Damanhuri Damanhuri
Brawijaya University

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penampilan 12 Genotip Sorgum (Sorghum bicolor L.) pada Musim Hujan Rizki, Alif Nur; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1215

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia terpenting setelah padi, jagung, gandum, dan barley. Saat ini permintaan terhadap komoditas sorgum terus meningkat seiring kebutuhannya dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, bahan pakan serta bahan baku industri bioetanol. Sentra tanaman sorgum tersebar di sebagian daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dalam kurun waktu 2005-2011, produksi sorgum tercatat sebesar 39.837 ton atau rata-rata 6.639 ton per tahun, sedangkan luas areal panen sorgum sampai tahun 2011 adalah sebesar 3.607 ha (Direktorat Budidaya Serealia, 2012). Perkembangan produksi dan luas areal panen yang masih rendah ini salah satunya dikarenakan penanaman sorgum masih terbatas pada daerah-daerah beriklim kering atau musim hujan pendek. Usaha pengembangan tanaman sorgum dengan melalukan perluasan areal sangat diperlukan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah  menggunakan varietas yang adaptif ditanam pada musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 12 genotip sorgum yang ditanam pada musim hujan. Penelitian dilaksanakan di desa Donowarih, Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada bulan Desember 2017 – Mei 2018. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh genotip  yang   berbeda  nyata   pada  parameter tinggi tanaman; umur berbunga; umur panen; diameter batang; panjang malai; diameter malai; bobot malai per tanaman; bobot biji per tanaman; bobot malai per petak; produksi per hektar. Genotip P10 memiliki nilai rata-rata tertinggi pada parameter tinggi tanaman; panjang malai; bobot malai per petak; bobot biji per tanaman; dan produksi per hektar.
Pengaruh Populasi dan Teknik Penyemaian Benih Tss terhadap Pertumbuhan dan Hasil Benih Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Pernando, Juli; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1225

Abstract

Budidaya bawang merah dari TSS (perbanyakan generatif) memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan umbi (perbanyakan vegetative), namun kelebihan TSS memiliki kendala yakni perlu persemaian benih terlebih dahulu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik semai dan populasi benih TSS terhadap pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April - bulan Oktober 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatimulyo, Malang. Penelitian ini meng-gunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor 1: teknik persemaian dengan 2 taraf yakni P1: sebar P2: alur, dan faktor 2: jumlah benih dengan 3 taraf S1:4 gram/m2, S2:5 gram/m2, S3: 6 gram/m2 dengan empat ulangan. Hasil penelitian, interaksi antara perlakuan teknik semai alur dan populasi benih 4 gram/m2 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter umbi, dan bobot segar pada saat di persemaian. Pada saat dilapang perlakuan populasi 4gram per meter dengan cara alur memiliki nilai tertinggi dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter dan bobot segar lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. Perlakuan teknik semai alur nyata terhadap jumlah umbi, bobot kering sampel, bobot segar per plot  dan bobot kering per plot. Perlakuan populasi 4 gram nyata terhadap rerata jumlah daun , jumlah umbi, bobot kering sampel dan berbeda nyata dengan perlakuan populasi 5 dan 6 gram.
Karakterisasi dan Identifikasi Keragaman Jamur Tiram di Kabupaten Malang, Jawa Timur Wahyuningtyas, Esther Arie; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1245

Abstract

Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur edible yang saat ini berkembang pesat, selain harganya murah dan mudah untuk dibudidayakan. Masa produksi jamur tiram relative cepat, harga jualnya relatif stabil, dan permintaan masyarakat akan jamur tiram dapat meningkatkan pendapatan petani jamur.Jamur tiram tergolong ke dalam kelas Basidiomycetes memiliki keragaman jenis jika terlihat dari morfologi seperti warna tubuh buah, bentuk tudung, ukuran tudung, ukuran tangkai serta karakter lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui koefisien kemiripan antar aksesi jamur tiram di kabupaten Malang berdasarkan karakter kualitatif dan mendapatkan aksesi yang berpotensi untuk dijadikan calon induk bibit F0. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret-Mei 2018 di 15 kecamatan di kabupaten Malang dan UPT Pengembangan Jamur Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian inimenggunakan tenik snowball sampling dalam menentukan responden petani jamur tiram. Hasil karakterisasi jamur tiram dilakukan analisis kelompok dengan software NTSYS 2.02 yang menghasilkan dendogram. Hasil penelitian karakterisasi jamur tiram di kabupaten Malang menunjukkan bahwa diperoleh 51 akesi jamur tiram yang tersebar di 15 kecamatan di kabupaten Malang.  Analisis kelompok berdasarkan karakter kualitatif didapatkan koefisien kemiripan antar aksesi sebesar 0,63-1,00. Aksesi yang berpotensi yang dapat dijadikan sebagai induk bibit F0 antara lain BL1, GDL2, NT3, NT4, NT6C, NT7, NT8, PGL2, PK7, WJ3, WG1 dan WG6.
Pengaruh Komposisi Media Pembibitan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Jenis Jamur Tiram (Pleurotus spp.) Costa, Jessica Claudia Da; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1251

Abstract

Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur kayu yang kini banyak dibudidayakan dan menjadi komoditi bernilai ekonomi. Salah satu hal yang dapat mendukung peningkatan produksi jamur tiram adalah kualitas bibit yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media pembibitan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa jenis jamur tiram. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-September 2018 di Lab. Pengembangan Jamur Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan CV. Damarayu, Sonotengah, Kebonagung, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama berupa jenis jamur tiram yang terdiri dari 5 jenis: jamur tiram putih strain boston (J1), jamur tiram putih strain florida (J2), jamur tiram putih strain thailand (J3), jamur tiram merah muda (J4) dan jamur tiram kuning (J5). Faktor kedua adalah komposisi media pembibitan, terdiri dari 4 taraf: 70% serbuk kayu+30% biji jagung (M1), 100% biji jagung (M2), 70% serbuk kayu+30% biji Sorgum (M3) dan 100% biji sorgum (M4). Hasil penelitian menunjukkan media 100% biji sorgum pada jenis jamur tiram putih strain florida, boston, thailand, dan jamur tiram merah muda, serta media 100% biji jagung pada jamur tiram putih strain florida, thailand, dan jamur tiram merah muda, menunjukkan pertumbuhan lebih cepat saat pembibitan di botol begitu juga setelah bibit diinokulasikan ke baglog. Perlakuan jenis jamur tiram putih strain thailand dengan media pembibitan 100% biji sorgum menunjukkan waktu panen pertama yang lebih cepat dan jumlah tubuh buah perbaglog lebih banyak. Jenis jamur tiram putih strain florida, boston, thailand menunjukkan rata-rata diameter, interval panen dan frekuensi panen lebih tinggi.
Uji Daya Hasil dan Pendugaan Parameter Genetik Karakter Agronomi Genotipe Padi Gogo (Oryza sativa L.) Nurazizah, Arisa; Hairmansis, Aris; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1293

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) adalah komoditas penting dan menempati urutan pertama sebagai makanan pokok di Indonesia. Budidaya padi gogo dapat menjadi salah satu alternatif budidaya padi pada lahan dengan ketersediaan air rendah, dan strategi untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hasil karakter agronomi galur-galur harapan tanaman padi gogo. Penelitian dilakukan bulan Oktober 2018 – Maret 2019 di Bogor. Sebanyak 12 galur padi gogo hasil perakitan BBPADI dan 2 varietas pembanding Luhur 1 dan Luhur 2 diuji menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, persentase gabah isi, dan komponen hasil menunjukkan bahwa terdapat keragaman yang nyata antar genotip yang diuji. Semua genotip padi gogo yang diuji memiliki daya hasil setara dengan varietas Luhur 1 dan Luhur 2 kecuali galur B15514D-KR-05 memiliki hasil rendah. Galur potensial yang dapat meningkatkan daya hasil yaitu B14168E-MR-19 dan B15507D-KR-19 sedangkan galur potensial untuk dijadikan dalam persilangan untuk memperbaiki karakter agronomi yaitu galur B15391D-KR-18, B15392D-KR-12, B15401D-KR-20, dan B15401D-KR-40 memiliki kriteria berumur genjah, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan panjang malai yang lebih tinggi dan setara dengan varietas pembanding.
Eksplorasi Tanaman Pisang (Musa spp.) sebagai Sumberdaya Genetik Lokal di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Dewi, Destiana; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1297

