Julianus A. R. Sondakh
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MANADO BUSSINES TOWER, Arsitektur Modular Abraham A. Sahetapy; . Suryono; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34626

Abstract

Kota Manado memiliki banyak tolok ukur dari pertumbuhan perekonomian kota yang dapat dilihat dari pertumbuhan infrastrukutur kota yang meningkat dari tahun ke tahun. Sejalan dengan perkembangan kemajuan bidang teknologi maka pusat perbelanjaan dan perkantoran sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian dalam kota. Manado Bussines Tower melingkupi bangunan Shopping Centre, yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pusat perbelanjaan dari segi fisik bangunan maupun fasilitas, sedangkan Rental Office dibangun sebagai wadah bagi perusahaan yang ingin menggunakan kantor untuk memfasilitasi penyewa-penyewa dengan menerapkan Tema Arsitektur Modular penulis mampu menghadirkan studi koordinasi terkecil pada sebuah objek bangunan bertingkat tinggi yang dipuntir sehingga dapat mengurangi limbah bangunan dan mememberikan estetika sehingga masyarakat setempat, wisatawan maupun investor lebih tertatik untuk berkunjung. Perancangan bangunan ini tidak lepas dari pendekatan metode-metode guna mendapatkan detail-detail mendasar sebelum merancang, metode yang digunakan yaitu pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, utilitas bangunan , spot interior, spot eksterior dan gambar perspektif.Kata Kunci : Manado Bussines Tower , Arsitektur Modular, Kota Manado,Shopping Centre, Rental Office
HOTEL DAN PUSAT KONVENSI DI JAYAPURA, Arsitektur Semiotik Yosua J. A. Nada; Julianus A. R. Sondakh; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34688

Abstract

Perkembangan globalisasi di masa kini,  tidak hanya mencakup pertumbuhan penduduk dan juga ekonomi yang meningkat, selain itu ada pula perkembangan  pada  aktivitas  manusia yang semakin beragam dan kompleks. Dengan kebutuhan mansusia pada saranan prasarana yang dapat menunjang aktivitas tersebut, berupa bangunan yang mampu mengefisienkan aktivitas penggunanya. Bangunan yang dimaksud ialah tempat penginapan atau hotel dan  convention  center atau pusat konvensi. Kota Jayapura sebagai Ibukota Provinsi Papua mempunyai  peran cukup penting sebagai pusat pemerintahan, pusat jasa dan perdagangan serta pusat pelayanan berbagai fasilitas dimana Kota Jayapura masih minim akan  tempat  pertemuan  atau  konvensi serta hotel yang mampu menunjang kegiatan pertemuan tersebut,Oleh sebab itu bangunan pusat konvensi dengan kapasitas ribuan orang dan hotel yang dapat menjadi akomodasi bagi tamu yang datang, tentu saja sangat dibutuhkan untuk menunjang perkembangan Kota Jayapura dan juga bangunan tersebut harus mampu menunjukan idenditas dimana bagunan itu berada. Dengan penerapan konsep arsitektur semiotik  tentunya  dapat  menjadi solusi pada bagunan agar bisa menunjukan idenditas baik daerah atau pun warga Papua. Kata Kunci : Kota Jayapura, Hotel, Pusat Konvensi, Arsitektur Semiotik.
MUSEUM MUSIK TRADISIONAL SULAWESI DI TORAJA, Arsitektur Metafora Juita Rerung; Julianus A. R. Sondakh; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.35827

