Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pembatalan Sertifikat Pengganti Hak Milik Atas Tanah (Studi Putusan Nomor : 52/G/2010/PTUN.MTR) Chairunnisa, Nur Ifani; Jayus, Jayus; Fadhilah, Nurul Laili
PUSKAPSI Law Review Vol. 2 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) FH UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/puskapsi.v2i2.29297

Abstract

Salah satu tanda bukti kepemilikan tanah bagi setiap warga Negara Indonesia adalah berupa sertifikat tanah. Arti Sertifikat menurut Pasal 32 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah menjelaskan bahwa sebagai surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat didalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan. Jika ternyata suatu saat terjadi sertipikat tanah ini hilang atau rusak, maka bisa diterbitkan sertipikat pengganti dan subjek haknya sendiri juga sama. Dalam proses pembuatan sertipikat tanah maupun sertipikat pengganti, diusahakan dalam waktu yang singkat, namun tidak meninggalkan soal kecermatan dan ketelitian dalam penangannya. Sebab, apabila yang terjadi suatu kelalaian atau kesalahan maka timbul kegagalan dalam kepastian hukum mengenai hak-hak atas tanah. Badan Pertanahan Nasional selaku institusi yang berwewenang dalam pembatalan sertipikat hak milik atas tanah berhak melakukan pembatalan sertifikat yang telah mendapat putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum. Hal ini dapat diindikasikan bahwa BPN telah melakukan kesalahan dari segi administratif dan prosedural dalam menerbitkan sertipikat.
Reimagining Industry 5.0: Centering People in a Digital World and Bridging Techno-Economic and Socio-Technical Futures Abdullah, Assyari; Sumaiyah, Sumaiyah; Yazid, Yasril; Jayus, Jayus; Khairi, Akmal; Mustafa, Mustafa; Astuti, Dwi Sutri; Edison, Edison; Soim, Muhammad
ARISTO Vol 14 No 2 (2026): July : Forthcoming
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v14i2.13279

Abstract

his book review critically examines Industry 4.0 to Industry 5.0: Explorations in the Transition from a Techno-economic to a Socio-technical Future as an intellectual map of the shift from a techno-economic logic (efficiency, productivity, automation) toward a socio-technical horizon that uses human-centricity, sustainability, and resilience as its primary compass. The review synthesizes key threads across chapters—covering conceptual distinctions between Industry 4.0 and 5.0, governance and power dynamics, AI developments (including generative AI), soft skills, circular-economy pathways, and systemic risk pressures (climate crisis, cyber threats, geopolitical volatility) that shape organizational and policy choices. While the book’s main strength lies in its breadth and interdisciplinary ambition, the review highlights areas that would benefit from sharpening: clearer definitional boundaries, more operational indicators to prevent “human-centered, sustainable, resilient” from remaining a slogan, and richer empirical mini-cases—especially beyond Europe/US contexts. Overall, the draft positions the book as a timely bridge between technological acceleration and socio-environmental accountability, and it advances a policy-centric research agenda centered on a core question: technology for whom, under which incentives, and with what social impacts.