p-Index From 2021 - 2026
7.974
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Journal Industrial Servicess Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal The Messenger Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Nyimak: Journal of Communication SOSIOHUMANIKA EDUCARE Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan SEIKO : Journal of Management & Business Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Manajemen Komunikasi DIALEKTIKA Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Economics and Digital Business Review Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ekonomi Efektif Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Jurnal Signal Berita Kedokteran Masyarakat Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK) Media Bina Ilmiah Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) Eduvest - Journal of Universal Studies eProceedings of Management Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development JP2N: Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences CHANNEL: Jurnal Komunikasi Jurnal Abdimas Jurnal Sipakatau Proceeding of Community Service and Engagement
Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN STRATEGI KONTEN DIGITAL DALAM MEMAKSIMALKAN POTENSI DESA MELALUI MEDIA SOSIAL DI DESA WISATA SUGIH MUKTI, KECAMATAN PASIR JAMBU, JAWA BARAT Rita Destiwati; Rifqi Abdul Aziz; Nanda Priatna
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/wckp8t61

Abstract

Desa Sugihmukti memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, namun masih menghadapi tantangan dalam branding dan pemasaran digital. Untuk meningkatkan daya saing desa, program pengabdian ini menawarkan pelatihan strategi konten digital guna membantu masyarakat dalam mengelola media sosial secara efektif. Pelatihan ini mencakup pemahaman dasar tentang pemasaran digital, teknik storytelling, serta praktik langsung dalam pembuatan dan pengelolaan konten berbasis foto, video, dan tulisan. Kegiatan ini dilakukan secara onsite dengan metode yang interaktif agar masyarakat dapat langsung menerapkan materi yang diberikan. Melalui program ini, diharapkan Desa Sugihmukti dapat meningkatkan visibilitasnya sebagai desa wisata, menarik lebih banyak wisatawan, serta memperkuat identitas digitalnya. Selain itu, kegiatan ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menciptakan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi.
KOMUNIKASI EFEKTIF PADA KELUARGA BEKERJA DALAM MENJAGA KESEHATAN DI LPK DEWIE SIENTA, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT Maulana Rezi Ramdhana; Rita Destiwati; Agus Aprianti; Nur Nazlizah Purwanti; Shilfy Rahmi Devi; Kanaya Putri Athira Saleh
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/3a92bq40

Abstract

Keluarga yang sebagian besar anggotanya bekerja sering menghadapi dilema dalam menjaga kesehatan. Kesibukan dan rutinitas padat seringkali membuat komunikasi di rumah menjadi terbatas, bahkan sekadar menyampaikan pesan sederhana terkait pola makan, istirahat, atau cara mengelola stres kerap terabaikan. Padahal, komunikasi yang efektif merupakan kunci penting agar setiap anggota keluarga saling memahami kebutuhan dan dapat saling mendukung dalam menjaga kesehatan. Menjawab kebutuhan tersebut, LKP Dewie Sienta dan Telkom University menyelenggarakan pelatihan komunikasi efektif bagi keluarga bekerja. Pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui diskusi, simulasi, FGD dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata dalam menerapkan keterampilan komunikasi sehari-hari. Hasil kegiatan ini diharapakan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang strategi komunikasi efektif, tumbuhnya kesadaran pentingnya keterbukaan antar anggota keluarga, serta komitmen untuk menjaga kesehatan bersama melalui komunikasi yang lebih hangat dan suportif. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan komunikasi, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan mendukung terciptanya keluarga yang lebih sehat dan harmonis.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL ADHD DI MEDIA SOSIAL DALAM MENCEGAH SELF-DIAGNOSIS PADA REMAJA DI MAN 1 PANGANDARAN Rita Destiwati; Raissa Azaria Arief; Tita Melia Milyane
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/vmkzbt08

