Damanhuri Damanhuri
Brawijaya University

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH GENERASI BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN KRISAN (Chrysanthemum) VARIETAS RHINO Istianingrum, Putri; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.216 KB) | DOI: 10.21776/25

Abstract

Krisan (Chrysanthemum) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas (Golden Flower). Pada budidaya krisan untuk bunga potong, kualitas benih sangat mempengaruhi hasil pembungaannya. Banyak kasus menunjukkan bahwa kualitas tanaman induk yang buruk berkaitan dengan rendahnya kualitas stek yang dihasilkan. Dalam produksi bunga, biasanya benih yang dipakai adalah benih sebar (generasi keempat). Akan tetapi dikalangan petani tidak mengetahui generasi ke berapa benih yang digunakan untuk ditanam dan diproduksi menjadi bunga potong, sehingga jika benih yang digunakan yaitu benih generasi tua maka kualitas bunga potong menjadi menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh generasi benih terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan (Chrysanthemum). Bahan yang digunakan adalah benih krisan G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 yang telah berakar serta varietas krisan yang digunakan yaitu varietas dengan tipe spray (tipe dengan satu tangkai terdiri dari beberapa bunga) yaitu Rhino. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan beberapa generasi benih krisan memberikan pengaruh tidak nyata pada seluruh komponen pertumbuhan tanaman dan  produksi bunga. Benih G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 merupakan bahan tanam yang dapat digunakan untuk produksi bunga potong karena memiliki hasil pertumbuhan yang seragam.
KERAGAMAN DAN KEKERABATAN PADA PROSES PENGGALURAN KACANG BOGOR (Vigna subterranea L.Verdcourt) JENIS LOKAL Austi, Ivo Rega; Damanhuri, Damanhuri; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.97 KB) | DOI: 10.21776/81

Abstract

Kacang bambara merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga terpenting di Indonesia setelah kacang tanah dan kacang tunggak. Kacang bambara merupakan salah satu kacang-kacangan minor yang belum terlalu diperhatikan di Indonesia namun memiliki peran dalam program diversifikasi pangan. Tanaman kacang bogor merupakan  tanaman menyerbuk sendiri, sehingga memiliki keragaman yang rendah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dimulai bulan Juni 2012 sampai dengan Januari 2013. Penelitian terdiri dari 29 galur lokal, tiap galur terdiri dari sepuluh tanaman sehingga total tanaman yaitu 290 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pada karakter panjang daun, panjang tangkai daun, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, panjang tangkai bunga, panjang mahkota bunga, panjang biji, lebar biji memiliki keragaman yang luas. Hasil analisis kekerabatan menunjukkan ada tiga kelompok kekerabatan. Pada kelompok pertama terdapat nilai kemiripan adalah individu Gobras 2.2.9, Gobras 2.2.4, Gobras 2.2.3, Gobras 2.2.1, Brondong 4, Brondong 3, Brondong 2, Brondong 1, Gobras 1.3.10, Gobras 1.3.5, Gobras 1.3.6, Gobras 1.3.1. Kelompok dua memiliki nilai kemiripan  adalah individu Urug 2, Urug 1, Rajap 2.2.2, Rajap 2.2.1, Cikur 3.3.8, Cikur 3.3.7, Cikur 3.3.1 sedangkan kelompok tiga memiliki nilai kemiripan adalah  individu Cikur 1.2.8, Cikur 1.2.7, Cikur 1.2.2, Cikur1.2.1, Situraja 2.4, Situraja 2.1, Cikur 2.3.2 dan Cikur 2.3.1. Kata kunci: Kacang bambara, Vigna subterranean L., keragaman, kekerabatan
KERAGAMAN DAN HERITABILITAS 10 GENOTIP PADA CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Sari, Widya Paramita; Damanhuri, Damanhuri; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.963 KB) | DOI: 10.21776/110

Abstract

Dalam kegiatan pemuliaan, pada pengujian varietas-varietas baru untuk suatu lingkungan tertentu diperlukan plasma nutfah dengan keragaman yang luas dan informasi genetiknya, diantaranya adalah nilai duga heritabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan menduga nilai heritabilitas 10 genotip cabai besar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Agustus 2013, di Kecamatan Pandesari, Kabupaten Pujon. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 genotip cabai besar hasil penggaluran varietas lokal dan introduksi. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, berat per buah, panjang buah, panjang tangkai buah, diameter buah dan tebal daging buah memiliki nilai KKG dan KKF rendah. Karakter kualitatif yang menunjukkan seragam ialah bentuk buah, warna buah muda dan warna buah masak, sedangkan karakter lainnya yaitu tipe pertumbuhan, warna batang, warna buku batang, warna mahkota, warna kepala sari, posisi putik saat bunga mekar dan bentuk ujung buah menunjukkan adanya keragaman dalam genotip. Karakter umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, berat per buah, panjang buah, panjang tangkai buah, diameter buah dan tebal daging buah memiliki kriteria heritabilitas tinggi. Kata kunci : cabai besar, KKG, KKF dan heritabilitas
PENGARUH PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) Shaumiyah, Fauzah; Damanhuri, Damanhuri; Basuki, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.78 KB) | DOI: 10.21776/122

