Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

REPRESENTATION OF SOCIAL EDUCATION VALUE OF TRANSGENDER CHARACTER IN THE NOVEL OF CALABAI BY PEPI AL-BAYQUNIE AS STIMULUS OF CHARACTER BUILDING IN PROSE APPRECIATION LEARNING IN STKIP PONOROGO Aji Kusuma, Krisna; J. Waluyo, Herman; EKo Wardani, Nugraheni
Journal of Education Research and Evaluation Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.541 KB) | DOI: 10.23887/jere.v2i2.13807

Abstract

This research is a qualitative descriptive research that aimed to understand the life of the transgender figure in the novel of Calabai, analyzing the values of social education reflected through the example of calabai attitude, and analyzing the integration of social education values of calabai figures as a stimulus to build character in learning of prose appreciation in STKIP PGRI Ponorogo. The source of data used in this research is Calabai novel document by Pepi Al-Bayqunie, while the data collected in the form of the result of the study note of the novel. Data collecting technique uses non-interactive technique by doing intensive reading on the novel and do recording actively by content analyzing method. Validity of this research uses data triangulation technique and method of triangulation. Data analysis techniques using interactive analysis model, which is data reduction, presentation, and conclusion. The results of this research show that the sensitivity and the concern of transgender characters in the novel of Calabai to fellows is a representative value of social education model to the younger generation. The value of social education reflected through the transgender figure in the novel of Calabai includes the social attitude of caring family, caring friend, and caring for the community. Social care is manifested in the form of obedience, patience, sacrifice, sincerity, religious, sympathy and empathy, gratitude, and compassion. The values of social education represented by transgender figures in the novel Calabai can be used as a stimulus to build character in prose appreciation learning in STKIP PGRI Ponorogo.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DRAMA DENGAN STRATEGI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS DONGKREK Dwi Rohman Sholeh; Herman J. Waluyo; Setya Yuwana Sudikan; Nugraheni Eko Wardani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, NO 1 (2019)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2476.268 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v6i1.9679

Abstract

Abstract: This research is meant to: (1) describe the planning of Drama learning using Dongkrek-based Teams Games Tournament (TGT) strategy, (2) describe the implementation of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy, and (3) describe the obstacles faced by the lecturers and students in drama learning using Dongkrek-Based TGT  strategy. This descriptive qualitative research took place in IKIP PGRI Madiun, East Java. The result shows that (1) The lecturer who responsible for the planning of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy has implemented the designed syllabus while the objectives has been in accordance with the Standard Competency and Basic Competence.  Furthermore, the syllabus has includes the complete implementation procedures starting from initial activity of apperception, elaboration, confirmation and motivation. Main activities includes exploration, elaboration and confirmation followed by closing. (2) The implementation of Drama learning using Dongkrek-based TGT strategy included ‘Practice/performance test” in the syllabus but performed written test in the implementation while giving assignment to the student. In addition, there are some points of indicators which have not been achieved by students and didn’t received any special attention from the lecturer. The learning objectives have been in accordance with the Standard Competency and Basic Competency of the syllabus. (3) Obstacles faced by lecturer and students in the implementation of drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy proved to be joyful learning as it comes from local culture called Dongkrek as students gained immediate competency on literacy instead of the theory. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  perencanaan pembelajaran drama dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) berbasis dongkrek, (2) mendeskripsikan  penerapan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di IKIP PGRI Madiun Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dosen pengampu dalam perencanaan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, sudah mengikuti silabus yang dibuat, tujuan sudah sesuai dengan SK dan KD yang digunakan. Kemudian silabus langkah-langkah pembelajaran sudah lengkap dimulai dari kegiatan awal yang melingkupi apersepsi, elaborasi, konfirmasi dan motivasi. Kegiatan inti melingkupi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, kemudian penutup. (2) Penerapan pembelajaran drama dengan TGT berbasis dongkrek pada teknik penilaian pada silabus dicantumkan “tes praktik/ kinerja” namun dosen lebih kepada tes tulis ketika memberikan tugas mahasiswa, ada pula beberapa poin indikator yang belum mampu dicapai oleh mahasiswa dan tidak mendapat perhatian khusus dari dosen. Tujuan pembelajaran juga sudah sesuai dengan SK dan KD pada silabus. (3) Kendala-kendala dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, karena sebuah pembelajaran yang berangkat dari sebuah kesenian lokal yaitu kesenian dongkrek maka pembelajaran drama untuk mahasiswa  menyenangkan (joyful learning) karena mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang kompetensi kesastraan dan bersastra dan tidak hanya berteori.Permalink/DOI: http://doi.org/10.15408/dialektika.v6i1.9679 
ANALISIS BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DALAM PENDEKATAN SCIENTIFIC APPROACH DI PERGURUAN TINGGI Dewi Pri Suprihatin; Retno Winarni; Kundharu Saddhono; Nugraheni Eko Wardani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.142 KB)

