Fanny Lesmana
Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra Surabaya

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Star Studies Terhadap Beauty Vlogger Cindercella Celine Dian Lukartono; Fanny Lesmana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui image seperti apa yang diinterpretasikan oleh beauty vlogger Cindercella. Melalui metode star studies oleh Richard Dyer, serta dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Ditemukan bahwa Cindercella menunjukkan image self-esteem dan aktualisasi diri. Dengan makeup karakter, serta kepribadiannya yang ceria, suka ngelawak, self love, dan body positive membuat Cindercella merasa menjadi dirinya sendiri dan menjadi lebih percaya diri. Hal tersebut ditunjukkan melalui segi visual, verbal, dan non-verbal, yang didapat melalui video YouTube, media sosial, serta wawancara dengan media online.
Wacana Pemberitaan Separatisme Papua dalam Harian Jawa Pos Naomi Victoria Eryanto; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan antara pihak Aparat Pemerintah dan Kelompok Separatis masih belum menemukan penyelesaian. Hingga Desember 2018, terdapat banyak kasus yang terjadi dalam rangkaian peringatan Kemerdekaan Papua yang dirayakan tiap pada 1 Desember. Terdapat banyak peristiwa yang terjadi, diantaranya penangkapan, penembakan dan penyerangan. Banyak media nasional yang memberitakan, salah satunya Jawa Pos. Tiap media memiliki ideologi, untuk melihat wacana ideologi yang terbentuk maka dapat diteliti dengan Analisis Wacana. Theo Van Leeuwen dalam teorinya menjelaskan jika kita bisa melihat aktor sosial dimarjinalkan dengan melihat posisi aktor tersebut dijelaskan dalam teks berita. Hasilnya, Jawa Pos memiliki kecenderungan untuk berpihak kepada oposisi pemerintah dan pemerintah dengan memarjinalkan kelompok separatis.
Penerimaan Remaja terhadap Pesan Pendidikan Seksual dalam Film Dua Garis Biru Lavenia Pili Roboh; Fanny Lesmana; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film “Dua Garis Biru” mengangkat isu seks bebas dan pernikahan dini yang sering terjadi pada remaja dengan tujuan memberikan pendidikan seksual melalui film. Pemaknaan remaja akan film ini tentu berbeda-beda berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Pendidikan seksual yang dibahas dalam penelitian ini mencakup beberapa aspek seperti hubungan, pernikahan, proses menjadi orang tua, peran gender dan kesehatan seksual. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam. Metode yang digunakan adalah analisis penerimaan. Informan dari penelitian ini adalah para remaja berdasarkan persepsi dan pengalaman mereka tentang pendidikan seksual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua informan memiliki penerimaan dominan dan dua informan berada di posisi negosiasi. Penerimaan para informan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu field of experience, frame of reference, agama dan hubungan dengan orang tua.
Representasi Kekerasan dalam Foto-Foto di Buku Kumpulan Fotografi Jurnalistik “Unpublished” Yeremia Tulude Ambat; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wartawan foto memiliki tugas untuk mencari berita melalui konten visual berupa foto. Dalam redaksional media cetak, tidak semua foto dapat terpublikasikan karena pertimbangan redaksi, salah satunya ialah kekerasan. Dalam penelitian ini, foto yang dianggap mengandung unsur-unsur kekerasan tidak dimuat pada Harian Kompas, tetapi dimuat pada media lain berupa buku kumpulan fotografi jurnalistik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis semiotika untuk membahas mengenai sistem tanda dan lambang dan bagaimana penerapannya.                   Dalam buku Unpublished terbitan dari Kompas, kekerasan berlangsung dalam satu sistem pemerintahan. Kekerasan yang tergambarkan dalam buku ini tidak hanya menggambarkan kekerasan secara langsung/fisik, tetapi juga kekerasan tidak langsung/psikologis.  Kekerasan tersebut terdapat pada peristiwa yang bertalian dengan ekonomi, bencana, infrastruktur, pendidikan. Kekerasan juga turut tergambarkan baik fisik maupun psikologis dalam suatu ritual/adat istiadat.                  Kekerasan tergambarkan dalam foto-foto di buku Unpublished berhubungan dengan kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat. Hal ini memiliki keterkaitan pada media yang menerbitkan buku Unpublished sendiri. Kompas menjadi media yang tidak hanya melakukan pemberitaan dengan mengedepankan sensasi pada sebuah berita, tetapi juga bagaimana media memberitakan peristiwa yang menyalurkan suara masyarakat/mengedepankan kepentingan publik.
