Damanhuri Damanhuri
Brawijaya University

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENURUNAN KETEGARAN (INBREEDING DEPRESSION) PADA GENERASI F1, S1 DAN S2 POPULASI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Wulan W, Putri Nawang; Yulianah, Izmi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/408

Abstract

Tanaman Jagung (Zea mays L.) sangat penting bagi kehidupan manusia, untuk memperoleh hasil optimal, diantaranya dengan menggunakan varietas hibrida. Pembentukan varietas hibrida amat tergantung terhadap tersedianya galur murni sebagai tetua. Galur murni diperoleh melalui penyerbukan sendiri (selfing) selama 5-7 generasi. Selfing pada jagung akan merubah konstitusi genetiknya menjadi homozigot. Selfing terjadi tekanan silang dalam (inbreeding depression). Tujuan penelitian  ini adalah mempelajari penurunan ketegaran atau tingkat depresi silang dalam (inbreeding depression) akibat penyerbukan sendiri pada generasi F1, S1 dan S2 populasi tanaman jagung. Penelitian  dilaksanakan di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan pada bulan Desember 2014-bulan Mei 2015. Bahan tanam berupa 24 genotip tanaman jagung yang terdiri dari 8 genotip generasi F1, 8 genotip generasi S1 dan 8 genotip generasi S2. Rancangan yang digunakan adalah blok tunggal tanpa ulangan. Setiap genotip ditanam dalam 1 baris dengan jumah 50 tananam per baris, total populasinya 1200 tanaman jagung. Data dianalisis dengan uji t taraf  nyata 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan depresi silang dalam pada beberapa karakter pengamatan kuantitatif. Genotip yang tingkat depresi silang dalamnya paling tinggi adalah B1, B2, B3, B4 dan P1. Karakter kualitatif seperti bentuk dan warna biji yang diamati secara visual menunjukkan terjadi perubahan penampilan antar generasi yang diuji.
PENGELOMPOKAN 30 KULTIVAR PISANG (MUSA SPP.) BERDASARKAN GENOM DAN HUBUNGAN KEKERABATANNYA Fitriyah, Arifatul; Ariyanti, Esti Endah; Damanhuri, Damanhuri; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.65 KB) | DOI: 10.21776/415

Abstract

Di Indonesia tanaman pisang mudah dijumpai karena adaptasinya yang baik. Laporan Tahunan Kementerian Pertanian Indonesia tahun 2004-2012 menunjukkan nilai ekspor pisang lebih rendah dibandingkan nilai impornya. Hal tersebut disebabkan produk pisang dalam negeri belum mampu menandingi kualitas pisang dari luar negeri baik itu disebabkan oleh teknik budidaya, penanganan hama penyakit, panen, ataupun pengelolaan pasca panen. Tujuan penelitian ini adalah mengelompokkan 30 kultivar pisang koleksi Kebun Raya Purwodadi (KRP)  berdasarkan genom dan mendapatkan hubungan kekerabatannya. Penelitian dilaksanakan di Kebun Koleksi Pisang-KRP Pasuruan mulai bulan Februari-Mei 2015. Pengamatan dilakukan pada 30 kultivar pisang yang telah memasuki fase generatif dengan metode observasi lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kelompok genom yaitu kelompok AA/AAA (M. acuminata var. tomentosa, Kreas, dan Grito), AAB (Rojo Marto, Rayap, Cici Hutan, Pulut, Susu, Kates, Blitung, Rojo Molo, Awak, Jambe, Jaran, Kayu, Usuk, Tanduk Hijau, Plembang, Berlin Kuning, Cici, Kongkong, Rojo Glintung, dan Brentol Warangan), AB (Mas Mirah, Rojo Siem, Sobo Awu, Ebung, dan Rojo Bandung), kelompok ABB (Klutuk),  kelompok BB (Klutuk Wulung). Hubungan kekerabatan berdasarkan 70 karakter membagi 30 kultivar pisang menjadi dua kelompok besar dengan nilai koefisien kemiripan 62–84%. Hal tersebut menunjukkan hubungan kekerabatan yang dekat pada 30 kultivar pisang yang diamati. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu pisang Kongkong dengan Brentol Warangan, M. acuminata var. tomentosa dengan Grito, Klutuk dengan Klutuk Wulung pada koefisien 84%.
OBSERVASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG (Musa spp.) DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI Nedha, Nedha; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/448

