Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kreasi Pencegahan Stunting Dengan PMT Sempole (Sempolan Lele) Dan Bubur Ayam Mentega Berbahan Pangan Lokal Mastuti, Dewi Nugraheni Restu; Priyanto, Edi; Maula, Ismatul; Iklillah, Nur; Qotrunnada, Nadia; Andriyani, Sofiyah
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v5i1.3822

Abstract

Salah satu upayanya yaitu memperkenalkan makanan bergizi pada anak usia 8 bulan keatas yang dikreasikan agar menarik bagi balita. Makanan bergizi guna balita dapat dikreasikan dalam pemanfaatan bahan pangan lokal ada seperti ikan lele, tahu, dan tempe. kegiatan cooking class MPASI ini untuk memberikan pengetahuan gizi pada ibu balita semacam penyuluhan dan demonstrasi penciptaan menu makanan tambahan dan kudapan berbahan pangan lokal ikan lele selaku usaha penanggulangan stunting di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015) Maula, Ismatul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen modal kerja perusahaan terhadap profitabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori yang menjelaskan hubungan atau pengaruh antar variabel. Populasi penelitian sebanyak 143 perusahaan dan sampel yang diteliti 17 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur  sektor  barang  konsumsi  dari  Bursa  Efek  Indonesi  periode  2012-2015. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linear berganda. Variabel independen dalam penelitian adalah perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, dan perputaran modal kerja. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang diukur dengan Net Profit Margin (NPM).Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan perputaran kas, perputaran  piutang,  perputaran  persediaan dan  perputaran  modal  kerja  berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Secara parsial perputaran kas dan perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan arah positif dan perputaran modal kerja berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan arah negatif. Dari variabel tersebut salah satu yang berpengaruh dominan pada profitabilitas perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi adalah variabel perputaran piutang.Kata Kunci: Profitabilitas, perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, dan perputaran modal kerja
Reconstructing Waqf Share Policies: A Maqashid Sharia Approach with Insights from Indonesia Siddiq, Achmad; Hariyanto; Maula, Ismatul; Meidina, Ahmad Rezy; Arafah, Siti
El-Mashlahah Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/el-mashlahah.v15i1.9029

Abstract

Waqf shares have great potential in supporting social justice, economic empowerment, and sustainable development. However, existing regulations have not been able to fully address the complexity of this instrument. This research analysed and reconstructed the policy of waqf shares in Indonesia through the maqashid sharia approach based on Jasser Auda's system theory. Using qualitative methods through document study and policy analysis, this study examined the compatibility of waqf share policies with the main objectives of sharia, the protection of religion, soul, mind, offspring, and property. The results showed the need for policy reconstruction to establish a waqf share ecosystem that is inclusive and adaptive to modern economic dynamics. Recommendations include strengthening regulations, innovating Islamic financial instruments, and synergising between the government, financial institutions, and religious authorities. The findings contribute to the formulation of a sharia-compatible waqf share policy that is responsive to national socio-economic needs.
TINJAUAN HISTORIS SOSIOLOGIS TERHADAP TRADISI KONDANGAN PERNIKAHAN SEBAGAI AKAD HUTANG Suharto, M.; Maula, Ismatul; Nuril, Adnan; Fikriyan, Alfin
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 5 No 3 (2023): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v5i3.867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana tradisi kondangan pernikahan sebagai akad hutang di masyarakat Jawa ditinjau dengan perspektif historis-sosiologis, serta menemukan munculnya tradisi kondangan sebagai akad hutang. Persoalan yang diangakat adalah bagaimana tradisi kondangan di masyarakat dan bagaimana pergeseran maknanya menjadi hutang secara historis dan keberadaannya di masyarakat adakah sanksi hukum atau sosialnya. Jenis penelitian ini merupakan field research dengan sifatnya kualitatif. Data yang diambil menggunakan hasil wawancara, dan juga observasi. Selain itu kajian pustaka diambil sebagai data pendukung teori dan konseptual dari variabel penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah historis sosiologis sebagai analisa tradisi tersebut yang di gali dari segi sejarah dan keberadaannya dalam mayarakat, yang digali dari empat kabupaten di Jawa Tengah. Tehnis analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dengan menjabarkan gambaran lapangan yang ditemukan dari penelitian ini. Adapun hasil yang didapatkan adalah bahwa dari empat kabupaten Tegal, Brebes, Banyumas dan Purbalingga hampir 50 % dari responden menyatakan adanya praktik tradisi kondangan dan dilakukan sejak lama oleh masyarakat. Secara umum tehnis pelaksanaanya sama, perbedaan hanya terletak pada status sosial dalam pencatatan hutang dalam kondangan tersebut. Sejatinya tradisi tersebut berlandas pada asas tolong menolong namun bergeser menjadi akad hutang yang sudah diakui dan dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat. Secara sosiologis praktik tradisi ini tidak adanya perlawanan ataupun perseteruan antar masyarakat, namun sebagian menyayangkan karena menjadi nilai kapitalis. Perubahan makna dan nilai tradisi tersebut tidak disadari asal mula munculnya namun seiring berjalan masa dan status sosial serta modernitas menghasilkan hal tersebut. Akan tetapi sanksi hukum tidak ada dasar maupun implementasinya dimasyarakat, hanya saja secara sosial adanya gunjingan dan seolah aib jika ada pelanggaran masyarakat yang tidak membayar hutang dalam kondangan pernikahan tersebut.
HAK WARIS SEBAGAI IMPLEMENTASI HAK ASASI MANUSIA DAN HIFDZ AL-NASL DALAM PERSPEKTIF KAIDAH USHUL FIQH Maula, Ismatul; Hidayati, Lili
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 7 No 3 (2025): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v7i3.1434

