Wiwid Noor Rakhmad
Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, UNDIP

Published : 121 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 119 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

Hubungan Motivasi dan Intensitas Penggunaan LinkedIn dengan Kepuasan yang Didapatkan Pengguna LinkedIn Eva Wijiyanti Hidayat; Wiwid Noor Rakhmad; Dwi Purba ningrum; Nurriyatul Lailiyah M.I.Kom
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.906 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketertarikan terhadap model teori uses and gratification dan meningkatnya jumlah pengguna LinkedIn di kalangan mahasiswa dan fresh graduates berdasarkan data dari LinkedIn. Dalam perspektif teori uses and gratifications, audiens dipandang sebagai partisipan yang aktif dalam proses komunikasi, namun tingkat keaktifan setiap individu tidaklah sama (Morissan, 2013: 264). Perilaku komunikasi audiens mengacu pada target dan tujuan yang ingin dicapai serta berdasarkan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn dengan kepuasan yang didapatkan pengguna LinkedIn di kalangan mahasiswa yang turut menjadi kelompok pemegang kendali pertambahan jumlah pengguna LinkedIn. Metode penelitian meliputi kajian kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menjelaskan hubungan antara motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn dengan kepuasan yang didapatkan pengguna LinkedIn di kalangan mahasiswa. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner sebagai instrumen penelitian yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 96 yang ditentukan secara non acak dengan metode quota dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn yang berbeda di antara responden. Motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn secara simultan memiliki hubungan yang positif dengan kepuasan yang didapatkan pengguna LinkedIn. Nilai koefisien korelasi antara motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn dengan kepuasan pengguna LinkedIn sebesar 0,736 yang menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat.
Dekonstruksi Maskulinitas dan Feminitas dalam Sinetron ABG Jadi Manten Diyan Krissetyoningrum; M Bayu Widagdo; Dr Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.276 KB)

Abstract

Stereotype masyarakat mengenai gender adalah laki-laki maskulin dan tentu perempuan feminin. Masyarakat cenderung mempersepsikan bahwa gender merupakan kodrat, padahal gender terbentuk melalui kostruksi lingkungan dandapat dipertukarkan. Sedangkan yang jelas merupakan kodrat adalah jenis kelamin. Masyarakat juga meyakini akan budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dekonstruksi atas gagasan dominan mengenai gender yang mengkonstruksi karakteristik laki-laki sebagai memiliki sikap maskulin dan perempuan yang memiliki watak feminin dalam Sinetron ABG Jadi Manten. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori queer. Judith Butler menolak mengenai gender dominan . menurut Butler bahwa segala sesuatu yang sama tidak selamanya sama, karena segala sesuatunya tidak ada yang benar-benar pasti.Peneliti menggunakan konsep yang dikemukakan oleh John Fiske dalam buku Television Culture, yaitu tentangThe Code of Television untuk menguraikan dekonstruksi dalam Sinetron ABG Jadi Manten. Setelah melakukan analisis sintagmatik pada level reality dan level representation, peneliti kemudian melakukan analisis secara paradigmatik untuk level ideology. Analisis sintagmatik digunakan untuk menemukan makna terdalam pada sebuah teks dalam sinetron. Penelitian menunjukkan adanya dekonstruksi gender dimana biasanya gender yang ditampilkan oleh media adalah laki-laki maskulin dan perempuan feminin, namun pada sinetron ini sebaliknya. Laki-laki ditampilkan secara feminin, dan perempuan maskulin. Hal ini menunjukkan bahwa peran gender dapat dipertukarkan. Kedua karakter tersebut merujuk pada androgini style, yaitu pembagian peran yang sama antara karakter maskulin dan feminin secara bersamaan. Dalam identitas gender bahwa orang yang tidak sepenuhnya cocok dengan peranan gender maskulin dan feminin yang tipikal dalam masyarakat. Sikap tokoh laki-laki yang cenderung feminin pada akhirnya bisa berperan sebagai suami yang bertanggung jawab terhadap istri. Dan sosok istri yang cenderung keras dan maskulin dapat menurut pada apa yang sudah menjadi keputusan suaminya. Sinetron ABG Jadi Manten ini sesungguhnya meneguhkan ideologi patriarki, dimana laki-laki- memiliki kedudukan di atas perempuan, tetapi dengan menawarkan melalui tokoh perempuan yang maskulin untuk menunjukkan bahwa perempuan tidak selalu lemah.Kata Kunci: Sinetron, Dekonstruksi, Gender
Adaptasi Komunikasi Penutur Dialek Ngapak Diluar Lingkungan Budaya Lokalnya Pingki Setiyo Anggraeni; wiwid Noor Rakhmat
Interaksi Online Vol 8, No 2: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.021 KB)