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan salah satu wilayah yang mempunyai keragaman plasma nutfah pisang di Jawa Timur. Salah satu daerah yang merupakan sentra produksi pisang di Kabupaten Kediri adalah Kecamatan Ngancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman tanaman pisang di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri berdasarkan karakteristik morfologinya. Penelitian dilaksanakan  pada bulan April sampai bulan Juli 2015 di 10 desa di Kecamatan yang terdiri dari desa  Bedali, Kunjang, Jagul, Pandantoyo, Margourip, Ngancar, Manggis, Babadan, Sempu dan Sugihwaras. Metode yang digunakan adalah metode survei, karakterisasi dan wawancara dengan petani pisang. Berdasarkan hasil observasi dan karakterisasi ditemukan 26 genotip tanaman pisang yaitu pisang kepok super, kepok urang, kepok gajih, raja nangka, raja brentel, raja temen, ambon, marlin, mas, susu, klutuk, morosebo, byar, pulud, bawen, kitiran, glintung, sri, kidang, jaran, ijo madura, ijo sembot, ijo lumut, masan, cavendish dan taiwan. Berdasarkan dendogram   diketahui bahwa 26 genotip yang diamati terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I terdiri dari 23 genotip pisang. Kelompok II terdiri dari pisang masan. Kelompok III terdiri dari pisang klutuk, sedangkan kelompok IV terdiri dari pisang sri. Genotip pisang yang memiliki hubungan kekerabatan terjauh adalah pisang kepok super dan morosebo dengan tingkat kemiripan sebesar 13%, sedangkan genotip pisang yang memiliki hubungan kekerabatan terdekat adalah pisang ijo sembot dan ijo madura dengan tingkat kemiripan sebesar 97,6%.
KARAKTERISASI BEBERAPA GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) BERKADAR ANTOSIANIN TINGGI Winarsih, Atik; Respatijarti, Respatijarti; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/479

Abstract

Beras hitam serta beras merah merupakan plasma nutfah yang potensial sehingga perlu dilestarikan dan perlu dikarakterisasi untuk mengetahui karakter penciri dari tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik genotip padi hitam dan merah yang memiliki kadar antosianin tinggi. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari hingga Juni 2015. Bahan tanam yang  digunakan dalam penelitian adalah 12 genotip padi hitam dan merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak tunggal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot gabah per rumpun memiliki nilai koefisien keragaman yang tergolong tinggi yaitu sebesar 61,42%. Karakter jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah bulir hampa per malai memiliki nilai koefisien keragaman yang tergolong sedang. Karakter kuantitatif yang lain memiliki nilai koefisien keragaman yang rendah. Warna ungu pada seluruh bagian tanaman ditemukan pada G2. Hasil analisis korelasi menunjukkan karakter jumlah anakan produktif dan jumlah bulir per malai memiliki korelasi terhadap bobot gabah per rumpun.
REJUVENASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI PLASMA NUTFAH BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) Hazmy, Zaim Dzoel; Ainnurrasjid, Ainnurrasjid; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/487

Abstract

Aksesi bunga matahari merupakan kekayaan plasma nutfah yang memiliki nilai penting bagi pertanian. Keberadaan plasma nutfah tersebut perlu dilestarikan melalui kegiatan rejuvenasi (pembaharuan) benih untuk memelihara viabilitas dan ketersediaan benih. Sifat-sifat penting perlu dikarakterisasi untuk mengetahui karakter penciri dari plasma nutfah. Penelitian ini bertujuan untuk merejuvenasi dan mengkarakterisasi aksesi bunga matahari serta untuk mengetahui potensi masing-masing aksesi. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari – Agustus 2015. Bahan tanam yang digunakan adalah 29 aksesi bunga matahari. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan petak tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rejuvenasi pada                29 populasi aksesi telah menghasilkan benih antara 73 – 469 gram per populasi aksesi. Karakter morfologi plasma nutfah bunga matahari yang dikarakterisasi memperlihatkan keragaman tinggi pada diameter bunga tabung; jumlah biji; bobot total biji; bobot 100 biji; jumlah biji bernas; dan jumlah biji hampa. Berdasarkan keberagaman sifat morfologinya, terdapat 3 potensi utama aksesi; 1) potensi sebagai oilseed terdapat pada aksesi HA 10 dan  HA 11; 2) potensi sebagai non-oilseed terdapat pada aksesi HA 12, HA 25, HA 28, HA 44, dan HA 46; 3) potensi sebagai tanaman hias terdapat pada aksesi HA 5, HA 9, HA 18, HA 36, dan HA 42.
UJI DAYA HASIL 18 GENOTIP GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DATARAN RENDAH Rachmadhani, Sylvia; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/509

