam rentang besarnya debit air 21 liter/detik – 1134 liter/detik. Aspek kualitas air untuk irigasi yang ditentukan berdasarkan nilai daya hantar listrik pada suhu 25⁰C (DHL25⁰C) sebesar 467 μS/cm – 566 μS/cm dan nilai rasio serapan natrium (SAR) sebesar 0,007 – 0,020. Mata air di lokasi penelitian bersifat musiman. Skala prioritas pengembangan potensi mata air untuk irigasi secara berurutan adalah Mata Air Bektiharjo, Mata Air Srunggo, Mata Air Ngerong, Mata Air Kerawak, Mata Air Beron, Mata Air Bangkok, Mata Air Jadi, Mata Air Mejiret, Mata Air Ngajaran, dan Mata Air Lanang.Spring potentials that used as irrigation source in Tuban Regency don’t have feasible infrastructure for irrigation. The spring potentials should be developed by constructing infrastructure for irrigation. This research was conducted to determine the development priority scale of spring potential for irrigation. The study was carried out at 10 spring locations that flow in all seasons in Tuban regency. The spring potential development can be done by identifying the spring potentials based on the spring development aspect such as, water quantity, water quality and water flow continuity. The identification results can be used to determine the development priority scale of spring potential by using Analytic Network Process (ANP). The quantity aspects at the research location is in the range of water discharge 21 liters/second – 1134 liters/second. The water quality aspect for irrigation that is determined based on the electrical conductivity at temperature of 25oC (EC25⁰C) of 467 μS/cm – 566 μS/cm and sodium absorption ratio (SAR) values in the range 0,007 – 0,020. The spring at the research location is intermitten springs. The priority scale development of spring potential for irrigation is Bektiharjo spring, Srunggo spring, Ngerong spring, Kerawak spring, Beron spring, Jadi spring, Ngajaran spring, Bangkok spring, and Lanang spring.
PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA ARGOYUWONO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG DENGAN BANTUAN APLIKASI WATERCAD v8.i Wiguna, Adam; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang merupakan pedesaan yang terletak di kaki Gunung Semeru. Namun, di desa tersebut belum ada jaringan perpipaan. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk merencanakan jaringan perpipaan yang layak secara jangkauan pelayanan, hidraulika dan ekonomi. Data yang digunakan dalam perencanaan ini adalah peta topografi untuk perencanaan jaringan pipa, data jumlah penduduk dari tahun 2008 - 2017 untuk memproyeksikan jumlah kebutuhan air, data debit sumber mata air dengan potensi debit 6 liter/detik untuk menganalisa kondisi hidraulik di dalam pipa, dan data harga satuan bahan bangunan untuk menghitung RAB dan menganalisa kelayakan ekonomi dari rencana proyek. Dalam studi ini gambar jaringan perpipaan terlampir pada gambar 1, metode proyeksi yang digunakan adalah metode eksponensial dengan jumlah penduduk ditahun 2037 adalah 3658 jiwa, dan kebutuhan air rata-rata ditahun 2037 adalah 3,51 liter/detik. Analisa hidraulik menggunakan aplikasi WaterCAD v.8i menunjukan kondisi hidraulik sebagai berikut, velocity adalah 0,10 – 0,50 m/dt, headloss gradient adalah 0,10 – 11,57 m/km, dan pressure adalah 1,50 - 8,00 atm. RAB yang akan dibutuhkan adalah Rp 2.992.525.000,00, perhitungan analisa ekonomi dengan tingkat suku bunga 5,25% dan usia guna pembangunan 20 tahun menyatakan bahwa, nilai BCR 1,16617, nilai NPV Rp 52.204.374,37/tahun, nilai IRR 7,1%, analisa payback period adalah 9,8 tahun, dan harga jual airnya sebesar Rp 4.200,00/m3.   Argoyuwono Village, Ampelgading District, Malang Regency is a village located at the base of Semeru Mountain. However, in the village there was no pipeline. The purpose of this study is to plan a proper pipeline network in terms of service, hydraulics and economy. The data used in this plan is a topographic map for pipeline planning, population data from 2008 - 2017 to project the amount of water needed, water source data with a potential discharge of 6 liters/second to analyze hydraulic conditions in the pipeline, and unit price of building materials to calculate the budget plan and analyze the economic viability of the project plan. In this study the pipe network picture is attached in figure 1, the projection method used is an exponential method with a population of 2037 is 3658 people, and the average water demand in 2037 is 3.51 liters/second. Hydraulic analysis using the WaterCAD v8.i software shows the following hydraulic conditions, velocity is 0.10 - 0.50 meters/second, headloss gradient is 0.10 - 11.57 m/km, and pressure is 1.50 - 8.00 atm. The budget plan that will be needed is Rp 2,992,525,000.00, the calculation of economic analysis with an interest rate of 5.25% and the age of development for 20 years states that, the BCR value is 1.16617, the NPV value of Rp. 52,204,374.37/year, the value IRR 7.1%, analysis of payback period is 9.8 years, and the selling price of water is Rp 4,200.00/m3.
ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KARBON AKTIF CANGKANG BUNGA PINUS DENGAN KARBON AKTIF BATOK KELAPA DALAM MEREDUKSI TIMBAL Putri, Aulia Dinniar; Yuliani, Emma; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas dalam mereduksi timbal serta mutu dari karbon aktif cangkang bunga pinus dengan karbon aktif batok kelapa. Metode yang dilakukan adalah karbonisasi cangkang bunga pinus kemudian diaktivasi menggunakan aktivator KOH dengan konsentrasi 30% dan 50% dan waktu aktivasi 60, 90, dan 120 menit. Karbon aktif kemudian digunakan sebagai material alat filter dan hasilnya akan diuji kualitas airnya dengan spektrofotometri dan karbonnya akan diuji dengan SEM-EDX. Hasil yang didapatkan untuk uji mutu karbon adalah nilai rendemen dengan nilai sebesar 17,5%; kadar air dengan nilai berkisar antara 0,559%-13,492%; serta kadar abu nilainya berkisar antara 6,175%-9,649%. Nilai efektivitasnya berkisar antara 89%-100%. Hasil uji SEM-EDX dengan hasil secara kasat mata karbon aktif cangkang bunga pinus 50% 120 menit memiliki jumlah pori yang paling banyak dan ukuran rongga yang paling seragam dibandingkan yang lainnya.This research aimed to determine pinecone activated carbon effectiveness in reducing lead and its quality compared with coconut shell activated carbon. The methods used are carbonization of the pinecones and then activation with KOH as an activator with concentration of 30% and 50% and activation time of 60, 90, and 120 minutes. Activated carbons then are used as filter material and its result will be tested for water quality by spectrophotometry, the carbon will be tested by SEM-EDX. The results that had been obtained were rendemen with value of 17,5%; moisture content with value raging between 0,559%-13,492%; and ash content with value raging between 6,175%-9,649%. The effectiveness raging between 89%-100%. For the SEM-EDX test, in plain view, pinecone activated carbon 50% 120 minutes has the most number of pores and has the most uniform pore size than other variations.
OPTIMASI SISTEM MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK MCK TERPADU KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Saragih, Nadhirah Nurul Saleha; Haribowo, Riyanto; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi sistem Multi Soil Layering (MSL) dalam tiga tahap pelaksanaan yaitu pengolahan tahap pertama untuk pemilihan lapisan permeabel yang terbaik antara batu apung, pasir silika dan zeolit yang akan dikombinasikan dengan blok campuran tanah pada pengolahan tahap kedua dan ketiga. Variasi arang yang dipilih merupakan arang tempurung kelapa untuk reaktor MSL A, sekam padi untuk MSL B, dan arang tongkol jagung untuk MSL C. Debit masuk yang digunakan adalah Q1 0,0063 L/detik dan Q2 0,0126 L/detik. Hasil yang didapatkan akan dibandingakan dengan Permen LHK No.68 Tahun 2016 dan PP RI No 82 Tahun 2001. Pada pengolahan tahap pertama, dari hasil perhitungan efisiensi setiap parameter TDS, TSS, pH dan DO berurutan untuk reaktor pasir silika (Q1) adalah 10,86%; 82%; 5,33% dan 128,43% dan sebesar 7,41%; 64,57%; 1,42% dan 120,03% (Q2). Efisiensi MSL A-Standar 18,13%; 79,68%; 2,60% dan 126,67% (Q1) dan sebesar 29,99%; 77,76%; 1,62% dan 95,80% (Q2) dimana pada reaktor MSL A¬Standar media pasir silika dan variasi arang tempurung kelapa merupakan reaktor terbaik di pengolahan tahap kedua. Efisiensi MSL B-Modifikasi secara berurutan adalah 33,16%; 84,32%; 1,77%; 128,90% (Q1) dan sebesar adalah 30,80%; 80,54%; 1,50% dan 108,17% (Q2). Pada tahap ketiga, MSL B-Modifikasi merupakan reaktor yang paling optimal dibandingkan semua reaktor. Berdasarkan pengukuran kualitas air efluen dan efisiensi reaktor serta penilaian dengan metode skoring dapat diketahui bahwa MSL B-Modifikasi yang disusun dengan pasir silika dan blok campuran tanah oleh variasi arang sekam padi adalah reaktor MSL yang paling optimal dalam mengolah limbah cair domestik MCK Terpadu.This study aimed to determine the efficiency of the Multi Soil Layering (MSL) system in three stages of implementation, the first