Abstract

Kedelai adalah salah satu dari beberapa sumber makanan di Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksii kedelai dalam negeri dibutuhkan serangkaian proses produksi kedelai yang baik. Dalam hal ini pengolahan benih menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas produksi kedelai, dii antaranya yaitu proses pengeringan. Penelitian bertujuan untuk mempelajari mutu benih kedelai (Glycine max (L.) Merr) varietas Wilis dan Anjasmoro setelah dikeringkan dengan berbagai suhu pengeringan. Penelitian dilakukan di laboratorium Pemuliaan Tanaman dan laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pada bulan Mei hingga Oktober 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu suhu pengeringan, faktor kedua yaitu varietas, dan faktor ketiga yaitu masa simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara suhu pengeringan, varietas dan masa simpan terhadap daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Suhu pengeringan yang paling baik untuk varietas Wilis yaitu jemur, oven suhu 35 °C dan oven suhu 45 °C. Suhu pengeringan yang paling baik untuk varietas Anjasmoro yaitu jemur dan oven suhu 45 °C. Kata kunci: pengeringan benih, kedelai, daya simpan, viabilitas, vigor
KERAGAMAN GENETIK DAN PENDUGAAN JUMLAH GEN KETAHANAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) TERHADAP PENYAKIT KUNING Auliya, Afif; Damanhuri, Damanhuri; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.476 KB) | DOI: 10.21776/144

Abstract

Penyakit kuning pada kacang panjang berdampak pada penurunan produksi. Gejala serangan diawali dari gejala daun keriting serta mengakibatkan polong berwarna kuning. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai heritabilitas dan ragam genetik serta menduga jumlah gen pengendali ketahanan kacang panjang terhadap penyakit kuning. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kediri pada bulan April sampai Juli 2013. Bahan penelitian adalah populasi UB 715 A (P1), Hitam Putih (P2), populasi F1 dan populasi F2. Berdasarkan hasil penelitian, populasi UB 715 A (P1 ) menunjukkan respon tahan terhadap penyakit kuning, populasi Hitam Putih (P2) menunjukkan respon rentan, dan populasi F1 dan F2 menunjukkan respon sedang. Karakter jumlah polong dan jumlah biji per tanaman memiliki keragaman yang sempit sedangkan karakter panjang polong, bobot segar polong, umur berbunga, dan umur panen memiliki keragaman yang luas.  Karakter panjang polong dan jumlah biji per polong memiliki nilai heritabilitas rendah, sedangkan karakter jumlah polong, bobot segar polong, umur berbunga, dan umur panen memiliki nilai heritabilitas tinggi. Rasio sifat ketahanan terhadap penyakit kuning pada populasi F2 adalah 9 tahan : 3 sedang : 4 rentan yang berarti ketahanan terhadap penyakit kuning dikendalikan oleh dua gen dengan aksi gen epistasis resesif.   Kata kunci: Kacang panjang, penyakit kuning, keragaman genetik, jumlah gen
STUDI KEBERHASILAN PERSILANGAN STROBERI (Fragaria x ananassa Duch) Haqiqi, Ifrahul; Damanhuri, Damanhuri; Kendarini, Niken; Agisimanto, Dita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.101 KB) | DOI: 10.21776/176

Abstract

Perbaikan sifat kuantitatif dan kualitatatif stroberi secara genetik dapat dilakukan melalui persilangan. Persilangan bertujuan untuk menggabungkan sifat kedua tetua sehingga diperoleh varietas unggul yang diinginkan. Persilangan dalam penelitian ini dilakukan secara resiprok pada varietas California dan Holybride. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah generasi F1 hasil persilangan memiliki gabungan sifat dari kedua tetua.  Penelitian ini menggunakan metode single plant, tanaman yang diamati sebanyak 109 dari hasil persilangan, tetua California dan tetua Holybride. Hasil penelitian menunjukkan semua keturunan F1 mempunyai kombinasi dari 10 karakter kedua tetua baik karakter kualitatif maupun kuantitatif. Kata kunci: Persilangan, single plant, Keberhasilan persilangan.
SELEKSI FAMILI F3 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) POLONG KUNING DAN BERDAYA HASIL TINGGI Arif, Muhamat; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.278 KB) | DOI: 10.21776/179

