Claim Missing Document
Check
Articles

FLOW MODELING IN SIDE CHANNEL SPILLWAYS USING THEORETICAL AND NUMERICAL METHODS BASED ON COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Dhitaisma, Elsya; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The spillway is a critical structure in dam projects. Failure to manage extreme flood events, like the Probable Maximum Flood (QPMF), may cause overtopping and dam failure. This study examines the hydraulic characteristics of the Surumana Dam's side channel spillway in Central Sulawesi, Indonesia, using Computational Fluid Dynamics (CFD) through ANSYS FLUENT. Initial calibration is based on water surface elevation above the spillway, with a relative error below 5%, confirming the model's accuracy. For Q₁₀₀th, the flow corresponds to free flow, while for QPMF, it exhibits submerged flow, with no cavitation. The overall model performance is evaluated using the Brier-Skill Score (BSS), with scores of 0.812 for Q₁₀₀th (excellent) and 0.795 for QPMF (good) for water surface elevation. Similarly, flow velocity BSS scores are 0.923 for Q₁₀₀th and 0.823 for QPMF, both rated excellent. These results demonstrate that the CFD model reliably represents hydraulic behavior under various flow conditions.
Studi Pola Operasi Pintu Berdasarkan Routing Kapasitas Pengaliran Intake Menara Pada Bendungan Semantok Kabupaten Nganjuk Rahmadani, Siska; Sayekti, Rini Wahyu; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.12

Abstract

Semantok Dam was build to supply water for irrigation with total area of the irrigated is 1825 ha including six weirs with a minimum requirement of 3,943 m3/s. To distribute the water for irrigated, so in this study need to use the operating pattern based on the intake routing capacity in main DAM with the intake tower.   The operating pattern of the intake door opening needs to be appropriate to prevent problems in water distribution with one-valve and two-valves. The total height loss that happens along intake tower is 6,135 m, here in after used for routing.  In operation pattern routing method in one year using one-valve it’s fulfill the discharge 83,33% and with two-valve discharge operation pattern fullfilled 16,67%. Furthermore in the escape channel there’s flow affected by the valve, it’s sub critical flow and also stilling basin ogee IV. Bendungan Semantok dibangun untuk menyuplai kebutuhan air irigasi  seluas 1825 ha meliputi enam bendung (Bendung Rejoso, Bendung Margomulyo, Bendung Ngomben, Bendung Jatirejo, Bendung Janeng, dan Bendung Jati) dengan debit suplai sebesar 3,943 m3/dt. Guna menyuplai kebutuhan air irigasi, maka dalam studi ini merencanakan pola operasi pintu berdasarkan routing kapasitas intake di bendungan dengan bangunan intake Menara. Pola operasi bukaan pintu intake perlu disesuaikan guna mencegah masalah pendistribusian air dengan bukaan katup yang digunakan 1 (satu) katup dan 2 (dua) katup. Kehilangan tinggi yang terjadi sepanjang  intake Menara sebesar 6,135 m yang selanjutnya digunakan untuk melakukan routing. Pada pola operasi metode routing dalam satu tahun menggunakan  1 (satu) katup memenuhi debit suplai sebesar 83,333% dan pola operasi 2 (dua) katup memenuhi debit suplai 16,667%. Selanjutnya saluran pengarah akhir terdapat aliran yang mempengaruhi setelah pintu katup yaitu aliran sub kritis serta tipe peredam energi ogee IV.
Studi Simulasi Pola Operasi Bukaan Pintu Bendung Gerak Mrican (Waru Turi) Kecamatan Gampangrejo Kabupaten Kediri Jawa Timur Ramadian, Favian Giffary; Sayekti, Rini Wahyu; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.19