stage of treatment selects the best permeable layers between pumice, silica sand and zeolite which would be combined with soil mixture blocks in the second and third stages of treatment. Variations of selected charcoal were coconut shell charcoal for MSL A reactor, rice husk for MSL B, and corncob charcoal for MSL C. The flowrates used were Q1 0.0063 L/sec and Q2 0.0126 L/sec. The results obtained would be compared with Permen LHK No.68 Tahun 2016 and PP RI No 82 Tahun 2001. In the first stage treatment, results showed that efficiency of each parameters TDS, TSS, pH and DO sequentially for sillica sand reactor were 10,86%; 82%; 5,33% and 128,43% (Q1) and 7.41%; 64.57%; 1.42% and 120.03% (Q2). The efficiency of MSL A-Standard were 18.13%; 79.68%; 2.60% and 126.67% (Q1) and 29.99%; 77.76%; 1.62% and 95.80% (Q2) where the MSL A-Standard which consisted silica sand and coconut shell charcoal was the best reactor in the second stage of treatment. The efficiency of MSL B-Modified sequentially were 33.16%; 84.32%; 1.77%; 128.90% (Q1) and 30.80%; 80.54%; 1.50% and 108.19% (Q2). In the third stage of treatment, MSL B-Modified was the most optimal reactor compared to all reactors. Based on measurements of effluent water quality and reactor efficiency as well as an assessment by scoring method it could be seen that MSL B-Modified which formed by silica sand and soil mixture blocks of rice husk charcoal was the most optimal MSL reactor in treating MCK Terpadu’s domestic wastewater.
EVALUASI SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI ZONA WENDIT PDAM KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM WATERCAD V8i Nuramalia, Rafika; Haribowo, Riyanto; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi sistem distribusi air bersih bertujuan untuk mengetahui besar kebutuhan air, kondisi hidraulik, sisa klorin, dan kondisi hidran ideal di Zona Wendit. Perhitungan yang dilakukan yaitu proyeksi penduduk dengan metode aritmatik dan kebutuhan air berdasarkan Peraturan Menteri PU dan Peraturan Walikota Malang. Hasil perhitungan kebutuhan air kondisi eksisting yaitu 303,95 l/detik, kondisi pengembangan yaitu 704,81 l/detik dan kebutuhan dengan satu hidran yaitu 744,81 l/detik. Hasil tersebut tidak mencukupi karena ketersediaan air di Sumber Wendit II yaitu 370,16 l/detik. Oleh karena itu perlu menambahkan debit pada sumber. Selanjutnya melakukan simulasi dengan software WaterCAD V8i. Berdasarkan simulasi, didapatkan tekanan -1,29 – 10,56 atm, kecepatan 0 – 5,47 m/detik, headloss gradient 0 – 335,06 m/km pada kondisi eksisting dan tekanan 0,51 – 10 atm, kecepatan 0 – 3,79 m/detik, headloss gradient 0 – 15 m/km pada kondisi pengembangan. Hasil kecepatan tersebut belum memenuhi syarat, untuk itu perlu menambah katup penguras agar tidak tejadi sedimentasi. Hasil sisa klorin berdasarkan simulasi pada kondisi eksisting yaitu 0,503 – 0,797 mg/l dan kondisi pengembangan yaitu 0,312 – 0,398 mg/l. Hasil simulasi lainnya yaitu hidran dengan debit 40 l/detik didapatkan tekanan -35,45 – -34,22 atm. Hasil ini tidak memenuhi syarat pada SNI 03-1735-2000. Oleh karena itu perlu menambah jaringan baru untuk hidran agar tekanan dapat sesuai syarat.   Evaluation of fresh water distribution systems aims to determine the amount of water needed, hydraulic conditions, chlorine residual, and ideal hydrant conditions in the Wendit Zone. Calculations is done by the population projections with arithmetic methods and water demand based on the Regulation of Minister o Public Works and Regulation of Malang Mayor. The results of the calculation of the existing water condition requirements are 303.95 l/second, the development conditions are 704.81 l/second and the demand for a single hydrant is 744.81 l/second. These results were inadequate because of the availability of water at Sumber Wendit II was 370.16 l/second. Therefore it is necessary to add debit of water to the source. A simulation is done using WaterCAD V8i software, obtained a pressure of -1.29 – 10.56 atm, velocity 0 – 5.47 m/second, headloss