Analisis isi Kekerasan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2 Cliff Reinhart Marthin; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa frekuensi bentuk-bentuk kekerasan yang ditayangkan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2. Penelitian ini menggunakan teori kekerasan oleh Weiner, Zahn dan Sagi dengan menggunakan indikator kekerasan fisik dan kekerasan Psikologis. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan analisis isi dan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah kedua film Deadpool dengan menggunakan metode purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Deadpool 1 dan Deadpool 2, jenis kekerasan fisik menjadi indikator yang paling mendominasi dalam kedua film ini, kekerasan fisik muncul sebanyak 61 kali atau 53% selama penayangan film Deadpool 1 dan 83 kali kekerasan fisik atau 72% untuk film Deadpool 2. Subindikator atau bentuk kekerasan yang paling sering muncul adalah membunuh sebanyak 16 kali dan memukul sebanyak 12 dalam film Deadpool 1 dan bentuk kekerasan membunuh muncul sebanyak 22 kali dan memukul sebanyak 16 kali dalam film Deadpool 2.
Analisis isi Kekerasan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2 Cliff Reinhart Marthin; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa frekuensi bentuk-bentuk kekerasan yang ditayangkan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2. Penelitian ini menggunakan teori kekerasan oleh Weiner, Zahn dan Sagi dengan menggunakan indikator kekerasan fisik dan kekerasan Psikologis. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan analisis isi dan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah kedua film Deadpool dengan menggunakan metode purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Deadpool 1 dan Deadpool 2, jenis kekerasan fisik menjadi indikator yang paling mendominasi dalam kedua film ini, kekerasan fisik muncul sebanyak 61 kali atau 53% selama penayangan film Deadpool 1 dan 83 kali kekerasan fisik atau 72% untuk film Deadpool 2. Subindikator atau bentuk kekerasan yang paling sering muncul adalah membunuh sebanyak 16 kali dan memukul sebanyak 12 dalam film Deadpool 1 dan bentuk kekerasan membunuh muncul sebanyak 22 kali dan memukul sebanyak 16 kali dalam film Deadpool 2.
Etika Jurnalisme Bencana dalam Program Breaking News Kecelakaan Sriwijaya Air SJ- 182 periode Januari 2021 Jovita Rebecca Poluan; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Awal 2021, berbagai bencana melanda Indonesia. Ada bencana yang disebabkan faktor alam, seperti tanah longsor di Sumedang, gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, gunung meletus, dan bencana nonalam, yakni kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Banyaknya bencana tentu menjadi perhatian media. Namun pada praktiknya, pemberitaan mengenai bencana di Indonesia lebih menjual duka keluarga dibandingkan konten informatif, seperti mitigasi bencana. Melalui penelitian ini, peneliti hendak mengetahui sejauh mana berita di televisi Indonesia menerapkan etika jurnalismebencana. Peneliti menggunakan analisis isi kuantitatif Breaking News mengenai kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 pada 9-12 Januari 2021 dari dua saluran televisi berita, yakni Metro TV dan CNN Indonesia. Dari total 97 sampel, sebanyak 91,8% sudah mematuhi Pasal 50 Standar Program Siaran 2012 mengenai peliputan bencana. Namun, peneliti masih menemukan adanya pelanggaran terhadap butir pertama, yakni menambah penderitaan atau trauma korban, keluarga, dan masyarakat, dengan cara memaksa, menekan, dan/atau mengintimidasi untuk diwawancarai dan/atau diambilgambarnya. Mayoritas pelanggaran berupa pertanyaan mengenai firasat keluarga atau mewawancarai keluarga korban yang tengah berkabung.