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) adalah salah satu sumber pangan penduduk dunia. Produksi gandum di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya yaitu kemampuan adaptasi gandum belum optimal terutama di daerah dataran rendah tropis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil dari 18 genotip gandum di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di dusun Tangkil, desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Lokasi penelitian terletak pada ketinggian 64 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman karakter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, ∑biji per alai, ∑malai per m2, bobot 1000 butir, bobot 1 liter biji dan potensi hasil  pada 18 genotip gandum yang diuji. Diantara 18 genotip gandum yang diamati, genotip SO-10 berpotensi untuk dikembangkan terutama dilihat dari karakter hasil panen per hektar.
PENAMPILAN 6 GENOTIPE TOMAT (Solanum lycopersicum L.) PADA BUDIDAYA ORGANIK DAN ANORGANIK Selviana, Lila; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/528

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tomat yang baik dan tidak mudah terserang hama dan penyakit sudah dilakukan. Namun, cara budidaya yang tepat belum banyak diketahui oleh para petani, sehingga mampu tanaman tomat mampu tumbuh optimal pada lingkungan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui hasil tanaman tomat yang ditumbuhkan secara organik dan anorganik. Penelitian dilaksanakan  pada bulan April sampai bulan Juli 2015 di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Tersarang dengan dua faktor. Faktor pertama genotipe tomat (G1, G2, G3, G4, G5, G6) dan faktor kedua cara budidaya (organik dan anorganik). Penelitian dilakukan pada polybag. Penelitian menggunakan rancangan tersarang dengan  3 ulangan dan terdapat 36 petak percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 6 tanaman. Total populasi tanaman tomat 216. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan genotipe menunjukan hasil tidak berbeda nyata, sehingga semua genotip menunjukan hasil yang sama pada budidaya organik, maupun anorganik. Sedangkan pada perlakuan budidaya, budidaya anorganik memiliki hasil yang lebih tinggi (166,65 g /tanaman) dibandingkan budidaya organik (96,33 g/tanaman).
STUDI INKOMPATIBILITAS PADA BEBERAPA KOMBINASI PERSILANGAN UBIJALAR (Ipomoea batatas L.) Sari, Desi Kurnia; Kendarini, Niken; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/535

Abstract

Ubijalar merupakan alternatif sumber karbohidrat. Salah satu upaya peningkatan mutu ubijalar dengan cara persilangan. Persilangan pada ubijalar merupakan cara termudah untuk mendapatkan benih inbred dan hybrid. Secara morfologis bunga ubijalar mudah disilangkan namun dalam persilangan tersebut sering menemui permasalahan. Permasalahan ubijalar dalam persilangan adalah adanya sifat inkompatibilitas dan sterilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya sifat inkompatibilitas pada kombinasi persilangan ubijalar dan kombinasi persilangan yang kompatibel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa tingkat inkompatibilitas pada kombinasi persilangan ubijalar yaitu tujuh kombinasi persilangan kompatibel, dua belas kombinasi persilangan inkompatibel, dan dua kombinasi persilangan inkompatibel sebagian. Kombinasi persilangan yang inkompatibel yaitu MSU 10051-02 x Bogor Maja, MSU 10051-02 x W-86, Papua solossa x CIP 440287, RIS 10068-02 x CIP 440287, UJ 02 x CIP 440286, UJ 02 x W-86, dan UJ 19 x CIP 440287.
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) Alghofar, Wildan Arif; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/552

