Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Bibliotherapy on Self Concept in Children with Mental Retardation Seprita, Afdalya Ibna; Permanasari, Ika; Amin, Suci
JENDELA NURSING JOURNAL Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v8i2.11881

Abstract

Background: the social limitations experienced by children with disabilities cause them to have a negative self-concept. One of the therapies that can be used to improve self-concept is bibliotherapy.Purpose: the purpose of this study was to determine the effect of bibliotherapy on self-concept in children with mental retardation.Methods: the design used in this research is quasy experimental design, the researcher used one group pretest-posttest. The population in this study were all children with disabilities in SLB Negeri Pembina Pekanbaru, namely grade 5 elementary school students totaling 14 students. The sample in this study was selected by non-random (non probability) sampling, namely total sampling, Data obtained from the distribution of the Robson Self-Concepts Scale questionnaire to assess self-concept in children with disabilities. The statistical test used is the Wilcoxon Rank Test.Results: the univariate results in this study obtained the median value for respondent characteristics based on age 12.00 while characteristics based on gender are respondents with male gender as many as 9 respondents (64.3%). Bivariate results using the Wilcoxon Rank Tast test, obtained p value = 0.001 Ë‚ 0.05.Conclusion: bibliotherapy has an effect on improving self-concept in children with tunagrahita. It is expected that schools and parents can apply bibliotherapy to improve self-concept in children with mental retardation.
EDUKASI TERAPI STRETCHING TERHADAP NYERI SENDI PENDERITA GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI PSTW HUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU Efliani, Destria; Margi Astuti, Epu; Permanasari, Ika
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 2 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/2nd7fb58

Abstract

Gout arthritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan nyeri sendi yang dapat mengganggu mobilitas serta kualitas hidup. Penatalaksanaan gout arthritis tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian lansia dalam mengelola nyeri sendi melalui edukasi dan penerapan terapi stretching. Kegiatan dilaksanakan di PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau dengan sasaran lansia penderita gout arthritis. Metode yang digunakan adalah edukatif dan partisipatif, meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung terapi stretching. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan observasi kemampuan lansia dalam melakukan stretching serta penilaian nyeri sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia serta kemampuan melakukan terapi stretching secara mandiri, disertai penurunan keluhan nyeri sendi. Edukasi terapi stretching terbukti bermanfaat sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengelolaan nyeri sendi gout arthritis pada lansia serta berpotensi meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI  DI POSKESDES DESA MENTAYAN Suharni; Mayenti, Fitra; Amin, Suci; Permanasari, Ika
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/25cygk35

Abstract

Penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Dalam hal mengendalikan tekanan darah, faktor gaya hidup, seperti kualitas tidur seseorang adalah yang terpenting. Pasien hipertensi yang dilihat di Pos Kesehatan Desa Mentayan menjadi subjek penelitian ini, yang berupaya untuk menetapkan korelasi antara kedua variabel tersebut. Pendekatan analitik observasional cross-sectional digunakan dalam desain penelitian. Tiga puluh peserta dipilih untuk penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk mengukur kualitas tidur, sementara sphygmomanometer digunakan untuk mengukur tekanan darah. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa 66,7% peserta mengalami kualitas tidur yang buruk dan 36,7% memiliki hipertensi stadium II. Analisis statistik mengungkapkan korelasi yang kuat antara kualitas tidur dan tekanan darah pada individu dengan hipertensi (nilai-p = 0,001). Konseling rutin, saran tentang pola tidur yang baik, dan pemeriksaan untuk meningkatkan manajemen tekanan darah yang optimal harus menjadi bagian dari edukasi pasien hipertensi dan pemantauan Kualitas tidur.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Utamia, Harma Sapitri; Permanasari, Ika; Redho, Ahmad
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/f8g2k118

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Melitus tipe II akan meningkat setiap tahunnya dan merupakan ancaman utama bagi kesehatan manusia. pola makan yang kurang baik dan aktivitas fisik yang tidak teratur merupakan beberapa penyebab kadar gula darah tidak terkontrol.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Pustu Sungai Simbar Kecamatan Kateman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Total sampling, dengan jumlah sampel 40 responden. dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian pada variabel pola makan menunjukkan bahwa p-value 0,000< Alpha 0,05. Pada variabel aktivitas fisik p Value yang diperoleh adalah 0,000, nilai ini menunjukkan bahwa p-value 0,000< Alpha 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II di Pustu Sungai Simbar Kecamatan Kateman. Diharapkan kepada penderita Diabetes Melitus Tipe II dapat mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan baik. Semakin baik pola makan dan makin teratur aktivitas fisik maka kadar gula darah pasien akan dapat dipertahankan dalam keadaan terkontrol.