Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Pengaruh Sifat Mikro-Fisik dan Bentuk Butiran terhadap Karakteristik Kuat Geser pada Pasir Vulkanik dan Pasir Pantai Maulina, Chatherine Grace; Sisinggih, Dian; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.21

Abstract

Pasir merupakan salah satu bahan geoteknik yang memiliki peranan yang sangat penting, misalnya sebagai bahan timbunan urugan, timbunan backfill di belakang dinding penahan, maupun bahan filter. Pasir berasal dari berbagai sumber dan proses geologi yang berbeda, sehingga pasir vulkanik dan pasir pantai akan memiliki karakteristik fisik, mineralogi, dan bentuk butiran yang berbeda pula. Penelitian ini melakukan serangkaian uji di laboratorium dengan benda uji berupa material pasir: (1) pasir vulkanik sungai aliran lahar dari hasil erupsi Gunung Kelud di Kali Putih Blitar, (2) pasir pantai dari beberapa pantai di Kabupaten Malang yaitu Pantai Wonogoro, Pantai Jolangkung, dan Pantai Goa Cina. Aspek bentuk butiran meliputi roundness, sphericity, dan tekstur. Analisis pengujian dari SEM dan X-RD untuk menentukan karakteristik mikro-fisik dan bentuk butiran pasir secara mendetail. Pengujian geser langsung (direct shear test) untuk menentukan kuat geser dari tanah pasir. Pasir vulkanik memiliki permukaan butiran yang lebih kasar dari pasir pantai sehingga sudut geser dalam yang didapatkan lebih besar dari sampel pasir pantai. Karena tanah pasir tidak memiliki kohesi maka kekuatannya hanya pada sudut geser dalam; dengan demikian, pengaruh aspek mikro-fisik dan bentuk butiran pasir terhadap karakteristik kuat gesernya harus diperhitungkan untuk aplikasinya sebagai material geoteknik.
Studi Perencanaan Ulang Bendung Tetap pada Daerah Irigasi P. Lantur Kabupaten Jember Hidayah, Tita; Sayekti, Rini Wahyu; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.10

Abstract

Bendung P. Lantur merupakan bendung yang berada pada Sungai Suko di Kabupaten Jember yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan DI. P. Lantur seluas 437,88 Ha. Berdasarkan hasil investigasi diketahui bendung mengalami beberapa kerusakan dan berdasarkan hasil analisa hidrologi didapatkan bahwa Bendung P. Lantur tidak sesuai dengan kondisi hidrologi sata ini. Maka perlu dilakukan perencanaan ulang yang dilihat dari aspek hidrologi, hidrolika dan stabilitas bangunan. Langkah awal dari studi ini ialah dengan debit (Q100) digunakan untuk perencanaan konstruksi bendung baik dari segi dimensi juga perencanaan hidrolis, selanjutnya akan dilakukan analisa stabilitas tubuh bendung terhadap gaya geser, guling, dan daya dukung tanah. Berdasarkan hasil perencanaan ulang Bendung P. Lantur dengan menggunakan Q100 sebesar 77,48 m3/detik didapatkan hasil dimensi bendung dimana secara hidrolis mampu menggurangi tinggi muka air banjir pada hulu bendung sebesar 59 cm, dan didapatkan konsturksi yang lebih kuat dimana Struktur Bendung P. Lantu direncanakan menggunakan pasangan batu, dengan diselimuti beton tanpa tulangan, sehingga dapat melindungi tubuh bendung dari benturan antara sedimen.
Kajian Perencanaan Sistem Pelimpah Bendungan Semantok Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur Prasetyo, Wibi Bagus; Priyantoro, Dwi; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.17

