Damanhuri Damanhuri
Brawijaya University

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENAMPILAN 15 KLON HARAPAN TEBU (Saccharum spp. Hybrid) DI DUA LOKASI Irsyad F., Mochamad; Widyasari, Wiwit Budi; Soetopo, Lita; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.097 KB) | DOI: 10.21776/282

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi gula adalah penggunaan varietas unggul yang mampu beradaptasi di lahan basah dan lahan kering. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan pertumbuhan agronomi 15 klon tebu harapan yang ditanam di dua lokasi. Penelitian dilaksa-nakan pada bulan Oktober 2012 sampai Maret 2013 di dua lokasi bertempat di lahan KP Jatiroto terletak Kab. Lumajang dan di kebun bibit Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Kota Madya Pasuruan. Bahan tanam yang digunakan yaitu 15 klon harapan bibit dua mata dengan varietas pembanding yaitu PS 881, Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data yang diperoleh dianalisa menggu-nakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Interaksi genotip lingku-ngan yang nyata di uji lanjutan dengan DMRT taraf 5 %. Dari hasil peneitian diperoleh perbedaan penampilan pertum-buhan yang ditunjukkan pada lokasi Pasuruan yang mempunyai nilai yang lebih tinggi dibanding lokasi Jatiroto. Perbedaan penampilan agronomis tersebut dapat dilihat pada karakter persentase perkecam-bahan, jumlah tunas, jumlah batang, dan volume tebu per juring. Interaksi genotip dan lingkungan klon uji yang di tanam di dua lokasi dapat ditunjukkan pada karakter persentase perkecambahan, jumlah rumpun umur 3 bulan, jumlah tunas, persentase serangan penggerek pucuk umur 3 bulan, jumlah batang, volume tebu (cm3/juring) dan persentase serangan penyakit pokkabung umur 6 bulan.
SELEKSI POPULASI F3 PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) Rosyidah, Nurtia Ni’matur; Damanhuri, Damanhuri; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/286

Abstract

Permintaan tomat dibeberapa daerah terus meningkat, akan tetapi tidak sejalan dengan produktivitas tomat yang semakin menurun. Sehingga diperlukan program peningkatan hasil dan salah satunya dengan  program pemuliaan tanaman. Penelitian ini di-laksanakan di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh individu-individu unggul sebagai bahan seleksi pada generasi selanjutnya. Adapun hipotesis yang diusulkan ialah diduga terdapat individu yang memiliki sifat unggul karakter yang dapat digunakan untuk seleksi pada generasi selanjutnya. Metode yang digunakan untuk penelitian ini ialah metode single plant dengan menggunakan bahan tanam 10 populasi F3 pada tanaman tomat yaitu MA-8, ME-20, ME-3, MA-12, PE-29, MA-25, PE-26, KE-5, LE-5, LE-21 dan populasi F1 sebagai penghitung ragam lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien keragaman, heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan memiliki nilai kriteria tinggi, sehingga seleksi populasi F3 dilakukan terhadap karakter jumlah buah, jumlah buah baik, bobot buah pertanaman dan bobot perbuah. Telah terpilih 16 individu tanaman antara lain MA-12.2, MA-12.3, MA-12.38, MA-12.43, MA-25.22, MA-25.26, MA-25.44, MA-8.20, LE-21.33, LE-21.34, LE-5.32, KE-5.1, KE-5.36, PE-26.13, ME-3.6 dan ME-3.9dengan nilai jumlah buah berkisar antara 60 sampai 75, jumlah buah baik 52 sampai 69,  bobot buah per-tanaman 2741,28 g sampai  4287,62 g dan bobot per-buah 35,76 g sampai 60,83 g.
UJI DAYA HASIL TOMAT (Lycopersicum Esculentum Mill.) ORGANIK Tursilawati, Syehlania; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/293

