Damanhuri Damanhuri
Brawijaya University

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI KETAHANAN TIGA GENOTIP PADI HITAM (Oryza Sativa L.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN M Sihombing, Theresia; Damanhuri, Damanhuri; Ainurrasjid, Ainurrasjid
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.873 KB) | DOI: 10.21776/601

Abstract

Padi merupakan sumber bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Padi hitam sangat berpotensi untuk dikembangkan dikarenakan padi hitam kaya akan nutrisi seperti asam amino, kalium, magnesium, kalsium, serta pigmen antosianin melebihi kadar nutrisi pada beras merah. Semakin pesatnya alih fungsi lahan dari sektor pertanian menjadi non sektor pertanian berakibat menurunnya lahan subur untuk pertanaman padi lahan sawah. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan kering perlu ditingkatkan. Permasalahan pada lahan kering ialah terbatasnya air tanah yang mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Hal tersebut dapat mengakibatkan penghambatan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan genotip padi hitam terhadap cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo kecamatan Junrejo kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – November 2014 Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah 3 genotip padi hitam dan faktor kedua adalah dengan 3 tingkat cekaman kekeringan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan produktif panjang akar, berat kering akar, berat kering tajuk, jumlah malai per rumpun dan jumlah gabah per rumpun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada karakter komponen hasil, genotip UB 2 lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan genotip lainnya.
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN DURIAN (Durio spp.) BERDASARKAN CIRI MORFOLOGI DI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR Halimah, Elisa Nur; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.308 KB) | DOI: 10.21776/628

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murray) adalah buah tropis dari keluarga Bombacaceae. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memiliki jenis durian lokal yang memiliki daging buah berwarna merah dan termasuk tanaman langka. Harga jual durian merah di pasar lokal cenderung lebih tinggi dibanding jenis durian lainnya. Pengembangan durian merah Banyuwangi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas buah melalui program pemuliaan. Tahap awal pemuliaan tanaman adalah karakterisasi untuk mengetahui keragaman serta kekerabatan durian. Karakterisasi durian Banyuwangi yang dilakukan saat ini berdasarkan ciri morfologi. Penelitian dilaksanakan di 5 kecamatan Banyuwangi yaitu Glagah, Songgon, Kalipuro, Giri, dan Licin, pada bulan November 2015 hingga Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi, wawancara, serta identifikasi menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif bersifat deskriptif. Data hasil penelitian dikelompokkan berdasarkan nilai kemiripannya dengan analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap jenis durian memiliki kemiripan karakter morfologi terutama pada fase vegetatif. Karakter yang dapat membedakan antar jenis durian   adalah warna daging buah. Hubungan dalam tiap jenis durian Banyuwangi menunjukkan bahwa hubungan kerabat terjauh hingga terdekat, berturut-turut adalah: 1) durian kuning-kuning; 2) durian merah-merah; 3) durian putih-putih.
PENAMPILAN FENOTIPIK 2 GALUR TANAMAN PADI HITAM (Oriza sativa L.) HASIL PERLAKUAN KOLKISIN Setiyawan, Mohamad Doni; Sugiharto, Arifin Noor; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.086 KB) | DOI: 10.21776/688

Abstract

Beras hitam mempunyai kandungan gizi terbaik bila dibandingkan dengan beras putih maupun merah, namun mempunyai umur panjang dan langka sehingga diperlukan upaya pemuliaan tanaman untuk mendapatkan galur beras hitam yang unggul. Mutasi ialah salah satu upaya pemuliaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi perubahan fenotipik pada dua galur padi hitam hasil perendaman larutan kolkisin dan untuk mendapatkan tanaman padi hitam yang mempunyai umur berbunga dan umur panen lebih singkat serta mempunyai hasil panen tinggi. Penelitian  dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan di Kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Batu pada bulan Juni - Desember 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Tunggal dengan 4 perlakuan konsentrasi (0, 250, 500 dan 750 ppm), 2 galur tanaman padi hitam (Ungaran dan Cempo Ireng). Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol pada semua karakter kuantitatif, namun pada karakter warna beras tidak berbeda nyata. Galur Ungaran perlakuan U-K500 mempunyai umur panen dan umur berbunga tercepat diikuti oleh perlakuan U-K250, sedangkan galur Cempo Ireng perlakuan C-K500 mempunyai umur panen dan umur berbunga tercepat diikuti oleh perlakuan C-K250 dan C-K750 serta didapatkan beberapa individu yang mempunyai hasil produksi lebih tinggi.
KERAGAMAN GENOTIPIK DAN FENOTIPIK SEMBILAN GENOTIP TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Putri, Della Shafryna Imani; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.487 KB) | DOI: 10.21776/692

