Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ari Rahma Nur Fitriana; Ani Rakhmawati; Budi Waluyo
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2020): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.84 KB) | DOI: 10.20961/basastra.v8i1.41939

Abstract

The aims of this research are to describe and analyze: (1) the types of speech act between students and teachers dialogue in the Indonesian language learning situation at SMA Negeri 1 Karanganyar, and (2) the influence factors of speech act between students and teachers dialogue in Indonesian language learning at SMA Negeri 1 Karanganyar. This research is belong to a qualitative desciptive research which was conducted from June 2017 to December 2018. The primary data’s source in this research is the informan such as students and Indonesian language’s teachers, and also the speech act between them at Indonesian language’s learning . This research uses purposive sampling technique. Data validity uses a source’s and theori’s triangulation, while the data analysis using an interactive model that includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of data analysis, the speech act which often used is illocusion with 37,5 % of percentage, locusion 73 %, and perlocusion 27,5 %. The speech act’s factors between teachers and students in Indonesian learning are the participants, the aim of speech act, the situation, context, which path, media, and the event of speech act.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN PROMOSI DAN KAPABILITAS BENGKEL KAMPUS Suroto Munahar; Bagiyo Condro Purnomo; Muji Setyo; Budi Waluyo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.112 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi informasi saat ini, menjadi salah satu media promosi yang paling efektif. Kondisi ini sejalan dengan penggunaan teknologi informasi yang semakin luas cakupannya. Area jangkauan, skup pengguna teknologi maupun minat pengguna teknologi informasi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Disisi lain perkembangan industri 4 yang terus bergulir diberbagai bidang. Teknologi informasi sangat berperan dalam kemajuan industri 4 dimasa mendatang. Bengkel Unimma Autocare sebagai unit usaha pengembangan kampus sedang mengembangkan kapabilitasnya. Melihat kondisi ini, Bengkel Unimma Autocare sangat perlu menggunakan teknologi informasi sebagai media pengembangan kapabilitas bisnisnya. Metode yang ditempuh dengan membangun website yang dipergunakan untuk pengelolaan manajerial bengkel, media promosi maupun laporan kepada pengguna bengkel. Pembuatan account di media sosial yang digunakan sebagai promosi kepada pengguna bengkel terus digalakkan. Hasil yang diperoleh dari sistem teknologi informasi yang telah dikembangkan diperolehnya sistem teknologi informasi yang terintegrasi dengan unit usaha bengkel. Kemudahan pengelolaan manajerial bengkel dan perluasan promosi bengkel kampus.
Evaluasi Ketercapaian Standar Penjaminan Mutu Penelitian Di Program Studi D3 Mesin Otomotif Universitas Muhammadiyah Magelang Dengan Metode Indeks Muji Setiyo; Budi Waluyo; Saifudin; Bagiyo Condro Purnomo; Suroto Munahar; Noto Widodo; Retno Rusdjijati
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 4 No 01 (2018)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.642 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v4i1.397

Abstract

In the past decade, the general method for measuring the performance of research and scientific publications in a Study Program at a Higher Education is by the Rough Value (Nilai Kasar, NK) calculated per three years. This value is derived from the accreditation instrument. In fact, the calculation of the performance of research and scientific publications with NK cannot represent an annual performance. Therefore, this paper presents a new method for calculating research and scientific publications performance with an index (IP-PS and IPub-PS), which is calculated annually. An example of quality measurement practice in the Automotive Diploma Program of Universitas Muhammadiyah Magelang. As a result, calculations with IP-PS and IPub-PS are more likely to present real conditions per year than using NK.
Keberhasilan Persilangan Intraspesies pada Ercis (Pisum sativum L.): Cross Compatibility in Intraspecific Hybridization in Pea (Pisum sativum L.) Oldisya, Oldisya; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.08

Abstract

ABSTRAK Ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman yang mempunyai nutrisi tinggi seperti karbohidrat sebanyak 36,1 g, protein 13,7 g, lemak 8 g, asam askorbat 54 mg, kalsium 45 mg, dan fosfor 29 mg. Tanaman ercis mempunyai kadar manfaat bagi tubuh manusia untuk menurunkan kolesterol, meremajakan kulit dan mencegah osteoporosis. Selain itu, ercis mengandung vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Ercis berpotensi di Indonesia karena pada beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan permintaan ercis, karena masyarakat sudah banyak peduli akan kesehatan dan mengetahui bahwa kandungan baik untuk tubuh. Namun ketersediaan ercis di Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar tersebut, dikarenakan masih minimnya budidaya ercis di Indonesia. Bahan yang digunakan adalah 4 genotipe ercis berbeda yaitu G1, G2, G3 dan G4. Proses analisis menggunakan statistika deskriptif yang menggunakan pola perkawinan diallel lengkap sehingga dapat melihat tingkat keberhasilan persilangan. Setelah itu dapat membandingkan jumlah persilangan yang dilakukan dengan keberhasilan terbentuknya polong dan biji. Faktor perubahan morfologi juga dibandingkan dengan tanaman yang menyerbuk sendiri. Keberhasilan persilangan memicu adanya perubahan bentuk, ukuran, warna dan bobot pada polong dan biji. Keberhasilan polong dari 12 seri persilangan tertinggi terdapat pada seri 1, 2, 4, 5, 7 dan 11 yang memiliki persentase 100%, persentase keberhasilan biji terdapat pada seri persilangan 1, 2, 5 dan 7 yaitu 50%, 54%, 51% dan 52%. Perubahan karakter bentuk polong terdapat pada seri persilangan 5, 7 dan 10, lalu perbedaan warna terdapat pada seri persilangan 3, 4, 7, 8, 10 dan 11. Kata Kunci: Ercis; Keberhasilan Persilangan; Diallel. ABSTRACT Ercis (Pisum sativum L.) is a plant that has high nutrients such as carbohydrates as much as 36.1 g, protein 13.7 g, fat 8 g, ascorbic acid 54 mg, calcium 45 mg, and phosphorus 29 mg. Peas have levels of benefits for the human body to lower cholesterol, rejuvenating the skin, and preventing osteoporosis. In addition, peas contain vitamins A, B1, and vitamin C. Peas have potential in Indonesia because in recent years there has been an increase in demand for peas because people care a lot about health and know that the ingredients are good for the body. However, the availability of pea in Indonesia is still not enough to meet market demand, due to the lack of pea cultivation in Indonesia. The materials used were 4 different pea genotypes namely G1, G2, G3, and G4. The analysis process uses descriptive statistics using complete diallel mating patterns so that the success rate of crosses can be seen. After that, you can compare the number of crosses that were carried out with the success of the formation of pods and seeds. Morphological change factors were also compared with self-pollinated plants. The successful crosses triggered changes in the shape, size, color, and weight of the pods and seeds. The success of the pods from the 12 series of crosses was highest in series 1, 2, 4, 5, 7, and 11 which had a percentage of 100%, the percentage of seed success was found in series 1, 2, 5 and 7, namely 50%, 54%, 51% and 52%. Changes in the character of the pod shape were found in series 5, 7, and 10, then differences in color were found in series 3, 4, 7, 8, 10, and 11. Keywords: Ercis; Success of Crossing; Diallel.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA KENDARI Budi Waluyo; Suhadi; Sry Susanti
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.277