Abstract

This research is about of the ngapak dialect in Semarang who no longer use Banyumasan as their native language. They feel ashamed and insecure when using Banyumasan Language because it is often considered a low class language and used as a joke by other people. So this study aims to determine the adaptation of communication by speakers of the local dialect outside the local cultural environment through a phenomenological approach. This study uses the foundation of Communication Accommodation Theory, using data collection techniques in the form of in-depth interviews involving four speakers of the ngapak dialect in the city of Semarang. The findings of this study indicate that interaction carried out by individuals who speak dialect with individuals from other cultures raises several obstacles, including the differences in the language of each culture such as vocabulary, dialect, delivery methods, and expressions. Then the lack of knowledge about the information values that are owned by each culture. Furthermore, it is followed by various perceptions about individuals from other cultures and the emergence of anxiety, fear and discomfort when communicating with individuals from other cultures. Constraints that arise during the process of communication adaptation take place make speakers of the dialect make accommodation efforts to avoid and overcome existing obstacles. To achieve accommodation there is a way that is done by speakers of the dialect, namely by convergence, such as by slowing down the speed of speech and equating their speech dialect into Semarang accent. In addition, speakers of the Ngapak dialect also try to open themselves by learning the local language and trying to accept various cultures that are around them. Based on this research, it can be concluded that speakers of the native Ngapak dialect adapting communication with individuals from other cultures and make accommodations in the form of convergence that is by adjusting the local language, and they open themselves to the culture around them.
Pesan Propaganda Ideologi Imperialisme dalam Film Transformers Dody Pradana Eryanto; Joyo NS Gono; Wiwid Noor Rakhmad; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.128 KB)

Abstract

Film Transformers merupakan salah satu film sukses di tahun 2007, bahkan sempat menduduki 20 besar film terlaris sepanjang masa di Amerika Serikat dan dunia. Bukan hanya itu, film tersebut disukai berbagai orang baik orang dewasa atau anak - anak, terutama karakternya yang keren dan menarik yaitu alien robot yang bisa berubah dari kendaraan manusia menjadi robot canggih dengan perlengkapan perang. Namun film ini diproduksi oleh negara superpower saat ini yaitu Amerika Serikat dimana banyak film - film sebelumnya yang penuh dengan pesan propaganda tersendiri seperti Rambo, Indiana Jones, Independence Day, The Great Dictator, Red Dawn dan lain sebagainya dan ideologi tertentu dibelakangnya seperti kapitalis, komunis dan lain sebagainya. Selain Amerika Serikat, Jerman pada era kepemimpinan Nazi juga pernah membuat film propaganda seperti The Eternal Jews. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pesan propaganda di dalam film Transformers dan ideologi imperialisme di belakangnya.Penelitian ini menggunakan teori propaganda, modern propaganda theory sebagai pendukung dari permasalahan penelitian ini dalam paradigma kontruktivis melalui metode analisis semiotika model Roland Barthes. Subjek penelitian ini adalah film Transformers.Berdasarakan temuan penelitian, pesan propaganda yang hadir di film ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai pesan propaganda yaitu Cina, Rusia, Iran dan Korut yang diidentikan dengan ancaman, Amerika Serikat sebagai negara baik, hebat dan kuat, Laut Kuning dan Teluk Arab merupakan wilayah yang harus diselamatkan Amerika Serikat, produk Amerika Serikat merupakan produk yang bagus dan terkenal, Jepang diidentikkan dengan negara dengan teknologi canggih, dan pakaian kurang sopan itu menarik. Ideologi imperialisme yang melatarbelakangi film ini dikarenakan adanya kepentingan Amerika Serikat dalam melakukan kegiatan dominasinya di wilayah timur tengah, baik dalam bentuk militer atau ekonomi seperti bisnis minyak, memperkenalkan produk Amerika Serikat dan sekutunya agar dapat menguasai ekonomi negara yang dijadikan wilayah kegiatan imperialisme, dan mempopulerkan budaya amerikanisme.
BRANDING HIPMI PEDULI JAWA TENGAH MELALUI KEGIATAN KOMUNIKASI STRATEGIS Anugrah Beta Familio; Djoko Setyabudi; Agus Naryoso; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.264 KB)