Abstract

Buku ajar bahasa Indonesia memegang peranan penting bagi keberhasilan penulisan karya ilmiah mahasiswa dalam proses pembelajaran. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengembangkan Buku Ajar Mata Kuliah Umum Lintas Program Studi Perguruan Tinggi di DKI Jakarta dengan Pendekatan Scientific Approach. Pentingnya buku ajar dalam proses perkuliahan memudahkan dan membantu pemahaman suatu mata kuliah yang dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa. Kemampuan dosen untuk memilih buku ajar yang baik sangat diperlukan. Buku ajar mahasiswa sangat banyak dan beragam yang tersedia di pasaran dan tentu dengan kualitas yang berbeda. Pada buku ajar menurut beberapa hasil penelitian dan pengalaman penulis sendiri masih ditemukan konsep-konsep yang kurang tepat, miskonsepsi dan memerlukan konsepsi alternatif. Karena, semua mahasiswa harus memiliki kemampuan dan pedoman untuk memilih buku ajar. Hasil kajian ternyata buku ajar harus dipilih berdasarkan kepada integritas dan literasi ilmiah.Kata Kunci: buku ajar, scientific approach, menulis, karya ilmiah. Indonesian textbooks play an important role for the success of writing student scientific papers in the learning process. The general objective in this research is to develop Textbooks for General Subjects across Higher Education Study Programs in DKI Jakarta with a Scientific Approach Approach. The importance of textbooks in the lecture process makes it easier and helps the understanding of a subject used by lecturers and students. The ability of lecturers to choose good textbooks is needed. There are many and varied student textbooks available in the market and of course with different qualities. In textbooks, according to some research results and the author's own experience, there are still inappropriate concepts, misconceptions and require alternative conceptions. Because, all students must have the ability and guidelines to choose textbooks. The results of the study show that textbooks must be selected based on integrity and scientific literacy.Keywords: textbook, scientific approach, writing, scientific work.
Model Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Bahasa Jawa SMP di Kabupaten Karanganyar Favorita Kurwidaria; S. Sumarwati; Nugraheni Eko Wardani
Jurnal VARIDIKA Volume 31, No. 1., Tahun 2019
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/varidika.v1i1.8899

Abstract

n supporting the achievement of learning objectives, teachers need to be able to arrange learning tools in accordance with the applicable curriculum. The learning device functions as a guide in carrying out the learning process in the classroom. Javanese language teachers in SMP in Karanganyar Regency, in general, have been aware of the importance of renewal in developing and implementing learning tools, in accordance with the applicable curriculum. However, in reality there are still many teachers who do not understand, even still find it difficult to arrange learning tools, so there are still inaccuracies in the learning tools. Training on the preparation of learning tools for Javanese junior high school teachers, especially in Karanganyar Regency based on the applicable curriculum, was felt to be necessary. To support the effectiveness of training activities, it is necessary to innovate in its implementation. One model that can be applied is the tutorial model, with peer tutors and providing feedback. The purpose of implementing the activity by applying the model is that teachers can exchange knowledge, experience, and strengthen cooperation between peers, so that they can provide input and correction if there is inaccuracy. In addition, through giving feedback teachers can find out firsthand the deficiencies in the learning implementation plan that they put together. After applying these methods the ability of Javanese junior high school language teachers in developing learning tools in accordance with the curriculum can be increased. This can be seen from the results of the lesson plans that have been revised by the training participants.
PENGUATAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MEDIA CERITA RAKYAT DI KECAMATAN NGAWI SEBAGAI PEMBELAJARAN TEKS FIKSI Vinsca Sabrina Claudia; Sarwiji Suwandi; Nugraheni Eko Wardani
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/estetika.v3i1.148