Abstract

Media sosial saat ini telah menjadi ruang utama bagi remaja untuk mencari informasi, termasuk mengenai kesehatan mental. Namun, kemudahan akses ini juga membawa tantangan baru. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah kecenderungan remaja melakukan self-diagnosis setelah menemukan konten tentang gangguan mental, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini terjadi karena informasi yang diperoleh melalui media sosial tidak selalu akurat dan lengkap. Akibatnya, sebagian remaja dapat salah memahami kondisi dirinya, merasa memiliki gangguan tertentu, dan mengalami kecemasan berlebihan. Padahal, pemahaman yang tepat tentang kesehatan mental membutuhkan sumber informasi yang kredibel serta bimbingan dari tenaga profesional. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran, Jawa Barat, dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan mental melalui media sosial. Metode kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai ADHD dan kecenderungan self-diagnosis. Selanjutnya dilakukan ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas fenomena yang dialami oleh siswa. Pada tahap akhir dilakukan post-test untuk menilai pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan diharapkan menunjukkan adanya perubahan positif, yaitu meningkatnya pemahaman siswa tentang ADHD serta kesadaran bahwa gangguan mental tidak dapat ditentukan hanya melalui konten media sosial, melainkan memerlukan konsultasi dengan tenaga profesional.
a Representasi Ketidakpuasan Publik Terhadap Konten Berbasis Kecerdasan Buatan Dalam Ruang Digital : Studi Kasus Akun Instagram @Meutya_Hafid: Representasi Ketidakpuasan Publik Terhadap Konten Berbasis Kecerdasan Buatan Dalam Ruang Digital : Studi Kasus Akun Instagram @Meutya_Hafid Dudi Setiadi; Meisy Triana Dewi; Putri Nur Octavianisya; Reni Nuraeni; Rita Destiwati; Tita Melia Milyane
JURNAL SIGNAL Vol 13 No 2 (2025): JURNAL SIGNAL
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v13i2.12424

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi ketidakpuasan publik terhadap konten berbasis Artificial Intelligence (AI) pada akun Instagram @meutya_hafid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik terhadap komentar warganet yang diolah menggunakan perangkat lunak NVivo. Analisis didasarkan pada Teori Representasi Stuart Hall untuk memahami bagaimana publik memaknai penggunaan AI dalam komunikasi digital pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68% komentar didominasi oleh sentimen negatif, yang merepresentasikan tiga tema utama ketidakpuasan, yaitu kritik terhadap pencitraan digital pemerintah, ketidakpercayaan terhadap komunikasi pemerintah yang dinilai kurang substantif, serta penolakan terhadap komunikasi yang dianggap artifisial dan kurang autentik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam komunikasi pemerintah belum secara otomatis meningkatkan penerimaan publik. Masyarakat lebih mengharapkan komunikasi digital yang autentik, transparan, humanis, dan relevan dengan realitas sosial dibandingkan sekadar menampilkan inovasi teknologi berbasis AI.
SPIRITUAL COMMUNICATION IN THE RECOVERY PROCESS FROM BABY BLUES THROUGH THE PRACTICE OF THE LIVING QUR’AN Aginta Rachmalia Putri Dinanti; Rita Destiwati
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20830374

Abstract

This study is aims to understand how mothers’ intrapersonal communication processes help them recover from the baby blues through the practice of “The Living Qur’an,” taking into account the context of family communication as the backdrop for mothers’ postpartum emotional experiences. This study employs a qualitative approach using a phenomenological research design. This method was chosen because it is highly relevant for exploring and deeply understanding individuals’ lived experiences regarding a specific phenomenon, in this case, the recovery process from the baby blues. This finding confirms that emotional improvement does not occur in isolation; strengthening in the Personal Domain (such as self-acceptance) automatically triggers a chain reaction that improves the Communal Domain (harmony in relationships with husband and children), shifts perspectives regarding the Environmental Domain, and ultimately deepens the Transcendental Domain (relationship with God).
INTERPERSONAL COMMUNICATION BETWEEN FATHERS AND DAUGHTERS IN RESTORING SELF-ESTEEM AFTER FAILING TO GAIN ADMISSION TO THEIR DREAM COLLEGE Siti Syarah Putri Pratama; Rita Destiwati
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20830303

Abstract

This study aims to analyze and explore in depth how a father’s interpersonal communication helps restore his daughter’s self-esteem after she fails to gain admission to her dream college. This study employs a qualitative approach using descriptive methods. The study seeks to explain how the quality of communication within the family serves as a medium for restoring a daughter’s self-esteem following academic failure. In this study, the data collection procedure was designed in a planned manner to ensure that the information obtained was purely derived from the experiences of the subjects (children and fathers) and was free from the researcher's personal bias or assumptions.The data analysis in this study used a phenomenological approach to uncover the essence of the informants' experiences. The study’s findings, daughters perceive their fathers’ role in interpersonal communication as a form of emotional validation and a source of security that is crucial for rebuilding their self-confidence. This restoration of self-esteem is largely determined by the father’s ability to initiate openness without the pressure of authority.
The Effect of Digital Communication Load on The Mental Health of Gen Z Employees in Educational Institutions With Fear of Missing Out as A Mediation Variable Muchamad Ramdani; Rita Destiwati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 12 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i12.51963