Abstract

The Mrican Weir (Waru Turi) is one of the largest motion weirs that dam the Brantas River. The weir irrigates the Waru irrigation area of 12,710 hectares and the Turi irrigation area of 16,444 hectares. The main function of the weir is to needs of irrigation water (flow control) and flood control structures. From a total of nine spillway gates, only eight gates are operating optimally. With the need for irrigation water that must be fulfilled, a new operating pattern is needed to continue to support this irrigation. The door opening operation pattern refers to the Normal Water Level at an elevation of +57.3 meters as the ideal reference. The water level receded at an elevation of +57.2 meters, and the Flood Water Level at an elevation of +58.28 meters. The simulation method for door opening (intake and spillway door) is based on irrigation requirements. With the gate opening simulation method, the maximum discharge of the spillway door (+57.3 m) is 63.67 m3/s, with an opening of 2.73 meters per door (a total of eight functioning gates). While at the Waru intake the discharge is 6.211 m3/s and Turi with a discharge of 7.936 m3/s, the maximum gate opening is 0.3 meters per door. With the new operating pattern, the discharge that flows at each intake gate still meets the needs of irrigation discharge.
Studi Eksperimen Kehilangan Energi Pada Sistem Pelimpah Dengan Kemiringan 1 : 1 Akibat Penurunan Dasar Kolam Olak Noverdo, Rolanda; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.20

Abstract

The structural integrity of a structure in a construction is very important. In a weir, an energy dissipator is an important part in the spillway system which is useful for reducing the energy that occurs due to hydraulic jump affected by high flow velocity. High flow velocity produces high energy with a large destructive force causes scouring at the bottom of the channel and results in disruption of the structural integrity of the weir. To keep the hydraulic jump close to the spillway and stilling basin, it is necessary to lower the base of stilling basin. This study aims to determine the hydraulic condition of lowering the base of stilling basin and to determine the condition of energy dissipation of lowering the base of stilling basin. This study is useful as an alternative for designing and planning energy dissipator in the spillway system. To determine the efficiency of energy dissipation, experiment was carried out by conducting several alternatives, Original Series, Series I, Series II, Series III, Series IV, Series V and with several discharge flow experiments. Series V is the most efficient of energy dissipation among all experimental alternatives. Keutuhan struktur bangunan pada suatu konstruksi adalah hal yang sangat penting. Pada bendung, peredam energi merupakan bangunan penting pada sistem pelimpah yang berguna untuk meredam energi yang terjadi akibat loncatan air yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran yang tinggi. Kecepatan aliran yang tinggi menghasilkan energi yang tinggi dengan daya rusak yang besar yang menyebabkan penggerusan pada dasar kolam olak dan mengakibatkan terganggunya keutuhan struktur bangunan bendung. Untuk menjaga agar  loncatan air tetap dekat dengan sistem pelimpah dan kolam olak, maka perlu dilakukan penurunan dasar kolam olak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aliran sebelum dan sesudah penurunan dasar kolam olak dan untuk mengetahui kondisi peredaman energi sebelum dan sesudah penurunan dasar kolam olak. Studi ini bermanfaat sebagai alternatif perencanaan dan pemilihan peredam energi pada sistem pelimpah bendung. Dalam upaya mendapatkan nilai efisiensi peredaman energi terbaik, penelitian dilakukan dengan melakukan beberapa alternatif penelitian, mulai dari Seri Original, Seri I, Seri II, Seri III, Seri IV dan Seri V dan dengan beberapa percobaan aliran debit. Seri V adalah alternatif penelitian terbaik sebab memberikan nilai efisiensi peredaman energi terbaik di antara semua alternatif penelitian.
Analisa Indeks Kinerja Daerah Irigasi Kedung Bantal Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung dengan Menggunakan Software PDSDA-PAI Versi 2.0 Sebastian, Bintang; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.27