Abstract

Galur-galur tanaman tomat organik telah berhasil dibentuk. Galur-galur tersebut perlu diuji daya hasil sebelum dilepas menjadi varietas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh benih generasi F7 yang berdaya hasil tinggi pada budidaya organik. Penelitian dilakukan di Ds. Torongrejo batu pada April-Juli 2014. Bahan yang digunakan ialah delapan galur tomat organik dan satu varietas pembanding ditanam berdasarkan rancangan acak kelompok dan masing-masing galur ditanam dalam tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi karakter kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata dengan varietas Mirah pada semua karakter yang diamati kecuali tinggi tanaman. Berdasarkan pada ketahanan galur terhadap serangan OPT yang ditunjukkan dalam persentase tanaman hidup, terpilih empat galur tanaman tomat organik yaitu G6 (LV.2.128.7.3.45.32),G8(LV.2.128.6.18.4.47),G5(LV.2.128.6.18.44.56),G1(LV.2.32.14.7.5.9).
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN CINCAU HITAM (Mesona palustris BL ) DI PACITAN, MAGETAN DAN PONOROGO Bin Yazid, Wildan Abid; Respatijarti, Respatijarti; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/296

Abstract

Tanaman cincau hitam termasuk dalam Famili Labiatae. Tanaman cincau hitam sudah mulai dikenal masyarakat luas. Sebagian kecil masyarakat Jawa Timur sudah mengusahakan tanaman cincau hitam  tetapi belum ditangani secara maksimal dan dimanfaatkan untuk tujuan pemuliaan tanaman. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan untuk melindungi dan menginventarisasi tanaman cincau hitam sebagai pengetahuan tradisional dan kekayaan intelektual dengan baik, sehingga pada saat diperlukan dapat digunakan sebagai referensi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui keberadaan plasma nutfah, mengumpulkan dan mengoleksi semua sumber keragaman tanaman cincau di kabupaten Magetan, Ponorogo dan Pacitan dan untuk mengetahui karakter-karakter tanaman cincau hitam di kabupaten Magetan, Ponorogo dan Pacitan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2014 meliputi daerah kabupaten Pacitan, Magetan dan Ponorogo. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini ialah tanaman cincau hitam dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan karakter morfologis yang diamati dengan tingkat kemiripan terendah yakni 60,44%. Kelompok 1 adalah cincau berbatang merah dengan tingkat kemiripan sebesar 79,13% dan kelompok 2 terdiri dari cincau berbatang ungu, hitam dan hijau dengan tingkat kemiripan sebesar 76,33%. Keragaman morfologi cincau hitam terjadi baik dalam satu jenis maupun antar jenis. Keragaman yang terjadi antar jenis memiliki nilai lebih besar bila dibandingkan dengan dalam satu jenis.
PENGARUH PERBEDAAN TINGKAT KEMASAKAN BUAH PADA 3 GENOTIP MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP KUALITAS BENIH Wulananggraeni, Retno; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.4 KB) | DOI: 10.21776/301

Abstract

Salah satu mentimun yang banyak diminati oleh masayarakat Indonesia ialah mentimun genotip lokal karena memiliki rasa yang tidak pahit dan daging tebal, namun per-tumbuhan tanaman dari genotip lokal masih belum seragam. Hal ini disebabkan karena mutu fisiologis benih yang masih rendah. Mutu fisiologis benih salah satunya di-pengaruhi oleh tingkat kemasakan buah. Penentuan kematangan buah setiap jenis tanaman akan bervariasi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pada per-bedaan tingkat kemasakan buah sehingga me-nghasilkan kualitas benih mentimun yang baik. Penelitian ini ber-tujuan untuk me-ngetahui pengaruh tingkat kemasakan buah pada 3 genotip mentimun terhadap kualitas benih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2013. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan, per-cobaan pertama untuk produksi benih di-laksanakan di Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang. Per-cobaan kedua untuk uji kualitas benih di-laksanakan di Laboratorium Mutu Benih UPT-PSBTPH Singosari.  Penelitian mengenai uji mutu benih menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) karena dilakukan di laboratorium. Jika diperoleh interaksi antara tingkat kemasakan buah dan genotip yang nyata maka di uji lanjutan dengan BNJ 5%. Dari hasil penelitian diperoleh terjadi interaksi antara tingkat kemasakan buah dan genotip ter-hadap kualitas benih yang meliputi daya ber-kecambah, laju per-kecambahan, bobot 1000 butir, bobot  benih per-buah, ke-cepatan tumbuh, ke-serempakan tumbuh, dan berat kering kecambah normal. Pada genotip yang di-uji memiliki tingkat kemasakan buah yang berbeda ter-hadap kualitas benih. Waktu panen buah untuk kualitas benih yang optimal pada lokal Jember 18 hari setelah berbunga, lokal Malang 38 hari setelah berbunga dan lokal Blitar 18 hari setelah berbunga.
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU EMASKULASI TERHADAP KEBERHASILAN PERSILANGAN TANAMAN PADI HITAM X PADI PUTIH (Oryza sativa L.) Prastini, Lela; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.404 KB) | DOI: 10.21776/369