Abstract

The transformation of organizational communication from conventional forms to digital platforms has reshaped the way individuals interact within the workplace. While the acceleration of information flow through digital media enhances efficiency, it also introduces new psychological pressures, particularly for Generation Z employees who are highly connected online. This study aims to examine the effect of digital communication overload on the mental health of Generation Z employees in educational institutions, with Fear of Missing Out (FoMO) serving as a mediating variable. Employing a quantitative approach with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), the research draws upon data from 253 respondents—consisting of lecturers and academic support staff aged 22 to 28 years—at Telkom University in Bandung. The findings reveal that digital communication overload has a significant effect on mental health (β = 1.033; t = 111.882; p = 0.000) and significantly increases FoMO (β = 0.973; t = 272.540; p = 0.000). FoMO exerts a negative effect on mental health (β = −0.034; t = 3.581; p = 0.000) and acts as a significant mediator in the relationship between digital communication overload and mental health (β_ind = −0.033; t = 3.586; p = 0.000). This study underscores the urgency of implementing adaptive digital communication policies that are grounded in psychological well-being, particularly for young professionals in academic settings.
Meaning-Making of Occupational Safety and Health Communication among Female Analysts: A Symbolic Interactionism and Feminist Identity Perspective Silvi Mayyandes; Rita Destiwati
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): August
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/sipakatau.v3i5.1025

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) communication in workplace settings extends beyond the transmission of safety instructions to include how workers interpret and internalize safety messages through lived experience and social interaction. This study explores how female analysts at PT Sucofindo construct meaning from OSH communication in laboratory work environments. A qualitative phenomenological design within an interpretive constructivist paradigm was employed. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation involving six female analysts and one QHSE coordinator in Indonesia. Data were analyzed using Moustakas’ phenomenological procedure and cross-case synthesis. The findings show that OSH communication is delivered through safety talks, briefings, toolbox meetings, training, supervisory instructions, QHSE communication, and peer reminders. These messages are interpreted as self-protection, professional responsibility, rule compliance, risk control, collective responsibility, and long-term health awareness. Meaning-making is shaped by workplace experiences such as chemical exposure, heat incidents, and near misses, supported by ongoing social interaction. The study demonstrates that OSH communication is an interpretive meaning-making process rather than mere information transfer. Symbolic Interactionism explains meaning construction through symbols and experience, while Feminist Identity Theory highlights gendered professional identity as a secondary interpretive layer. This study extends OSH communication research by reconceptualizing safety communication as meaning-making, shifting from transmission-based to situated interpretation within workplace interaction and identity. Practically, OSH communication becomes more effective when linked to laboratory hazards such as chemical exposure, furnace heat, and gas vapor risks, reinforced by peer reminders, and supported by near-miss-based learning.
Intercultural Health Communication in Islamic Medicine among Generation Z Rita Destiwati; Lucy Pujasari Supratman; Junardi Harahap; Wan Maryam Wan Ahmad Kamil
Nyimak: Journal of Communication Vol. 10 No. 1 (2026): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v10i1.15217

Abstract

Islamic medical content circulating on social media plays a significant role in shaping Generation Z’s understanding and acceptance of health practices. However, Research on spirituality-based medicine and digital health literacy in shaping Generation Z’s intercultural communication when accessing thibbun Nabawi therapists, religious leaders, or health influencers remains limited. This study aims to explore how spirituality and digital literacy influence Generation Z’s decisions to engage in Islamic medical practices in Indonesia and Malaysia. Employing a comparative qualitative approach, the study involved six Generation Z informants aged 17 to 24, consisting of three participants from Bandung, Indonesia, and three participants from Malaysia, each with prior experience using Islamic medical practices. The findings indicate that Indonesian Generation Z engages with Islamic medicine mainly through family traditions and religious communities, whereas Malaysian Generation Z is influenced by institutional legitimacy and health campaigns integrating religious values with contemporary lifestyles. These results show that Islamic medical literacy extends beyond health behavior to identity formation, spirituality, and meaning making. Therefore, intercultural responsiveness and contextual sensitivity with digital health communication strategies are crucial for improving the effectiveness.Keywords: Intercultural, health communication, generation Z, Islam medical ABSTRAKKonten pengobatan Islam yang beredar di media sosial memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman dan penerimaan Generasi Z terhadap praktik kesehatan. Namun, penelitian mengenai pengobatan berbasis spiritual dan literasi kesehatan digital dalam membentuk komunikasi antarbudaya Generasi Z ketika mengakses terapis thibbun Nabawi, tokoh agama, dan influencer kesehatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana spiritualitas dan literasi digital memengaruhi keputusan Generasi Z dalam menggunakan praktik pengobatan Islam di Indonesia dan Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif komparatif, penelitian ini melibatkan enam informan Generasi Z berusia 17–24 tahun, yang terdiri atas tiga partisipan dari Bandung, Indonesia, dan tiga partisipan dari Malaysia, yang masing-masing memiliki pengalaman menggunakan pengobatan Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z di Indonesia lebih banyak terlibat dalam pengobatan Islam melalui tradisi keluarga dan komunitas keagamaan, sedangkan Generasi Z di Malaysia dipengaruhi oleh legitimasi institusional dan kampanye kesehatan yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan gaya hidup kontemporer. Hasil ini menunjukkan bahwa literasi pengobatan Islam tidak hanya berkaitan dengan perilaku kesehatan, tetapi juga mencakup pembentukan identitas, spiritualitas, dan pencarian makna. Oleh karena itu, responsivitas antarbudaya dan sensitivitas kontekstual dalam strategi komunikasi kesehatan digital menjadi krusial untuk meningkatkan efektivitas.Kata Kunci: Antarbudaya, komunikasi kesehatan, generasi Z, pengobatan Islam
Komunikasi Interpersonal antara Ayah Nonbiologis dan Anak Perempuan Tiri dalam Membangun Kedekatan Emosional di Lingkungan Keluarga Riza Insan Nabila; Rita Destiwati
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 3 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i3.2136

