Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : SCIENCE ELECTRO

Studi Analisa Evaluasi Beban Terhadap Arus Netral dan Losses Transformator Distribusi Area Crusher Di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Mohamad Ali Dimyati; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi, Dalam pembebanan transformator diharapkan nilai beban di masing-masing fasa adalah seimbang. Namun apabila terjadi ketidakseimbangan beban, maka ketidakseimbangan beban yang diijinkan adalah kurang dari 5% (menurut standard IEC). Akibat ketidakseimbangan beban tersebut timbullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah.Setelah dianalisis dalam keadaan operasi maupun tidak operasi, persentase pembebanan yang paling besar terdapat pada ER 1 yaitu 34.4 %, dan diperoleh ketidakseimbangan beban yang terbesar pada ER 9A yaitu 4% (standard IEC dibawah 5%) , dan losses pada transformator rata-rata dibawah 3x10-4 Kwatt dan dapat di pastikan persentase nya juga nilainya pasti sangat kecil. Diharapkan losses yang timbul kecil pula yang berdampak terhadap efektifitas dan efisiensi transformator serta peralatan listrik yang ada di Area Crusher PT. Semen IndonesiaKata kunci : Ketidakseimbangan, Transformator, Losses
RANCANG BANGUN ALAT PENGAMAN DAN MONITORING FAN PENDINGIN VSD 343RM1MO2 BERBASIS PLC MILLENIUM 3 CROUZET DIPT. SEMEN INDONESIA PABRIK TUBAN Yusup Mashudah; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di PT. Semen Indonesia terdapat equipment 343RM1MO2 yang dilengkapi VSD dengan kapasitas 690KW untuk menggerakkan dan mengatur kecepatan motor AC dengan kapasitas 500 KW. Peralatan tersebutsering terjadi gangguan yang disebabkan oleh gagalnya sistem pendinginan VSD. Sistem pendingin VSDtersebut menggunakan tipe air cooled yang dilengkapi dengan 2 fan pendingin. Fan pendingin ini hanyadiamankan oleh sebuah main circuit breaker (MCB), dimana MCB ini hanya bekerja saat kondisi arus fanoverload sehingga tidak ada pengaman saat kondisi belitan fan putus. Untuk menyelesaikan permasalahantersebut, maka dibuatkan peralatan pengaman dan monitoring fan pendingin VSD. Alat ini bekerja dengan caramengambil data arus fan pendingin melalui current transduser STWA1AH, kemudian data tersebut dikonversimenggunakan Signal Converter TV-500 sesuai spesifikasi input analog PLC Millenium 3 Crouzet, selanjutnyadata tersebut diolah dan dibandingkan dengan nilai batas arus yang bisa diubah sesuai kebutuhan antara 0 –15A. Sistem pengaman dan monitoring fan pendingin VSD akan memberitahukan ke CCR terkait kondisi fansecara digital, baik alarm ataupun fault dan sekaligus menampilkan data arus pada display PLC yang dapatdigunakan sebagai pedoman pemeliharaan VSD. Dari hasil pengujian dan analisis diketahui sistem ini mampumenentukan kondisi fan pendingin sesuai dengan batasan arus setting sehingga kerusakan akibat tidakbekerjanya fan pendingin VSD dapat teratasi. Persen kesalahan dari hasil pengukuran pada sistem ini berkisarantara 0 - 3,2% masih sesuai dengan standar IEC 13b-23, dimana nilai kesalahan yang di ijinkan antara 0 - 5%.Kata kunci: pengaman, monitoring, PLC, pendingin, fan.
PERENCANAAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (GPON) DI PERUMAHAN GRIYA SHANTA Avisena Elgaisy; Muhammad Taqiyyudin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan jaman dan kebutuhan manusia terhadap informasi khususnya dari Internet, maka kecepatan dan kemampuan mengadaptasi kepasitas menjadi bagian yang sangat penting. Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut dibutuhkan jaringan akses yang menghubungkan server ke client, gedung satu ke gedung yang lain, Service Provider ke customer yang mampu beroperasi dalam pita lebar (broadband). Jaringan Fiber to The Home (FTTH) merupakan salah satu solusi jaringan akses/ lastmile yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. Jaringan FTTH dibangun berbasis kabel fiber optik , secara umum ada dua jenis topologi untuk FTTH yaitu active optical network dan passive optical network. Gigabit Passive Optical Network ( GPON ) adalah teknologi node akses yang diperlukan untuk memberikan layanan multimedia (Voice,data, Video maupun content-content yang lain) bagi pelanggan perumahan maupun bisnis. Hasil yang didapatkan jika menggunakan teknologi akses FTTH dengan topologi GPON adalah Jaringan akses (lastmile) yang mampu mengakomodasi kebutuhan triple play ( Data , Voice , Video ) dengan kecepatan tinggi dan bandwidth yang besar ( Broadband )Kata Kunci : Fiber Optik , FTTH , dan GPON
Perancangan Aplikasi Penentu Rute Terpendek Perjalanan Wisata di Kabupaten Jember Menggunakan Algoritma Dijkstra Muhammad Qomaruddin; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Salah satu tujuan tenpat wisata di Jawa Timur tidak lain adalah Kabupaten Jember. Kabupaten Jember memiliki berbagai macam objek wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, dan komersial. Oleh karena itu peneliti ingin membuat suatu perangkat lunak penentuan rute perjalanan wisata di Kabupaten Jember berbasis online yang dinamai Jember Guide, dan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi para wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata secara mudah. Aplikasi ini akan menghasilkan sistem penentu rute terdekat menuju objek wisata di Kabupaten Jember. Wisatawan akan memperoleh rute beserta lama waktu perjalanan, jarak, dan penunjuk arah jalan. Pembuatan aplikasi ini menggunakan pemograman Microsoft Visual Basic 2010 dan dibantu dengan Google Maps. Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah algoritma Dijkstra yang berfungsi sebagai algoritma mencari jalur terdekat. Dalam uji coba akurasi penentuan waktu perjalanan, dilakukan perbandingan dengan menghitung secara manual menggunakan rumus Kinematika yaitu rumus mengukur Gerak Lurus Beraturan (GLB). Setelah melakukan uji coba perbandingan, peneliti mendapatkan hasil bahwa program menghasilkan waktu yang berbeda 4 menit dari perhitungan manual. Dalam aplikasi ini peneliti juga menyediakan daftar-daftar objek wisata yang sudah dibuka untuk umum oleh pemerintah Kabupaten Jember. Selain memberi daftar wisata, Aplikasi ini juga menampilkan foto lokasi wisata sehingga memudahkan wisatawan untuk memutuskan wisata mana yang lebih menarik untuk dikunjungi.Kata Kunci: Kabupaten Jember, Wisata, Dijkstra, Visual Basic. Google Maps.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN PADA BUS 6,3 KV SUBSTATION 2A DAN SUBSTATION 2B DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Suharko Suharko; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik Semen Indonesia Plant Tuban 1 adalah salah satu dari 4 pabrik yang ada di PT. Semen Indonesia yang dalam proses operasinya banyak menggunakan Transformator dan motor yang dilengkapi dengan VSD (Variabel Speed Drive) dan converter yang fungsinya untuk mengatur kecepatan yang membutuhkan tenaga listrik. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem tenaga listrik yang handal supaya pabrik bisa beroperasi dengan efisien. Jika kita lihat dari komponen biaya produksi, listrik menduduki peringkat dua dari keseluruhan total biaya produksi. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya listrik bagi operasional pabrik.Kondisi aktual yang terjadi di lapangan saat ini adalah tegangan di sisi tegangan menengah substation 2B lebih rendah dibandingkan substation 2A. Ketidakseimbangan ini menyebabkan operator mainsubstation kesulitan untuk menentukan tegangan yang harus diberikan untuk line 1. Pengaturan nilai tegangan sumber untuk line 1 dilakukan dengan merubah tap changer trafo 1 mainsubstation. Naik turunnya tegangan sumber akan menyebabkan naik turunnya tegangan di dua substation. Ketika tegangan di substation 2A berada pada nilai nominal, tegangan di substation 2B pasti berada di bawah nominal. Hal tersebut tidak baik untuk operasi peralatan yang terhubung ke substation 2B karena menyebabkan peralatan menarik arus yang lebih besar. Di sisi lain, ketika tegangan di substation 2B berada pada nilai nominal, maka tegangan di substation 2A akan lebih tinggi dari nilai nominal. Hal ini juga berbahaya karena bisa merusak isolasi dan menyebabkan trip overvoltage.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan memindahkan tap changer diantara dua trafo di substation 2A dan di substation 2B. Dimana kondisi saat ini yang paling mudah yaitu dengan memindahkan tap changer pada trafo di substation 2B, maka dari itu penulis mengangkat tema studi analisa ketidakseimbangan tegangan di bus substation 2A dan bus substation 2B. Diharapkan hasil dari penelitian dapat berguna dan bisa diimplementasikan untuk menyelesaikan permasalahan sehingga tercipta sistem kelistrikan yang handal.Kesimpulan dari permasalahan tersebut dengan mengubah tap changer substation 2B diposisi 4 akan membuat sama tegangan pada bus substation 2A dan bus substation 2B sehingga bila dinaikkan dan diturunkan tegangan untuk proses operasional pabrik pada trafo line 1 Mainsubstation 1 tidak akan berdampak terjadinya overvoltage maupun undervoltage pada tegangan menengah pada bus substation 2A dan bus substation 2B.Kata Kunci : trip overvoltage, er (electrical room), Substation 2A, Substation 2B, Mainsubstation, Rawmill, Kiln., tap changer.
Perancangan dan Pembuatan Sistem Sortir Produksi Deodorant Berdasarkan Berat Berbasis Mikrokontroler Wahyudi Wahyudi; Muhammad Jasa Afroni; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 8 No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tugas akhir ini penulis merancang dan membuat sistem sortir suatu barang atau produk berdasarkan berat. Dimana sistem tersebut bisa bekerja secara handal dan kontinyu sesuai dengan kondisi aktual. Penggunaan Arduino Uno dan Mikrokontroler ATMega328P sebagai sentral processor, sensor Loadcell sebagai pengukur berat produk dan Motor DC sebagai penggerak konveyor serta motor servo sebagai pendorong produk, diharapkan dapat bekerja dengan optimal sesuai dengan tuning yang dilakukan. Melalui tahapan proses dari perancangan alur, pemrograman sistem dengan menggunakan program dari arduino yang bersifat Open Source dan penambahan Library dari module yang dipergunakan, serta hasil dari pengujian dan analisa didapatkan sistem yang dibuat bersifat handal dan kontinyu. Sehingga meskipun sistem yang dirancang hanya merupakan prototype namun dengan menggunakan perangkat dengan standard industri bisa diaplikasikan dalam mendukung kerja dalam bidang industri yang otomatis dan efisien. Kata kunci: berat produk, Sensor Loadcell, Arduino Uno R3, ATMega328P, sistem sortir
MODEL ALARM KEBAKARAN DENGAN SISTEM KOMPUTER MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER NODE MCU Dzulkivi Adriansyah; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 12 No 1 (2020): Science of Electro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampain sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penuruan kerja). Pada sistem pendeteksi kebakaran ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu panas dan tebalnya asap. Kedua komponen saling berkaitan antar satu dengan lain, suhu pada ruangan (tempat) menunjukan adannya sumber api sehingga diperlukan sensor untuk mendeteksi tingkat suhu yang terbaca dalam ruangan. Adapun sensor yang digunakan adalah LM35 di mana perubahan suhu yang terdeksi oleh sensor pada ruangan tersebut, akan dikonversi menjadi tegangan dan selanjutnya dibaca oleh kontroler untuk mengetahui suhu yang dibaca. Perangakat lunak yang dirancang mampu melakukan proses konversi sensor asap MQ7 dan sensor suhu LM35 melalui input ADC dan melakukan perbandingan hasil suhu dan asap terhadap seting point untuk mengindikasikan adannya kebakaran tiap ruangan, menyalakan buzzer melalaui driver dan mampu mengirimkan data ke komputer. Kata Kunci : Komputer, Sensor LM35, Sensor Asap MQ7