Abstract

Perakitan varietas unggul tomat diarahkan untuk meningkatkan hasil dan kualitas tomat melalui program pemuliaan tanaman. Keragaman genetik merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada keberhasilan program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman genetik dan nilai duga heritabilitas pada penampilan karakter sembilan genotip tomat untuk memilih genotip sebagai tetua persilangan. Penelitian dilakukan di Jatimulyo – Malang pada bulan januari sampai april 2016. Genotip tomat yang digunakan adalah Ace 55 vf, Costulo genoverse, Costulo fiorentino, Reise, Money marker, Roma vf plum, Garden pear, Garden delight, Black krim. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas sembilan genotip dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menujukan semua karakter yang diuji memiliki keragaman genetik rendah serta nilai duga heritabilitas yang tinggi. Keseragaman karakter antar genotip yang diuji disebabkan oleh faktor genetik. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk memilih genotip sebagai tetua persilangan. Genotip Costulo genoverse, Costulo firentino, Garden delight, Garden pear dan Ace 55 vf merupakan tomat yang memiliki kriteria sesuai preferensi konsumen.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN MUTAN (M7) PADI MERAH (Oryza nivara L.) PADA MUSIM PENGHUJAN Syafi’ie, Mohammad Meizar; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.164 KB) | DOI: 10.21776/743

Abstract

Padi merah (Oryza nivara L.) merupakan komponen dalam sistem ketahanan pangan nasional. Perlakuan radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk kegiatan mutasi padi merah. Padi gogo ialah budidaya tanaman padi yang dari awal penanaman hingga panen tidak dilakukan penggenangan air. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotip mutan padi merah yang berdaya hasil tinggi dan mempunyai umur panen genjah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Juni 2016. Lokasi penelitian di kelurahan Dadaprejo, kecamatan Junrejo, kota Batu menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan yaitu MR 1510, MP 2029, MR 1512, MP 2046, MP 2031, MP 2039, Banyuasin, Danau gaung, Inpago 4 dan Inpago 8. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, Jumlah anakan produktif, panjang malai, umur panen, jumlah biji per malai, Jumlah biji per rumpun, presentase gabah isi, bobot 1000 biji, hasil panen per petak, Produksi panen per hektar. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA), yang uji lanjut dengan Duncan Multipel Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 6 genotip yang diuji mempunyai nilai rata-rata hasil panen per hektar sama dengan varietas pembanding (Banyuasin, Danau Gaung, Inpago 4 dan Inpago 8). Dilihat dari nilai rata-rata, diketahui bahwa 6 genotip yang di uji terdapat satu genotip yaitu genotip MP 2031 yang mempunyai hasil panen tinggi dan umur genjah diatas varietas pembanding kecuali varietas Inpago 8 yang mempunyai hasil panen tinggi dan umur genjah.
POLA PEWARISAN TOLERANSI KONDISI ANAEROB PADI (Oryza sativa L.) Andriani, Dessy; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.593 KB) | DOI: 10.21776/766

Abstract

Pola pewarisan karakter toleransi kondisi anaerob pada populasi F2 hasil persilangan tetua yang memiliki sifat toleran (KHO) dan tetua yang memiliki sifat rentan (IR42) merupakan salah satu parameter genetik yang perlu diketahui hubungannya dengan proses seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pewarisan karakter toleransi kondisi anaerob dan untuk mengetahui keragaman dan menduga nilai heritabilitas pada populasi F2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2015-April 2016, di Balai Besar Penelitian Padi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tetua toleran (KHO), tetua rentan (IR42) dan hasil persilangan dari kedua tetua yaitu populasi F1, BCP1, BCP2, dan F2. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan populasi tunggal dan setiap populasi ditanam secara terpisah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pewarisan toleransi kondisi anaerob padi mengikuti nisbah mendelian 3:13. Karakter jumlah anakan produktif dan jumlah malai memiliki kriteria keragaman genetik dan fenotipe luas. Karakter tinggi tanaman, bobot gabah/malai dan bobot bulir padi/rumpun memiliki kriteria keragaman genetik dan fenotip sempit. Karakter tinggi tanaman, jumlaha anakan produktif, jumlah malai, bobot gabah/malai, dan bobot bulir padi/rumpun memiliki kriteria heritabilitas tinggi.
KERAGAMAN GENETIK, FENOTIPE DAN HERITABILITAS PADA GENERASI F2 HASIL PERSILANGAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Napitupulu, Mernita; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/848