gradient 0 – 335.06 m/km in the existing conditions and pressure 0.51 – 10 atm, velocity 0 – 3.79 m/second, headloss gradient 0 – 15 m/km under development conditions. The velocity results are not eligible, so it is necessary to add a drain valve to avoid sedimentation. The results of residual chlorine based on simulation in the existing conditions are 0.503 – 0.797 mg/l and the development conditions are 0.312 – 0.398 mg/l. Other simulation results are hydrants with a discharge of 40 l/second obtained pressure of -35,45 – -34,22 atm. These results do not meet the requirements of SNI 03-1735-2000. Therefore it is necessary to add a new network for hydrants so that the pressure can be in accordance with the requirements.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN JARINGAN AIR BAKU DI KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Asprilian, Gio Fonseca; Haribowo, Riyanto; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Polewali mengalami pertambahan penduduk sebanyak 54.843 jiwa pada Tahun 2010, menjadi sebanyak 61.072 jiwa pada Tahun 2017, hal ini menyebabkan kebutuhan air baku meningkat. Penelitian dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan air baku dengan intake bendung dari Sungai Madatte. Pemenuhan kebutuhan air baku dilakukan dengan melakukan perencanaan distribusi air baku yang  meliputi kebutuhan dan ketersediaan air baku, perencanaan distribusi dan rencana anggaran biaya. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan kebutuhan domestik, non domestik, fluktuasi kebutuhan air dan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk. Sedangkan ketersediaan air baku dapat diidentifikasi dengan melakukan analisis frekuensi terhadap data debit yang tersedia. Perencanaan jaringan distribusi air baku dilakukan dengan mengidentifikasi nilai debit dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams. Perhitungan rencana anggaran biaya dilakukan berdasarkan pedoman Peraturan Menteri Pekerjaan Umum 18/PRT/M/2007. Berdasarkan Penelitian diketahui besarnya kebutuhan air baku sebesar 121,526 liter/detik dan ketersediaan debit sebesar 347,78 liter/detik. Perencanaan jaringan distribusi air baku dialirkan melalui pipa dari intake bendung ke tandon yang bervolume 1.000 meter kubik sepanjang 7.207 meter. Distribusi dari tandon hingga ke daerah layanan menggunakan pipa sepanjang 35.123 meter. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk perencanaan sebesar Rp. 84.337.300.000 terbilang (Delapan puluh empat milyar tiga ratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus ribu rupiah).Polewali district had a population increase of 54,843 in 2010, becoming as many as 61,072 in 2017, this led to increased water demand. This research was conducted to fulfill the need of water with the weir intake of the Madatte River. Fulfillment of water needs is done by conducting water distribution planning which includes the needs and availability of water, distribution planning and budget plan. The fulfillment of these needs can be identified based on domestic, non-domestic needs, fluctuations in water demand and projected population growth. While the availability of water can be identified by performing frequency analysis of the available debit data. Planning of water distribution network is done by identifying the value of discharge by using Hazen-Williams equation. The calculation of budget plan is done based on the ministerial regulation guidelines of the general works of 18/PRT/M/2007. Based on research, it is known that the water demand is 121.526 liters/second and the availability of discharge is 347.78 liters/second. Planning of the water distribution network is streamed through the pipeline from the weir intake to the Reservoir which has a volume of 1,000 meter kubik along 7,207 meters. Distribution from Tandon to the service area using pipes over 35,123 meters. Budget plan (RAB) is required for planning amounting to Rp. 84,337,300,000 (eighty-four billion three hundred thirty-seven million three hundreds thousand rupiah). 
KAJIAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA PDAM TIRTA BARITO KOTA BUNTOK Diana, Eka Wahyu; Sholichin, Mohammad; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM of Buntok City is a supplier of clean water needs for the area of Buntok Kota, Hilir Sper, Jelapat and Pamait villages. Utilization of discharge is not optimal and water loss is service constraint. This study aims to realize a distribution network system that is able to serve up to 2038 by evaluating the existing conditions of clean water distribution networks,network development plans, water quality and economic analysis to determine water prices. The results of hydraulic simulation show that the existing conditions of pressure and headloss gradient meet technical criteria while the speed is not up standard. Then the development simulation meets the technical requirements of 0,3-4,5 m/s, headloss gradient 0-15 m/km, pressure 0,5-8 atm. Simulation of residual injection chlorine concentration at the inlet reservoir of 0,4 mg/l are given constantly. The results of residual chlorine simulation meet the criteria of 0,383-0,395 mg/l. Economic analysis found that water prices were Rp.6.100,00/m³,BCR 1,23 IRR 12,14% and 11-year BEP. Analysis of the ability of the community to pay Rp.4.200/m³, the amount of government subsidy is Rp.13.905.747.800,00.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR TAMBANG BATUBARA DENGAN TEKNOLOGI SETTLING POND PT. BAHARI CAKRAWALA SEBUKU DI KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Awfiyaa, Husna Nadhira; Haribowo, Riyanto; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air limbah tambang batubara di inlet dan outlet lokasi lubang tambang dan stockpile PT. BCS serta mengevaluasi kondisi dimensi eksisting settling pond. Penelitian menggunakan metode survei dengan mengumpulkan data primer dan sekunder.  Baku mutu air limbah batubara dinilai berdasarkan Pergub Kalsel No.36 Tahun 2008. Kualitas air limbah pada outlet settling pond lubang tambang untuk parameter TSS, Fe, Mn, Cd dan pH secara berurutan adalah 14 mg/l; 0,238 mg/l; 2,960 mg/l; 0,005 mg/l dan 2,76 sedangkan pada outlet settling pond stockpile adalah 11 mg/l; 0,112 mg/l; 1,220 mg/l; 0,004 mg/l dan 6,11. Hasil perhitungan waktu pengendapan pada kondisi eksisting settling pond lubang tambang adalah 13 menit dan waktu tinggal untuk kolam 1-5 adalah 8,2 menit; 8,6 menit; 12,4 menit; 11,7 menit dan 24,2 menit. Sedangkan pada kondisi eksisting settling pond stockpile waktu pengendapan adalah 3,3 menit dan waktu tinggal kolam 1-3 adalah 6 menit; 11,9 menit dan 8,7 menit. Hasil perhitungan perluasan settling pond lubang tambang hingga tahun 2028 menjadi (2 m x 47 m x 70 m) untuk kolam 1-5 sehingga waktu pengendapannya menjadi 13,4 menit dengan waktu tinggalnya menjadi 1,1 jam. Dosis kapur yang dibutuhkan untuk settling pond lubang tambang adalah 0,038 kg/m3.This study aimed to determine the quality of coal mine wastewater in the inlet and outlet locations of the mining pit and stockpile of PT. BCS and evaluate the dimensions of the existing settling pond. The study used survey methods by collecting primary and secondary data. Coal mine wastewater quality standard was assessed based on the Regulation of the Governor of South Kalimantan No.36 Year 2008. The quality of wastewater at the outlet of mine pit settling pond for TSS, Fe, Mn, Cd and pH parameters respectively was 14 mg/l; 0,238 mg/l; 2,960 mg/l; 0,005 mg/l and 2,76 while at the outlet of stockpile settling pond is 11 mg/l; 0,112 mg/l; 1,220 mg/l; 0,004 mg/l and 6,11. The results