Abstract

Perbaikan sifat melalui program pemuliaan dapat dilakukan dengan persilangan. Persilangan antara padi hitam dengan padi putih masih jarang dilakukan. Tanaman padi termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri. Kegiatan emaskulasi perlu dilakukan sebelum bunga mekar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari waktu emaskulasi yang tepat terhadap keberhasilan persilangan tanaman padi hitam dan padi putih dengan harapan dapat dihasilkan tanaman padi hitam yang berumur genjah, anakan produktif banyak dan hasilnya tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, kecamatan Junrejo, kota Batu, Provinsi Jawa Timurpada bulan Desember 2014 sampai April  2015.Persilangan dilakukan secara resiprokal. Tetua yang digunakan ialah Jawa Melik, Cempo Ireng, Ciherang dan Pandanwangi. Sebelum dilakukan persilangan, bunga padi diemaskulasi dengan waktu 1, 2 dan 3 hari sebelum bunga mekar. Pengamatan meliputi karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Rerata keberhasilan persilangan pada berbagai waktu emaskulasi menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Perbedaan waktu emaskulasi tidak berpengaruh terhadap keberhasilan persilangan. Rerata keberhasilan persilangan pada seluruh set persilangan juga menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua tetua mempunyai peran yang sama. 2). Rerata masa pengisian bulir padi hasil persilangan pada berbagai waktu emaskulasi dan berbagai set persilangan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. 3). Tetua betina padi hitam menghasilkan warna biji hasil persilangan berwarna ungu dan pada tetua betina padi putih warna biji hasil persilangan berwarna coklat muda.
ANALISIS KEKERABATAN 22 GALUR KACANG BOGOR (Vigna subterranea L. Verdcourt.) MENGGUNAKAN TEKNIK RAPD (RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA) Saraswati, Ika Dyah; Kuswanto, Kuswanto; Damanhuri, Damanhuri; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/383

Abstract

Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) dapat digunakan sebagai salah satu alternatif diversifikasi pangan dalam kelompok kacang-kacangan karena nilai gizinya tidak kalah dengan jenis kacang-kacangan lainnya. Pengembangan dan perbaikan produksi kacang bogor dapat dilakukan salah satunya melalui perbaikan potensi genetik. Keragaman genetik yang tinggi penitng dalam perakitan varietas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kekerabatan 22 galur kacang bogor menggunakan teknik RAPD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan primer polimorfik dan mengklarifikasi adanya hubungan kekerabatan antar aksesi-aksesi kacang bogor. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 22 galur kacang bogor yang berasal dari Lamongan, Cianjur, Bangkalan, Gresik dan Sumedang dan 31 primer RAPD. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013-September 2014 di Laboratorium Sentral Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Hasil analisis polimorfisme primer tunggal menunjukkan persentase yaitu OPA-07 16,67%, OPD-20 23,08%, OPL-12 7,14%, dan primer gabungan OPA-07xOPL-12 36,36%, OPD-20xOPC-02 11,11%. Rata-rata polimorfisme 18,87%. Koefisien kemiripan terkecil 0,9492 antara galur CCC1.5 dengan galur lainnya. Koefisien kemiripan terbesar 1,0 terdiri atas empat kelompok yaitu antara galur BBL6.1.1, BBL6.2.1, BBL6.3.1, dan BBL10.1, antara galur JLB-1, TKB-1 dan GSG3.2.1, antara galur SS3.1.2, SS3.2.2 dan SS4.3.2 dan antara galur CCC1.4.1 dan SS6.3.2. Pimer terpilih yaitu 3 primer tunggal dan 2 primer campuran menunjukkan polimorfisme sekitar 18,87%. Koefisien kemiripan 22 galur kacang Bogor yang diteliti antara 0,9492-1,00. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman antar galur yang diujikan rendah.
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI PISANG MAS (Musa spp) DI KABUPATEN NGANJUK, MOJOKERTO, LUMAJANG DAN KEDIRI Simangunsong, Anggiat Demak; Respatijarti, Respatijarti; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/387