Abstract

Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang digemari masyarakat di seluruh dunia sehingga menarik untuk ditingkatkan lagi produksinya. Meningkatkan kualitas dan daya hasil tanaman diperlukan upaya penyaringan plasma nutfah melalui kegiatan karakterisasi. Kegiatan ini menghasilkan deskripsi tanaman yang dapat digunakan sebagai pedoman pemberdayaan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari persebaran pisang, keragaman pisang berdasarkan karakter morfologi dan jarak genetik antar aksesi pisang di kabupaten Lombok Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai bulan Februari 2019 di 5 kecamatan kabupaten Lombok Tengah yaitu kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Praya, Kopang dan Pringgarata. Metode yang digunakan adalah metode survei, karakterisasi dan wawancara dengan petani. Berdasarkan hasil eksplorasi didapatkan 65 sampel dengan 15 genotipe pisang yaitu Tembaga, Kayu, Mas bali, Kepok, Kombol, Raja, Lumut, Ketib, Susu, Mas Ir, Kapal, Lilin, Blendang, Seri dan jepun. Tanaman pisang hasil eksplorasi tersebar secara tidak merata disetiap kecamatan kecuali pisang Kepok. Berdasarkan analisis keragaman karakter morfologi menggunakan PCA diketahui karakter yang paling berpengaruh terhadap suatu keragaman yaitu posisi rakhis, bentuk jantung, bentuk dasar braktea, bentuk ujung braktea, warna dalam braktea, keadaan braktea sebelum jatuh, warna tepal majemuk, warna stigma, bentuk ovary, warna dasar ovary, bentuk buah, bentuk ujung buah, potongan melintang buah, warna kulit buah masak, warna daging buah, panjang buah, jumlah buah persisir, diameter buah, dan bobot buah. Berdasarkan dendogram diketahui tanaman pisang terbagi menjadi dua kelompok besar, kelompok I terdiri dari 61 aksesi dan kelompok II terdiri dari 4 aksesi terpisah pada tingkat kemiripan 83-99% berarti antar aksesi memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Uji Daya Hasil Beberapa Varietas dan Aksesi Bawang Putih (Allium sativum L.) di Ngantang Kabupaten Malang Anjani, Elly Duwi; Baswarsiati, Baswarsiati; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1302

Abstract

Peningkatan produksi bawang putih di Indonesia dapat dilakukan dengan memperluas area pertanaman lahan bawang putih. Perkembangan budidaya bawang putih di Indonesia termasuk rendah dan produksi bawang putih nasional belum memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, sehingga Indonesia masih mengandalkan impor dari negara lain seperti Cina dan India. Upaya peningkatan daya hasil bawang putih perlu pengembangan varietas unggul nasional dan aksesi hasil eksplorasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 – Maret 2019 berlokasi di desa Mulyorejo, kecamatan Ngantang, kabupaten Malang lahan milik petani yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Ketinggian tempat ± 700 mdpl, suhu minimum 20 °C dan suhu maksimum 22 °C, curah hujan rata-rata 518 mm/bulan. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali total 20 petak percobaan dan dilanjutkan dengan uji Ortogonal Kontras. Pengamatan dilakukan pada tanaman sampel di setiap petak percobaan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan hasil yang berbeda terhadap fase vegetatif dan generatif tanaman. Pada  uji ortogonal kontras perbandingan antara aksesi bawang Kayu, bawang Geol dan varietas Lumbu Kuning, Lumbu Hijau, Lumbu Putih memberikan pengaruh nyata terhadap parameter vegetatif dan generatif tanaman yaitu jumlah daun, diameter batang, umur panen, bobot basah, bobot kering, diameter umbi, jumlah siung dan potensi hasil.
Toleransi Enam Varietas Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Cekaman Salinitas Hadianti, Fitri Nanda; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1303

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman penting yang saat ini dibudidayakan secara luas. Upaya peningkatan produksi bawang merah terus dilakukan, namun dalam proses peningkatan produksi bawang merah masih mengalami masalah diantaranya adalah kondisi lahan yang semakin sempit. Perluasan wilayah budidaya bawang merah seringkali merambah area-area dekat pantai. Beberapa masalah yang dihadapi oleh petani dalam membudidayakan bawang merah adalah masuknya air laut ke saluran irigasi yang menyebabkan tingkat salinitas air irigasi menjadi tinggi. Penelitian cekaman salinitas ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji toleransi enam varietas tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada konsentrasi cekaman dalam bentuk kadar garam (NaCl). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - April 2019 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Desa Donowarih, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang, provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) terdiri atas 2 faktor deengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi larutan NaCl (S) terdiri dari: S0: Tanpa perlakuan NaCl (kontrol) dan S1: 8.000 ppm dan S2: 12.000 ppm. Faktor kedua varietas bawang merah (V) terdiri dari V1: Bauji, V2: Bima Brebes, V3: Super Philip V4: Tajuk V5: Katumi dan V6: Trisula. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan salinitas berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. Enam varietas bawang merah yang di uji pada taraf perlakuan 8.000 ppm menunjukan bahwa varietas trisula menghasilkan bobot segar tanaman tertinggi dan masih mampu tumbuh dibandingkan dengan varietas lainnya.
PERLAKUAN PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP DAYA TUMBUH BENIH 3 VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea) Nurussintani, Widya; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.205 KB) | DOI: 10.21776/11