Abstract

Bendungan Semantok dibangun dengan ambang berbentuk setengah lingkaran untuk mengalirkan air melalui pelimpah agar tidak terjadi overtopping. Maka dalam studi ini membahas kajian sistem pelimpah untuk mengetahui efisiensi dari bentuk ambang serta dimensi yang direncanakan. Bentuk ambang yang direncanakan adalah hasil modifikasi dari overflow dan side channel spillway. Dalam perencanaanya perlu dilakukan routing untuk mengetahui debit yang melintasi serta perancangan dimensi yang sesuai kondisi eksisting. Untuk mengalirkan air kembali pada sungai di perlukan pembuatan saluran pengarah akhir (escape channel) dengan panjang 1,07 Km. Perencanaan dimensi dan hidrolis saluran perlu juga dilakukan perhitungan kavitasi guna  mengetahui ke amanan sebuah saluran untuk mencegah terjadinya penggerusan.
Studi Perencanaan Tanggul (Turap Beton dan Urugan Tanah) Sebagai Upaya Pengendalian Banjir pada Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Syaelendra, M. Sina; Suprijanto, Heri; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.35

Abstract

DAS Bremi yang berlokasi di Kabupaten Pekalongan memiliki bentuk DAS parallel, sehingga mengakibatkan besarnya kumulatif debit pada hilir, serta adanya pintu air yang tidak berfungsi dan pengaruh pasang surut menyebabkan kenaikan muka air di hulu. Pada studi ini, diperlukan analisis debit banjir rancangan kala ulang 25 tahun (Q25) untuk menganalisis tinggi muka air banjir existing dengan aplikasi HEC-RAS V.5.0.7, agar mendapatkan informasi kapasitas tampungan sungai asli. Pendesainan sungai dilakukan apabila kapasitas tampungan existing kurang mencukupi. Sungai yang dimodelkan pada studi ini dimulai dari Muara hingga pertemuan Sungai Bremi dan Meduri sepanjang 1.564 Km, dan dari pertemuan kedua Sungai tersebut ke arah hulu Sungai Bremi sepanjang 3.412 Km. Desain penampang sungai menggunakan turap beton dan urugan tanah bergantung dari lokasi ruas sungai yang ditinjau. Pada studi ini, jenis bangunan yang digunakan untuk mengganti pintu air exisiting yang tidak berfungsi adalah bendung karet. Bendung karet didesain dengan kemampuan meloloskan debit sebesar 37.796 m3/dt. Setelah melakukan desain, maka disimulasikan ulang untuk mengetahui kapasitas tampungan Sungai Bremi yang sudah didesain. Hasil akhir dari studi ini berupa besar debit banjir rancangan, desain & jenis penampang, dimensi dari bendung karet, dan analisis stabilitas desain tanggul.
Analisis Angkutan Sedimen Sungai Welang Pasuruan Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal; Sisinggih, Dian; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.06

Abstract

Welang River is one of the rivers that cross Pasuruan Regency with the upper reaches of the river being on Mount Welirang. The capacity of the Welang River is no longer able to accommodate and flow the magnitude of flood discharge, one of the causes is erosion and sedimentation. Therefore, it is necessary to carry out sediment transport analysis using the HEC-RAS application. To be able to model, several data are needed, including topographic data, dominant discharge data (14,91 m3/second), plan flood data (435,04 m3/second), and gradation data of Welang River sediment grains. Before modeling, it is necessary to calibrate and validate to determine the transport method that is closest to the existing field conditions. Calibration is carried out by conducting sedimentation modeling in 2019 – 2021, the result is the method that is closest to Meyer Peter Muller with an NSE value of 0,69. Sediment transportation modeling carried out for 5 years (2022-2027) found that the magnitude of Welang River sediment transportation was 1,86 x 10 tons per year with changes in aggradation and degradation of an average of 0,4 m. Normalization planning is carried out by improving the slope due to sedimentation with a volume of excavations 110.669 m3, as well as adding an embankment with an average height of 1,4 m so that runoff does not occur.Sungai Welang merupakan salah satu sungai yang melintasi Kabupaten Pasuruan dengan hulu sungai berada di Gunung Welirang. Daya tampung Sungai Welang sudah tidak mampu menampung dan mengalirkan besarnya debit banjir, salah satu penyebabnya adalah karena terjadi erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis angkutan sedimen menggunakan aplikasi HEC-RAS. Untuk dapat melakukan pemodelan dibutuhkan beberapa data antara lain data topografi, data debit dominan (14,91 m3/detik), data banjir rencana (435,04 m3/detik), dan data gradasi butiran sedimen Sungai Welang. Sebelum dilakukan pemodelan, perlu dilakukan kalibrasi dan validasi untuk menentukan metode pengangkutan yang paling mendekati dengan kondisi lapangan yang ada. Kalibrasi dilakukan dengan melakukan pemodelan sedimentasi pada tahun 2019 – 2021, hasilnya adalah metode yang paling mendekati Meyer Peter Muller dengan nilai NSE 0,69. Pemodelan angkutan sedimen yang dilakukan selama 5 tahun (2022-2027) didapatkan bahwa besar angkutan sedimen Sungai Welang adalah sebesar 1,86 x 10 ton per tahunnya dengan perubahan agradasi dan degradasi rata-rata sebesar 0,4 m. Perencanaan normalisasi dilakukan dengan perbaikan slope akibat sedimentasi dengan volume galian sebesar 110.669 , serta penambahkan tanggul dengan tinggi rata-rata 1,4 m agar tidak terjadi limpasan.
Analisa Erosi Dan Sedimentasi Waduk Parangjoho Kabupaten Wonogiri Menggunakan Metode MUSLE Dan Peningkatan Kapasitas Tampungan Waduk Palupi, Gema Anggun; Sholichin, Mohammad; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.11

