Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Proceeding Biology Education Conference

PROTOTIPE MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS-KOLABORATIF UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA AKADEMIK BAWAH Baskoro Adi Prayitno; Bowo Sugiharto; Suciati Suciati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi di Indonesia saat ini lebih terorientasi pada produk. Keberhasilan belajar diukur dari seberapa banyak siswa berhasil menghafalkan konsep, akibatnya kemampuan berpikir dan keterampilan proses sains siswa memprihatinkan. Permasalahan lainnya adalah usaha memperkecil kesenjangan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa berkemampuan akademik atas (AA) dan bawah (AB). Siswa AB dapat mencapai  mastery  layaknya siswa AA jika mereka diberi alokasi waktu belajar yang cukup. Permasalahannya, alokasi waktu belajar di sekolah uniform bagi semua siswa, akibatnya terjadi kesenjangan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa AA dan AB. Model pembelajaran berbasis konstruktivis-kolaboratif  dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Prosedur pengembangan model mengacu pada Borg dan Gall sebagai berikut. 1) Analisis kebutuhan. 2) Pengembangan draf produk. 3) validasi ahli dan uji coba pengguna produk. Komponen model pembelajaran yang dikembangkan berupa sintaks, sistem sosial, peran dan tugas guru, sistem pendukung, dampak instruksional dan pengiring. Produk sintaks model hasil pengembangan sebagai berikut. 1) Fase I: Pengorganisasian belajar. 2) Fase II: Aktivasi konsepsi awal. 3) Fase III: Menciptakan konflik kognitif. 4) Fase IV: Pembentukan konsep secara kolaboratif. 5) Fase V: Presentasi kelas. 6) Fase VI: Tes individu. 7) Fase VII: Rekognisi tim. Hasil uji ahli dan uji kelompok kecil pengguna menyatakan produk model dalam kategori layak.  Produk model pembelajaran akan diuji melalui setting eksperimen untuk mengetahui efektivitasnya dalam memperkecil kesenjangan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa AA dan AB. Kata Kunci : Berpikir, Konstruktivis, Kolaboratif, Kemampuan Akademik
PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY BERBANTU TWITTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS BIOLOGI SISWA KELAS X6 SMA BATIK 1 SURAKARTA Nurhayati Ike Pertiwi; Suciati Suciati; Riezky Maya Probosari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis Biologi siswa kelas X6 SMA Batik 1 Surakarta melalui penerapan model guided inquiry berbantu twitter. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas  (classroom action research)  yang dirancang dalam beberapa siklus, setiap siklus meliputi 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian  ini adalah siswa kelas X6 SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013. Data diperoleh melalui tes (tes pilihan ganda) dan non tes (observasi, wawancara dan angket). Data dianalitis dengan teknik analitis deskriptif, serta validasi data menggunakan triangulasi teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa meningkat pada Prasiklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa sebesar 28,52% menjadi 63,13%. Peningkatan untuk aspek menginterpretasikan informasi dan gagasan sudah meningkat dari 25,24% menjadi 71,05%. Aspek mengevaluasi pendapat meningkat dari  16,19% menjadi 37,72%. Aspek menyusun pendapat untuk mendukung sebuah kesimpulan meningkat dari 36,19% menjadi 72,37%. Aspek mengintegrasikan pengetahuan dan pengalaman meningkat dari 29,52% menjadi 75,26%. Aspek mengumpulkan dan menilai informasi dari sumber tertulis, elektronik dan observasi meningkat dari 26,86% menjadi 57,89%. Aspek menyusun dan mendukung hipotesis meningkat dari 37,14% menjadi 64,47%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model guided inquiry berbantu  twitter dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X6 SMA Batik 1 Surakarta.   Kata kunci: Guided Inquiry, Twitter, Kemampuan Berpikir Analitis Biologi
MIND MAP AS ALTERNATIVE TO DEVELOPING DESIGN MODEL OF BIOLOGY INSTRUCTION BASED ON MULTIPLE INTELLIGENCE Suciati Suciati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBelum optimalnya hasil belajar dan prestasi siswa dalam mata pelajaran biologi mengindikasikan bahwa masih rendahnya kemampuan siswa dalam memaharni konsep-konsep biologi dikarenakan siswa masih mengalami hambatan dalam belajar. Meski pengembangan strategi pembelajaran biologi melalui penerapan berbagai model pembelajaran yang kreatif dan inovatif telah banyak dilakukan oleh guru, namun hasilnya cenderung belum efektif. Rendahnya efektivitas inovasi pengembangan rancangan model pembelajaran biologi umumnya mengabaikan prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mengacu pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal seperti yang diamanatkan dalam KTSP 2006.Kecerdasan multiple intelligence merupakan potensi yang dimiliki peserta didik meliputi kecerdasan: logika matematika, linguistik (bahasa), spasial (ruang/bidang), kinestetik, musikal, interpersonal, dan intrapersonal, naturalis dan eksistensial selama ini belum banyak dikembangkan dalam pembelajaran. Oleh karenanya dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan rancangan model pembelajaran biologi.Mind Map merupakan petrbelajaran inovatif yang selain memiliki beberapa karakteristik keunggulan yang sangat relevan dengan pembelajaran biologi, juga memungkinkan untuk dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan multiple intelligence peserta didik. Oleh karenanya kepada guru biologi perlu memahami mekanisme kerja otak dalam melakukan pemrosesan Informasi ketika belajar untuk acuan dalam membuat rancangan model perrrbelajaran biologi yang efektif sebagai solusi terhadap hambatan peserta didik dalam memahami konsep-konsep biologi agar hasil belajar dapat lebih optimal.Kata kunci: Rancangan model pembelajaran biologi, multiple intelligence, Mind Map, kualitas pembelajaran, profesionalisme guru.