Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR

Respon Pemberian Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame Pada Tanah PMK. Dimas Trifasha Pramudia; Siti Hadijah; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65095

Abstract

Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakantanaman leguminosa multiguna untuk berbagai macam jenis kebutuhan, baik untuk pangan, pakan, bahan baku industri manufaktur dan olahan. Edamame adalah kedelai sayur yang berasal dari Jepang, yang dapat dikonsumsi sebagai sayuranmaupun makanan ringan. Kedelai edamame mengandungkadar gizi yang cukup tinggi yaitu 582 kkal/100 g, protein 11,4g/100 g, karbohidrat 7,4 g/100 g, lemak 6,6 g/100 g, vitamin A 100 mg/100 g, B1 0,27 mg /100 g, B2 0,14 mg/100 g, B3 1 mg/100 g, dan vitamin C 27%, serta mineral-mineral seperti fosfor 140 mg/100 g, kalsium 70 mg/100 g, besi 1,7 mg/100 g dan kalium 140 mg/100g . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pemberian kompos hijau dan NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanamanedamame di tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. hasi penelitian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan kombinasi Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK yang efesien adalah dengan dosis 20 ton/ha bokashi limbah sayuran dan 50% pupuk NPK.
Pengaruh Kompos Kelobot Jagung Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Pada Tanah Alluvial Kristina Lusiana; Dwi Zulfita; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4628

Abstract

Kelobot jagung merupakan salah satu bagian dari limbah tanaman jagung atau kulit di luar buah jagung yang dapat dibuat sebagai kompos. Kompos dapat digunakan sebagai pupuk organik yang dapat memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tanaman tomat merupakan produk hortikultura yang dapat meningkatkan gizi masyarakat dan banyak di konsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis kompos kelobot jagung terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor, terdiri 6 perlakuan kompos kelobot jagung, diulang sebanyak 4 kali serta setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Perlakuan k1 (198 g/polybag), k2 (552 g/polybag), k3 (906 g/polybag) , k4 (1260 g/polybag), k5 (1615 g/polybag) dan k6 (1969 g/polybag). Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), kehijauan daun (spad unit), berat kering tanaman (g), tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), persentase bunga menjadi buah (%), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kelobot jagung berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, persentase bunga menjadi buah, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berpengaruh nyata terhadap kehijauan daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, umur berbunga tanaman. Dosis terbaik yaitu dengan pemberian 1615 g/polybag kompos kelobot jagung. Kata kunci : Kompos Kelobot Jagung, Tomat, Tanah Alluvial
PENGARUH JARAK TANAM DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH DI LAHAN GAMBUT Resi Resi; Dwi Zulfita; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.21683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam dan dosis pupukkotoran ayam terbaik pada kacang tanah di lahan gambut and untuk mengetahu iapakah terjadi interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam padakacang tanah di lahan gambut. Penelitian dimulai dari Maret sampai Mei 2017. Penelitian dilaksanakan di Desa Bintang Mas 2 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan terdiri dari jarak tanam (j), dan pupuk kotoran ayam (k). Faktor jarak tanam terdiri dari tiga taraf, yaitu : j1 = 40 cm x 10 cm, j2 = 40 cm x 20 cm, j3 = 40 cm x 30 cm dan faktor pupuk kotoran ayam terdiri dari tiga taraf, yaitu : k1 = 10 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, k3 = 30 ton/ha. Masing-masing taraf diulang sebanyak 3 kali, dengan demikian terdapat 27 petak percobaan. Variabel yang diamati meliputi, volume akar (cm3), klorofil daun(spad unit), Berat kering tanaman (g), tinggi tanaman (cm), Jumlah polong per tanaman (buah), berat polong per tanaman (g), Berat100 biji (g), Berat biji per petak (g). Perlakuan jarak tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah di lahan gambut adalah 40 cm x 30 cm sedangkan dosis pupuk kotoran ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahan gambut. Tidak terjadi interaksi antara jarak tanam dan pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahangambutKata kunci : Jarak Tanam, Kacang Tanah, Kotoran Ayam, Tanah Gambut
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA MEDIA GAMBUT sigit Gigih Prasetyo; astina astina; surachman surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.30445