Pengaruh Pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” di Televisi Terhadap Tingkat Kecemasan Pelanggan Netflix Indonesia Rhein Valdaw Kalangi; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” di Televisi terhadap tingkat kecemasan pelanggan Netflix di Indonesia. terpaan media massa dapat menyebabkan kecemasan orang meningkat karena kedekatan pesan yang disampaikan kepada audience. Tingkat kecemasan meningkat pada setiap orang namun masing-masing berbeda tergantung terpaan yang diterima oleh pemirsa. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner, dan hasilnya dianalisa menggunakan analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” terhadap tingkat kecemasan pelanggan Netflix di Indonesia.
USES AND GRATIFICATIONS OF GENTA MAGAZINES AMONG PETRA CHRISTIAN UNIVERSITY’S STUDENT Felicia Luvena; Veronica Maureen; Fanny Lesmana
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 5, No 01 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK 36/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.594 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v5i01.1739

Abstract

ABSTRACTGENTA Magazine was published by student press known as Pers Mahasiswa (PERSMA) of Petra Christian University since January 28th, 1964 and also the oldest campus magazine in Indonesia. GENTA Magazine intended for Petra Christian University community. But, because it is made by the student press, in this paper we tried to focus on the student audience. In principle, GENTA Magazine is an internal media. The study aimed to know about GENTA Magazine's reader’s gratifications, especially the students of Petra Christian University. The students were asked to rate their reason to read GENTA Magazine based on those statements that operationalized in 5-point Likert scale (5=exactly, 1=not at all). The instrument was divided into two parts: the first part, they were asked to answer basic identity (gender and major). And in the final section they were asked about motivations in reading GENTA Magazine that divided again into 3 categories based on Stafford, Stafford & Schkade (2004) meta-categorization of gratification factors (Social Gratifications, Content Gratifications, and Process Gratifications). This research will be value-able to the magazines publishers to adapt with their audience motives and needs from the magazines. The student press, as the publishers might have more understanding of how to make their contents of the magazine and have better understanding how of how to get the audience attention’s. The findings revealed that Petra Christian University's students’ gratifications are fulfilled in content gratification indicatorKeywords; magazine, media consumptions, uses and gratifications.ABSTRAKMajalah GENTA diterbitkan oleh pers mahasiswa yang dikenal sebagai Pers Mahasiswa (PERSMA) Universitas Kristen Petra sejak 28 Januari 1964 dan juga majalah kampus tertua di Indonesia. Majalah GENTA ditujukan untuk komunitas Universitas Kristen Petra. Tetapi, karena dibuat oleh pers siswa, dalam makalah ini kami mencoba untuk fokus pada audiensi siswa. Pada prinsipnya, Majalah GENTA adalah media internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kepuasan pembaca Majalah GENTA, terutama mahasiswa Universitas Kristen Petra. Para siswa diminta untuk menilai alasan mereka untuk membaca Majalah GENTA berdasarkan pernyataan-pernyataan yang dioperasionalkan dalam skala Likert 5 poin (5 = tepatnya, 1 = tidak sama sekali). Instrumen ini dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama, mereka diminta untuk menjawab identitas dasar (gender dan utama). Dan pada bagian terakhir mereka ditanya tentang motivasi dalam membaca Majalah GENTA yang dibagi lagi menjadi 3 kategori berdasarkan meta-kategorisasi faktor-faktor kepuasan(Gratifikasi Sosial, Gratifikasi Konten, dan Gratifikasi Proses). Penelitian ini akan bermanfaat bagi penerbit majalah untuk beradaptasi dengan motif dan kebutuhan audiens mereka dari majalah tersebut. Pers mahasiswa, karena penerbit mungkin memiliki lebih banyak pemahaman tentang bagaimana membuat konten majalah mereka dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana cara mendapatkan perhatian penonton. Temuan mengungkapkan bahwa gratifikasi mahasiswa Universitas Kristen Petra terpenuhi dalam indikator kepuasan kontenKata kunci: majalah, konsumsi media, penggunaan dan kepuasan.