Abstract

Text learning provided by students at the Junior High School level (JHS) is in the form of fiction and non-fiction texts. This study focuses on fictional texts about folklore based on local wisdom for class VIII. The taking of local wisdom folklore is motivated by the element of caring for nature as a strengthening of character values ​​to realize the goals of character education found in the National Education System. Thus, educators try to provide folklore media as a means of learning literary texts, especially fiction texts. Thus, this study aims to explain and describe (1) character building through folklore media; (2) Folklore media make use of local wisdom stories in Ngawi sub-district, Ngawi district, and (3) the application of environmental values ​​in folklore in Ngawi sub-district, Ngawi district. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that (1) folklore media can provide educational facilities as well as teaching character education in the form of environmental care values; (2) Folklore in Ngawi sub-district as a medium to motivate students to explain concern for the surrounding environment, and (3) an alternative learning media facility for creative and innovative fictional text material
DOMINASI MASKULINITAS SUKU BATAK: ANALISIS KONSTRUKSI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP Dasa Oktaviani BR Ginting; Edy Suryanto; Nugraheni Eko Wardani
Widyaparwa Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i1.1290

Abstract

This research was conducted to read the description of the dominance of masculinity in the construction of patriarchal culture contained in the movie Ngeri-Ngeri Sedap. The main reason for conducting this research is to explain how the form of patriarchal cultural construction that appears in the film Ngeri-Ngeri Sedap so that the study of Batak culture and how the description of the dominance of masculinity can be comprehensive. The research was conducted by conducting research to look at films from a social and ideological perspective. The method used is using a qualitative and interpretative approach using the encoding or decoding paradigm where media producers encode a text production that produces meaning based on their understanding of a particular social context. The results found are 1) a general description of the dominance of masculinity in the Batak tribe which is related to the kinship system known as patrilineal (lineage based on father/father), 2) The fact that the construction of patriarchal culture in Ngeri-Ngeri Sedap is shown in several footage and dialogues and analyzed based on Tuncay's theory.Penelitian ini dilaksanakan untuk membaca gambaran dari dominasi maskulinitas dalam konstruksi budaya patriarki yang terdapat dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Alasan utama dilaksanakannya penelitian ini adalah menjelaskan bagaimanakah bentuk konstruksi budaya patriarki yang muncul dalam film Ngeri-Ngeri Sedap sehingga kajian mengenai kebudayaan Batak serta bagaimana gambaran dominasi maskulinitas tersebut dapat menjadi komprehensif. Penelitian dilaksanakan dengan melihat film dari prespektif sosial dan ideologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan interpretatif dengan menggunakan paradigma encoding atau decoding (penyandian atau pengawasandian) dimana produser media menyandikan suatu produksi teks yang menghasilkan makna berdasarkan pemahamannya mengenai konteks sosial tertentu. Hasil yang ditemukan adalah 1) gambaran secara umum dominasi maskulinitas pada suku Batak yang berkaitan dengan sistem kekerabatan yang dikenal dengan patrilineal (garis keturunan berdasarkan ayah/bapak), 2) Ditemukannya fakta bahwa konstruksi budaya patriarki dalam film Ngeri-Ngeri Sedap ditampilkan pada beberapa cuplikan dan dialog dan dianalisis berdasarkan pada teori Tuncay.
Karakteristik Penggunaan Bahasa dalam Pembelajaran Kelas X di SMA Negeri 1 Karanggede Byuti Adi Maghfiroh; Muhammad Rohmadi; Nugraheni Eko Wardani
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 10 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v10i2.5377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan karakteristik penggunaan bahasa Indonesia dalam pembelajaran kelas X di SMA Negeri 1 Karanggede, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan adanya karakteristik penggunaan bahasa Indonesia, serta (3) mengetahui dan menjelaskan fungsi bahasa Indonesia dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa kelas X dalam pembelajaran serta informan meliputi guru dan siswa kelas X. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, simak catat, dan wawancara. Teknik uji validitas data menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan teknik mengalir dengan tahapan dari awal pengumpulan data hingga kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat enam karakteristik penggunaan bahasa dalam pembelajaran kelas X, yaitu bentuk ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, ragam akrab, campur kode, dan alih kode. Kedua, ditemukan delapan faktor penyebab terjadinya penggunaan bahasa yang ditemukan, yaitu situasi penutur, posisi penutur, topik pembicaraan, lawan tutur, kebiasaan, refleks, kepanikan, dan keingintahuan. Ketiga, ditemukan lima belas fungsi bahasa pada pembelajaran kelas X, yaitu fungsi menyampaikan, memastikan, memusatkan perhatian, menerangkan, memerintah, menanyakan, meyakinkan, menegur, menegaskan, menyarankan, menghibur, mengeluh, menasihati, mengajak, dan mengimbangi lawan tutur. Total data yang ditemukan berjumlah 130 data.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DRAMA DENGAN STRATEGI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS DONGKREK Dwi Rohman Sholeh; Herman J. Waluyo; Setya Yuwana Sudikan; Nugraheni Eko Wardani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, NO 1 (2019)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v6i1.9679