Abstract

The watershed is a water catchment area so it is vulnerable to erosion and sedimentation problems. Sediment will continue to increase along with the increase in the amount of erosion. This study chose a location in the Parangjoho Reservoir located in Wonogiri Regency, Central Java. The purpose of this study was to estimate the estimated value of erosion and sedimentation. using the Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) method in the Parangjoho watershed, the data needed is the maximum daily rainfall data for 2001-2020 which is used to calculate the design flood discharge value which can be used to calculate the erosion index value of surface runoff, then a soil type map for getting the factor (K), the slope map for the LS factor, the land use map for the CP factor, from the data obtained the erosion and sedimentation rate of 54,898.14 tons/year, the sedimentation rate value of the MUSLE method does not require SDR so that the sedimentation rate value equal to the total erosion value at Parangjoho watershed. After obtaining the sedimentation rate and based on bathymetric data that the useful life of the Parangjoho reservoir has been exceeded, it is necessary to treat it with vegetative and mechanical methods. After that, recalculated after handling the Parangjoho Reservoir, and obtained sediment after the handling scenario of 13,015.33 tons/year and there was an additional volume of 27,417 m3 so that the age for use increased to 11 years.Daerah aliran sungai sebagai daerah tangkapan air sehingga rentan terhadap masalah erosi dan sedimentasi.Sedimen akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah erosi Penelitian ini memilih lokasi di Waduk Parangjoho yang terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.Tujuan penilitian ini adalah memperkirakan nilai pendugaan erosi dan sedimentasi menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation ( MUSLE ) di DAS Parangjoho, data yang diperlukan yaitu, data hujan harian maksimum tahun 2001-2020 yang digunakan untuk menghitung nilai debit banjir rancangan yang dapat digunakan perhitungan nilai indeks erosivitas limpasan permukaan, kemudian peta jenis tanah untuk mendapatkan faktor ( K), peta kemiringan lereng untuk faktor LS, peta tata guna lahan untuk faktor CP, dari data tersebut didapatkan besar laju erosi dan sedimentasi sebesar 54.898,14 ton/tahun, nilai laju sedimentasi metode MUSLE tidak memerlukan SDR sehingga nilai laju sedimentasi sama dengan nilai total erosi pada DAS Parangjoho. Setelah didapatkan besar laju sedimentasi dan berdasarkan data bathimetri bahwa usia guna waduk Parangjoho telah terlampaui maka perlunya melakukan penanganan dengan metode vegetatif dan mekanis. Setelah itu melakukan perhitungan kembali setelah adanya penanganan di Waduk Parangjoho, dan didapatkan sedimen setelah adanya skenario penanganan sebesar 13.015,33 ton/tahun dan terdapat volume tambahan sebesar 27.417 m3 sehingga usia guna bertambah menjadi 11 tahun. 
Studi Pendugaan Erosi dan Sedimentasi Menggunakan Metode USLE dan MUSLE di Waduk Krisak Kabupaten Wonogiri Putri, Dea Anggara; Sholichin, Mohammad; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.12