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan metode yang lebih efektif dan efisien daripada perlakuan oven kering sampai 7 hari (rekomendasi ISTA), serta mempelajari pengaruh perbedaan varietas terhadap perlakuan pematahan dormansi, telah dilaksanakan di UPT PSBTPH Surabaya dari Juni sampai Agustus. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata pada parameter pengamatan kecambah normal, abnormal, benih mati, intensitas dormansi dan vigor benih. Metode perendaman benih dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam  memberikan efektivitas yang sama dengan metode rekomendasi ISTA (International Seed Testing Association) dan lebih praktis dalam pelaksanaan, dengan batasan nilai uji daya tumbuh lebih dari 80% dan jumlah benih dorman kurang dari 5%. Varietas Lokal Tuban dan Bison memberikan respon baik hanya pada perlakuan P1 (perendaman dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam), P2 (perendaman dengan air kelapa selama 48 jam) dan P3 (pemanasan dalam oven bersuhu 40oC selama 7 hari), sedangkan varietas Kelinci memberikan respon baik pada semua perlakuan.
PENAMPILAN SEPULUH GENOTIPE CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Ramadhani, Rizki; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.399 KB) | DOI: 10.21776/16

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penampilan morfologi, agronomi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit sepuluh genotipe cabai merah pada lahan terinfestasi hama dan patogen secara alami telah dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, kecamatan Junrejo, kota Batu dari Maret sampai Agustus 2012. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan genotipe sebagai perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman karakter morfologi masih terdapat dalam genotipe     CB 051, CB 053, CB 113, CB 116 dan         CB 118. CB053 menunjukkan nilai Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF) tinggi pada karakter tebal daging buah, jumlah buah baik, bobot buah baik, jumlah buah jelek, bobot buah jelek, jumlah buah total per tanaman, dan bobot buah total per tanaman.  CB 051 memiliki nilai KKF tinggi hanya pada karakter jumlah buah jelek dan bobot buah jelek. Individu CB 053.23, CB 053.24, CB 053.33 tahan terhadap aphid, CMV, layu fusarium;  CB 055.32 tahan terhadap tungau dan CMV; CB 056.21, CB 056.31 tahan terhadap CMV dan layu fusarium; CB 113.17, CB 113.18 tahan terhadap tungau dan rebah semai. Individu-individu tersebut didukung keunggulan agronomi karakter jumlah buah total per tanaman dan bobot buah total per tanaman lebih tinggi dari individu lain dalam masing-masing genotipe.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A. Rumanti, Indrastuti Agisimanto, Dita Agustiani, Nur Wulan Ainnurrasjid, Ainnurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Alghofar, Wildan Arif Andriani, Dessy Andy Soegianto Anggraeni, Mita Anif, Yuniza Miratu Anjani, Elly Duwi Arif, Muhamat Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Ariyanti, Esti Endah Arumitha Wahyu Dwinanti Auliya, Afif Austi, Ivo Rega Basuki, Nur Baswarsiati, Baswarsiati Batari Melyapuri Widarsiono Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Costa, Jessica Claudia Da Darmawan, Rachmat Tri Dewi, Destiana Fatimaturrohmah, Siti Fitriyah, Arifatul Hadianti, Fitri Nanda Hairmansis, Aris Halimah, Elisa Nur Handiana, Desti Zulvi Haqiqi, Ifrahul Hazmy, Zaim Dzoel Inayah, Agustin Dwi Latiifatul Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kurniawan, Erly Candra Kuswanto, Kuswanto Larasmita, Karina Ayu Lestari, Wulan Puji Listy Anggraeni Lita Soetopo M Sihombing, Theresia Marjani Marjani Napitupulu, Mernita Nedha, Nedha Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Nurazizah, Arisa Nurussintani, Widya Parnidi Parnidi Pernando, Juli Prasetyo, Danny Hary Prastini, Lela Putri, Baity Sri Purnama Putri, Della Shafryna Imani Rachmadhani, Sylvia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Rifa’i, Hari Rizki, Alif Nur Rofiq, Mochammad Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rury Maytawanti Sandrakirana, Ratih Saraswati, Ika Dyah Sari, Desi Kurnia Sari, Widya Paramita Selviana, Lila Setiyawan, Mohamad Doni Shaumiyah, Fauzah Simangunsong, Anggiat Demak Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Syafi’ie, Mohammad Meizar Tanggon Nur Cahyo Wibowo Thoriqussalam, Ahmad Tursilawati, Syehlania Wahyuningtyas, Esther Arie Wening, Rina Hapsari Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Winarsih, Atik Winawanti, Nanik Indah Dwi Wulan W, Putri Nawang Wulananggraeni, Retno