Shelter for women: Femina magazine cover design at pandemic situation Fanny Lesmana; Asthararianty Asthararianty; Yeremia Ambat
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2022): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 36/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v8i1.3073

Abstract

Femina Magazine has a female with careers or work, both at home and in the public sphere as its audience target. Therefore, Femina Magazine has been publishing featuring cover designs for female models. However, in the May-June 2020 edition, Femina Magazine presents a different design concept. Femina did not use a female models as its cover but Femina is using illustrations for the cover. This closing design refers to the world situation affected by the Covid-19 pandemic outbreak. This study aims to determine the representation displayed by the cover design of Femina Magazine in the May-June 2020 edition. Research on the design of this magazine is based on design elements, namely picture, images and typography. The method used is Roland Barthes' semiotics, with a qualitative approach. The results showed that Femina Magazine has a different construction in presenting the cover design in the May-June 2020 edition. With this Covid-19 pandemic, Femina Magazine wants to show optimism for its readers in responding to this. The cover design for the May-June 2020 edition of Femina magazine also includes women having careers as a target for their readers to go to the domestic realm, namely returning home.
Co-Authors Agatha Giovanny Puteri Radja Agatha Tiffany Manuhutu Agusly Irawan Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Agusly Irawan Aritonang Ambat, Yeremia Tulude Angelia Giovani Anggraeni, Cindy Asthararianty Asthararianty Astri Yogatama Astri Yogatama Atha Nilakandi Oknadia Aylanda Hidayati Dwi Nugroho Belinda, Leviana Brian Henry Cateline Marscha Celine Dian Lukartono Cherry Kimberly Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Christabel Cheryl Famdale Cristianingrum, Bihannovi Daniel Budiana Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Desi Yoanita Eka Wahyu Tama Eliana Ariesta Dewantari Elisabeth Glory Victory Elisha Kristian Putri Eryanto, Naomi Victoria Ester Handriani Eva Maria Gusta Francisca Fabrizio Revand Tannur Felicia Goenawan Felicia Luvena Feliks Hindrawan Fiona Evangeline Onggodjojo Gabrielle Julietta Pradika Gatut Priyowidodo Gideon Feriyanto Grace Gerungan Grace Layrensius Gunawan, Michelle Alda Halim Adiputra Setiawan Hariadi, Josselin Natasha Herodion Verdianto Hindrawan, Feliks Ida Bagus Ragadinjana Ido Prijana Hadi Ikwan, Melina Irawan, Agusly Jendry Johanis Sengkey Jessica Gunarta Jessica Tamariska C. Baware Johanna Alicia Gunawan Josselin Natasha Hariadi Jovita Rebecca Poluan Kartika B. Primasanti, Kartika B. Kezia Novelia Lady Joanne Tjahyana Laurencia, Valerie Audrey Lavenia Pili Roboh Madeleine Christabel Sudibyo Mamarimbing, Gabriella Valentina Mandiriani, Natalia Mandiriani, Natalia Marco Nugroho Megawati Wahjudianata Melisa Fransisca Liemantara Mingkid, Grasella Sofia Mingkid, Grasella Sofia Naomi Victoria Eryanto Natalia Mandiriani Natasha Erlina Dewi Nathania Jovita Netta Christine Tjahjono Nevan Gonza Nurul Amalina Yatim Paramuswari, Lentera Patrick Jonathan Lugito Pradika, Gabrielle Julietta Rhein Valdaw Kalangi rianty, Asthara Sintya Kumala Dewi Sukmarani, Reyna Arumanti Titi Nur Vidyarini Tjan Jessica Geraldine Tjandra Veronica Maureen Victorio Irlando Siswanto Vivien Wahyu Aprillian Yeremia Ambat Yeremia Tulude Ambat Yeremia Tulude Ambat Yuwono, Sherlynn