Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Hidrodinamika Di Perairan PLTU Palu-3 Dengan Menggunakan Aplikasi Numerik Delft3D Riyadi, Bagus; Sisinggih, Dian; Sajali, Amar
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.111

Abstract

Analisa di Perairan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu-3 ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi numerik Delft3D mempunyai tujuan untuk mengetahui pola hidrodinamika. Aspek-aspek hidrodinamika seperti, pola arus, pasang surut, gelombang, dan sedimentasi dilakukan dengan pendekatan metode numerik dalam mengetahui dan mengevaluasi pola aktifitas hidrodinamika di PLTU Palu-3. Pemodelan pasang surut menjadi parameter pembangkit utama dalam memahami perubahan ketinggian muka air secara periodik dengan memvalidasikan data observasi dengan pemodelan bedasarkan nilai RMSE = 0,043 m dan MAE = 0,0016 m. Analisa gelombang dilakukan untuk memahami pola distribusi ketinggian dan arah gelombang di perairan tersebut. Selain itu analisa sedimentasi untuk mengetahui pergerakan sedimen di sekitar perairan dengan pasang surut dan gelombang sebagai pembangkit pergerakan tersebut. Pengaruh sedimentasi terhadap perubahan morfologi sangat berpengaruh terhadap perubahan kedalaman perairan dan perubahan struktur bawah laut. Penggunaan aplikasi numerik Delft3D memberikan gambaran terhadap pemodelan berkaitan dengan fenomena hidrodinamika yang terjadi. Analisa ini memberikan pemahaman terhadap perencanaan dan pemeliharaan di sekitar perairan PLTU Palu-3. Perencanaan tersebut akan direalisasikannya terhadap pembangunan pengamanan pantai untuk menjamin bahwa ancaman seperti erosi dan sedimentasi dapat terelisasikan dengan adanya pembangunan Breakwater dan Revetment.
Analisis Perubahan Peredaman Energi Akibat Penurunan Dasar Peredam Energi Menggunakan Uji Model Fisik Hidraulik Anam, Syaiful; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.123

Abstract

Bangunan utama (Headworks) pada bangunan jaringan irigasi didefinisikan sebagai kompleks bangunan di sepanjang sungai yang dapat membelokkan air menuju saluran irigasi. Bangunan utama terdiri dari bangunan pengelak, peredam energi, kantong lumpur, bangunan pembilas. Apabila sebuah bendung dibangun maka bagian hilir bendung akan terjadi loncat air. Kecepatan pada daerah tersebut masih tinggi sehingga dibuat suatu konstruksi peredam energi. Peredam energi adalah bangunan hidraulik yang berfungsi meredam energi dari aliran air hasil limpasan dari atas mercu bendung. Dampak buruk yang dihasilkan oleh aliran energi yang tidak dapat diredam oleh bangunan adalah terjadinya penurunan muka tanah dasar sungai. Gerusan menyebabkan kerusakan pada struktur tanah yang berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan hingga keruntuhan bangunan. Tipe peredam energi USBR biasanya dipakai untuk head drop yang lebih tinggi dari 10 meter. Peredam energi USBR memiliki 4 tipe yaitu USBR I, USBR II, USBR III dan USBR IV. Pada penelitian ini digunakan peredam energi Tipe USBR II, merupakan peredam energi yang memiliki blok-blok saluran tajam (gigi pemencar) di ujung hulu dan didekat ujung hilir (end sill). Tujuan penelitian adalah untuk menentukan geometri bangunan peredam energi dengan membuat persamaan tinggi jatuh (Z1) pada model penurunan lantai dasar saluran keseluruhan dan penurunan lantai dasar peredam energi (kombinasi negatif slope) pada peredam energi tipe datar dan tipe USBR II, sehingga mengetahui model peredaman yang paling efektif dan efisien.
Model Hidrolika Aliran pada Peredam Energi Flip Bucket Bendungan Sidan dengan Computational Fluid Dynamics (CFD) Resti Ambarsari, Diyah; Marsudi, Suwanto; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.068