Abstract

Tugas akhir berupa karya bidang ini dilatarbelakangi oleh badan organisasi baru dibawahnaungan HIPMI Jawa Tengah yaitu HIPMI Peduli Jawa Tengah, akan organisasi HIPMIPeduli Jawa Tengah merupakan organisasi baru yang belum banyak dikenal olehmasyarakat khususnya pengurus HIPMI Jawa Tengah. Melalui kegiatan Branding HIPMIPeduli Jawa tengah dapat memperkuat Brand HIPMI Peduli Jawa Tengah.Banyaknya anggota HIPMI Jawa Tengah yang tidak mengetahui organisasi HIPMI PeduliJawa Tengah membuat kurangnya pengetahuan tentang kegiatan HIPMI Peduli JawaTengah. Berdasarkan teori persuasi, karya bidang ini bertujuan untuk mengajak anggotaHIPMI Jawa Tengah untuk lebih mengenal kegiatan HIPMI Peduli Jawa Tengah. Selain itukarya bidang ini juga bertujuan untuk meningkatkan afeksi, kognisi dan juga behavioranggota dan masyarakat untuk ikut serta berdonasi di HIPMI Peduli Jawa Tengah.Pada 1 bulan pelaksanaan di Bulan Agustus, kegiatan ini berhasil meningkatkan 84%awareness serta meningkatkan perilaku berdonasi sebanyak 34% anggota HIPMI PeduliJawa Tengah. Serta terpenuhinya 50% dana kegiatan branding HIPMI Peduli Jawa Tengahmelalaui kegaiatan sponsorship dan partnership. Karya bidang ini menunjukkan bahwaBranding HIPMI Peduli Jawa Tengah berhasil dilakukan sesuai dengan goals yangditentukan.
The Communication Forum of Batang Coal-Fired Power Station Used for the Conflict Resolution Across the Countryside (Case Study Socialization of Batang Coal-Fired Power Station in the Karanggeneng Village, Kandeman Subdistrict, Batang District) Rizki Kurnia Yuniasti; Triyono Lukmantoro; Turnomo Rahardjo; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15504.76 KB)

Abstract

Coal-fired power station development planned by PT Bhimasena Power Indonesia and The Batang District Goverment is one of the innovation for the Karanggeneng civilization, Kandeman Subdistrict of Batang District triggered some conflicts so that development project has been delayed. The research purpose is to describe the socialization and how the Communication Forum of Batang Coal-Fired Power Station can solve the conflict. The research is descriptive qualitative approach to understanding the perspective of interpretive while research method used is a case study method. The research theories are Uncertainty Reduction Theory, Diffussion of Inovation Theory, Triangle of Conflict Theory, The Principle of Negotation theory, and The Convergence of Model Communication. This research result indicates that the socialization of coal-fired power Batang done through the formal and informal sides. The obstacles in this socialization are late socialization, uncertainty of information because the the other hand informations, social estrangement (social estrangement to be two namely pro and contra for Batang coal-fired power station) Batang coal-fired power station development and conflicts namely compensation land and social compensation. The communication forum of Batang coal-fired power station in the Karanggeneng Village have not been able to resolve the conflict in the Karanggeneng village. The communication forum Batang coal-fired power station experienced divergence at the time of the negotiation process due to the absence of mutual understanding. Negotiations containing the equivalent communication, openness information and mutual understanding is the communication models which is proper for the conflict resolution with The Convergence Communication Models.
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP EKSPLOITASI WILAYAH DOMESTIK PESOHOR DALAM TALKSHOW HITAM PUTIH Destika Fajarsylva Anggraini; Turnomo Rahardjo; Wiwid Noor Rakhmad; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.025 KB)