Abstract

Krisak Reservoir is an outlet of the Krisak watershed located in Singodutan Village, Selogiri District, Wonogiri Regency. The Krisak Reservoir was built in 1943 with a planned reservoir effective life of ± 50 years. The Krisak Reservoir has been operating for 79 years, but changes in land use and high sedimentation rates have resulted in reduced water capacity and useful life of the reservoir. One of the causes of sedimentation in the Krisak Reservoir is erosion. Erosion is caused by changes in land use that tend to pay less attention to soil and water conservation, causing shorter infiltration time and larger surface runoff volume. This study aims to determine the rate of erosion, sedimentation rate, the level of erosion hazard and the criticality of land in the Krisak watershed. In this study, erosion calculations were carried out using the USLE (Universal Soil Loss Equation) and MUSLE (Modified Soil Loss Equation) methods so that the rate of sedimentation entering the Krisak Reservoir could be determined. From the calculation results, it was found that in the USLE method the erosion rate was 57,544.21 m3/year with a sedimentation rate of 16,794.76 m3/year and the MUSLE method obtained the erosion rate equal to the sedimentation rate of 33,473.21 m3/year. So based on the results of the analysis, the level of erosion hazard in the Krisak watershed is Very Light with land conditions that lead to Critical Potential.Waduk Krisak merupakan outlet dari sungai DAS Krisak yang terletak di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Waduk Krisak dibangun pada tahun 1943 dengan rencana usia efektif waduk  50 tahun. Waduk Krisak telah beroperasi selama 79 tahun, namun perubahan tata guna lahan serta tingginya laju sedimentasi mengakibatkan berkurangnya daya tampung air dan usia guna waduk. Salah satu penyebab sedimentasi di Waduk Krisak adalah adanya erosi. Erosi disebabkan oleh perubahan tata guna lahan yang cenderung kurang memperhatikan konservasi tanah dan air sehingga menyebabkan semakin singkatnya waktu infiltrasi dan volume limpasan permukaan yang semakin besar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi, laju sedimentasi, tingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan pada DAS Krisak. Dalam studi ini dilakukan perhitungan erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dan MUSLE (Modified Soil Loss Equation) sehingga dapat diketahui besar laju sedimentasi yang masuk ke Waduk Krisak. Dari hasil perhitungan, didapatkan pada metode USLE besar laju erosi sebesar 57.544,21 m3/tahun dengan laju sedimentasi sebesar 16.794,76 m3/tahun dan metode MUSLE didapatkan besar laju erosi sama dengan laju sedimentasi sebesar 33.473,21 m3/tahun. Sehingga berdasarkan hasil analisa, tingkat bahaya erosi pada DAS Krisak adalah Sangat Ringan dengan kondisi lahan yang mengarah ke Potensial Kritis.
Studi Penanggulangan Banjir Dengan Upaya Normalisasi Pada SUngai Sragi Baru Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Roosydi, Yayan Ishad; Priyantoro, Dwi; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.21