Abstract

Pelimpah Bendungan Sidan menggunakan model pelimpah samping dengan ambang gergaji. Pada uji model fisik untuk peredam energi digunakan peredam energi flip bucket dengan lebar 9 m, sudut bibir 14°, dan jarak bibir dengan plungepool 19 m. Secara teknis direncakan dengan banjir rancangan Q50 dan dikontrol dengan debit banjir Q50, Q100 dan Q1000. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku aliran hidrolika dari model numerik berbasis CFD. Dari hasil analisa diperoleh performa dari efisiensi peredaman flip bucket mencapai peredaman >75%. Dari hasil numerik menunjukkan profil loncatan dengan tinggi mencapai 22.4 m dan panjang 37.35 m. Dengan klasifikasi Brier Skill Score good pada panjang dan excellent pada tinggi loncatan hidrolik
Analysis of CHIRPS and GPM-IMERG and Discharge Modeling with Transfer Function-GRU in Gembong Watershed, Pasuruan Andriyani, Setinda Eka; Suhartanto, Ery; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.2

Abstract

Rain gauges in Indonesia are often unevenly distributed, with significant gaps in data availability. As an alternative, satellite precipitation products (SPPE), such as CHIRPS and GPM-IMERG, are increasingly used for precipitation estimates. Additionally, discharge data is frequently unavailable for extended periods, making rainfall-discharge modeling essential. This study aims to evaluate the performance of two SPPEs, CHIRPS and GPM-IMERG, in the Gembong watershed and identify the best rainfall-discharge model. The study focuses on black-box models, using precipitation as input and discharge as output, without discussing model uncertainty. The two SPPEs were compared using continuous statistics, categorical metrics, and volumetric indices. CHIRPS was found to outperform GPM-IMERG. Three models were then tested: the transfer function (TF) model, SARIMAX(1,0,0)(0,1,1)12(1,0), a hybrid SARIMAX-GRU model, and a standalone GRU model. The models were validated using correlation (r), Nash-Sutcliffe efficiency (NSE), and the ratio of root mean square error to standard deviation (RSR). The GRU model demonstrated the best performance, achieving r = 0.876 (very strong), NSE = 0.752 (very good), and RSR = 0.498 (very good). This research underscores the importance of accurate discharge prediction for water resource management in Indonesia. By applying innovative modeling techniques, the study contributes to improved water management strategies, with potential applications in flood management, agriculture, infrastructure planning, and policy development, ultimately supporting Indonesia’s broader sustainability goals.
Pemodelan Hidraulik Daya Rusak Air Sungai Konto Hilir Menggunakan HEC-RAS 6.2 Rayhan, Nabil; Sisinggih, Dian; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.109

Abstract

Sungai Konto Hilir yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memiliki beberapa bangunan melintang sungai yang mengalami kerusakan struktur. Hal ini antara lain disebabkan karena kecepatan aliran cukup tinggi yang diakibatkan kemiringan sungai cukup curam. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mencoba mengatasi permasalahan yang ada pada lokasi studi. Dengan data hujan selama 24 tahun studi ini melakukan analisis debit banjir rancangan untuk menganalisis hidraulik dari tinjauan kecepatan aliran, dan juga melakukan analisis debit harian untuk melakukan analisis hidraulik dari tinjauan perubahan dasar sungai. Upaya yang dilakukan dalam studi ini adalah dengan membangun bangunan pengendali dasar sungai (Groundsill). Hasil analisis hidraulik dengan tinjauan distribusi kecepatan pada kondisi rencana sudah tidak didapatkan ruas yang melebihi kecepatan izin. Hasil analisis hidraulik dari tinjauan perubahan dasar sungai juga sudah tidak ada yang mengalami degradasi. Kesimpulan dari studi ini, upaya dalam menangani masalah pada Sungai Konto Hilir ini dengan merencanakan beberapa bangunan Groundsill untuk mengatasi permasalahan yang ada pada lokasi studi. Manfaat studi ini untuk mengupayakan agar tidak terjadi kerusakan struktur bangunan melintang sungai pada lokasi studi.
Rationalization Rain Gauge Density using the Stepwise Method Wahyuni, Sri; Sisinggih, Dian; Kriswardhana, Willy; Widyaningrum, Aprilia; Atika , Yumna
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.01.9