of the calculation of settling time in the existing condition of the mine pit settling pond are 13 minutes and the retention time for ponds 1 to 5 is 8,2 minutes; 8,6 minutes; 12,4 minutes; 11,7 minutes and 24,2 minutes. Whereas in the existing condition of stockpile settling pond the settling time is 3,3 minutes and the retention time for ponds 1 to 3 is 6 minutes; 11,9 minutes and 8,7 minutes. The results of the calculation of the expansion of mine pit settling pond until 2028 is (2 m x 47 m x 70 m) for ponds 1 to 5 so that the settling time is 13,4 minutes with the retention time is 1,1 hours. The dosage of lime needed for mine pit settling pond is 0,038 kg/m3.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR TAMBANG BATUBARA DENGAN TEKNOLOGI SETTLING POND PT. BAHARI CAKRAWALA SEBUKU DI KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Awfiyaa, Husna Nadhira; Haribowo, Riyanto; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air limbah tambang batubara di inlet dan outlet lokasi lubang tambang dan stockpile PT. BCS serta mengevaluasi kondisi dimensi eksisting settling pond. Penelitian menggunakan metode survei dengan mengumpulkan data primer dan sekunder.  Baku mutu air limbah batubara dinilai berdasarkan Pergub Kalsel No.36 Tahun 2008. Kualitas air limbah pada outlet settling pond lubang tambang untuk parameter TSS, Fe, Mn, Cd dan pH secara berurutan adalah 14 mg/l; 0,238 mg/l; 2,960 mg/l; 0,005 mg/l dan 2,76 sedangkan pada outlet settling pond stockpile adalah 11 mg/l; 0,112 mg/l; 1,220 mg/l; 0,004 mg/l dan 6,11. Hasil perhitungan waktu pengendapan pada kondisi eksisting settling pond lubang tambang adalah 13 menit dan waktu tinggal untuk kolam 1-5 adalah 8,2 menit; 8,6 menit; 12,4 menit; 11,7 menit dan 24,2 menit. Sedangkan pada kondisi eksisting settling pond stockpile waktu pengendapan adalah 3,3 menit dan waktu tinggal kolam 1-3 adalah 6 menit; 11,9 menit dan 8,7 menit. Hasil perhitungan perluasan settling pond lubang tambang hingga tahun 2028 menjadi (2 m x 47 m x 70 m) untuk kolam 1-5 sehingga waktu pengendapannya menjadi 13,4 menit dengan waktu tinggalnya menjadi 1,1 jam. Dosis kapur yang dibutuhkan untuk settling pond lubang tambang adalah 0,038 kg/m3.This study aimed to determine the quality of coal mine wastewater in the inlet and outlet locations of the mining pit and stockpile of PT. BCS and evaluate the dimensions of the existing settling pond. The study used survey methods by collecting primary and secondary data. Coal mine wastewater quality standard was assessed based on the Regulation of the Governor of South Kalimantan No.36 Year 2008. The quality of wastewater at the outlet of mine pit settling pond for TSS, Fe, Mn, Cd and pH parameters respectively was 14 mg/l; 0,238 mg/l; 2,960 mg/l; 0,005 mg/l and 2,76 while at the outlet of stockpile settling pond is 11 mg/l; 0,112 mg/l; 1,220 mg/l; 0,004 mg/l and 6,11. The results of the calculation of settling time in the existing condition of the mine pit settling pond are 13 minutes and the retention time for ponds 1 to 5 is 8,2 minutes; 8,6 minutes; 12,4 minutes; 11,7 minutes and 24,2 minutes. Whereas in the existing condition of stockpile settling pond the settling time is 3,3 minutes and the retention time for ponds 1 to 3 is 6 minutes; 11,9 minutes and 8,7 minutes. The results of the calculation of the expansion of mine pit settling pond until 2028 is (2 m x 47 m x 70 m) for ponds 1 to 5 so that the settling time is 13,4 minutes with the retention time is 1,1 hours. The dosage of lime needed for mine pit settling pond is 0,038 kg/m3.