Abstract

Indonesia  dikenal  sebagai  kawasan  pusat  asal-usul  pisang  di  dunia  dan mempunyai jenis pisang  yang  lebih  banyak  dari  negara  lain. Lumajang merupakan daerah sentra penghasil pisang di Jawa Timur. Pisang Mas merupakan salah satu jenis pisang yang sangat diminati masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Lumajang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman pisang Mas di empat Kabupaten, Lumajang, Kediri, Mojokerto dan Nganjuk. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2014 Metode penelitian Observasi lapang dan wawancara dengan petani pisang Mas. Hasil Eksplorasi dan Karakterisasi ditemukan 8 jenis pisang Mas yaitu Pisang Mas Kirana, Mas Kripik, Mas Talun, Mas Sumatra, Mas Biasa, Mas Mirah, Mas Jiranan dan Mas Obat. Di Kabupaten Lumajang ditemukan pisang Mas Kirana, Mas Kripik dan Mas Talun, Kabupaten Kediri ditemukan pisang Mas Jiranan, Mas Obat dan Mas Kirana, kabupaten Mojokerto ditemukan pisang Mas Kirana, Kabupaten Nganjuk ditemukan pisang Mas Kirana, Mas Biasa, Mas Jiranan, Mas Sumatra. Berdasarkan dendogram, pisang Mas Kirana, Mas Kripik memiliki kedekatan morfologi sebesar 97,30%. Sementara Mas Kirana, Mas Kripik memiliki kedekatan morfologi sebesar 81,0% terhadap Mas Talun. Pisang Mas yang memiliki kesamaan terjauh yaitu antara pisang Mas Kirana, Mas Kripik, Mas Talun dengan Pisang Mas Obat dengan nilai 71%.
PERBEDAAN WAKTU EMASKULASI TERHADAP KEBERHASILAN PERSILANGAN GANDUM (Triticum aestivum L.) DI CANGAR BATU Winawanti, Nanik Indah Dwi; Ardiarini, Noer Rahmi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/394

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) ialah tanaman serealia yang berasal dari daerah subtropis. Produksi gandum pada saat ini masih terlalu rendah. Salah satu metode yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produksi gandum adalah dengan persilangan. Diharapkan dengan adanya persilangan ini bisa menciptakan galur  yang unggul dengan umur genjah, produktivitas tinggi, dan adaptif pada dataran menengah-tinggi. Penelitian ini menggunakan tiga waktu emaskulasi yang berbeda. Emaskulasi adalah suatu tindakan membuang semua benang sari yang masih muda dari kuncup bunga betina, dengan maksud agar bunga tersebut tidak mengalami penyerbukan sendiri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari waktu emaskulasi yang baik terhadap keberhasilan persilangan tanaman gandum. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Cangar Batu, Jawa Timur, pada bulan Oktober 2014 sampai dengan Februari 2015. Alat yang di gunakan dalam penelitian ini ialah pinset, gunting, klip, sabit, tangkil, polibag, tali rafia, cetok, gembor, selang, mistar, timbangan, kamera, colour chart, kertas label, kantong kertas transparan, benang dan alat tulis. Bahan yang di gunakan ialah empat genotip gandum, yang terdiri dari SO-3, SO-10, Dewata dan M-9. Urea, SP-36, Kcl, air, tisu dan alkohol 70%. Untuk set persilangan terdiri dari : SO-3 X M-9, SO-10 X M-9, SO-3 X DEWATA, SO-10 X DEWATA. Waktu emaskulasi yang dilakukan yaitu 1, 2, dan 3 hari sebelum persilangan. Keberhasilan persilangan pada emaskulasi 1 hari (78.75%) dan emaskulasi 3 hari  (87.50%) sebelum persilangan menunjukkan berbeda nyata. Emaskulasi yang dilakukan 3 hari sebelum persilangan (sebelum anthesis) dapat meningkatkan keberhasilan persilangan gandum.
KERAGAAN BEBERAPA GENOTIP JAGUNG PAKAN/YELLOW CORN (Zea mays L.) MUTAN KOLKISIN GENERASI M¬2 Anggraeni, Mita; Damanhuri, Damanhuri; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/405

