Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Dikdas

IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES USING MAKE A MATCH LEARNING MODEL IN IPS STUDENTS IN VOCATIONAL SCHOOL, Va SD INPRES BALIASE, MARAWOLA DISTRICT Novi M Mannassai; Rizal Rizal
Jurnal Dikdas Vol 10, No 1 (2022): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.218 KB)

Abstract

The problem in this study is the low student learning outcomes in social studies subjects. Lack of student understanding in understanding learning material. The classroom action research using the Make a Match model aims to improve the learning outcomes of Social Studies in Va. Inpres Baliase Elementary School, Marawola District. The subjects of this study were students of Va. Inpres Baliase Elementary School, Marawola Subdistrict, with 20 students consisting of 9 male students and 11 female students enrolled in the academic year 2020/2021. This study consisted of two cycles, in each cycle two meetings were held. Each cycle consists of four stages, namely: 1) action planning, 2) action implementation, 3) observation, 4) reflection. The results showed that in pre-action the percentage of classical learning completeness (KBK) was obtained by 10% and in the first cycle the percentage of classical learning completeness (KBK) was obtained by 50%. While in the second cycle the percentage of classical learning completeness (KBK) is obtained by 85%. Based on the percentage of completeness of learning outcomes in cycle I and cycle II, there has been a significant increase in the CBC of 35%, from the first cycle of 50% and the second cycle of 85%. Based on these results it can be concluded that by applying the Make a Match type of cooperative learning model can improve the learning outcomes of students of the Va Inpres Baliase SD Class in social studies subjects.
STUDI KASUS TENTANG RENDAHNYA HASIL BELAJAR SISWA IPS KELAS IV SDN NO. 1 WANI KECAMATAN TANANTOVEA KABUPATEN DONGGALA Sutrayani Yani; Arif Firmansyah; Rizal Rizal
Jurnal Dikdas Vol 3, No 3 (2015): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Pokok yang dianalisis dalam penelitian ini adalah: apakah faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap rendahnya hasil belajar Siswa pada pembelajaran IPS Kelas IV di SDN No. 1 Wani Kec. Tanantovea?. Penelitian ini dilakukan di Kelas IV yang berjumlah 31 siswa dan diantaranya 7 siswa yang tidak tuntas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi dan angket. Metode analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan secara menyeluruh data yang didapat selama proses penelitian. Hasil penelitian terhadap hasil belajar siswa dilihat dari 2 segi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal ada 2 yaitu faktor minat dan faktor bakat sedangkan faktor eksternal dilihat dari aspek lingkungan sekolah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dari faktor internal dikatakan masih rendah minat dan bakat  siswa, yang artinya aspek minat dan bakat merupakan faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa sedangkan faktor eksternal lingkungan sekolah bukan merupakan faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE TANYA JAWAB DALAM BIDANG STUDI SAINS DI KELAS III SDN 4 DALAKA KECAMATAN SINDUE Fidah Zul; Yaspin Huber; Rizal Rizal
Jurnal Dikdas Vol 2, No 3 (2014): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah pokok dalam penelitian ini adalah Apakah dengan metode Tanya Jawab dalam bidang studi Sains dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN No 4 Dalaka Kecamatan Sindue. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam bidang studi Sains di kelas III SDN no 4 Dalaka Kecaman Sindue. Seting penelitian dilaaksanakan di SDN No 4 Dalaka Kecamatan Sindue, yang berjumlah 16 orang anak yang terdiri dari 11 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan. Rancangan yang digunakan adalah model penelitian tindakan yang didesain oleh Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat komponen yaitu :  perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui Metode tanya jawab pada bidang studi Sains  dapat meningkatkan hasil belajar siswakelas III SDN No 4 Dalaka Kecamatan Sindue. Hal ini ditandai dengan lebih meningkatnya hasil belajar siswa di kelas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan tema pembelajaran Lingkungan. Hasil dari pelaksanaan tindakan menunjukan bahwa metode tanya jawab baik digunakan dalam pembelajaran Sains. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasiaktifitas siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran siklus I berada dalam kategori cukup, berdasarkan hasil tes siklus I siswa yang tuntas 9 orang dari 16 orang siswa dengan persentase ketuntasan klasikal 56,25% dan persentase daya serap klasikal 68,125%. Sedangkan pada siklus II berada dalam kategori sangat baik, dengan jumlah siswa yang tuntas 15 orang dari 16 orang siswa diperoleh persentase ketuntasan klasikal 93,75% dan persentase daya serap klasikal 84,75%. Berdasarkan persentase ketuntasan klasikal, dan persentase daya serap klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa dengan metode tanya jawab bidang studi Sains dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN No 4 Dalaka Kecamatan Sindue.
Inquiring Minds Want To Know Untuk Meningkatkan Hasil Belajar SDN Inpres 3 Tondo Danti Angraeni; Rizal Rizal
Jurnal Dikdas Vol 7, No 1 (2019): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.173 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui penggunaan strategi Inquiring Minds Want to Know di Kelas V SDN Inpres 3 Tondo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 fase yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Inpres 3 Tondo dengan jumlah 24 orang siswa, yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 8 orang perempuan. Sumber data yaitu tes awal dan tes akhir tindakan pembelajaran, yang mencakup observasi aktivitas guru dan siswa. hasil tindakan siklus I diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 66,67% dengan nilai rata-rata 69,83% hasil tindakan siklus II diperoleh ketuntasan belajar klasikal 95,83% dengan nilai rata-rata 85%. Hasil observasi aktivitas guru siklus I memperoleh persentase 84,09% dan meningkatkan pada siklus II dengan prensetase 66,67% dan pada siklus II meningkat dengan prsentase 80,56%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi Inquiring minds want to know dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas V SDN Inpres 3 Tondo
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI METODE DISKUSI KELAS IV SDN NO. 2 WOMBO Mestwatin Watin; Arif Firmansyah; Rizal Rizal
Jurnal Dikdas Vol 3, No 3 (2015): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn melalui Metode Diskusi Kelas IV SDN No. 2 Wombo.  Penelitian tindakan ini mengacu pada model Kemmis dan Mc.Taggart meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru siklus I dari pertemuan I diperoleh presentase 69,23%, pada siklus II 92,30% presentase peningkatan aktivitas guru yaitu 23,07%. Untuk aktivitas siswa siklus I dari pertemuan I diperoleh presentase 65,83% dan meningkat menjadi 88,46% pada siklus II sehingga presentase peningkatan aktivitas siswa 22,63%. Ini menunjukan bahwa pada aktivitas guru dan siswa pada siklus 1 masuk kategori cukup sedangkan pada siklus II aktivitas guru dan siswa berada dalam kategori sangat baik. Selanjutnya penggunaan metode diskusi juga dapat meningkat hasil belajar PKn siswa, pada tindakan siklus II diperoleh presentase tes akhir KBK sebesar 95%. Hal-hal diatas sudah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan.