Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kinerja Alat Bor dalam Penyediaan Lubang Ledak untuk Mencapai Target Produksi Pembongkaran Overburden di Pit.7 PT. Insani Bara Perkasa Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur Muh. Iskandar Rahman; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i2.1373

Abstract

Blast hole drilling is an initial stage that plays a critical role in determining the success of blasting activities in mining and construction operations. Drilling quality directly affects rock fragmentation, drilling equipment efficiency, drilling equipment productivity, as well as blasting safety and costs. This study aims to analyze the influence of drilling parameters on blast hole quality, including hole diameter, drilling depth, hole inclination, and the suitability of drilling patterns with respect to the planned blasting design. The research methodology involves field observations, actual measurements of drill holes, and analysis of data obtained from drilling and blasting productivity. The results show that deviations in hole depth and direction can lead to irregular distribution of blasting energy, resulting in suboptimal rock fragmentation and an increased potential for flyrock and overbreak. In addition, the selection of appropriate drilling methods and equipment based on rock mass characteristics has been proven to improve productivity and blast hole quality. Therefore, controlling drilling parameters and implementing proper operational procedures are essential to enhance the overall effectiveness and productivity of blasting activities. This study is expected to serve as a reference for the planning and evaluation of blast hole drilling activities to achieve more efficient, safe, and economical operations.
Studi Klasifikasi Tanah Metode USCS dan Pengaruh Kedalaman terhadap Karakteristik Tanah pada Lereng Lowwall Pit North PT Karya Putra Borneo Ahmad Akmal Muhyiddin; Tommy Trides; Shalaho Dina Devi; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i2.1374

Abstract

This study aims to determine the soil classification of rock disintegration products based on the Unified Soil Classification System (USCS) and analyze its relation to sample depth variations on the lowwall slope of Pit North, PT Karya Putra Borneo, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Soil samples were obtained through the Slake Durability test, simulating rock weathering from wetting and drying cycles, producing fine particles classified as weathered soil. These samples were analyzed for physical properties using Atterberg Limits tests and Grain Size Analysis. Observation point coordinates were X 508523.011 m, Y 9922791.186 m, at an elevation of 87.548 m. Drilling indicated soil material at 0–1.5 m depth; claystone with coal fragments at 2.97–4.44 m; siltstone with coal fragments at 4.44–10.55 m; and claystone at 12.05–29.36 m. USCS classification showed the materials were dominated by fine-grained soils: clay (CL) and silt (ML), with minor silty sand (SM). Correlation with borehole depth revealed no significant changes in soil classification, indicating that depth variations primarily affect soil physical properties rather than its classification type.  
The Analisis Pengaruh Temperatur Air pada Siklus Pengujian Slake Durability Terhadap Ketahanan dan Ukuran Butir Batuan Daerah Kutai Kartanegara Moh. Widzar Fahmi Widzar; Revia Oktaviani; Rety Winonazada; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i1.301

Abstract

Uji slake durability mampu memberikan gambaran mengenai tingkat kerusakan yang dialami batuan akibat siklus pengeringan dan pembasahan. Temperatur air merupakan salah satu variabel penting terhadap hasil uji slake durability, peningkatan temperatur air dapat mempercepat laju reaksi kimia dan fisik yang terjadi pada batuan selama proses pelapukan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk menganalisis ketahanan dan pengaruh temperatur air pada siklus pengujian slake durability, batulempung dan batulanau dipilih karena memiliki ukuran butir yang berbeda yang nantinya akan dilakukan pengujian ukuran butir untuk mengetahui dominasi material dari setiap lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penenlitian didapatkan hasil pengaruh index durability (Id2) terhadap temperatur air didapatkan pada sampel batulanau formasi Balikpapan pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9998, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air kuat dengan nilai (R2) 0.9879, sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan pengaruh temperatur air cukup kuat dengan nilai (R2) 0,791, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9659. Untuk dominasi material pada lokasi penelitian didapatkan sampel batulanau formasi Balikpapan sebesar 60,17%, formasi Pulau Balang sebesar 61, 06% sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan sebesar 54,51%, dan formasi Pulau Balang sebesar 61,87%.
Analisis dan Rekomendasi Geometri Lereng Highwall Berdasarkan Pengeboran Geoteknik pada Area Pit MMM Site PT. Baramulti Suksessarana Kab. Kutai Kartanegara Arie Prasetya Arie; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i1.303

Abstract

Ilmu geoteknik selalu akan berhubungan dengan material alam, baik dari permukaan maupun dari dalam bumi, dalam bentuk tanah dan batuan. Dalam proses penambangannya, PT. Baramulti Suksessarana melakukan proses penambangan dengan metode tambang terbuka (open pit). Pada penambangan secara tambang terbuka (open pit), sudut kemiringan adalah satu faktor utama yang mempengaruhi bentuk dari final pit dan lokasi dari dinding-dindingnya. Kemiringan dan tinggi suatu lereng sangat mempengaruhi stabilitas lereng, semakin besar sudut dan tinggi suatu lereng, maka stabilitas lerengnya semakin kecil. Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan lereng yang aman maka diperlukan kajian geoteknik untuk mengoptimalisasi geometri lereng bukaan tambang serta timbunan yang telah direncanakan oleh pihak perusahaan. Pengeboran geoteknik adalah pengeboran inti (core drilling) yang bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang kondisi batuan yang dibor. Persyaratan utama dalam pengeboran geoteknik adalah mendapatkan inti bor yang utuh, dengan recovery yang maksimal (jika mungkin Recovery > 90%). Untuk mendapatkan data geoteknik yang valid dan representatif bagi suatu tambang atau rencana pengembangan suatu tambang, penentuan rencana titik bor dan kedalaman pengeboran serta pencapaian Core Recovery yang tinggi adalah hal yang sangat penting. Di samping itu, rencana penambangan (Pit Plan) yang mencakup luas, bentuk, dan kedalaman bukaan tambang juga harus menjadi pertimbangan dalam penentuan titik bor geoteknik. Semua lapisan batuan yang akan membentuk lereng bukaan tambang harus terwakili oleh titik bor geoteknik yang akan dilakukan.