Abstract

Sragi Baru River is located in Pekalongan Regency, Central Java Province with a main river length of 60 km. This river is located in Sragi Baru watershed with an area of 254 km2. The cross-sectional capacity of Sragi Baru River is inadequate due to the influence of sedimentation. In this study, the first thing to do was to analyze the design flood discharge, and to model using HEC-RAS 5.0.7 with the analyzed design flood discharge of 644,465 m3 / s. Cross-sectional capacity planning considers the concentration of debris charge in the flow discharge, so that the plan discharge QP = 1.1 × Q25th = 708.912 m3/s. Repairs to the cross-section of the river were carried out with a trapezoidal double cross section with a talud slope of 1:1.5, and eliminated the sediment that occurred so that the Manning roughness coefficient changed to 0.018, and the elongated slope of the river was planned to be 0.00027. Then for the embankment, the ground is planned with a freeboard 1 m, a lighthouse width of 4 m, and a slope of 1: 1.5. Furthermore, The influence of sedimentation on Sragi Baru River results in flood-prone conditions that will occur in the 20 years. In this case, the volume of the resulting deposit amounted to 299,667,311 m3, and the slope became 0.000304. Therefore, it is necessary to carry out river normalization activities in the form of dredging the riverbed to restore cross-sectional capacity to be able to drain the planned flood discharge (QP = 708.912 m3 /s).Sungai Sragi Baru berlokasi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah dengan Panjang sungai utama 60 km. Sungai ini berada pada DAS Sragi Baru dengan luas 254 km2. Kapasitas penampang Sungai Sragi Baru kurang memadai karena akibat dari pengaruh sedimentasi. Pada studi ini, hal yang pertama dilakukan adalah menganalisis debit banjir rancangan, dan melakukan pemodelan menggunakan HEC-RAS 5.0.7 dengan debit banjir rancangan yang telah dianalisis sebesar 644.465 m3/dt. Perencanaan kapasitas penampang mempertimbangkan konsentrasi muatan debris dalam debit aliran, sehingga debit rencana QP = 1,1 × Q25th = 708,912 m3/dt. Perbaikan penampang sungai dilakukan dengan penampang ganda berbentuk trapesium dengan kemiringan talud 1:1,5, dan menghilangkan endapan yang terjadi sehingga koefisien kekasaran Manning berubah menjadi 0,018, dan kemiringan memanjang sungai direncanakan 0,00027. Lalu untuk tanggul urugan tanah direncanakan dengan tinggi jagaan 1 m, lebar mercu 4 m, dan kemiringan 1:1,5. Selanjutnya dilakukan analisis sedimentasi. Pengaruh sedimentasi pada Sungai Sragi Baru mengakibatkan kondisi rawan banjir yang akan terjadi setelah 20 tahun. Dalam hal ini, volume endapan yang dihasilkan sebesar 299.667,311 m3, dan slope menjadi 0.000304. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan normalisasi sungai berupa pengerukan dasar sungai untuk mengembalikan kapasitas penampang agar mampu mengalirkan debit banjir rencana (Qp = 708,912 m3/dt). 
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Menggunakan Aplikasi ArcMap Pada DAS Pekalen Hulu Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Rastanto, Ridho Nur Aziz; Sisinggih, Dian; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.32