Abstract

Televisi merupakan teknologi audio visual yang dapat menyajikan informasi dan hiburan secara cepat, terjangkau, dan umum dimiliki oleh masyarakat. Setiap stasiun televisi berusaha memberikan program-program terbaru sesuai dengan tren program yang berlangsung. Begitu beraneka ragam produk yang disajikan televisi, salah satu produk unggulan yang disajikan televisi adalah talkshow.Hitam Putih adalah salah satu program dari talkshow. Tayangan tersebut sangat menarik untuk di teliti, karena Hitam Putih mengandung format mind reading. Mind reading merupakan format membaca pikiran sehingga bintang tamu akan dibuat tidak berdaya ketika “dicecar” pertanyaan oleh pembawa acara Deddy Corbuzier yang memaksa mereka memaparkan kehidupan pribadinya tanpa disadari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan audiens tentang tayangan Hitam Putih. Penelitian ini menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall untuk menjelaskan jalannya proses encoding-decoding tayangan Hitam Putih.Penelitian ini adalah penelitian dengan tipe deskriptif yang bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis resepsi. Dalam analisis resepsi khalayak dipandang sebagai produser makna yang tidak hanya menjadi konsumen isi media. Hasil penelitian akan membagi khalayak ke dalam tiga posisi pemaknaan. Yaitu kelompok dominat reading, khalayak yang memaknai tayangan Hitam Putih sesuai dengan preffered reading (makna dominan). Kelompok negotiated reading, memaknai tayangan ini dari dua sisi, yaitu menganggap bahwa tayangan ini tidak etis dan menganggap tayangan ini adalah tayangan yang memotivasi serta memberikan
PENGALAMAN KOMUNIKASI WANITA DALAM MEMAKNAI BODY SHAMING Erisa Dwi Syafira; Wiwid Noor Rakhmad; Muhammad Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya institusi patriaki yang mana mendominasi media yang didalamnya terdapat iklan kecantikan dan tubuh ideal, menjadikan masyarakat memiliki pemahaman terkait tubuh ideal. Hal tersebut memiliki dampak pada wanita yang tidak memenuhi standar tubuh ideal, sehingga mendapat perlakuan body shaming. Body shaming seringkali dianggap remeh dan candaan semata. Sehingga dari tahun ke tahun jumlahnya semakin banyak, di Indonesia sendiri terdapat 966 kasus yang ditangani oleh POLRI di tahun 2018, dan jumlah tersebut tidak merefleksikan jumlah sebenarnya dalam lapangan, karena lebih banyak korban memilih untuk diam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses korban dalam memaknai dan mengatasi body shaming yang dialaminya, dikarenakan setiap orang mempunyai cara tersendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merrupakan Teori Standpoint dan Teori Feminis, dengan Aliran Feminis Radikal dan Level Komunikasi Interpersonal. Paradigma yang digunakan adalah paradigma kritis dengan teknik analisis fenomenologi oleh Clark Moustakas. Subjek dalam penelitian merupakan wanita yang pernah ataupun sedang mengalami body shaming dengan indepth interview sebagai metode pengumpulan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku body shaming umumnya diawali pada masa remaja yang dilakukan oleh teman sebaya. Namun seiring bertambah dewasa, intensitas body shaming semakin bertambah dikarenakan kesadaran akan pentingnya penampilan. Informan tidak hanya mendapat perlakuan body shaming oleh teman sebaya, melainkan juga oleh keluarga. Body shaming yang dialami keempat informan seputar bentuk tubuh, warna