Abstract

The cause of food shortages in several areas in Tulungagung Regency is due to a decrease in agricultural productivity as a result of a decrease in the performance of the irrigation system, such as what happened in the Kedung Bantal Irrigation Area. In an effort to prevent the decline in the performance of the irrigation system, monitoring of the performance of the irrigation system is conducted. Irrigation system performance index is needed to determine feasibility and solutions, so to simplify the calculation of the irrigation system performance index value helped by using the PDSDA-PAI Version 2.0 software. Based on the results of the irrigation system performance index assessment using the PDSDA-PAI version 2.0 software, the performance index value was 77.35%, while for the calculation of the irrigation system performance index value using blank, the performance index value was 74.13%. The difference in the calculation of the irrigation system performance index value that occurs is due to differences in the assessment parameters between the PDSDA-PAI Version 2.0 software and blanks, however the results of the assessment of the two methods state that the conditions of the Kedung Bantal Irrigation Area are in good condition and only require maintenance activities. Penyebab terjadinya kekurangan pangan di beberapa wilayah di Kabupaten Tulungagung dikarenakan adanya penurunan produktivitas pertanian sebagai dampak dari penurunan kinerja sistem irigasi, seperti yang terjadi pada Daerah Irigasi Kedung Bantal. Sebagai upaya untuk mencegah turunnya kinerja sistem irigasi maka dilakukan pemantauan terhadap kondisi kinerja sistem irigasi. Indeks kinerja sistem irigasi diperlukan untuk menentukan kelayakan dan solusi, sehingga untuk mempermudah perhitungan nilai indeks kinerja system irigasi dibantu dengan menggunakan software PDSDA-PAI Versi 2.0. Berdasarkan hasil penilaian indeks kinerja sistem irigasi dengan menggunakan software PDSDA-PAI Versi 2.0 diperoleh nilai indeks kinerja sebesar 77,35%, sedangkan untuk perhitungan nilai indeks kinerja sistem irigasi dengan menggunakan blangko didapatkan nilai indeks kinerja sebesar 74,13%. Selisih perhitungan nilai indeks kinerja sistem irigasi yang terjadi disebabkan oleh perbedaan parameter penilaian antara software PDSDA-PAI Versi 2.0 dengan blangko, akan tetapi hasil penilaian dari kedua metode menyatakan bahwa kondisi Daerah Irigasi Kedung Bantal dalam keadaan baik dan hanya memerlukan kegiatan pemeliharaan.
Studi Perencanaan Tanggul Parapet dan Bronjong Sebagai Salah Satu Upaya Penanggulangan Banjir di Sungai Musi Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan Azmi, Muhammad Haikal; Hendrawan, Andre Primantyo; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.01

Abstract

During the rainy season, several areas in Empat Lawang Regency are very prone to overflowing water from the Musi River, causing flooding with an average height of 0.2 m-2.0 m, therefore the construction of parapet embankments and gabions is one of the efforts in controlling flood. In this study, a parapet was used with a Q25th return discharge plan of 441.42 m3/s using the Nakayasu Synthesis Unit Hydrograph (HSS) which was then analyzed for unsteady flow hydraulics using HEC-RAS 5.0.7. in the existing condition with the calculation of Q25th with the highest runoff as high as 2.21 m. The results of the planning show that the parapet I building is 1.7 m high, the parapet II building is 2.7 m high, the parapet III building is 3.2 m high, and the gabion building is 4.0 m high. Calculation of stability are controlled under various conditions (overturning, shearing, earthquake, soil bearing capacity). The Budget Plan (RAB) for this construction plan is Rp. 72,939,553,340 (Seventy Two Billion Nine Hundred Thirty Nine Million Five Hundred Fifty Three Thousand Three Hundred Forty Rupiah).Pada saat musim penghujan beberapa daerah pada Kabupaten Empat Lawang sangat rawan terkena luapan air dari Sungai Musi sehingga menyebabkan banjir dengan rata-rata ketinggian 0,2 m-2,0 m, maka dari itu bangunan tanggul parapet dan bronjong menjadi salah satu upaya dalam pengendalian banjir. Dalam penelitian ini digunakan parapet dengan perencanaan debit kala ulang Q25th sebesar 441,42 m3/dt dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Nakayasu yang selanjutnya dilakukan analisa hidrolika unsteady flow menggunakan HEC-RAS 5.0.7. pada kondisi eksisting dengan perhitungan Q25th dengan besar limpasan tertinggi setinggi 2,21 m. Hasil perencanaan didapatkan bangunan parapet I tinggi 1,7 m, bangunan parapet II tinggi 2,7 m, bangunan parapet III tinggi 3,2 m, dan bangunan bronjong tinggi 4,0 m. Perhitungan stabilitas terkontrol pada berbagai kondisi (guling, geser, gempa, daya dukung tanah). Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada perencanaan konstruksi ini sejumlah Rp. 72.939.553.340 (Tujuh Puluh Dua Milyar Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembila Juta Lima Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Empat Puluh Rupiah).
Analisis Keruntuhan Bendungan Raknamo Kabupaten Kupang Menggunakan Software HEC-RAS Purnomo, Yehezkiel Christian; Asmaranto, Runi; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.29