Abstract

Seleksi ialah salah satu metode pemuliaan tanaman untuk mendapatkan tanaman terbaik dalam populasi sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Informasi mengenai keragaman genotip dan fenotip serta heritabilitas penting diketahui sebagai langkah awal sebelum melakukan seleksi. Perhitungan kemajuan genetik harapan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui efektifitas seleksi yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menanam 22 famili buncis polong kuning hasil penelitian sebelumnya, generasi F2. Buncis polong kuning dapat dijadikan varietas baru di Indonesia karena sementara ini yang banyak diusahakan oleh petani ialah buncis berpolong hijau. Kandungan buncis polong kuning ialah karoten yang tinggi. Berdasarkan 22 famili yang ditanam, terdapat 14 famili yang memiliki polong kuning selanjutnya dilakukan penilaian parameter genetik. Data parameter genetik menunjukkan nilai koefisien keragaman pada rentang rendah sampai agak rendah (0-50%) dan nilai heritabilitas pada rentang sedang sampai tinggi (0,2-1). Seleksi dilakukan pada famili yang memiliki nilai heritabilitas tinggi dengan cara memilih tanaman daya hasil tinggi. Daya hasil tinggi berkisar 300-500 g per tanaman. Individu yang didapatkan yaitu CS.M 31(4), CS.M 31(24), CS.M 31(36), CS.GI 63(10), CS.GI 63(15), M.CS 11(13), M.CS 11(23), CS.GI 7(17), CS.GI 7(22), CS.GI 7(23), CS.GI 7(30), CS.GI 8(8), CS.M 11(25), CS.M 59(9) dan CS.M 59(32). Nilai kemajuan genetik harapan famili dari tanaman terseleksi tinggi (>50%) sehingga seleksi yang dilakukan efektif karena dimungkinkan mampu memberikan peningkatan daya hasil pada generasi selanjutnya. Kata kunci: Seleksi, Parameter Genetik, Polong Kuning, Daya Hasil Tinggi.
UJI DAYA HASIL PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN DUA GENERASI BIBIT PADA TIGA VARIETAS KRISAN (Chrysanthemum Sp.) Rofiq, Mochammad; Kendarini, Niken; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.198 KB) | DOI: 10.21776/206

Abstract

Krisan (Chrysanthemum) merupakan tanaman bunga hias perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas. Pada budidaya krisan, kualitas bibit sangat mempengaruhi hasil pertumbuhan dan pembungaannya. Pada penelitian ini digunakan tiga varietas bunga krisan yang diuji daya hasil pertumbuhan dan pembungaannya menggunakan dua generasi bibit stek yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan daya hasil pertumbuhan dan pembungaan krisan antara dua generasi bibit stek yang digunakan. Penelitian dilaksanakan dalam rumah plastik pada bulan April sampai dengan Agustus 2014 di desa Beru, kec. Bumiaji, kota Batu, Jawa Timur dengan ketinggian ± 950 m dpl. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama ialah varietas sedangkan anak petaknya ialah generasi bibit stek. Setiap perlakuan diulang 4 kali. Analisis uji lanjut menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil analisis sidik ragam diketahui tidak terjadi perbedaan kualitas hasil pertumbuhan dan pembungaan krisan antara dua generasi bibit stek yang diuji. Namun, perbedaan terjadi hanya pada karakter ketajaman warna. Kualitas bunga krisan di petani tidak ditentukan berdasarkan ketajaman warna bunga namun berdasarkan panjang tangkai. Kata kunci : Bunga Krisan, Perbedaan Generasi, Ketajaman Warna Bunga, Rancangan Petak Terbagi.
KERAGAAN 36 AKSESI SORGUM (Sorghum bicolor L.) Rifa’i, Hari; Ashari, Sumeru; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.889 KB) | DOI: 10.21776/207

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas. Sorgum toleran terhadap kekeringan,  genangan air, dan lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama/penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 36 aksesi sorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Dengan ketinggian tempat 600 m dpl, suhu  24 oC. Penelitian dilaksanakan pada April 2014 sampai dengan Juli 2014. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). dengan dua ulangan. Masing- masing plot terdiri dua baris. Dengan jarak tanam 60 cm x 20 cm. Yang diamati pada penelitian ini terdiri dari pengamatan kualitatif dan kuantitatif beberapa karakter penting tanaman sorgum. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis ragam antar aksesi untuk delapan karakter yang diamati pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, panjang malai, lebar malai, bobot perbiji, bobot 1000 biji, jumlah biji pertanaman, bobot biji pertanaman menunjukkan hasil yang berbeda nyata dalam taraf 5%, pada karakter kualitatif keragaman ditunjukkan oleh karakter tipe kepadatan dan bentuk bunga, warna sekam, warna biji sedangkan warna tulang tengah daun, bentuk biji, dan keluarnya malai atau bunga seragam. Kata kunci: Sorgum, aksesi, keragaman kuantitatif dan kualitatif
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI PORANG (Amorphophallus muelleri B.) DI JAWA TIMUR Sulistiyo, Rico Hutama; Soetopo, Lita; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.938 KB) | DOI: 10.21776/210