Abstract

Abstract: This research is meant to: (1) describe the planning of Drama learning using Dongkrek-based Teams Games Tournament (TGT) strategy, (2) describe the implementation of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy, and (3) describe the obstacles faced by the lecturers and students in drama learning using Dongkrek-Based TGT  strategy. This descriptive qualitative research took place in IKIP PGRI Madiun, East Java. The result shows that (1) The lecturer who responsible for the planning of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy has implemented the designed syllabus while the objectives has been in accordance with the Standard Competency and Basic Competence.  Furthermore, the syllabus has includes the complete implementation procedures starting from initial activity of apperception, elaboration, confirmation and motivation. Main activities includes exploration, elaboration and confirmation followed by closing. (2) The implementation of Drama learning using Dongkrek-based TGT strategy included ‘Practice/performance test” in the syllabus but performed written test in the implementation while giving assignment to the student. In addition, there are some points of indicators which have not been achieved by students and didn’t received any special attention from the lecturer. The learning objectives have been in accordance with the Standard Competency and Basic Competency of the syllabus. (3) Obstacles faced by lecturer and students in the implementation of drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy proved to be joyful learning as it comes from local culture called Dongkrek as students gained immediate competency on literacy instead of the theory. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  perencanaan pembelajaran drama dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) berbasis dongkrek, (2) mendeskripsikan  penerapan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di IKIP PGRI Madiun Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dosen pengampu dalam perencanaan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, sudah mengikuti silabus yang dibuat, tujuan sudah sesuai dengan SK dan KD yang digunakan. Kemudian silabus langkah-langkah pembelajaran sudah lengkap dimulai dari kegiatan awal yang melingkupi apersepsi, elaborasi, konfirmasi dan motivasi. Kegiatan inti melingkupi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, kemudian penutup. (2) Penerapan pembelajaran drama dengan TGT berbasis dongkrek pada teknik penilaian pada silabus dicantumkan “tes praktik/ kinerja” namun dosen lebih kepada tes tulis ketika memberikan tugas mahasiswa, ada pula beberapa poin indikator yang belum mampu dicapai oleh mahasiswa dan tidak mendapat perhatian khusus dari dosen. Tujuan pembelajaran juga sudah sesuai dengan SK dan KD pada silabus. (3) Kendala-kendala dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, karena sebuah pembelajaran yang berangkat dari sebuah kesenian lokal yaitu kesenian dongkrek maka pembelajaran drama untuk mahasiswa  menyenangkan (joyful learning) karena mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang kompetensi kesastraan dan bersastra dan tidak hanya berteori.Permalink/DOI: http://doi.org/10.15408/dialektika.v6i1.9679 
REPRESENTATION OF SOCIAL EDUCATION VALUE OF TRANSGENDER CHARACTER IN THE NOVEL OF CALABAI BY PEPI AL-BAYQUNIE AS STIMULUS OF CHARACTER BUILDING IN PROSE APPRECIATION LEARNING IN STKIP PONOROGO Aji Kusuma, Krisna; J. Waluyo, Herman; EKo Wardani, Nugraheni
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 2 No 2 (2018): May
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.582 KB) | DOI: 10.23887/jere.v2i2.13807

