Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH KONDISI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. HARAPAN SAWIT LESTARI DI DESA MANISMATA KECAMATAN MANISMATA KABUPATEN KETAPANG Nasrul Arif; Novira Kusrini; Rakhmad Hidayat
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10485

Abstract

Kinerja merupakan hal yang sangat penting bagi organisasi. Dengan pengukuran kinerja suatu organisasi dapat memanfaatkan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya manusianya. Perusahaan harus menempuh beberapa cara yang berkaitan dengan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja yang baik demi tercapainya tujuan perusahaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. Harapan Sawit Lestari. Jumlah anggota populasi sebanyak 150 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan  rumus Slovin sebanyak 60 responden. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu keselamatan  kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) sebagai variabel independent dan kinerja karyawan sebagai variabel dependent (Y). Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 18. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Harapan Sawit Lestari. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel keselamatan  kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,410 dengan nilai t hitung 4,137 dan kesehatan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0.403 dengan nilai t hitung 3,156. Secara umum hal ini dikarenakan spesialisasi penempatan karyawan kurang sesuai  antara kebutuhan pabrik dengan ketrampilan yang dimiliki setiap karyawan dan kurang tegasnya pelaksanaan peraturan yang diterapkan terhadap setiap pelanggaran. Selain itu kurang baiknya sirkulasi udara khususnya pada  station proses dan minimnya sarana kebersihan lingkungan pabrik.
ANALISIS DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI UBI KAYU POLA KEMITRAAN DAN BUKAN KEMITRAAN PADA PT. SARI PATI SEMUDUN JAYA DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN PONTIANAK Wahyu Juniardi; Novira Kusrini; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v1i1.490

Abstract

The purpose of this study was to determine and compare the income of cassava farmers farming partnership with PT. Sari Pati Semudun Jaya farmers are not partnerships and determine the level of inequality of distribution farm family incomes partnerships PT. Sari Pati Semudun Jaya farmers are not partnerships. Determination of the location in the village of Bukit Batu District Sungai Kunyit intentionally because in the village of Bukit Batu cassava farmers are being assisted by PT. Sari Pati Semudun Jaya. The research method is a survey method. Variable costs consisted of revenue, income, and income distribution. The population in this study amounted to 56 households, 22 households farmer partnerships and 35 families of farmers is not a partnership. The sample size was determined by the Slovin method at fault 10% to a total of 36 samples taken, 14 samples farmer partnerships and 22 sample farmers are not partnerships. Analysis of the data used are revenue analysis, statistical t-test and analysis of Gini Ratio Test to determine the distribution of income. The average farm income of cassava farmers partnerships PT. Sari Pati Semudun Jaya Rp. 5,200,757, smaller than the average farm income of cassava farmers are not partnerships Rp. 7,215,092, Gini Ratio obtained from the analysis that the value of the Gini Ratio on cassava farmers partnerships is 0.1 or lower indicates inequality. Gini Ratio value of cassava farmers and not the partnership is 0.1 or lower indicates inequality. Keywords: Income, Cassava Farming, Income Distribution.
Analisis Risiko Produksi Usaha Tani Karet Unggul dan Karet Lokal Di Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas Suryani Suryani; Novira Kusrini; Imelda Imelda
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.192 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i1.29790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis seberapa besar Risiko Produksi Pada Kelompok (1) Umur Tanaman 15 dan 16 Tahun, Kelompok (2) Umur Tanaman 17 dan 18 Tahun, dan Kelompok (3) Umur Tanaman 20 Tahun Usahatani Karet Unggul dan Karet Lokal di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dan untuk Membandingkan Risiko Produksi Usahatani Karet Unggul dan Karet Lokal di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Pada penelitian ini menggunakan metode survey dengan lokasi penelitian di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive), populasi dalam penelitian ini adalah petani karet unggul dan petani karet lokal sebanyak 84 orang dengan 42 orang petani karet unggul dan 42 orang petani karet lokal. Variabel penelitian meliputi Risiko produksi usahatani karet unggul dan karet lokal. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah koefisian variasi (CV).Hasil penelitian dari ketiga kelompok umur tanaman karet unggul maupun lokal yaitu umur 15 dan 16 tahun, 17 dan 18 tahun, dan 20 tahun. Ternyata yang paling berisiko adalah pada umur 20 tahun dengan nilai CV 1 = 0,47 > CV 2= 0,37. dan produksi yang dihasilkan usahatani karet unggul lebih besar daripada produksi karet lokal. Risiko produksi usahatani karet unggul lebih besar atau sama dengan risiko produksi karet lokal dengan nilai CV 1 = 0,36 ≥ CV 2 = 0,32Kata Kunci : Risiko Produksi, Usahatani, Karet Unggul, Karet Lokal 
The establishment of farmer groups in increasing agricultural productivity in Ketapang Regency Novira Kusrini; Hastiadi Hasan; Rudi Alfian; Maswadi
Tanjungpura International Journal on Dynamics Economics, Social Sciences and Agribusiness Vol. 4 No. 2 (2023): Tanjungpura International Journal On Dynamics Economic, Social Sciences and Agr
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tijdessa.v4i2.43