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Pekalen yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur bermuara di Selat Madura dan bersumber dari Gunung Argopuro dan Gunung Lemongan yang mempunyai luas wilayah sekitar 1.696,17 km2 . Penyebab terjadinya banjir di Probolinggo pada tahun 2018 dan 2019 kemungkinan dikarenakan banyak terjadi penebangan pohon di hulu DAS Kali pekalen yang didominasi pohon sengon pada hutan masyarakat, selain juga diduga akibat perubahan tata guna lahan. Dengan adanya kejadian tersebut, maka diperlukan kajian erosi DAS Pekalen Hulu dengan outlet Bendung Pekalen serta meninjau tingkat bahaya erosi dan arahan rehabilitasi lahan dan konservasi tanah (ARKLT). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode USLE dan MUSLE, kemudian dibandingkan untuk mengetahui besarnya debit limpasan permukaan dan erosivitas di DAS Pekalen hulu, laju erosi, tingkat bahaya erosi, dan arahan rehabilitasi lahan dan konservasi tanah yang sesuai dengan kondisi DAS. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa curah hujan rancangan periode ulang 1.01 dan 2 tahun masing-masing 82,27 mm 122,74 mm, dan total debit limpasan sebesar 48,35 m3/dt dan 72,13 m3/dt. Erosivitas hujan rata-rata tahunan Stasiun Hujan Condong sebesar 511,09 kJ/ha/tahun, Kertosuko 951,46 kJ/ha/tahun, Segaran 953,02 kJ/ha/tahun, dan Tiris sebesar 1069,86 kJ/ha/tahun. Erosi lahan metode USLE diperoleh sebesar 89,79 ton/ha/tahun, dengan SDR (Sedimen Delivery Ratio) menurut rumus Boyce, 1975 sebesar 11,72 % sehingga didapatkan SY (Sedimen Yield) sebesar 10,52 ton/ha/tahun. Erosi MUSLE dengan periode ulang 1.01 tahun rata-rata sebesar 5,75 ton/ha/tahun,untuk periode ulang 2 tahun rata-rata sebesar 9,03 ton/ha/tahun. Tingkat bahaya erosi didominasi oleh harkat erosi sangat tinggi dengan luas wilayah 6.693,08 ha (39,74 %), harkat erosi sedang dengan luas wilayah 5.051,82 ha (30 %), harkat erosi tinggi dengan luas wilayah 2.653,15 ha (15,75 %), dan harkat erosi rendah dengan luas wilayah 2.443,46 ha (14,51 %). Jadi dapat disimpulkan bahwa DAS Pekalen Hulu didominasi erosi sangat tinggi sebesar 39,74 %. Pola ARLKT yang dilakukan adalah memberikan kebijakan arahan penggunaan lahan yaitu, Kawasan Lindung dengan luas 5.094,76 ha (30,25 %), Kawasan Penyangga dengan luas 10.092,43 ha (59,93 %), dan Kawasan Budidaya dengan luas 1.654,31 ha (9,83 %). The Pekalen Watershed is located in the administrative area of Probolinggo Regency, East Java Province, which empties into the Madura Strait, originates from the springs of Mount Argopuro and Lemongan with an area of about 1.696,17 km2. The cause of the flooding in Probolinggo in 2018 and 2019 was probably due to the large amount of deforestation upstream of the Pekalen watershed, which is dominated by sengon trees in community forests, as well as suspected changes in land use. With this incident, it is necessary to study the erosion of the Upper Pekalen watershed at the outlet of the Pekalen Weir and review the erosion hazard level and recommendation for land rehabilitation and soil conservation (ARLKT). This research was conducted using the USLE and MUSLE methods, then compared to determine the amount of runoff and erosivity in the upstream Pekalen watershed, erosion rate, erosion hazard level, and the recommendation for land rehabilitation and soil conservation in accordance with watershed conditions. Based on the results of the analysis, it is known that the amount of surface runoff using the rational method, where with a design rainfall of 1,01 and 2 return periods respectively, 82,27 mm, 122,74 mm, obtained a total runoff discharge of 48,35 m3/s and 72,13 m3/s. The annual mean rainfall erosivity for each rain station is as follows: Condong Rain Station is 511,09 kJ/ha/year, Kertosuko is 951,46 kJ/ha/year, Segaran is 953,02 kJ/ha/year, and Tiris is 1.069,86 kJ/ha/year. Soil erosion using the USLE method was obtained at 89,79 tons/ha/year, with the SDR (Sediment Delivery Ratio) according to Boyce's formula (1975) of 11,72%, so that the SY (Sediment Yield) was 10,52 tons/ha/year. While MUSLE erosion with a return period of 1,01 years averaged 5,75 tons/ha/year, for 2-years return period is an average of 9,03 tons/ha/year. The erosion hazard level is dominated by very high erosion values with an area of 6.693,08 ha (39,74%), moderate erosion values with an area of 5.051,82 ha (30.00%), high erosion values with an area of 2.653,15 ha (15,75 %), and the erosion value is low with an area of 2.443,46 ha (14,51 %). So, it can be concluded that the Upper Pekalen watershed is dominated by very high erosion of 39,74%. The ARLKT pattern (Recommendation for Land Rehabilitation and Soil Conservation) carried out in the Upper Pekalen watershed is to provide a policy of directing land use, as follows. Protected Areas with an area of 5.094,76 ha (30.25 %), Buffer Areas with an area of 10.092,43 ha (59,93 %), Cultivation Areas with an area of 1.654,31 ha (9,83 %).
Analisis Keruntuhan Bendungan Telaga Pasir Kabupaten Magetan Melalui Simulasi HEC-RAS dan Berbasis InaSAFE Siregar, Jeremi Ishak; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.04