Abstract

Penelitian ini membahas hak waris dalam Islam sebagai implementasi hak asasi manusia (HAM) dan ḥifẓ al-nasl melalui pendekatan kaidah ushul fiqh. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana hukum waris Islam dapat dipahami sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak kemanusiaan dan keturunan dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-teologis, melalui kajian kepustakaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap nilai-nilai humanistik dalam hukum waris Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum waris Islam memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat. Ketentuan waris tidak semata-mata berorientasi pada distribusi harta, tetapi juga berfungsi menjaga keseimbangan sosial, menegakkan keadilan, serta melindungi keturunan dan kehormatan keluarga. Melalui kaidah ushul fiqh seperti al-ḥukmu yadūru ma‘a ‘illatihi wujūdan wa ‘adaman, dar’ al-mafāsid muqaddam ‘alā jalb al-maṣāliḥ, dan al-masyaqqah tajlib al-taysīr, hukum waris dapat dipahami secara dinamis dan kontekstual, sehingga selaras dengan prinsip-prinsip HAM tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar syariah. Dengan demikian, hukum waris Islam merepresentasikan bentuk harmonisasi antara nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai tujuan utama syariah Islam.
Modernisasi Pondok Pesantren dalam Membangun Masyarakat Madani: (Studi Kasus di Pondok Pesantren Jami’atul Ulum Selogudig Wetan Pajarakan Probolinggo) Herwati, Herwati; Maula, Ismatul
BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Vol. 2 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LP3M UNZAH GENGGONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.944 KB) | DOI: 10.55210/bahtsuna.v2i1.23

Abstract

ABSTRACT The modernization of pesantren is an approach for long-term solutions to various problems of Muslims today and in the future. Therefore, the modernization of pesantren is an important part of the birth of modern Islamic civilization. However, the results of the modernization of pesantren cannot be felt in just one or two days, but it requires a long process that will at least take about two generations. As a long process, pesantren modernization requires a clear and definite conceptual framework, so that it can lead to ideal pesantren. In the last decade, there has been a shift experienced by pondok pesantren. The Jami'atul Ulum Islamic Boarding School, which is more familiarly known as the JMU Pesantren, places a high priority on the quality of the students. The implementation of modernization of Islamic boarding schools in building civil society at the Jami'atul Ulum Islamic Boarding School, namely Kiai is no longer the only source of learning. The variety of new learning sources is getting higher, the dynamic of communication between the pesantren education system and other systems allows students to learn from many sources. Almost all pesantren provide formal education. There is a need for students to have diplomas and mastery of certain skills. There is a tendency for students to study science and technology. Learn with education costs and living costs in each month or quarter. Seeing the historical background and typology of pesantren, the characteristics and dynamics of the development of pesantren as a unique Islamic educational institution will directly or indirectly face the challenges of the times. The development of science has become an integral part in the efforts of Islamic boarding schools to respond to the challenges of the times. Keywords: Modernization of Islamic Boarding Schools, The Madani Society