Abstract

Establishing and maintaining hydrometeorological networks in sub-watersheds is challenging. An analysis of an established network of Rain Gauge Station (RGS) is provided in this study in the form of a comprehensive statistical framework. Hydrometeorological observations are monitored by this network, which aims to gather the most pertinent information while minimizing expenditures. The study location is at Ngasinan Hulu watershed (East Java, Indonesia), with ten rain gauge stations and one automatic water level recorder (AWLR). Errors in reviewing hydrological data in a watershed can cause the resulting data to be inaccurate. Therefore, to solve the problem of incorrect data, it is necessary to rationalize rain gauge stations. The rationalization for this study uses the Stepwise method. The results of the Stepwise-Enter method produce a combination of six rain gauge stations with measured rainfall data and a combination of four rain gauge stations with CHIRPS satellite rainfall data. Therefore, this combination of rain gauge stations is rational because it meets the classical assumption test, and the area is evenly distributed according to WMO standards.
Soil erosion management using The Soil and Water Assessment Tool (SWAT) model in Semantok Watershed Kurniawati, Oktavia Triana; Sisinggih, Dian; Dermawan, Very
Gema Wiralodra Vol. 15 No. 1 (2024): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v15i1.592

Abstract

The land use characteristics in the Semantok watershed have a significant impact on the reservoir's usable age. According to the land use patterns, including teak woods, rice fields, moorlands, dry fields, and residential areas, the Semantok watershed has the capacity to carry sediment when it rains. One of the models to analyze surface runoff and sediment is the Soil and Water Assessment Tool (SWAT). SWAT was developed to predict the impact of land management practices on water, sediment and agricultural chemical yields in large complex watersheds with varying soils, land use and management conditions over long periods of time. The purpose of this research is to quantify the amount of erosion and sedimentation that results from land use changes in the Semantok watershed in 2015 and 2021 and to determine management scenarios that can reduce the value of erosion and sedimentation that can implemented upstream of the Semantok dam using SWAT. The data used for the research are climatology data, DEM map, landuse map, and river data. The amount of erosion at the Semantok watershed outlet increased from 7.00 mm/year in 2015 to 14.18 mm/year in 2021. Based on Forestry Ministerial Regulation No. P.61/Menhut-II/2014, the Semantok watershed's carrying capacity is 3.95 falling into the pretty bad category (3.5 < DDD < 4.3). Three scenarios were compared in order to carry out control efforts: revegetation, check dams, and combining revegetation and check dams. The most efficient way to reduce erosion by up to 30.51% is to combine revegetation and check dam.
Studi Perencanaan Embung Kembangan Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur Mahardhika, Tatag Tata; Sisinggih, Dian; Suprijanto, Heri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.03

Abstract

Kembangan Village in Pule District is a part of Trenggalek Region which have water resources issues including irigation issue and raw water supply issue. This problem happens because the lack of water resources infrastructures. Based on this two issues to it was so importan to design small dams which is placed on Kembangan Village solve the problem. Based on the data and literature, it was recommended to design the small dam by random soil type with vertical core zone. The body of small dam height planned to be design by 13 m (+552 for the elevation), the width was designed by 6 m, the slope of hillside was 1 : 3 for the upstream and 1 : 2.5 for the downstream. Kembangan smalldam using overflow spillway which is equipped with weir typed ogee, transition channel, sloping apron, and stilling basin. The spillway planned to be design by 8 m width with weir height by 2 m. Kembangan small damn have a potential reservoir capacity for 38219.40 m3 to fullfill the irigation and water supply. It was important to analyzing the stability of small dam for the landslide and seepage factors.
Model Numerik Nays2DH untuk Penempatan Bangunan Krib pada Belokan Sungai Nugraha, Apria Wayah Patra Surya; Priyantoro, Dwi; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.19

Abstract

Aliran sungai mempunyai kekuatan untuk melakukan perubahan muka bumi. Pada tikungan sungai aliran sungai mampu tikungan untuk melakukan gerusan pada tikungan pada sisi luar sehingga dapat merugikan masyarakat di sekitar area tersebut. Studi ini dilakukan untuk menemukan mana diantara formasi tegak lurus, condong hilir, atau hulu yang mampu mengurangi gerusan yang terjadi pada tikungan Sungai Ciasem. Data yang di gunakan bersumber dari Laboratorium Sungai dan Rawa Teknik Pengairan yang nantinya akan di olah, di uji coba serta d analisa pada kondisi debit dominan dan banjir pada model matematik menggunakan Nays2DH. Lalu setelah di lakukan uji coba dapat ditenukan lokasi gerusan untuk selanjutnya dilakukan pemasangan krib pada Nays2DH. Hasil uji coba menunjukan bahwa dari ketiga formasi yang di uji coba, formasi tegak lurus adalah formasi yang mampu mengarahkan gerusan menjauhi tikungan luar sungai sehingga dapat mengurangi gerusanya.
Evaluasi Pengaruh Sifat Mikro-Fisik dan Bentuk Butiran terhadap Karakteristik Kuat Geser pada Pasir Vulkanik dan Pasir Pantai Maulina, Chatherine Grace; Sisinggih, Dian; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.21