Abstract

This study aims to analyze the specific interpersonal communication barriers experienced by non-biological fathers in overcoming the emotional barriers of their stepdaughters. This study employs a qualitative approach using descriptive methods. The qualitative approach was chosen to examine social phenomena through a process of inductive reasoning, in which the researcher is directly involved in the subjects’ life context. The data in this study consist of the subjects’ verbal and non-verbal behaviors during the communication process. Indicators of interpersonal communication quality were systematically developed, covering the aspects of openness, empathy, supportiveness, positivity, and equality. The findings reveal that interpersonal communication in this relationship is effective when the father acts as a transparent and optimistic communication partner. Using warm messages and appreciation for the child’s learning process, negative stigma regarding the stepfather was significantly reduced
Co-Authors Ade Amaliah Adrian Fadhullah Hamzah Aginta Rachmalia Putri Dinanti Agus Aprianti Ahmadi, Farhan Amaliah, Ade Amanda Bunga Gracia Ananta Indrabayu Andriani, Akillah Dwi Anggawiguna, Putu Gede Vani Anjasmika, Dewi Andjelina Annand, Louis Vachstar Arafah, Rizka Aulia Auryn, Resha Naswa Briliana, Cut Nadya Nanda Dakkil, Muhammad Pramudya Ad Devi Mulyanti Dewi, Audrey Cantika Dian Yohana Giovani Lumban Siantar Dudi Setiadi Farah Shalsabila Rahman Farhan Ahmadi Gusti Ayu Putu Widaratih Puty Pinangkani Hadi, Ezra Aurelia Glenia Hana, Risma Zahra Haris Annisari Indah Nur Rochimah Ilham Medal Junjunan Ismi’ Aida , Thea Kirana Ivajani, Ni Putu Ening Surya Jessica Juliawati Jesslyn Sihotang Junardi Harahap Junardi Harahap Kanaya Putri Athira Saleh Karima, Anisa Ahsania Kenny, Elizabeth Prisillia Khofifah Winanda Larasati, R. Putri Lucy Pujasari Supratman Mahesa Ramadhan Ruchiat Maulana Rezi Ramdhana Maylanny Meisy Triana Dewi Michael Adriel Savero Muchamad Ramdani Muhammad Ihsan Alifi Nada Luthfi Ryandini Nanda Priatna Nelam Vrita Thalia Nelam Vrita Thalia Nur Nazlizah Purwanti Puteri, Nadhira Rusliani Regina Putri Nur Octavianisya Putri, Tiara Amelia Putri, Yasmin Samayka Putri, Yeselyne Ananda Putu Gede Vani Anggawiguna Rahman, Farah Shalsabila Raissa Azaria Arief Ramadhania, Avira Putri Ramadhini, Ayla Daniyah Ratu Embun Permata Sarie Reni Nuraeni Rifqi Abdul Aziz Rifqi Abdul Aziz Risma Zahra Hana Riza Insan Nabila Rizka Aulia Arafah Sari, Anitta Shaila Shilfy Rahmi Devi Silvi Mayyandes Siti Syarah Putri Pratama Syefira Istian Salasatikhana Tasya Aulia Febriyanti Tita Melia Milyane Wafa, Uyun Wan Maryam Wan Ahmad Kamil Winanda, Khofifah Wismagian, Octavius Jonathan Noel Yeselyne Ananda Putri