Abstract

This research is a qualitative descriptive research that aimed to understand the life of the transgender figure in the novel of Calabai, analyzing the values of social education reflected through the example of calabai attitude, and analyzing the integration of social education values of calabai figures as a stimulus to build character in learning of prose appreciation in STKIP PGRI Ponorogo. The source of data used in this research is Calabai novel document by Pepi Al-Bayqunie, while the data collected in the form of the result of the study note of the novel. Data collecting technique uses non-interactive technique by doing intensive reading on the novel and do recording actively by content analyzing method. Validity of this research uses data triangulation technique and method of triangulation. Data analysis techniques using interactive analysis model, which is data reduction, presentation, and conclusion. The results of this research show that the sensitivity and the concern of transgender characters in the novel of Calabai to fellows is a representative value of social education model to the younger generation. The value of social education reflected through the transgender figure in the novel of Calabai includes the social attitude of caring family, caring friend, and caring for the community. Social care is manifested in the form of obedience, patience, sacrifice, sincerity, religious, sympathy and empathy, gratitude, and compassion. The values of social education represented by transgender figures in the novel Calabai can be used as a stimulus to build character in prose appreciation learning in STKIP PGRI Ponorogo.
Nilai Kecerdasan Ekologis dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Kurikulum Merdeka di SMP Yogyakarta Saputri, Nanda Dewi; Suwandi, Sarwiji; Eko Wardani, Nugraheni
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i1.12341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai ekologis dalam buku ajar Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka di SMP terbitan pemerintah dan non-pemerintah serta membandingkan keterpaduan nilai ekologis di buku ajar dari berbagai penerbit, yaitu Kemendikbud, Erlangga, dan Yudhistira. Penelitian dilakukan dengan pendekatan analisis isi. Sumber data adalah tiga buku ajar Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka SMP terbitan pemerintah dan enam terbitan non-pemerintah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi teori. Analisis data dilakukan dengan model mengalir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Bahasa Indonesia yang digunakan di SMP Yogyakarta dari penerbit Kemendikbud, Yudhistira, dan Erlangga telah memuat komponen nilai kecerdasan ekologis berdasarkan prinsip David Orr meskipun dengan jumlah muatan yang berbeda-beda. Buku terbitan Kemendikbud memuat ketujuh komponen dengan 45 data, Yudhistira memuat ketujuh komponen dengan 53 data, sedangkan Erlangga hanya memuat lima komponen dengan 33 data. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Indonesia yang lebih komprehensif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kecerdasan ekologis untuk membentuk kesadaran lingkungan pada peserta didik. Temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi penyusun buku ajar, pemangku kebijakan, dan guru untuk memperkaya konten ekologis serta melakukan penguatan materi melalui kegiatan pembelajaran tambahan sebagai upaya mendukung pendidikan berkelanjutan yang responsif terhadap tantangan lingkungan global.