Abstract

Pasir merupakan salah satu bahan geoteknik yang memiliki peranan yang sangat penting, misalnya sebagai bahan timbunan urugan, timbunan backfill di belakang dinding penahan, maupun bahan filter. Pasir berasal dari berbagai sumber dan proses geologi yang berbeda, sehingga pasir vulkanik dan pasir pantai akan memiliki karakteristik fisik, mineralogi, dan bentuk butiran yang berbeda pula. Penelitian ini melakukan serangkaian uji di laboratorium dengan benda uji berupa material pasir: (1) pasir vulkanik sungai aliran lahar dari hasil erupsi Gunung Kelud di Kali Putih Blitar, (2) pasir pantai dari beberapa pantai di Kabupaten Malang yaitu Pantai Wonogoro, Pantai Jolangkung, dan Pantai Goa Cina. Aspek bentuk butiran meliputi roundness, sphericity, dan tekstur. Analisis pengujian dari SEM dan X-RD untuk menentukan karakteristik mikro-fisik dan bentuk butiran pasir secara mendetail. Pengujian geser langsung (direct shear test) untuk menentukan kuat geser dari tanah pasir. Pasir vulkanik memiliki permukaan butiran yang lebih kasar dari pasir pantai sehingga sudut geser dalam yang didapatkan lebih besar dari sampel pasir pantai. Karena tanah pasir tidak memiliki kohesi maka kekuatannya hanya pada sudut geser dalam; dengan demikian, pengaruh aspek mikro-fisik dan bentuk butiran pasir terhadap karakteristik kuat gesernya harus diperhitungkan untuk aplikasinya sebagai material geoteknik.
Co-Authors Abdillah, Rusdan Adiputra, Dhimas Satibi Andre Primantyo Andre Primantyo Hendrawan Andriyani, Setinda Eka Aniek Masrevaniah Arief Satria M. Atika , Yumna Azmi, Muhammad Haikal Bayu Rahayudi Berlian, Ramadhan Sangsang Danang Bimo Irianto Delivean Rakha Dermawan Dhitaisma, Elsya Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Dwiprayogo, Bayu Elroy Koyari Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fachrudin, Faruq Abdurrahman Fatian, Ceryl Amin Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Hari Prasetijo Hariyanto, Andri Kwin Hariyoni Hariyoni Heri Suprijanto Hidayah, Tita Ikrar Hanggara, Ikrar Iskandar Iskandar Ivan Dwi P K., Anggraeni Dwi Kurniawati, Oktavia Triana Lake, Tania C. M. Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri Mahardhika, Tatag Tata Mahyaya M. Rahman Maulina, Chatherine Grace Moh. Sholichin Mohammad Bisri Muhammad Bisri Munfarid, Munfarid Noverdo, Rolanda Nugraha, Apria Wayah Patra Surya Nurwijayanti Palupi, Gema Anggun Pitojo Tri Juwono Prasetyo, Wibi Bagus Puguh Wahyudi, Puguh Purnomo, Yehezkiel Christian Putri, Dea Anggara Putu Ratih Wijayanti Qadri S, Wahyuddin Rahmadani, Siska Rahman, Kurdianto Idi Ramadian, Favian Giffary Rastanto, Ridho Nur Aziz Rayhan, Nabil Resti Ambarsari, Diyah Rifai, A Rini Wahyu Sayekti Riyadi, Bagus Riyanto Haribowo Roosydi, Yayan Ishad Runi Asmaranto Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sebastian, Bintang Shadra, Ken Haidar Siregar, Jeremi Ishak Sorey, Teddy Dolfie Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto S Sulianto Sulianto Sumiadi Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Syaelendra, M. Sina Syaiful Anam Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Prasetyo Wayan Andi Frederich Gunawan Widodo, Ibnu Sam Widyaningrum, Aprilia Willy Kriswardhana Yudo Tri Kuncoro Yusril Fatrah Zulkanzi, Achmad Kamili