Abstract

Padi merupakan golongan tumbuhan Gramineae yang memiliki batang beruas-ruas dan bersifat merumpun. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan melakukan persilangan tanaman untuk mendapatkan varietas unggul sehingga seleksi tanaman sangat diperlukan untuk mendapatkan karakter yang diinginkan. Kegiatan seleksi sangat ditentukan oleh tersedianya keragaman genetik yang luas dan heritabilitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik, fenotipe, heritabilitas dan pola pewarisan sifat warna biji  pada populasi F2. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang pada bulan Januari sampai bulan Juni 2016. Penelitian dilakukan dengan menanam populasi F2 dan tetua pada lingkungan yang sama tanpa ulangan. Pengamatan dilakukan berdasarkan individu pada populasi F2. Analisis data pada parameter kualitatif  dilakukan dengan analisis segregasi menggunakan analisis  Chi-square test sedangkan pada parameter kuantitatif analisis data yang dilakukan adalah dengan menghitung nilai Koefisien Keragaman Fenotipe, Koefisien Keragaman Genetik  dan Heritabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik yang luas pada keempat populasi F2 terdapat pada karakter jumlah anakan produktif, bobot gabah/rumpun sedangkan keragaman fenotipe yang luas terdapat pada karakter jumlah anakan, jumlah daun, jumlah  anakan produktif, dan bobot gabah/rumpun. Nilai heritabilitas yang tinggi pada keempat populasi F2 terdapat pada karakter jumlah daun, jumlah anakan produktif dan bobot gabah/rumpun. Warna biji pada keempat populasi F2 dikendalikan oleh gen dominan tak lengkap dengan perbandingan 1:2:1. Pada persilangan ini tidak dipengaruhi oleh maternal effect (tetua betina).
Keragaan Klon Tebu Unggul Harapan P3gi (Saccharum spp. hybrid) di Kediri dan Pasuruan Putri, Baity Sri Purnama; Widyasari, Wiwit Budi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/976

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produktivitas tebu melalui program pemuliaan yaitu dengan varietas unggul. Di dalam proses pemuliaan, klon tebu unggul harapan memerlukan pengujian pada lingkungan yang berbeda seperti Kediri dan Pasuruan untuk menguji kemampuan adaptasinya. Tebu memiliki susunan genetik yang sangat kompleks sehingga memiliki kemungkinan terjadi interaksi genotipe dan lingkungan (gxe).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya interaksi genotipe dan lingkungan pada keragaan klon tebu unggul harapan di kedua lokasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pasuruan dan Kabupaten Kediri pada Oktober 2016 hingga Juli 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan klon uji yaitu tujuh klon harapan hasil seleksi tahap ketiga dan tiga varietas komersial terdiri dari PS 881, Bululawang, dan Kidang Kencana sebagai pembanding. Dari populasi yang diuji daya kecambah, intensitas penyakit pohkabung dan mosaic, intensitas kerobohan, serta jumlah sogolan menujukkan adanya interaksi genotipe dan lingkungan.
Pertumbuhan Beberapa Klon Tebu Unggul Harapan P3GI (Saccharum spp. hybrid) di Dua Lokasi Pasuruan dan Malang Prasetyo, Danny Hary; Widyasari, Wiwit Budi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/977