Co-Authors A Tefa, Marcorio Abriani, Aaron Petrova Abu Bakar Sambah Aditya Wibowo, Aditya Adjit, Farhana Tamara Dewi Venussitha Agung Prabowo Aji, Azra Lindu Aldi Ainun Habibi Amrul, Muhammad Alfarisy Anak Agung Gede Sugianthara Andika Zuhdi Ramdani Anggani, Tsabita Putri Arief, Amalia Mardhatillah Arisda Maryama Santikanuri Asprilian, Gio Fonseca Aulia Agustin Qurotulayun Awfiyaa, Husna Nadhira Awfiyaa, Husna Nadhira Bahrudin, Moh. Zainal Ball, James E. Berlian Gari Amrina Budiman, Farhan Putra Cahyani, Sylvia Regita Crhisti Riantika, Sonia Megah Damayanti, Alvine Cinta Daniswara, Demas Trihatma Daniswara, Demas Trihatma dewanti, valina ayu Dian Chandrasasi Dian Sisinggih Diana, Eka Wahyu Donny Harisuseno dwi, hendrik Emiliawati, Sris Novita Emma Yuliani eriawan, suluh Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fadhilah, Arriel Fadhillah, Arriel Faqih, Abdurrachman Fitrina, Halita Hadi Kusuma, Fajar Sadewa Hafni, K.N. Hafsari, Vinda Hakim, Ariza Julian Halimathussa'diah, Siire hari siswoyo Hari Siswoyo Harisuseno, Donny Harisuseno, Donny Harso, Reni Meidha Hasibuan, Fachry Rizaldy Hezron, Yoel Dongan Ida Ayu Wayan S. J. Irawan, Sharon Kezya Java Ismoyo, Janu Ivan Dwi P Ivan, Hans Ivan, Hans Jadfan Sidqi Fidari Khoiri, Ahmad Hirson Kiki Windi Safitri Kurniawan, Joko Laksono Trisnantoro Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Janu Ismoyo Made Dimas Permata Gupta Maulana, Firhand Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mukti, Galih Teja Muthi'ah Raudhatul Jannah Narariya, Ira Ni Luh Putri Prabandari Nugraha, Aldi Nur A. A, Richarta Vichotama Nuramalia, Rafika Nurdiansyah, Irfan Nurdiansyah, Irfan Nurwijayanti Octaviansyah, Yopie Dwi Permata, Veronika Yulia Pitojo Tri Juwono Prabandari, Ni Luh Putri Pradana, Ravi Prastya, Titah Andalan Norman Prayogo, T.B. Prihatino, Sandy Galang Putera, Mu'ammar Farhan Putra, Farhan Akbar Darma Putri, Aulia Dinniar Rahadjeng, Aira Azzahra Rahmah Dara Lufira Rasyid, Feby Fetryanti Richa, Vicky Ataki Rini Wahyu Sayekti Rizal Rizal Rohmaningsih, Elin Runi Asmaranto Samsuri, Rifka Melania Kusumaningtyas Saputra, Atha Ilham Saragih, Nadhirah Nurul Saleha Sari Rahmawati, Sari sari, windy setyawan, satriyo ardhi Shaleha, N.N. Shiddik, Muchammad Ja'far Sholichin, Moch Sholichin, Moh Sihombing, Arion Frederick Sihombing, Hizkia Siswoyo, Hari Solichin, Moh. Solikin Solikin Sonia Megah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulistyo, Dani Febrian Sumiadi, Sumiadi Taufiq, Mohammad. Titah Andalan Norman Prastya Tri Budi Prayogo Tri Budi Prayogo, Tri Budi Ussy Andawayanti Vanadani Pranantya Very Dermawan Wafiya, Pradinska Nahda Wardana, Bagas Kusdiyatno Wiguna, Adam Wijaya, Devy Risky Panji Windy Rosita Wirawan Putra, Rizky Almarendra Yohana Vivit Yudha, Nevandria Satrya Yuliana Wardani Yunita Kusuma Bintang yuriski, ryan isra' Yusril Fatrah Yuwansa, Satria Ilman ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma