Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Biotropika

Regenerasi In Vitro Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Kurniawan, Alfian Dwi; Widoretno, Wahyu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.06 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh yang ditambahkan pada media terhadap induksi kalus dan regenerasi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) secara in vitro. Kalus diinduksi dari eksplan cakram /basal stem menggunakan media Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan 2,4-D konsentrasi 1, 2, 3 dan 4 mg/L. Kalus dikultur pada media MS dengan penambahan NAA 0,1 mg/L dan beberapa konsentrasi  kinetin (2, 3 dan 5 mg/L) untuk induksi tunas. Tunas disubkultur pada media MS + IBA 2 mg/L untuk membentuk plantlet. Penambahan 2,4-D pada media kultur mampu menginduksi pembentukan kalus pada eksplan, tetapi konsentrasi 2,4-D yang tinggi pada media menghambat pembentukan dan pertumbuhan kalus serta menyebabkan terjadi pencoklatan pada eksplan. Penambahan kinetin yang dikombinasikan dengan NAA pada medium mampu menginduksi tunas bawang merah dari eksplan kalus. Peningkatan konsentrasi kinetin berpengaruh terhadap jumlah tunas yang terbentuk pada kalus. Konsentrasi kinetin 2 mg/L mampu menghasilkan tunas lebih banyak dibandingkan dengan kinetin pada konsentrasi yang lebih tinggi (3 dan 5 mg/L). Plantlet bawang merah diperoleh setelah tunas disubkultur pada media yang mengandung IBA 2mg/L, akar mulai muncul setelah 6-8 minggu kultur.
Regenerasi Tanaman dari Eksplan Kalus Bawang Putih (Allium sativum L.) secara In Vitro Fauziah, Arbaul; Widoretno, Wahyu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.87 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin terhadap induksi kalus dan regenerasi tanaman bawang putih (Allium sativum L.) secara in vitro. Medium Murashige and Skoog (MS) dengan penambahan kombinasi 2,4-D dan kinetin digunakan untuk induksi kalus dari eksplan meristem basal,  sedangkan NAA dan BAP digunakan untuk regenerasi planlet dari eksplan kalus. Pertumbuhan kalus pada medium kultur yang mengandung 2,4-D dan kinetin pada konsentrasi rendah lebih baik daripada konsentrasi tinggi. Kalus yang dikulturkan pada medium kultur yang mengandung NAA 0.1 ppm dikombinasikan dengan BAP 0.5-2 ppm mampu membentuk tunas. Jumlah tunas meningkat seiring dengan peningkatan konsentrai BAP. Di antara berbagai macam konsentrasi NAA dan BAP, jumlah tunas terbanyak diperoleh pada medium kultur yang mengandung NAA 0.1 ppm dan BAP 2 ppm. Tunas-tunas dipindahkan ke medium kultur dengan penambahan BAP 10 ppm untuk menginduksi pemanjangan tunas. Planlet bawang putih dihasilkan dari tunas yang dikulturkan pada medium kultur dengan penambahan IBA 2 ppm. Kata kunci: bawang putih, kalus, meristem basal, regenerasi in vitro