Abstract

Salah satu usaha dalam peningkatan produksi gula adalah pembentukan varietas yang berasal dari persilangan intraspesifik dan interspesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan pertumbuhan 7 klon tebu unggul harapan yang ditanam di Malang dan Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2017 bertempat di Kebun percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), kota madya Pasuruan dan Kebun percobaan yang terletak di desa Sempalwadak, Kec. Bululawang, Kab. Malang. Bahan tanam yang digunakan yaitu 7 klon tebu unggul harapan bibit dua mata dengan varietas pembanding yaitu Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Interaksi genotip lingkungan yang nyata di uji lanjutan dengan BNJ taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat perbedaan penampilan pertumbuhan dimana lokasi Malang memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan lokasi Pasuruan. Perbedaan penampilan pertumbuhan tersebut dapat dilihat pada karakter persentase perkecambahan umur 1 bulan, tinggi batang (cm) umur 6 bulan dan diameter batang (mm) umur 6 bulan. Secara umum klon-klon yang di uji terlihat lebih unggul pada lokasi Malang. Klon PS 06-119 menunjukkan karakter pertumbuhan unggul pada parameter perkecambahan umur 1 bulan. Sedangkan pada parameter diameter batang (mm) dan tinggi batang (cm) umur 6 bulan klon dengan performa baik di-perlihatkan oleh PS 09-1531.
Viabilitas Benih Tebu Hasil Persilangan P3GI pada Berbagai Periode Simpan Lestari, Wulan Puji; Widyasari, Wiwit Budi; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/994

Abstract

Produksi tebu yang masih rendah mendorong pemulia tanaman untuk merakit varietas tebu baru. Di P3GI terdapat benih tebu hasil persilangan dari tahun 1996-2016 hasil persilangan, diantaranya yaitu dari tahun 2011-2015 yang merupakan benih hasil persilangan intragenerik, dan intergenerik. Dari semua benih hasil kombinasi persilangan tersebut yang telah disimpan selama bertahun-tahun memiliki viabilitas yang berbeda. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi viabilitas benih adalah umur benih. Percobaan ini dirancang  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap (RAL) dengan 6 Perlakuandan 4 ulangan. Benih tebu yang digunakan pada setiap ulangan adalah 100 Benih. Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu daya berkecambah kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis ragam atau uji F, lalu dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf α = 5 %. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukan perbedaan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap semua tolok ukur viabilitas benih. Berdasar pada uji lanjut BNJ diketahui bahwa perlakuan yang menunjukkan nilai terbaik pada semua tolok ukur viabilitas benih adalah P6.
Co-Authors A Rumanti, Indrastuti A. Rumanti, Indrastuti Agisimanto, Dita Agustiani, Nur Wulan Ainnurrasjid, Ainnurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Alghofar, Wildan Arif Andriani, Dessy Andy Soegianto Anggraeni, Mita Anif, Yuniza Miratu Anjani, Elly Duwi Arif, Muhamat Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Ariyanti, Esti Endah Arumitha Wahyu Dwinanti Auliya, Afif Austi, Ivo Rega Basuki, Nur Baswarsiati, Baswarsiati Batari Melyapuri Widarsiono Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Costa, Jessica Claudia Da Darmawan, Rachmat Tri Dewi, Destiana Fatimaturrohmah, Siti Fitriyah, Arifatul Hadianti, Fitri Nanda Hairmansis, Aris Halimah, Elisa Nur Handiana, Desti Zulvi Haqiqi, Ifrahul Hazmy, Zaim Dzoel Inayah, Agustin Dwi Latiifatul Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kurniawan, Erly Candra Kuswanto, Kuswanto Larasmita, Karina Ayu Lestari, Wulan Puji Listy Anggraeni Lita Soetopo M Sihombing, Theresia Marjani Marjani Napitupulu, Mernita Nedha, Nedha Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Nurazizah, Arisa Nurussintani, Widya Parnidi Parnidi Pernando, Juli Prasetyo, Danny Hary Prastini, Lela Putri, Baity Sri Purnama Putri, Della Shafryna Imani Rachmadhani, Sylvia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Rifa’i, Hari Rizki, Alif Nur Rofiq, Mochammad Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rury Maytawanti Sandrakirana, Ratih Saraswati, Ika Dyah Sari, Desi Kurnia Sari, Widya Paramita Selviana, Lila Setiyawan, Mohamad Doni Shaumiyah, Fauzah Simangunsong, Anggiat Demak Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Syafi’ie, Mohammad Meizar Tanggon Nur Cahyo Wibowo Thoriqussalam, Ahmad Tursilawati, Syehlania Wahyuningtyas, Esther Arie Wening, Rina Hapsari Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Widyasari, Wiwit Budi Winarsih, Atik Winawanti, Nanik Indah Dwi Wulan W, Putri Nawang Wulananggraeni, Retno