Abstract

Sengon laut (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) merupakan tanaman asli Indonesia dan banyak dimanfaatkan untuk hutan tanaman industri (HTI). Permasalahan yang muncul dalam rangka pengadaan benih adalah sengon memiliki masa dormansi yang diakibatkan oleh tekstur kulit benih keras, sehingga menghambat masuknya air dan oksigen kedalam benih. Pematahan dormansi sengon dilakukan dengan perendaman benih dan menggunakan air panas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh perlakuan lama perendaman pada berbagai suhu terhadap perkembangan dan pertumbuhan benih sengon. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2015 di desa Surat, kecamatan Mojo, kabupaten Kediri, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkecambahan terbaik dihasilkan pada benih sengon yang direndam dengan suhu 50oC – 90oC selama 12 jam atau 50oC – 70oC selama 24 jam. Perlakuan perbedaan suhu air dan lama perendaman tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman.
PENAMPILAN FASE VEGETATIF 15 KLON TEBU UNGGUL HARAPAN (Saccharum spp. hybrid) DI DUA LOKASI Anif, Yuniza Miratu; Widyasari, Wiwit Budi; Kuswanto, Kuswanto; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.029 KB) | DOI: 10.21776/585

Abstract

Tebu merupakan bahan baku utama dalam industri gula sehingga diperlukan varietas unggul yang memiliki potensi produksi dan rendemen tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 15 klon tebu unggul harapan hasil persilangan tebu (Saccharum) dengan tebu kerabat liar (Erianthus) pada dua lokasi pengujian. Bahan tanam yang digunakan yaitu 15 klon tebu dan varietas pembanding yaitu PS 881, Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data dianalisa menggunakan analisis ragam pada masing-masing lokasi danuntuk mengetahui interaksi genotip dan lokasi dilakukan analisis ragam gabungan yang dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5 %.Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 sampai April 2013 di dua lokasi yaitu di kebun Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan dan Kediri. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penampilan pertumbuhan di dua lokasi meliputi karakter persentase perkecambahan, jumlah batang, tinggi batang, jumlah ruas, intensitas penggerek batang umur 6 bulan dan intensitas penyakit pokahbung.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A. Rumanti, Indrastuti Agisimanto, Dita Agustiani, Nur Wulan Ainnurrasjid, Ainnurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Alghofar, Wildan Arif Andriani, Dessy Andy Soegianto Anggraeni, Mita Anif, Yuniza Miratu Anjani, Elly Duwi Arif, Muhamat Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Ariyanti, Esti Endah Arumitha Wahyu Dwinanti Auliya, Afif Austi, Ivo Rega Basuki, Nur Baswarsiati, Baswarsiati Batari Melyapuri Widarsiono Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Costa, Jessica Claudia Da Darmawan, Rachmat Tri Dewi, Destiana Fatimaturrohmah, Siti Fitriyah, Arifatul Hadianti, Fitri Nanda Hairmansis, Aris Halimah, Elisa Nur Handiana, Desti Zulvi Haqiqi, Ifrahul Hazmy, Zaim Dzoel Inayah, Agustin Dwi Latiifatul Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kurniawan, Erly Candra Kuswanto, Kuswanto Larasmita, Karina Ayu Lestari, Wulan Puji Listy Anggraeni Lita Soetopo M Sihombing, Theresia Marjani Marjani Napitupulu, Mernita Nedha, Nedha Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Nurazizah, Arisa Nurussintani, Widya Parnidi Parnidi Pernando, Juli Prasetyo, Danny Hary Prastini, Lela Putri, Baity Sri Purnama Putri, Della Shafryna Imani Rachmadhani, Sylvia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Rifa’i, Hari Rizki, Alif Nur Rofiq, Mochammad Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rury Maytawanti Sandrakirana, Ratih Saraswati, Ika Dyah Sari, Desi Kurnia Sari, Widya Paramita Selviana, Lila Setiyawan, Mohamad Doni Shaumiyah, Fauzah Simangunsong, Anggiat Demak Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Syafi’ie, Mohammad Meizar Tanggon Nur Cahyo Wibowo Thoriqussalam, Ahmad Tursilawati, Syehlania Wahyuningtyas, Esther Arie Wening, Rina Hapsari Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Winarsih, Atik Winawanti, Nanik Indah Dwi Wulan W, Putri Nawang Wulananggraeni, Retno