Abstract

This study aims to determine the bestdosage of rice husk biochar and NPK fertilizer for the growth and yield of radishes on peat soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 6 treatments and 4 replications, each treatment consisting of 3 samples, so that there were 72 plants. P1 = biochar 0 Kg / Ha + NPK 200 Kg / Ha is equivalent to (biochar 0g / polybag + 4g / polybag), P2 = biochar 0Kg / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 0g / polybag + NPK 8g / polybag), P3 = biochar 4ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 4g / polybag), P4 biochar 4ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 8g / polybag). P5 = biochar 8ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 4g / polybag), P6 = biochar 8ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 8g / polybag). The variables observed were tuber wet weight, leaf wet weight, plant dry weight, leaf area, number of leaves, tuber diameter, and tuber length. The results of this study indicate that the combination of rice husk biochar and NPK fertilizer had no significant effect on leaf wet weight, number of leaves, and tuber diameter. The combination of rice husk biochar and NPK fertilizer increased tuber fresh weight, plant dry weight, leaf area, and tuber length with the best dosage was 8 tons biochar / Ha + 400 kg NPK / ha or equivalent to biochar 160 g / polybag + 8 kg NPK / polybag )Keywords: peat soil, radish, rice husk biochar and NPK fertilizer
PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL Anik Dwi Aryanti; Surachman Surachman; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67541

Abstract

Produktivitas terung gelatik di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah. Dengan hal ini perlu ditingkatkan yaitu dengan cara memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti tanah aluvial. Penambahan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK perlu ditambahan guna untuk mmperbaiki sifat kimia tanah. Agar mengefisiensi penyerapan unsur NPK maka perlu di berikan biochar tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan dosis interaksi terbaik biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada tanaman terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Gang Struktur, Reformasi Pontianak. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Maret – 4 Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis biochar tempurung kelapa yang dilambangkan dengan huruf (B) terdiri dari 3 taraf. faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang dilambangkan dengan huruf (N) terdiri dari 3 taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan seluruhnya dilakukan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman.  Sehingga total sampel adalah sebanyak 108 tanaman. Perlkauan b1 = 4 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 120 g/polybag, Perlakuan b2 = 6 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 180 g/polybag perlakuan b38 ton/ha biochar tempurung kelapa   setara dengan 240 g/polybag Faktor kedua yaitu : n1 = 400 kg NPK setara dengan 12 g/tanaman , n2 = 500 kg NPK setara dengan 15 g/tanaman  dan n3 = 600 kg NPK setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan dosis terbaik pada pemberian biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK namun pada dosis biochar tempurung kelapa  8 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial.
GROWTH AND YIELD OF GREEN BEANS RESPONSE ON GIVING NPK AND RICE HUSK BIOCHAR IN ALLUVIAL SOIL Mohri Mohri; Astina Astina; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60340

Abstract

Mung bean (Vigna radiata L) Wilczek) is one of the important legumes or legumes and is widely consumed by the public, especially in Indonesia. Green beans are a source of vegetable protein, vitamins A, B1, C, and E, as well as several other substances that are very beneficial for the human body. Green beans can thrive in loose soil and proper fertilizer application. Rice husk biochar can improve soil physical properties, such as loosening the soil, increasing porosity, aeration, and soil microorganisms, so that roots in the soil can develop properly. NPK fertilizer functions as a supplier of macro nutrients to meet the nutrient needs of plants. This study aims to determine the interaction between NPK and rice husk biochar and to determine the best dose of NPK and rice husk biochar on the growth and yield of green beans in alluvial soil. This research was carried out at a location located in  Jl. Sungai Raya Dalam, Pontianak, this research takes place from 22 May 2022 - 11 August 2022. This study used a Completely Randomized Design (CRD) Split Plot namely the effect of NPK fertilizer and rice husk biochar. In this study there are 2 factors, namely Biochar rice husk (b) as the main plot (main plot) as many as 3 treatment levels and NPK 16:16:16 (p) as subplots with 3 treatment levels so that there were 9 treatment combinations with 3 replications, and 5 plant samples. The total number of plants observed was 135 plants. The first factor is the main plot of rice husk biochar (b): b1 = 3 tons/ha, b2 = 5 tons/ha, b3 = 7 tons/ha. The second factor is NPK fertilizer (p): p1 = 400 kg/ha, p2 = 600 kg/ha, p3 = 800 kg/ha. The variables observed were plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), number of pods per plant (fruit), dry seed weight per plant (g), and 100 seed weight (g). Based on the results of the study, it was shown that the effect of NPK and rice husk biochar interacted on the variables of plant height at 4 WAP, number of pods per plant and dry seed weight per plant. The administration of NPK at a dose of 600 kg/ha and rice husk biochar at a dose of 5 tons/ha was the best dose for growth and yield of green beans with an average weight value of fresh pods per plant, which was 36,5 g/plant. Keywords: Alluvial, Green Beans, NPK, Rice Husk Biochar, Response
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT KIKI PONDIKA; HENNY SULISTYOWATI; SURACHMAN SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.24005