Abstract

Raknamo Dam is a hydraulic structure built on the Noel Puames River to store and control its flow by forming a reservoir in the upstream area. Raknamo Dam, which is categorized as non-homogeneous (zoned) earth dam, was developed to supply water for domestic purposes, irrigation, micro-hydropower, recreational object, and flood control. The essential goal of this study is to discover probable failure scenarios for Raknamo Dam. Based on the hypothetical scenarios, there are two major causes of dam failure: overtopping and piping. Dam-break analysis was carried out via HEC-RAS 5.0.7 Software using various scenarios. Overtopping Scenario produces the largest inundation area that stretches up to 5030.79 hectares. The flash flood triggered by the dam failure had devastating effects on downstream areas: affected 10200 people, damaged 2682 buildings, inundated 3340 hectares cultivated land, 140.512 kilometres roads impassable, and several others followed. The downstream area suffered Rp 1,124,903,589,268.22 loss according to the assessment via Ina-SAFE approach.Bendungan Raknamo merupakan struktur hidrolis yang dibangun pada ruas Sungai Noel Puames untuk menampung dan mengatur aliran air dengan membentuk waduk di sisi hulu bendungan. Bendungan yang dikategorikan dalam jenis bendungan urugan tanah non-homogen (zonal) ini dikembangkan dalam rangka memenuhi pasokan air domestik, pemenuhan kebutuhan air irigasi, pembangkit listrik tenaga mikro-hidro, prasarana wisata, dan pengendalian banjir. Tujuan utama penelitian ini ialah mengetahui skenario kegagalan yang mungkin terjadi pada Bendungan Raknamo. Berdasarkan hipotesis, terdapat dua skenario utama yang menyebabkan Keruntuhan Bendungan Raknamo, yaitu overtopping dan piping. Analisis keruntuhan bendungan dilakukan pada Software HEC-RAS 5.0.7 dengan berbagai pendekatan skenario. Skenario Overtopping menimbulkan genangan dengan luasan terbesar yang membentang seluas 5030.79 hektar. Banjir bandang yang dipicu kegagalan bendungan meimbulkan dampak buruk pada daerah hilir: 10200 penduduk terdampak, 2682 bangunan rusak, 3340 hektar lahan cocok tanam tergenang, 140.512  kilometer ruas jalan tidak dapat dilalui, dan beberapa lainnya. Kerugian pada daerah di hilir Bendungan Raknamo diestimasikan mencapai Rp 1,124,903,589,268.22 hasil penilaian kerugian tersebut dilakukan dengan menggunakan Metode InaSAFE.
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Low Head di Saluran Irigasi Kedungkandang Kota Malang Fatian, Ceryl Amin; Juwono, Pitojo Tri; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.58

Abstract

Penelitian perencanaan mikro hidro low head di Saluran Irigasi Kedungkandang, Kota Malang, dikaji untuk menyediakan dasar teknis dan ekonomi yang belum tersedia sebelumnya. Analisis hidrologi dari data debit sebelas tahun menunjukkan debit andalan 0,405 m³/detik, sedangkan head efektif rata-rata mencapai 3,23 meter. Dengan parameter tersebut, turbin Crossflow dipilih sebagai unit konversi energi yang paling sesuai. Perhitungan menghasilkan daya output sekitar 8,52 kW dan produksi energi tahunan 72.597,75 kWh. Kajian ekonomi menunjukkan kebutuhan investasi Rp 633.761.758 dan biaya operasi tahunan Rp 25.350.470. Dengan suku bunga 8,5%, diperoleh BCR 1,32, NPV Rp 272.946.092, dan IRR 16,27%, dengan periode pengembalian sekitar lima tahun dua bulan. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek mikro hidro low head di lokasi studi layak secara teknis dan ekonomis.
Assessment of Sediment Distribution Patterns and Management Strategies in the Porong River Estuary, Sidoarjo Lake, Tania C. M.; Sumiadi; Sisinggih, Dian
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13646

Abstract

This study aims to identify the water surface profile of the Kali Porong River, analyze changes in riverbed contours at the Kali Porong estuary, and propose appropriate mitigation measures for sediment deposition in the estuarine area. The research methodology involves hydraulic and sediment transport modeling using one-dimensional (1D) and two-dimensional (2D) HEC-RAS, supported by Google Earth image interpretation, cross-section analysis, and riverbed elevation data evaluation. The results indicate significant morphological changes in the Kali Porong River during the period 2013–2023. The upstream and middle reaches tend to experience riverbed degradation due to increased flow energy, while the downstream and estuary segments undergo intensive aggradation, characterized by channel shallowing and delta expansion toward the sea. These riverbed changes directly affect the water surface profile and flow velocity, with the 2023 condition showing relatively higher flow velocities compared to those in 2013. Two-dimensional modeling results suggest that the river system has shifted from a dynamic equilibrium condition toward a morphological imbalance. Based on these findings, mitigation measures are recommended in the form of targeted dredging and the construction of sediment control structures at the estuary to maintain channel stability and reduce long-term sedimentation risks.
Permodelan Fluida Dinamik pada Pelimpah Bendungan Karangnongko menggunakan Aplikasi AutoDesk CFD Shadra, Ken Haidar; Sisinggih, Dian; Sajali, Amar
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.60

Abstract

Bendungan Karangnongko yang terletak pada perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora di Sungai Bengawan Solo memiliki Pelimpah yang terdiri dari 9 pelimpah dengan pintu radial, pelimpah bebas, dan 2 pipa PLTM. Bendungan Karangnongko dibangun sebagai penyuplai air irigasi, air baku, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, dan pengendalian banjir. Dalam proses perencanaannya, diperlukan analisa desain menggunakan uji model untuk mengetahui karakteristik alirannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hidrolika aliran di atas pelimpah Bendungan Karanongko menggunakan pendekatan teoritis dan permodelan Computational Fluid Dynamics (CFD), kemudian dilakukan perbandingan kondisi hidrolika aliran di atas pelimpah antara pendekatan teoritis dan permodelan CFD dengan uji model fisik. Kedua metode tersebut dibandingkan menggunakan metode Root Mean Square Error untuk mengetahui kemiripan kedua metode tersebut. Analisis menggunakan skema debit banjir rancangan Q100, Q1000, dan QPMF dengan setiap debit banjir menggunakan skema bukaan 9 pintu yang memiliki ketinggian bukaan menyesuaikan debit yang lewat. Perbandingan ketiga metode tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Root Mean Square Error untuk menilai keakuratan tiap metode.
Co-Authors Abdillah, Rusdan Adiputra, Dhimas Satibi Andre Primantyo Andre Primantyo Hendrawan Andriyani, Setinda Eka Aniek Masrevaniah Arief Satria M. Atika , Yumna Azmi, Muhammad Haikal Bayu Rahayudi Berlian, Ramadhan Sangsang Danang Bimo Irianto Delivean Rakha Dermawan Dhitaisma, Elsya Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Dwiprayogo, Bayu Elroy Koyari Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fachrudin, Faruq Abdurrahman Fatian, Ceryl Amin Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Hari Prasetijo Hariyanto, Andri Kwin Hariyoni Hariyoni Heri Suprijanto Hidayah, Tita Ikrar Hanggara, Ikrar Iskandar Iskandar Ivan Dwi P K., Anggraeni Dwi Kurniawati, Oktavia Triana Lake, Tania C. M. Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri Mahardhika, Tatag Tata Mahyaya M. Rahman Maulina, Chatherine Grace Moh. Sholichin Mohammad Bisri Muhammad Bisri Munfarid, Munfarid Noverdo, Rolanda Nugraha, Apria Wayah Patra Surya Nurwijayanti Palupi, Gema Anggun Pitojo Tri Juwono Prasetyo, Wibi Bagus Puguh Wahyudi, Puguh Purnomo, Yehezkiel Christian Putri, Dea Anggara Putu Ratih Wijayanti Qadri S, Wahyuddin Rahmadani, Siska Rahman, Kurdianto Idi Ramadian, Favian Giffary Rastanto, Ridho Nur Aziz Rayhan, Nabil Resti Ambarsari, Diyah Rifai, A Rini Wahyu Sayekti Riyadi, Bagus Riyanto Haribowo Roosydi, Yayan Ishad Runi Asmaranto Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sebastian, Bintang Shadra, Ken Haidar Siregar, Jeremi Ishak Sorey, Teddy Dolfie Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto S Sulianto Sulianto Sumiadi Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Syaelendra, M. Sina Syaiful Anam Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Prasetyo Wayan Andi Frederich Gunawan Widodo, Ibnu Sam Widyaningrum, Aprilia Willy Kriswardhana Yudo Tri Kuncoro Yusril Fatrah Zulkanzi, Achmad Kamili