kulit, dan juga bentuk mata. Informan mengalami body shaming secara verbal dan juga non verbal hingga ucapan yang mengarah pada pelecehan seksual oleh teman laki-laki di tempat ramai, yang membuat informan mengalami penurunan kepercayadirian karena merasa penampilannya tidaklah menarik. Selain itu, informan seringkali merasa sensitif karena merasa sedih. Informan dalam penelitian melakukan upaya untuk terhindar dari body shaming dengan melakukan diet, banyak mengkonsumsi makanan, menggunakan skincare dan make-up. Perlawanan informan terhadap body shaming ditunjukkan dengan melakukan body positivity dengan upaya menerima diri sendiri yang dapat mengurangi rasa tidak percaya diri.
HUBUNGAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KOMUNIKASI PRIA PADA TAHAP PERKENALAN DENGAN WANITA Rwanda Zwazdianza Azwar; Dr Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad; Sri Widowati
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.025 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya prosentase pria yang mengalami kecemasan komunikasi ketika berkomunikasi dengan wanita yang belum dikenal. Setiap hubungan personal baik teman, sahabat, kekasih, dan sebagainya terbentuk melalui tahap-tahap, salah satunya adalah tahap kontak atau perkenalan. Tahap kontak atau perkenalan menjadi krusial karena pada tahap ini masing-masing individu akan memutuskan apakah hubungan dapat dilanjutkan ke tahap selajutnya atau tidak. Dengan demikian, kecemasan komunikasi secara tidak langsung akan menghambat pria untuk mengembangkan hubungan dengan wanita. Kecemasan komunikasi yang dialami pria ditentukan oleh dua faktor, yaitu ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria dengan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria pada tahap perkenalan. Beberapa teori yang digunakan pada penelitian ini antara lain teori pengurangan ketidakpastian, teori selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan konsep diri yang dimiliki pria, dan teori terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kecemasan komunikasi.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, dan menggunakan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pria berusia 20-40 tahun yang mengikuti produk atau pelatihan Hitman System dan mengalami kecemasan komunikasi. Sampel yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall, diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau semakin tinggi tingkat ketidakpastian pria maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami pria. Diketahui pula terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), dapat dikatakan semakin positif konsep diri pria maka semakin rendah tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria. Terakhir, didapati bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dan konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau pria mengalami ketidakpastian yang tinggi ketika berkenalan dengan wanita maka tingkat kecemasan komunikasi yang dialaminya juga akan meningkat, namun jika pria memiliki konsep diri yang positif maka tingkat kecemasan yang dialaminya akan menurun.Kata kunci: Tingkat Ketidakpastian, Konsep Diri, dan Tingkat Kecemasan Komunikasi
KOMUNIKASI ANTARA PETUGAS PEMBINA DAN WARGA BINAAN DALAM PROSES PEMBINAAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS IIA SEMARANG Anzilna Mubaroka; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.942 KB)

