Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Legal Culture of Samin Community of Family Law in Central Java Nur Wakhidah; Zulfa Jamalie; Mujiburohman Abas; Raihanah Abdullah; Jalaluddin Jalaluddin
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v19i1.10341

Abstract

This article seeks to examine the legal culture of the Samin community in relation to their preferences in family law, the persistence of the customary law in the community, and the transformations that have taken place in Samin family law. The data of this article is derived from an ethnographic study conducted at various Samin villages in Central Java between 2022 and 2023. Information was gathered via in-depth interviews, observation, and document analysis. The study's findings suggest that the government does not officially recognize marriage within the Samin community. However, the Samin family law has undergone a significant transformation. It underwent a substantial change which involved the government officially acknowledging the Samin beliefs. The research findings reveal symptoms of the Samin family law which underwent a transformation from customary law to local fiqh characterized by a mystical style. Efforts are being made to establish formal legal frameworks that accept the belief in God Almighty and incorporate legal practices. The legal negotiations led to the emergence of natural law plurality which in practice, is influenced by politics, social, and culture.
KETERAMPILAN KOMUNIKASI SAINS SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI MTSN GRESIK Rudat Ilaina Alwanda; Nur Wakhidah; Wahyuni Fajar Arum; Nailil Inayah; Khoirotul Ummah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 11 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i11.909

Abstract

Keterampilan komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam pembelajaran IPA. Keterampilan komunikasi sains dapat dimaknai sebagai keterampilan untuk menjelaskan konsep ilmiah atau temuan yang bersifat eksperimental. Analisis mengenai keterampilan komunikasi diperlukan karena dengan adanya keterampilan komunikasi siswa lebih mampu memahami relevansi pengetahuan ilmiah dan bagaimana pengetahuan tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif. Adapun responden dalam penelitian ini, yaitu siswa kelas IX A MTsN Gresik pada tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 29 siswa. Pengambilan data menggunakan tes keterampilan komunikasi berupa 4 soal uraian dimana masing-masing soal tersebut sesuai dengan indikator komunikasi sains tertulis. Analisis data dengan cara pemberian skor pada tiap butir soal pada skala 0-3 dengan deskripsi skor penilaian sesuai dengan indikator keterampilan komunikasi sains. Skor yang diperoleh kemudian dijadikan persentase dan dikategorikan menjadi lima kategori, yakni sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata siswa memiliki keterampilan komunikasi sains sebesar 43,97% atau dapat dikatakan dalam kategori cukup.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM TATA SURYA Dian Nur Ulifatul Mahmudah; Aning Wida Yanti; Nailil Inayah; Nur Wakhidah; Sri Hidayati L.
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 11 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i11.964

Abstract

Siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi akan lebih mudah dalam mengatasi persoalan ataupun permasalahan secara lebih efektif dan efisien, dibandingkan dengan siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah. Berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis menurut Facione, yang terdiri atas interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri, ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII UPT SMPN 14 Gresik. Beberapa permasalahan yang dialami oleh siswa, yaitu siswa masih sulit untuk memahami materi yang sudah diajarkan, siswa masih kesulitan dalam menjawab soal uraian yang diberikan, dan siswa masih kesulitan dalam mengungkapkan alasan saat menjawab persoalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII UPT SMPN 14 Gresik pada materi sistem tata surya, serta mengidentifikasi keterampilan berpikir kritis siswa pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri, melalui penggunaan metode deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas VIII UPT SMPN 14 Gresik, dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa, menggunakan teknik simple random sampling. Hasil data penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII UPT SMPN 4 Gresik pada materi sistem tata surya diperoleh rata-rata nilai sebesar 42,33 yang masuk dalam kategori cukup kritis. Keterampilan berpikir kritis siswa pada indikator interpretasi dan regulasi diri memperoleh rata-rata nilai sebesar 27,5 yang masuk dalam kategori kurang kritis; pada indikator analisis dan regulasi diri, siswa memperoleh rata-rata nilai sebesar 34,16 yang masuk dalam kategori kurang kritis; pada indikator evaluasi dan regulasi diri, siswa memperoleh rata-rata nilai sebesar 57,5 yang masuk dalam kategori cukup kritis; pada indikator inferensi dan regulasi diri, siswa memperoleh rata-rata nilai sebesar 54,16 yang masuk dalam kategori cukup kritis; pada indikator eksplanasi dan regulasi diri, siswa memperoleh rata-rata nilai sebesar 38,33 yang masuk dalam kategori kurang kritis.
EKSPLORASI PENGALAMAN BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN EDUCANDY Safira Nurfiani Safitri Fauzi; Nur Wakhidah; Wahyuni Fajar Arum; Khoirotul Ummah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1109