Abstract

Bendungan Telaga Pasir yang berada pada Kabupaten Magetan adalah salah satu bendungan alam (telaga alami) yang terdapat di Indonesia. Bendungan Telaga Pasir berfungsi untuk penyediaan air irigasi dan sebagai tempat wisata. Selain fungsi tersebut, Bendungan Telaga Pasir juga tidak lepas dari resiko dari terjadinya sebuah keruntuhan bendungan seiring dengan usia bendungan yang semakin menua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengerti besarnya debit banjir rancangan maksimum pada wilayah daerah tangkapan air Bendungan Telaga Pasir, mengetahui sebaran banjir akibat keruntuhan Bendungan Telaga Pasir berdasarkan simulasi HEC-RAS 5.0.7, mengetahui klasifikasi tingkat bahaya, dan estimasi kerugian ekonomi yang disebabkan keruntuhan Bendungan Telaga Pasir berbasis InaSAFE. Hasil analisis menunjukkan debit banjir maksimum PMF dari metode HSS Nakayasu didapatkan sebesar 56,285 m3/dt, maka dilakukan simulasi keruntuhan bendungan menggunakan HEC-RAS 5.0.7 dari beberapa skenario. Luas sebaran genangan banjir terluas akibat keruntuhan Bendungan Telaga Pasir yaitu seluas 14,496 km2 dengan ketinggian banjir maksimum 34,61 m. Berdasarkan hasil sebaran banjir yang dimasukan pada aplikasi InaSAFE maka keruntuhan Bendungan Telaga Pasir dikategorikan bahaya banjir tingkat tinggi. Estimasi kerugian ekonomi yang ditanggung oleh pemerintah dan warga Kabupaten Magetan yang terdampak akibat keruntuhan Bendungan Telaga Pasir penduduk sebesar Rp. 154.225.241.802. Telaga Pasir Dam is one of Indonesia's natural lakes which provides irrigation water and tourist spot. Despite that, Telaga Pasir Dam is not free from the risk of a dam break along with the age of the dam. The purpose of this study is to determine the maximum flood discharge in the Telaga Pasir Dam catchment area, the flood inundation due to the collapse of Telaga Pasir Dam based on the HEC-RAS 5.0.7 simulation, to classify the hazard level of the collapse, and to estimate the economic losses caused by the collapse of the dam using InaSAFE. The analysis results show that the PMF discharge from Nakayasu method is 56,285 m3/sec. Which then, is used in HEC-RAS for several scenarios. The maximum area affected by the collapse of Telaga Pasir Dam is 14,496 km2 with a maximum flood height of 34.61 m. Based on the results of the flood distribution entered into the InaSAFE program, the collapse of Telaga Pasir Dam is categorized as a high-level flood hazard. The estimated economic loss caused by the collapse of the Telaga Pasir Dam is Rp. 154.225.241.802.
Co-Authors Abdillah, Rusdan Adiputra, Dhimas Satibi Andre Primantyo Andre Primantyo Hendrawan Andriyani, Setinda Eka Aniek Masrevaniah Arief Satria M. Atika , Yumna Bayu Rahayudi Berlian, Ramadhan Sangsang Danang Bimo Irianto Delivean Rakha Dermawan Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Dwiprayogo, Bayu Elroy Koyari Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fachrudin, Faruq Abdurrahman Favian Giffary Ramadian Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Hari Prasetijo Hariyanto, Andri Kwin Hariyoni Hariyoni Heri Suprijanto Hidayah, Tita Ikrar Hanggara, Ikrar Iskandar Iskandar Ivan Dwi P K., Anggraeni Dwi Kurniawati, Oktavia Triana Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Bisri Mahardhika, Tatag Tata Mahyaya M. Rahman Maulina, Chatherine Grace Moh. Sholichin Mohammad Bisri Muhammad Bisri Munfarid, Munfarid Nugraha, Apria Wayah Patra Surya Nurwijayanti Palupi, Gema Anggun Pitojo Tri Juwono Prasetyo, Wibi Bagus Puguh Wahyudi, Puguh Putri, Dea Anggara Putu Ratih Wijayanti Qadri S, Wahyuddin Rahman, Kurdianto Idi Rastanto, Ridho Nur Aziz Rayhan, Nabil Resti Ambarsari, Diyah Rifai, A Rini Wahyu Sayekti Rini Wahyu Sayekti Riyadi, Bagus Riyanto Haribowo Roosydi, Yayan Ishad Runi Asmaranto Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Siregar, Jeremi Ishak Sorey, Teddy Dolfie Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto S Sulianto Sulianto Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Syaelendra, M. Sina Syaiful Anam Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Prasetyo Wayan Andi Frederich Gunawan Widodo, Ibnu Sam Widyaningrum, Aprilia Willy Kriswardhana Yudo Tri Kuncoro Yusril Fatrah Zulkanzi, Achmad Kamili