Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Efektivitas Buah Kurma terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia di Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi Sri Martani Puji Rahayu; Manullang, Riyen Sari; Tetty Rina Aritonang; Astrid Farmawati Sianipar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2512

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil berisiko tinggi mengalami anemia. Anemia pada kehamilan bisa berdampak terhadap terganggunya proses kehamilan dan persalinan. Salah satu intervensi yang bisa mengatasi anemia yaitu dengan cara terapi nutrisi berupa konsumsi buah kurma.Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas buah kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Metode Penelitian : Rancangan penelitian menggunakan Quasy-eksperiment dengan one group pretest-postest with control. Populasi sebanyak 42 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 15 orang kelompok buah kurma dan 15 orang kelompok kontrol. Analisa data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu hamil pada kelompok buah kurma paling banyak usia 20-35 tahun (86,6%), pendidikan SMP (53,3%), pekerjaan IRT (60%) dan paritas multipara (86,6%). Sedangkan ibu hamil pada kelonmpok kontrol paling banyak usia 20-35 tahun (80%), pendidikan SMP (53,3%), pekerjaan IRT (46,6%) dan paritas multipara (73,3%). Kadar hemoglobin sebelum pemberian buah kurma dengan mean 9,75 dan setelah pemberian buah kurma dengan mean 11,08. Kadar hemoglobin sebelum pemberian kelompok kontrol dengan mean 9,81 dan setelah kelompok kontrol dengan mean 9,89. Buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dengan p-value 0,001 < 0,05. Kesimpulan : Buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.
Nutritional Optimization: Chronic Energy Deficiency Intervention for Pregnant Women by Consuming Sandwich Biscuits and Chicken Eggs Sirait, Lenny Irmawaty; Nurhidayah, Munda Bay; Aritonang, Tetty Rina
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i2.3756

Abstract

Introduction: Chronic Energy Deficiency (CED) is a prolonged nutritional condition resulting from insufficient energy intake, which can increase the risk of anemia, preeclampsia, infections, and impaired fetal growth. CED also contributes to preterm birth, low birth weight (LBW), and congenital anomalies and raises the risk of cognitive decline and chronic diseases later in life. Objective: To explore the effectiveness of nutritional optimization through consuming sandwich biscuits and boiled eggs among pregnant women with CED. Method: This study employed a true experimental design with two pretest-posttest groups, involving 20 pregnant women in their second and third trimesters with CED. The intervention group (n=10) consumed 3 sandwich biscuits and 2 boiled eggs daily, while the control group (n=10) consumed 3 sandwich biscuits daily, both for 30 days. Measurements included upper arm circumference (UAC) and body weight (BW), analyzed using independent t-tests and paired t-tests. Results: The intervention group showed a significant increase in UAC (from 22.1 to 23.9 cm) and BW (from 43.2 to 45.4 kg), with mean differences of 1.8 cm and 2.2 kg, respectively (p=0.000). The control group also showed significant increases in UAC (from 22.2 to 23.6 cm) and BW (from 43.8 to 45.3 kg), with mean differences of 1.4 cm and 1.5 kg, respectively (p=0.000). Conclusion: The combined consumption of sandwich biscuits and boiled eggs significantly improves UAC and BW, indicating its potential to reduce CED risk in pregnant women. Further research is needed to understand better CED, particularly in relation to UAC and BW changes.
Impact of Sacral Lumbal Massage on Pain and Head Decline During First Stage of Labor Aritonang, Tetty Rina; Intarti, Wiwit Desi; Sirait, Lenny Irmawaty; Rosliana, Rosliana; Ernawati, Ernawati
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i2.3757

Abstract

Introduction: Labor pain varies in intensity, with many women experiencing high levels during delivery. This study aims to evaluate the effectiveness of sacral massage on pain intensity and fetal head descent during the first stage of labor. Method: A quantitative study was conducted with a sample of laboring mothers divided into intervention and control groups. Participants were selected using purposive sampling, with criteria including mothers aged 20-35 years, active first-stage labor, good maternal and fetal health, cephalic presentation, and uncomplicated labor. The intervention involved lumbar-sacral massage for 20 minutes, repeated once, with intervals of 5-10 minutes. The control group received relaxation through breathing exercises. The study took place from January to March 2024. Data were analyzed using the Wilcoxon and t-tests with a significance level of 0.05. Results: The intervention group significantly reduced labor pain (pre: 6.90, post: 3.70, p=0.000). There was no significant difference in fetal head descent duration between groups (p = 0.05). Conclusion: Lumbar sacral massage is an effective non-pharmacological method for reducing labor pain and is recommended for pain management in midwifery practice.
EDUKASI PEMANFAATAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT RW 05 KELURAHAN SEPANJANG JAYA KOTA BEKASI Aritonang, Tetty Rina; Maslan; Roulita; Silitonga, Riris Ocktryna; Aluwi Nirwana Sani; Amelia, Aurel Aprida
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5528

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit metabolik kronis ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun resistensi insulin. Berdasarkan data International Diabetes Federation, jumlah penderita diabetes di dunia mencapai 537 juta orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030. Di Indonesia, prevalensi diabetes juga terus bertambah dengan estimasi 19,5 juta penderita, sehingga menempatkan Indonesia pada urutan ke-5 jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Kondisi ini menegaskan bahwa diabetes masih menjadi beban kesehatan masyarakat yang membutuhkan upaya promotif dan preventif yang efektif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah edukasi kesehatan berbasis masyarakat dengan pemanfaatan tanaman herbal lokal yang mudah diperoleh. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, dan polifenol yang memiliki efek antihiperglikemik dan antioksidan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 05 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kota Bekasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan diabetes sekaligus memperkenalkan konsumsi teh bunga telang sebagai alternatif minuman herbal sehat. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan teh bunga telang, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan rata-rata skor meningkat dari 60 menjadi 85. Selain itu, terjadi pula penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu pada peserta dengan kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan pemanfaatan herbal lokal mampu meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.
PERBANDINGAN METODA PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT LAKTASI TERHADAP PRODUKSI (KECUKUPAN) ASI Aritonang, Tetty Rina; Sari , Fetty Indah; Simanjuntak, Farida Mentalina; Intarti , Wiwit Desi; Manullang, Riyen Sari
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.297

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang terbaik bagi bayi, karena mengandung semua zat gizi dengan jumlah dan komposisi ideal yang dibutuhkan oleh bayi. Salah satu kendala utamanya pemberian ASI pada bayi adalah produksi ASI yang tidak lancar pada hari pertama melahirkan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode pijat laktasi dan pijat oksitosin terhadap Produksi (Kecukupan) ASI. Metoda: Penelitian ini adalah penelitian Quasi-eksperimen (eksperimen semu) dengan desain two group pretest-posttest design. Menggunakan dua kelompok perlakuan (pijat oksitosin dan pijat laktasi) dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Jumlah sample 32 orang ibu post partum dengan tehnik sampling purposive sampling, menggunakan alat ukur lembar observasi dan lembar checklist, tempat penelitian di PMB Filda Fairuza Banten. Analisis data dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian Metoda pijat oksitosin menunjukkan ada kenaikan produksi ASI dengan nilai sebesar 2,32 dan produksi ASI (kecukupan) setelah dilakukan pijat laktasi mempunyai nilai kenaikan sebesar 3,56. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikan 0,001 (< 0,05) pada pijat oksitosin dan nilai signifikan 0,000 (< 0,05) pada pijat laktasi. Metoda Pijat laktasi sangat baik di sarankan kepada ibu menyusui agar produksi ASInya mencukupi untuk bayi.