Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI KESEHATAN MENTAL ADHD DI MEDIA SOSIAL DALAM MENCEGAH SELF-DIAGNOSIS PADA REMAJA DI MAN 1 PANGANDARAN Destiwati, Rita; Arief, Raissa Azaria; Milyane, Tita Melia
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/vmkzbt08

Abstract

Media sosial saat ini telah menjadi ruang utama bagi remaja untuk mencari informasi, termasuk mengenai kesehatan mental. Namun, kemudahan akses ini juga membawa tantangan baru. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah kecenderungan remaja melakukan self-diagnosis setelah menemukan konten tentang gangguan mental, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini terjadi karena informasi yang diperoleh melalui media sosial tidak selalu akurat dan lengkap. Akibatnya, sebagian remaja dapat salah memahami kondisi dirinya, merasa memiliki gangguan tertentu, dan mengalami kecemasan berlebihan. Padahal, pemahaman yang tepat tentang kesehatan mental membutuhkan sumber informasi yang kredibel serta bimbingan dari tenaga profesional. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran, Jawa Barat, dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan mental melalui media sosial. Metode kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai ADHD dan kecenderungan self-diagnosis. Selanjutnya dilakukan ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas fenomena yang dialami oleh siswa. Pada tahap akhir dilakukan post-test untuk menilai pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan diharapkan menunjukkan adanya perubahan positif, yaitu meningkatnya pemahaman siswa tentang ADHD serta kesadaran bahwa gangguan mental tidak dapat ditentukan hanya melalui konten media sosial, melainkan memerlukan konsultasi dengan tenaga profesional.
Determinan Perilaku Mencari Bantuan terhadap Risiko Kesehatan Mental yang Mengarah pada Bunuh Diri di Kalangan Generasi Z di Instagram Hadi, Ezra Aurelia Glenia; Destiwati, Rita
Jurnal The Messenger Vol. 17 No. 2 (2025): May-August
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v17i2.12049

Abstract

Purpose: This study investigated the influence of attitude (AT), subjective norms (SN), and perceived behavioral control (PBC) on help-seeking behavior using the Theory of Planned Behavior (TPB). The study also examined whether Instagram use affected the link between intention and seeking for help behavior. Instagram was chosen as the focus platform because its largest user demographic in Indonesia is Generation Z. This research addressed the urgent need to understand help-seeking patterns among Generation Z in the digital era.   Methods: A quantitative approach was applied using PLS-SEM. The sample consisted of 400 Generation Z with prior mental health concerns who actively utilized Instagram. The Slovin formula was applied to calculate the sample size at a 95% confidence level. An online questionnaire was utilized to gather the data and analyzed to assess the influence of the three TPB constructs on help-seeking intention and behavior, as well as the moderating effect of Instagram use.   Findings: AT, SN, and PBC collectively explained 87% of the variance in help-seeking behavior and 84.4% in intention. However, Instagram use did not significantly moderate the relationship between intention and behavior (p=0.321, >0.05).   Originality: This research addresses an important gap by examining how routine interaction with digital platforms may facilitate or inhibit the transition from intention to behavior. By applying the TPB framework within a socially and technologically relevant context, this study contributes both conceptually and practically to the understanding of youth mental health behavior.