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman rempah unggulan. Usaha budidaya bawang merah saat ini diarahkan menggunakan input berupa bahan organik. Air kelapa sebagai pupuk organik cair yang mengandung mineral, vitamin dan zat pengatur tumbuh merupakan sumber hara yang potensial dimanfaatkan dalam pengembangan budidaya bawang merah secara organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan frekuensi air kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 3 bulan, mulai 13 Agustus sampai dengan 11 Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan frekuensi pemberian air kelapa yang berbeda, masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun, berat kering angin per umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan tanaman bawang merah dengan pemberian air kelapa menunjukkan hasil yang baik, namun frekuensi pemberian air kelapa berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.Kata kunci : Air kelapa, bawang merah, tanah gambut
PENGARUH BOKASI AKAR PAKIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL ASTERIA ANDRIANTI MARSELA; DWI ZULFITA; SURACHMAN SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22262

Abstract

PENGARUH BOKASI AKAR PAKIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Asteria Andrianti Marsela1), Dwi Zulfita2), Surachman3),1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak  ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi akar pakis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan  di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini dimulai dari tanggal 5 Mei 2017 sampai dengan 5 Juli 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : b1 = 5 % bokasi setara dengan 500 g/polybag, b2 = 10 % bokasi setara dengan 1000 g/polybag, b3 = 15 % bokasi setara dengan 1.500 g/polybag, b4 = 20 % bokasi setara dengan 2.000 g/polybag, b5 = 25 % setara dengan 2.500 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati  adalah volume akar, klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong/tanaman, panjang polong/tanaman, dan berat polong/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak diketemukannya pemberian bokasi akar pakis yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil buncis tetapi dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil buncis ditunjukkan pada tanaman buncis yang diberi dosis 5 % dari berat tanah aluvial 10 kg.  Kata kunci :  bokasi akar pakis,buncis,tanah aluvial 
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Zulifa Fadilla; Surachman Surachman; Sulakhudin Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69459

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan satu di antara komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai rempah dan penyedap rasa makanan. Permasalahan yang dihadapi pada lahan PMK adalah pH termasuk masam, Al-dd yang tinggi, kandungan P yang rendah, kapasitas tukar kation yang rendah (KTK) dan tanah yang miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lumpur merah dan dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah lumpur merah (M) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pupuk NPK (F) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 108 tanaman. Faktor pertama: Lumpur Merah (M) terdiri dari 3 taraf: m1 = 1: 500 (0,016 kg/polybag) setara dengan 16 gram/polybag , m2 = 1: 750 (0,01067 kg/ polybag) setara dengan 10,67 gram/polybag, m3 = 1: 1000 (0,008 kg/polybag) setara dengan 8 gram/polybag. Faktor kedua: Pupuk NPK (F) terdiri dari 3 taraf: f1 = 0,0008 kg/tanaman setara denga 0,8 gram/tanaman, f2 = 0,0012 kg/tanaman setara dengan 1,2 gram/tanaman, f3 = 0,0016 kg/tanaman setara dengan 1,6 gram/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur merah dan NPK  terjadi interaksi pada variabel jumlah anakan minggu ke 4 dan minggu ke 6 sedangkan pada variabel jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi, berat basah dan berat kering angin berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada pemberian lumpur merah 8 g/tanaman dan NPK 1,6 g/tanaman.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY TERHADAP PEMBERIAN POC PADA MEDIA GAMBUT Analisa Papela; Rahmidiyani Rahmidiyani; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47437

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 19 Juni sampai 8 Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dimana tiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 5 x 5 x 4 = 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p1 = POC Nasa dengan konsentrasi 10 ml/liter air. p2 = POC Nasa dengan konsentrasi 15 ml/liter air. p3 = POC Nasa dengan konsentrasi 20 ml/liter air. p4 = POC Nasa dengan konsentrasi 25 ml/liter air. p5 = POC Nasa dengan konsentrasi 30 ml/liter air. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian yaitu jumlah daun (helai), luas daun total (cm2) ,volume akar (cm3), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Variabel pengamatan pendukung terhadap  kondisi lingkungan yaitu pH tanah, suhu udara harian (0C), kelembaban udara harian (%) dan curah hujan harian (mm). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan POC Nasa berpengaruh nyata terhadap luas daun total namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pemberian POC Nasa dengan konsentrasi 30 ml/liter air memberikan pertumbuhan dan hasil pakcoy terbaik pada tanah gambut. Kata kunci : Aluvial, POC, pakcoy