Abstract

Porang termasuk dalam family Araceae, yaitu  jenis tanaman umbi-umbian yang mampu hidup di berbagai jenis dan kondisi tanah. Usaha peningkatan manfaat tanaman porang dapat dilakukan dengan observasi keberadaan plasma nuftah sebagai salah satu sumber daya alam terpulihkan, karena pengelolaan dan pemanfaatan plasma nuftah sekarang ini kurang sempurna sehingga banyak yang tererosi atau musnah. Hubungan kekerabatan merupakan informasi yang bermanfaat bagi pemulia. Hubungan kekerabatan antara dua individu atau populasi dapat diukur berdasarkan kesamaan sejumlah karakter dengan asumsi bahwa karakter-karakter berbeda disebabkan oleh adanya perbedaan susunan genetik (Purwantoro et al, 2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri atau karakter morfologi tanaman porang dan mengetahui hubungan kekerabatan tanaman porang yang terdapat di Kabupaten Malang, Blitar, Madiun, Nganjuk, dan Ponorogo berdasarkan persamaan dan perbedaan karakter morfologinya. Penelitian  dilaksanakan mulai bulan Februari  sampai dengan April 2014. Dari hasil eksplorasi ditemukan 28 sampel porang yang terdiri atas varian 1 dan varian 2.  Hasil menunjukkan bahwa terdapat nilai kemiripan tertinggi dan terendah pada seluruh hubungan 28 sampel porang.  Hubungan kekerabatan terdekat ada pada pasangan N4 (varian 1) dengan N6 (varian 1) dan berikutnya N2 (varian 2) dengan M5 (varian 2) dengan tingkat kemiripan sebesar 98,7%. Sebaliknya sampel porang M1 (varian 1) dan M7 (varian 2) memiliki hubungan kekerabatan yang terjauh  dengan tingkat kemiripan sebesar 73,3%. Berdasarkan hasil analisis kekerabatan, tanaman yang diamati dapat dikatakan memiliki tingkat keragaman yang rendah, hal itu dapat dilihat dari tingkat kemiripan terendahnya yang melebihi 50% yaitu 73,3%. Keragaman yang sempit tersebut disebabkan perkembangbiakan tanaman yang dilakukan secara vegetatif. Kata kunci : Eksplorasi, Identifikasi, Porang, Karakter morfologi
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A. Rumanti, Indrastuti Agisimanto, Dita Agustiani, Nur Wulan Ainnurrasjid, Ainnurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Alghofar, Wildan Arif Andriani, Dessy Andy Soegianto Anggraeni, Mita Anif, Yuniza Miratu Anjani, Elly Duwi Arif, Muhamat Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Ariyanti, Esti Endah Arumitha Wahyu Dwinanti Auliya, Afif Austi, Ivo Rega Basuki, Nur Baswarsiati, Baswarsiati Batari Melyapuri Widarsiono Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Costa, Jessica Claudia Da Darmawan, Rachmat Tri Dewi, Destiana Fatimaturrohmah, Siti Fitriyah, Arifatul Hadianti, Fitri Nanda Hairmansis, Aris Halimah, Elisa Nur Handiana, Desti Zulvi Haqiqi, Ifrahul Hazmy, Zaim Dzoel Inayah, Agustin Dwi Latiifatul Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kurniawan, Erly Candra Kuswanto, Kuswanto Larasmita, Karina Ayu Lestari, Wulan Puji Listy Anggraeni Lita Soetopo M Sihombing, Theresia Marjani Marjani Napitupulu, Mernita Nedha, Nedha Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Nurazizah, Arisa Nurussintani, Widya Parnidi Parnidi Pernando, Juli Prasetyo, Danny Hary Prastini, Lela Putri, Baity Sri Purnama Putri, Della Shafryna Imani Rachmadhani, Sylvia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Rifa’i, Hari Rizki, Alif Nur Rofiq, Mochammad Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rury Maytawanti Sandrakirana, Ratih Saraswati, Ika Dyah Sari, Desi Kurnia Sari, Widya Paramita Selviana, Lila Setiyawan, Mohamad Doni Shaumiyah, Fauzah Simangunsong, Anggiat Demak Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Syafi’ie, Mohammad Meizar Tanggon Nur Cahyo Wibowo Thoriqussalam, Ahmad Tursilawati, Syehlania Wahyuningtyas, Esther Arie Wening, Rina Hapsari Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Winarsih, Atik Winawanti, Nanik Indah Dwi Wulan W, Putri Nawang Wulananggraeni, Retno