Abstract

Mengajarkan siswa untuk menjadi kreatif dan berpikiran terbuka di era digital ini merupakan tantangan tersendiri. Sebagai hasil dari pertumbuhan eksponensial kemampuan teknologi pada masa kini, lembaga pendidikan harus terus berinovasi agar dapat memenuhi kebutuhan akan materi pembelajaran yang ditingkatkan secara teknologi. Pengalaman belajar siswa berbasis teknologi pendidikan dapat dipahami dengan lebih baik melalui penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik atau pendekatan fenomenologis. Studi ini menggunakan media interaktif Educandy, yang merupakan bagian dari tren teknologi yang telah berhasil memperkenalkan komponen interaktif yang menarik yang berpotensi mengubah paradigma pembelajaran konvensional. Pengalaman belajar yang menarik dan mendalam membantu siswa memahami ide-ide yang kompleks dengan lebih baik; ini merupakan tambahan bagi pengetahuan yang mereka peroleh. Penulis studi berharap temuan mereka akan menginspirasi lembaga pendidikan untuk meningkatkan penggunaan alat pembelajaran digital. Guru dan siswa sama-sama dapat memperoleh manfaat dari latihan ini karena memperluas perspektif mereka tentang cara membuat materi pembelajaran yang berfungsi dalam lingkungan pendidikan jangka panjang.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI KAHOOT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI GAYA DISEKITAR KITA KELAS IV MINU TROPODO WARU SIDOARJO Muhammad Alif; Nur Wakhidah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27508

Abstract

This research is motivated by the low academic achievement of students in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS), particularly on the topic “Forces Around Us” in Grade IV at MINU Tropodo Waru Sidoarjo. Initial observations revealed that most students struggled to understand the concepts of muscular force, friction, gravity, and magnetism, as well as showed a lack of active engagement during the learning process. One contributing factor is the use of conventional teaching methods, which tend to be monotonous and less engaging for students. Therefore, this study aims to analyze the effect of interactive learning media based on the Kahoot application on improving IPAS learning outcomes in the topic of forces. The research employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The study involved two classes as samples: class IV-A as the experimental group using Kahoot media, and class IV-B as the control group using the lecture method. The instrument used was a multiple-choice test consisting of 10 validated items. Data were analyzed using Normality, Homogeneity, and Paired Sample t-Test through SPSS version 26. The results showed that the average posttest score of students in the experimental group increased significantly compared to the control group. The mean posttest score of the experimental group was 77.68, while the control group only reached 57.50. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the two groups. These findings demonstrate that the use of Kahoot as an interactive learning medium can effectively enhance students’ IPAS learning outcomes. This study recommends the use of Kahoot as an innovative and enjoyable teaching strategy to support the implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary school level.
Dampak dan Solusi Keberlakuan Aturan Pembatasan Usia Nikah di Indonesia Nur Wakhidah; Mida Mar`atus Sholihah; Rasyid Rizani; Ergina Faralita
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.267