Abstract

Toraja merupakan suatu daerah yang berada di Indonesia tepatnya di wilayah Sulawesi Selatan. Toraja dikenal dengan adat dan budayanya yang unik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sehubungan dengan itu perancangan Museum Musik Tradisional Sulawesi di Toraja menjadi suatu prospek yang sangat baik untuk menunjang kemajuan perekonomian masyarakat Toraja. Penerapan prinsip desain dan tema “Arsitektur Metafora” pada Museum Musik Tradisional Sulawesi di Toraja dapat menarik perhatian para pengunjung atau wisatawan dengan adanya perpaduan fungsi edukatif dan fungsi rekreatif. Dengan adanya Museum Musik tradisional sulawesi di Toraja dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar baik itu pelajar, ataupun pengunjung yang hanya melakukan rekreasi. Museum Musik Tradisional Sulawesi di Toraja juga akan menjadi ikon baru di Toraja.Kata kunci : Museum Musik Tradisional, Arsitektur Metafora, Toraja Utara.
TERMINAL BANDAR UDARA Di BOLAANG MONGONDOW, Arsitektur Biomorfik Edo R. Mandias; Julianus A. R. Sondakh; Lucia I. R. Lefrandt
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.39063

Abstract

Terminal penumpang bandar udara adalah bangunan yang berfungsi sebagai penyedia fasilitas dan jasa transportasi penerbangan bagi penumpang. Tujuannya agar dimana Terminal  Bandar Udara yang dirancang bisa memiliki peranan yang cukup penting bagi peningkatan pendapatan suatu daerah.Juga sebagai unsur penunjang bagi sektor lain seperti pariwisara melalui jasa transportasinya.Juga memiliki dalam sektor pariwisata, bandara memiliki fungsi sebagai pintu masuk bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sasaran dari perancangan Membuat suatu rancangan dengan berbagai fasilitas untuk kebutuhan kelengkapan Terminal bandar udara di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dimana fasilitasnya meliputi landasan pacu, terminal penumpang, area parkir, dan lain-lain. Perancangan Terminal Bandar Udara Bolaang Mongondow menggunakan pendekatan arsitektur biomorfik. Arsitektur Biomorfik berarti bangunan itu dapat mengikuti dan menampung tuntutan kegiatan yang senantiasa berkembang , bangunan tersebut senantiasa dapat melayani perubahan perwadahan kegiatan , dan adanya kemungkinan penambahan ataupun perubahan pada bangunan tanpa mengganggu bangunan yang ada dengan jalan perencanaan yang matang. Jadi pengaplikasikan arsitektur biomorfik pada Perancangan Bandar Udara Bolaang Mongondow seperti menggunakan pemikiran akan pentingnya berorientasi ke alam beserta lingkungannya. Biomorfik berpegang pada pendirian bahwa alam sendiri adalah konstruksi yang ideal dalam arsitektur. Penyaluran gaya yang terjadi tergantung dari bentuk dan prinsip kerja makhluk-makhluk alam, menjadi analogi dasar perencanaan. Analogi arsitektur biomorfik diartikan bahwa arsitektur sebagai makhluk hidup atau arsitektur itu hidup. Jika arsitektur itu hidup maka arsitektur mengalami metabolisme yaitu tumbuh dan berkembang.Kata kunci: Terminal Bandar Udara, Arsitektur Biomorfik, Bolaang Mongondow
PUSAT SENI MINAHASA UTARA: Arsitektur Reginalisme Fensi Koloay; Julianus A. R. Sondakh; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Seni merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi di Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka dibuat Pusat Seni Minahasa Utara dengan tema Arsitektur Regionalisme. Adapun tujuan perancangan Pusat Seni untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan minahasa Utara. Perancangan Pusat Seni ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi, rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untu meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian. Kata Kunci: Pusat Seni Minahasa Utara, Arsitektur Regionalisme, Kebudayaan
RESORT HUTAN MANGROVE DI KOTA MANADO: Blobitecture Joshua E. T. Sasiang; Julianus A. R. Sondakh; Johannes Van Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resort Hutan Mangrove di Kota Manado merupakan proyek tugas akhir yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah resort yang mengintegrasikan arsitektur modern dengan keindahan alam mangrove. Konsep arsitektur yang digunakan dalam proyek ini adalah Blobitecture, yang menekankan pada bentuk organik dan fleksibel. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menciptakan sebuah bangunan yang dapat menyatu dengan lingkungan sekitar dan memberikan pengalaman yang unik bagi para pengunjung. Pada tahap perancangan, dilakukan analisis terhadap kebutuhan dan karakteristik lingkungan sekitar. Kemudian, dibuatlah konsep desain dengan mempertimbangkan fungsi dan estetika bangunan. Konstruksi bangunan Resort Hutan Mangrove menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan teknologi yang terkini untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Hasil dari proyek ini adalah sebuah bangunan yang terintegrasi dengan alam dan memberikan pengalaman yang unik bagi para pengunjung. Dengan konsep Blobitecture yang digunakan, bangunan Resort Hutan Mangrove di Kota Manado dapat menjadi contoh desain yang ramah lingkungan dan dapat memadukan arsitektur modern dengan keindahan alam. Kata Kunci: Resort, Mangrove, Blobitecture
TECHNO PARK DI TOMOHON: Implementasi Biophilic Architecture Valencia Z. G. Suawa; Julianus A. R. Sondakh; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan SDM dan IPTEK merupakan salah satu strategi untuk mengatasi masalah perekonomian antara lain dengan membuka lapangan penelitian dan pengembangan kewirausahaan dengan akses penggunaan teknologi, serta menyediakan sebuah wadah yang menawarkan berbagai pelayanan kemudian dapat memberikan akses terhadap ruang/lokasi dengan aturan yang fleksibel. Techno Park ini sendiri merupakan kawasan bangunan berkonsep edutainment (educatifentertainment) yang diperuntukan bagi pengembangan teknologi berdasarkan kepentingan bisnis. Objek ini sebagai wadah untuk pengembangan start up, inovasi produk, dan komersialisasi hasil riset teknologi, Juga dapat menjadi tempat untuk meningkatkan skill dan pengetahuan masyarakat akan bidang pendidikan dan riset, dengan akses teknologi, sehingga nantinya masyarakat dapat mengembangkan dan mengkomersialisasikan ide-ide kreatif, yang nantinya akan menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat. Kata Kunci: Techno Park, Biophillic Architecture
TERMINAL PENUMPANG LOKAL ANGKUTAN UDARA KABUPATEN SITARO: Arsitektur Bioklimatik Christin Makahanap; Julianus A. R. Sondakh; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57237