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan merupakan institusi yang dihuni oleh pelaku tindak pidana. Petugas Pembina menjadi keluarga pengganti dan melakukan proses pembinaan pada Warga Binaan, salah satunya dengan berkomunikasi. Pada kenyataannya, tetap terdapat batas dan jarak yang tercipta dalam komunikasi antara Petugas Pembina dan Warga Binaan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode penelitian studi kasus untuk melihat bagaimana realita yang sebenarnya terjadi di dalam LAPAS. Untuk menjelaskan realita tersebut, teori komunikasi antarpribadi yaitu Interactional View digunakan. Teori ini menjelaskan mengenai komunikasi dalam keluarga dan interaksi antar anggota keluarga. Hasil penelitian memperlihatkan, walaupun pada situasi dan kondisi terbatas, komunikasi tetap dilakukan oleh Warga Binaan di dalam LAPAS. Terdapat banyak topik yang dibicarakan tetapi kebanyakan hanya seputar proses pembinaan dan pekerjaan. Komunikasi di dalam LAPAS menggunakan bahasa Indonesia yang baku selama proses pembinaan, kedekatan antara Petugas dan Warga Binaan tidak memengaruhi hal tersebut. Kedalaman hubungan yang tercipta antara Warga Binaan dan Petugas Pembina tidak banyak yang sampai kearah privasi. Warga Binaan dapat membicarakan tentang hal privasi mereka, namun Petugas Pembina tidak begitu membuka mengenai dirinya. Dan walaupun konteks nya merupakan komunikasi antarpribadi dan dalam tatanan keluarga, masih terdapat jenjang, kekuasaan lebih yang dimiliki oleh Petugas Pembina kepada Warga Binaan.
Co-Authors Adelya Putri Ayu Felita Adham Helian Wicaksana Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Aditya Putra, Mochammad Afidati Hidayanti, Syafira Afifah Azzahra Agus Naryoso Al Afifka Ma’rifatul Qomari Zaman Alifati Hanifah Alisha Mumtaz, Farah Alya Khoirunnisa, Mayfida Amida Yusriana Anggita Pratita Sandya Annisya Winarni Putri Anugrah Beta Familio Anzilna Mubaroka Aprilla Agung Yunarto Arham Syarif, Muhamad Arif Andhika, Wisnu Asti Amalia, Fatiha Audrey Marsanda, Marchella Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Bayu Widagdo, Muhammad Bening Shabilla Utami Bhaswarani Oktadianisty Chrisintya Mauli Sitorus Chykla Azalika DANIEL EDI KURNIAWAN Destika Fajarsylva Anggraini Desvira Siahaan, Ulita Desvira Siahaan Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita Devy Widya Cahyani Dika Okta Fianto, Ferdian Diyan Krissetyoningrum Djoko Setyabudi Dody Pradana Eryanto DR Sunarto Dr. Sunarto Dwi Purba ningrum Dwi Ratna Setyorini Elsa Septiana Pertiwi Endang Retnowati Erisa Dwi Syafira Eva Wijiyanti Hidayat Fajru Akbari Putra Sinik, Fikri Fani Adhiti Farrah Alfarani Nur Hidayat Fatraya, Denisa Febriyanti, RT Annisa Fikri Onasis Fitri Nur Hidayat Fitriana Nur Indah S Gusti Restu Kinanti Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hesti Ratnasari, Hesti Hizarani Lailan Saadah Sihombing Ignatia Endra Kristianti Ika Putri Hanafi Ilham Futaki Ilvani Fylandita Vristiandaniva Imam Dwi Nugroho Indra Prayoga Intan Mashitasari Intan Maylani S.D. Iswara Pramusita, Regina Joyo Nur Suyanto Gono Kevin Surya Laksmana, Muhammad Khansa Berlian, Dinda Kholita Putri Arifiana Lintang Ratri Rahmiaji M Bayu Widagdo M Yulianto Mabchut Nahdi, Faris Maerel Dhalia Arumnisa Mar'atul Hanifah Marwah Gayatri Purnado MERCYANA MAJESTY YULION Mila Candra Novianti Mira Adinia Much. Yulianto Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Rofiuddin Naabigha, Tsaabitah Naura Kamila Prasetyanti Neazar Astina Prabawani Nico Ariowibowo Niki Hapsari Fatimah Nugroho Adhi Santoso, Ixnatius Nur Hidayati, Ayuk Nur Mustika, Ratu Nur Rahmi, Faurina Nurist Surayya Ulfa Nurriyatul Lailiyah M.I.Kom Nurul Hasfi Nurul Istiqomah Octavia, Jelena Olivia Anjani Paskah M Pakpahan Pertiwi, Bunga Pingki Setiyo Anggraeni Primada Qurrota Ayun Pua Ayu Wardhani Putri Ramadhini Putty Elvia Nusdalita R. Sigit Pandhu Kusumawardana Raden Mas Muhammad Ridha Prasetya Rahadianto, Anugrah Ramadhani Zahra Rizki Fajar Bagaskoro, Sektianto Rizki Kurnia Yuniasti Rosada Fitrianum, Febia Roseana, Brilianti Roy Bagus Royyani Rugayah Rugayah Rwanda Zwazdianza Azwar S Rouli Manalu Salma M, Jihan Selo Pangestu Imawan Setyo Eka Rofi Shintaloka Pradita Sicca, Shintaloka Pradita Siadari, Roulina Silvia Kartika C Dewi Silviana, Resy Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Teguh Kurniawan, Petrus Teresia Kinta Wuryandini Tita Adi Tiyawati Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Uci Andriani Ulya Saida Usaid Abdullah Dzikri Velina Prismayanti Susanto Venansius DavyGian A Vicho Whisnurangga Vincentius Raditya Kristiawan Vinna Dewi Haryanti Wening Jiwandaru Pradanari Yanuar Luqman Yuanita Putri Melati Yusriana, Amida Zefa Alinda Fitria Zulfa Priastuti, Nadia