Abstract

Abstract This research aims to analyse the emergence and solution such as the marriage restriction rule in Indonesia. This research uses the normative legal method. The approach in this research is the approach of legislation, fikh and case. The analysis is done using a qualitative method. The theory used in data analysis is the contemporary maqashid system of maqashid, progressive law, legal pluralism theory, gender theory, Maslow's theory of structure, structural theory, and the theory of knowledge of the power of knowledge. The results of this study show a positive impact of the sustainer of marriage restrictions rule in Indonesia, in terms of legal substance on marriage in Indonesia has accommodated values of equality between men and women and psychological protection and child reproduction. This is in line with contemporary feminist theory and gender equality theory. The negative effect of adhering to the marriage rule of this marriage is the high demand for marriage dispensation. The high demand for marriage dispensation proves that people do not live in accordance with the rule. In addition, people have other behavioural references and there is a primary need for sex. This rule has not been internalised in both people. This is based on Maslow's theory of needs, the theory of pluralism. The solution of the sustainable rule of age marriage, in the end, the new contraction is an ideal concept of consolation in the progressive-based state of the progressive law, none other than to realise justice. The next step, in the practice of prachis, when progressive law as the basis of the judge's concept of justice enters the realm of law enforcement, the whole process of working law enforcement instruments should be verified in the factors of justice, welfare, concern for the community and others, which are all contained in the values of Pancasila. In the knowledge of knowledge, the cooperation of the state with the ulama as the Islamic agent and community Straigate / Adat Stadder as an agent of Adjust Law. In addition, the knowledge of the urgency of Nonal age restriction is inserted into the school curriculum. Keywords: Impact, Solution, Card Renewal Rules Rules. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan solusi keberlakuan aturan pembatasan usia nikah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode normatif hukum. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, fikih dan kasus. Analisis dilakukan dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam analisis data adalah teori maqashid syari’ah kontemporer, hukum progresif, teori pluralisme hukum, teori gender, teori kebutuhan maslow, teori strukturasi, dan teori relasi kuasa pengetahuan. Hasil kajian ini menunjukkan dampak positif dari keberlakuan aturan pembatasan usia nikah di Indonesia, dari segi substansi hukum tentang pernikahan di Indonesia telah mengakomodasi nilai-nilai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dan perlindungan psikologi dan reproduksi anak. Hal ini sesuai dengan teori maqashid kontemporer dan teori kesetaraan gender. Adapun dampak negatif dari keberlakuan aturan pembatasan usia nikah ini adalah tingginya permintaan dispensasi kawin. Tingginya permintaan dispensasi kawin membuktikan bahwa masyarakat tidak menghayati peraturan tersebut. Selain itu, masyarakat memiliki rujukan lain dalam berperilaku dan ada kebutuhan primer terhadap seks. Peraturan ini belum terinternalisasi dengan baik dalam diri masyarakat. Hal ini berdasarkan teori kebutuhan Maslow, teori pluralisme. Solusi dari keberlakuan aturan pembatasan usia nikah, pada akhirnya kontruksi baru yang ideal konsep kemaslahatanhakim dalam menyelesaikan perkara berbasis hukum progresif, tidak lain adalah untuk mewujudkan keadilan. Langkah selanjutnya, dalam tataran praksis, ketika hukum progresif sebagai basis konsep keadilan hakim masuk dalam ranah penegakan hukum, maka seluruh proses bekerjanya instrumen penegak hukum tersebut harus bisa diverifikasi ke dalam faktor-faktor keadilan, kesejahteraan, kepedulian kepada masyarakat dan lain-lain, yang kesemuanya itu telah terkandung dalam nilai-nilai Pancasila. Dalam tataran pengetahuan, kerjasama antara negara dengan ulama sebagai agen hukum Islam dan tokoh masyarakat/ tokoh adat sebagai agen hukum adat. Selain itu, pengetahuan urgensi pembatasan usia nikah dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Kata Kunci: Dampak, Solusi, Aturan Pembatasan Usia Nikah.
Modus Operandi Izin Poligami Dalam Putusan Nomor: 0182/Pdt.G/2015/Pa.Mtw Di Pengadilan Agama Muara Teweh Qamaruddin; Nur Wakhidah; Rasyid Rizani; Muhammad Yusman
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.458

Abstract

Abstract This article aims to explore the causes of the modus operandi of polygamy permits in the Muara Teweh Religious Court in Decision Number 0182/Pdt.G/2015/PA.Mtw. This research is a sociological legal research with legislative, case, and fiqh approaches. The results prove that the modus operandi in Decision Number 0182/Pdt.G/2015/PA.Mtw was revealed after the decision obtained permanent legal force. Field findings show that the first wife experienced coercion, pressure and threats from the applicant to grant permission for polygamy. However, these facts were not revealed during the trial. The first wife's responses at the hearing appeared to agree to her husband remarrying, supported by witnesses who corroborated the petitioner's arguments. This decision then resulted in a divorce with the first wife several months after the verdict. When viewed from the normative side of the law, in addition to law containing legal certainty and expediency, justice should also be an integral part. In addition, based on contemporary maqashid, the law must protect the institution of family. The involvement of the first wife ensures that the legal process reflects justice and protects individual rights in the context of marriage. Keywords: Religious court decisions, Polygamy permission, Modus operandi Abstrak Artikel ini bertujuan mengeksplorasi penyebab terjadinya modus operandi izin poligami di Pengadilan Agama Muara Teweh dalam Putusan Nomor 0182/Pdt.G/2015/PA.Mtw. Penelitian ini merupakan penelitian hukum sosiologis dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan fikih. Hasil penelitian membuktikan bahwa modus operandi dalam Putusan Nomor 0182/Pdt.G/2015/PA.Mtw terungkap setelah putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. Temuan lapangan menunjukan bahwa istri pertama mengalami paksaan, tekanan dan ancaman dari pemohon agar mau memberikan izin poligami. Namun, fakta tersebut tidak terungkap selama persidangan. Jawaban istri pertama pada sidang tampak menyetujui suaminya untuk menikah lagi, didukung oleh saksi-saksi yang menguatkan dalil permohonan pemohon. Putusan ini kemudian berakibat pada perceraian dengan istri pertama setelah beberapa bulan putusan tersebut. Apabila dilihat dari sisi normatif hukum, selain hukum mengandung kepastian hukum dan kemanfaatan, maka keadilan seharusnya juga menjadi bagian integral. Selain itu berdasarkan maqashid kontemporer, hukum harus melindungi institusi keluarga. Keterlibatan istri pertama memastikan bahwa proses hukum mencerminkan keadilan serta melindungi hak-hak individu dalam konteks pernikahan. Kata Kunci: Putusan pengadilan agama, Izin poligami, Modus operandi
Adat Jawa Dalam Asuhan Kehamilan Perspektif Hukum Islam Rofika Dwi Permata Sari; Nur Wakhidah; Ergina Faralita
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 4 (2024): This volume covers topics such as women's rights, inheritance law, crime preven
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i4.833