Abstract

Perakitan benih unggul jagung pada saat ini telah banyak dilakukan dimana salah satunya melalui proses mutasi buatan. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keragaan dan variasi dari populasi setiap perlakuan kolkisin dan individu jagung pakan/yellow corn (Zea mays L.) mutan kolkisin hasil seleksi M1. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 – Februari 2015 di dusun Areng – Areng, kelurahan Dadaprejo, kecamatan Junrejo, Batu. Bahan yang digunakan adalah 2 galur (INC dan INF) dengan 5 perlakuan kolkisin (0 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 0x400 ppm dan 0x600 ppm). Karakter kuantitatif yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, panjang tongkol, bobot tongkol, bobot 100 biji, panjang stomata, lebar stomata dan bobot pipilan. Sedangkan karakter kualitatif yang diamati adalah warna biji dan bentuk permukaan biji. Hasil penelitian menunjukkan tanaman perlakuan kolkisin berbeda nyata dengan kontrol pada karakter warna biji, tinggi tanaman, jumlah daun,  panjang daun, lebar daun, panjang stomata, lebar stomata, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, panjang tongkol, bobot tongkol, bobot pipilan dan bobot 100 biji. Individu terpilih memiliki nilai tinggi tanaman yang tinggi, jumlah daun banyak dan berukuran panjang serta lebar, umur berbunga jantan, umur berbunga betina dan umur panen standar, tongkol panjang, bobot tongkol, bobot 100 biji dan bobot pipilan tinggi serta ukuran panjang dan lebar stomata besar.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A. Rumanti, Indrastuti Agisimanto, Dita Agustiani, Nur Wulan Ainnurrasjid, Ainnurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Alghofar, Wildan Arif Andriani, Dessy Andy Soegianto Anggraeni, Mita Anif, Yuniza Miratu Anjani, Elly Duwi Arif, Muhamat Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Ariyanti, Esti Endah Arumitha Wahyu Dwinanti Auliya, Afif Austi, Ivo Rega Basuki, Nur Baswarsiati, Baswarsiati Batari Melyapuri Widarsiono Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Costa, Jessica Claudia Da Darmawan, Rachmat Tri Dewi, Destiana Fatimaturrohmah, Siti Fitriyah, Arifatul Hadianti, Fitri Nanda Hairmansis, Aris Halimah, Elisa Nur Handiana, Desti Zulvi Haqiqi, Ifrahul Hazmy, Zaim Dzoel Inayah, Agustin Dwi Latiifatul Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kurniawan, Erly Candra Kuswanto, Kuswanto Larasmita, Karina Ayu Lestari, Wulan Puji Listy Anggraeni Lita Soetopo M Sihombing, Theresia Marjani Marjani Napitupulu, Mernita Nedha, Nedha Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Nurazizah, Arisa Nurussintani, Widya Parnidi Parnidi Pernando, Juli Prasetyo, Danny Hary Prastini, Lela Putri, Baity Sri Purnama Putri, Della Shafryna Imani Rachmadhani, Sylvia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Rifa’i, Hari Rizki, Alif Nur Rofiq, Mochammad Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rury Maytawanti Sandrakirana, Ratih Saraswati, Ika Dyah Sari, Desi Kurnia Sari, Widya Paramita Selviana, Lila Setiyawan, Mohamad Doni Shaumiyah, Fauzah Simangunsong, Anggiat Demak Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Syafi’ie, Mohammad Meizar Tanggon Nur Cahyo Wibowo Thoriqussalam, Ahmad Tursilawati, Syehlania Wahyuningtyas, Esther Arie Wening, Rina Hapsari Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Winarsih, Atik Winawanti, Nanik Indah Dwi Wulan W, Putri Nawang Wulananggraeni, Retno