Abstract

Terminal bandar udara merupakan objek pelengkap dari Bandar Udara, kehadiran Terminal menjadi sarana penghubung antara lapangan terbang dan seluruh bandara yang di lengkapi dengan fasilitas pelayanan untuk pemprosesan penumpang dan bagasi. Dalam perekonomian global saat ini kehadiran suatu kawasan penerbangan berkembangan secara dramatis. Kebutuhan ini bukan hanya untuk memenuhi sarana transportasi daerah namun juga sebagai pusat ekonomi yang menghasilkan lapangan kerja, perkembangan bisnis lokal, serta menarik investasi. Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro telah mengambil kebijakan untuk membangun kawasan penerbangan bandar udara di Pulau Siau tidak hanya untuk meningkatkan faktor ekonomi dan sosial tetapi juga untuk antisipasi bencana di karenakan keberadaan gunung api di Pulau Siau. Oleh karena itu dengan menghadirkan Terminal Penumpang Lokal Angkutan Udara di Kabupaten Sitaro yang menerapkan tema Arsitektur Bioklimatik, yaitu untuk menghadirkan objek rancangan yang menjadi sarana pelengkap bandar udara untuk mendukung masyarakat setempat serta hadir sebagai ikon bangunan daerah. Lokasi perancangan yang berada di Karahiang Balirangen Kecamatan Siau Timur Selatan berdekatan dengan hutan bakau, memperhatikan kondisi lingkungan saat ini penerapan tema Arsitektur Bioklimatik untuk menjadikan bangunan yang ramah lingkungan dan memberikan kenyamanan kepada pengguna. Kata kunci : Terminal, Penumpang, Lokal, Angkutan Udara, Kabupaten Sitaro.