Abstract

Javanese traditional traditions in pregnancy have strong cultural values, such as the mitoni event (seven months of pregnancy) and other rituals. This tradition is often seen as a form of respect for the ancestors as well as hope for the safety of the mother and baby. This research aims to analyze jaa pregnancy customs from an Islamic perspective. Using a descriptive qualitative research method and analysis of Islamic literature and culture, it was found that several traditions have positive values, such as strengthening relationships and providing psychological support to pregnant women. However, practices that conflict with monotheism, such as belief in certain objects or rituals as determinants of salvation, need to be straightened out. In the maslahah concept, this tradition can be preserved provided that it is adapted to suit Islamic values, thereby providing benefits without violating religious principles. This research emphasizes the importance of synergy between custom and religion to create Islamic cultural harmony. The results of research on Javanese customs in pregnancy from an Islamic perspective with a maslahah (benefit) approach usually highlight how local traditions are in harmony or not with the principles of Islamic law.
Urgensi Aturan Agama Lokal Berbasis Hak Asasi Manusia: Studi Etnografi Praktik Beragama Komunitas Samin di Jawa Tengah Nur Wakhidah; Ahmad Subakir; Rasyid Rizani; Muhammad Yusman
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Integration of Islamic Knowledge and Values in Education, Islamic Studies, Loca
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i1.449

Abstract

Abstract This article aims to position local religions in Indonesian regulations, and then analyze the urgency of human rights-based regulation of local religions. The method in this article is the legal ethnography method. This research shows that there are local religious practices that experience discrimination from the state. State officials directed the Samin community to choose one of the state-recognized religions. This is contrary to human rights. This article argues that the state should regulate and recognize local religions based on human rights. The article finds that politically, the Samin community does not endanger the state, but instead shows nationalistic behavior and obeys the law. The noble agreement between the state and the Samin community is Pancasila and the 1945 Constitution. Keywords: urgency, rules, local religion , human rights Abstrak Artikel ini bertujuan memposisikan agama lokal dalam regulasi di Indonesia, selanjutnya menganalisis urgensi aturan agama lokal berbasis hak asasi manusia. Metode dalam artikel ini adalah metode etnografi hukum. Penelitian ini menunjukkan adanya praktik agama lokal yang mengalami diskriminasi dari negara. Aparat negara mengarahkan komunitas Samin untuk memilih salah satu agama yang diakui negara. Hal ini bertentangan dengan hak asasi manusia. Artikel ini mengajukan pendapat agar negara mengatur dan mengakui agama lokal berbasis hak asasi manusia. Artikel ini menemukan bahwa secara politis, komunitas Samin tidak membahayakan negara, justru menunjukkan perilaku nasionalisme dan taat pada hukum. Kesepakatan mulia antara negara dan komunitas Samin berupa Pancasila dan UUD 1945. Kata Kunci: urgensi, aturan, agama lokal, hak asasi manusia
ANALISIS PERSEPSI CALON GURU TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN IPA Salma Ambarwati; Nur Wakhidah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/0t9wgv74

Abstract

Pembelajaran IPA menuntut proses belajar yang tidak hanya berfokus pada penguasaan fakta, tetapi juga pada pemahaman konseptual dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi salah satu strategi yang relevan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi calon guru terhadap penerapan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods). Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket skala Likert lima tingkat yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk data angket dan analisis kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon guru IPA memiliki persepsi yang dominan positif terhadap penerapan pembelajaran mendalam, terutama terkait pemahaman konsep, manfaat dalam meningkatkan berpikir kritis, dan kesiapan pedagogis. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dirasakan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, fasilitas, serta minimnya pengalaman praktik dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran mendalam. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengalaman praktik dan pelatihan berkelanjutan bagi calon guru agar penerapan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran IPA dapat berjalan secara optimal.