Abstract

: In order to promote farming operations and enhance the welfare of the farmers themselves, there is an urgent and essential requirement for farmers to strengthen farmer group structures. However, most farmers still don't understand the importance of farmer groups, particularly in Ketapang Regency. Therefore, the goal of this research is to determine how farmers perceive the role that farmer groups have played thus far, as well as what institutional issues are preventing and encouraging an increase in agricultural production. In order to determine the best course of action for raising agricultural output in Ketapang Regency. The research is conducted in 6 sub-districts in Ketapang Regency. While the respondents were food crop and vegetable farmers come to 60 people. The method of taking respondents is by purposive sampling. The results of the study show that the institutional role of production facilities, agricultural machinery, capital and marketing has not run optimally. It is necessary to strengthen institutions so that it is expected to increase farmers' access to these institutions. Acceleration of borrowing agricultural tools and sharing information is a priority effort to do because it has an impact on increasing agricultural productivity in Ketapang Regency.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Usahatani Bawang Daun Pada Lahan Gambut di Kecamatan Sungai Raya Aga, Edmundus Aga; Novira Kusrini; Josua Parulian Hutajulu
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kecamatan Sungai Raya merupakan kecamatan dengan produktivitas paling kecil dibandingkan dengan empat kecamatan lainnya yang merupakan penghasil bawang daun di Kabupaten Kubu Raya. Faktor produksi tenaga kerja dan sarana produksi (benih, pupuk, dan pestisida) akan mempengaruhi tinggi rendahnya hasil produksi usahatani bawang daun karena penggunaan faktor produksi selama proses pengelolaan usahatani bawang daun akan berpengaruh terhadap tingkat produktivitas yang dihasilkan seorang petani.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor  produktivitas terhadap usahatani bawang daun pada lahan gambut di Kecamatan Sungai Raya. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 petani bawang daun secara sampling purposive. Penelitian ini menggunakan alat analisis data regresi linier berganda dalam bentuk logaritma dengan model yang digunakan adalah fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas usahatani bawang daun yaitu pengalaman usahatani, tenaga kerja, pupuk urea, pupuk npk, fungisida dan abu pembakaran. Sedangkan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usahatani bawang daun di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya.
Agribusiness Competency Level of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Kubu Raya Regency Sisca Manda Nasution; Novira Kusrini; Shenny Oktoriana
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.234

Abstract

The potential of agribusiness MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in Kubu Raya Regency is hindered by the low competency of business actors, which is reflected in minimal product innovation, packaging design, and the underutilization of digital technology in marketing. This condition indicates weaknesses in the aspects of knowledge, skills, and mental attitude, resulting in limited market reach and low turnover. This research aims to identify the level of agribusiness competency and analyze the factors influencing it, using a sample of 83 MSME actors through purposive sampling and ordinal logit regression analysis. The results show that the agribusiness competency of MSME actors is generally in the medium category, where the knowledge aspect is high while skills and mental attitude are medium. Education, business experience, and business capital significantly influence the level of competency. It is recommended that MSME actors be encouraged to increase innovation and have the courage to step out of their comfort zone to strengthen competitiveness.