Abstract

ABSTRAK Burnout syndrome merupakan kumpulan dari gejala akibat kelelahan, baik secara fisik maupun mental yang termasuk di dalamnya berkembang konsep diri yang negatif, kurangnya konsentrasi serta perilaku kerja yang negatif Burnoutmerupakan menifestasi dari ketidakseimbangan antara tuntutan dengan apa yang harus dilakukan untuk memenuhi tuntutan tersebut sehingga terjadi penurunan nilai-nilai pribadi, martabat dan jiwa individu. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout syndrome pada perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Maret sampai 2 April 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuisioner. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi logistik berganda dengan bantuan program Stastical Program For Social Science (SPSS 25). Hasil penelitan menunjukkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara Individual Effort Factors (X1) terhadap Burnout Syndrome dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara Organizational Effort Factors (X2) terhadap Burnout Syndrome dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.Terdapat hubungan yang signifikan antara Work Environment (X3) terhadap Burnout Syndrome dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. ABSTRACT Burnout syndrome is a collection of symptoms resulting from fatigue, both physical and mental, which include developing a negative self-concept, lack of concentration and negative work behavior. Burnout is a manifestation of an imbalance between demands and what must be done to meet these demands, resulting in a decrease personal values, dignity and individual spirit. The research was conducted with the aim of finding out factors related to the incidence of burnout syndrome in nurses at Bhayangkara Hospital, Kendari City. The research was carried out from March 5 to April 2 2024. This type of research is quantitative research using a cross sectional approach. The sample used in this research was 100 respondents. The data collection method used in this research is the questionnaire method. The data analysis technique used is the multiple logistic regression test with the help of the Statistical Program For Social Science (SPSS 25). The research results show that there is a significant relationship between Individual Effort Factors (X1) and Burnout Syndrome with a significance value of 0.000 <0.05. There is a significant relationship between Organizational Effort Factors (X2) and Burnout Syndrome with a significance value of 0.000 < 0.05. There is a significant relationship between Work Environment (X3) and Burnout Syndrome with a significance value of 0.000 < 0.05.
Makna Prosesi Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Lomban Kupatan Tayu Sita Nuraseh; Budi Waluyo; Winda Dwi Lestari
Piwulang Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol. 12 No. 2 (2024): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/7hb2rn65

Abstract

This research aims to (1) describe the meaning of the Tayu Lombang Kupatan tradition procession and (2) identify the character education values ​​contained in the Tayu Lombang Kupatan tradition. This research was conducted in Sambiroto Village, Tayu District, Pati Regency, and at SMAN 2 Pati, located at Jl. A. Yani No.4, Winong, Pati District, Pati Regency. This research uses a qualitative descriptive method with Roland Barthes' semiotic approach. The data in this research are the processions and ubarampe in the Tayu race of Lemban Kupatan. The data sources in this research are the events of the implementation of the Limban Kupatan Tayu tradition, informants, and documents. The sampling technique in this research is purposive sampling. This research uses data collection techniques through interviews and document analysis. Test the validity of the data in this research using source and theory triangulation. Data analysis in this research uses data analysis techniques, according to Milles and Huberman. The results of this research show that the traditional Lomban Kupatan Tayu processions have connotative meanings. Likewise, in the ubarampe, the buffalo head is a symbol of the sub-district head and its residents, the goat head is a symbol of the village head and his residents, yellow rice is a symbol of gold, coconut leaves is a symbol of glory, banana leaves as a symbol of the strength of heart, ketupat as a symbol of mistakes, lepet as a symbol of close community relations, barong as a symbol of guidance, ingkung chicken. A symbol of the power of prayer, nasi uduk is a symbol of pleasure, and plantains symbolize gold. The character education values ​​contained in the Lombang Kupatan Tayu tradition are the principles of respect, the principle of harmony, the character of being wise, honest, self-aware, alert, forming excellent and correct morals and etiquette, and the moral of being careful. The results of this research are also relevant as teaching material for class, mainly expository texts.
Pengaruh Pemberian Kolkisin pada Karakteristik Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Generasi CT0 Hamzah, Addiena Mufidah; Andy Soegianto; Budi Waluyo; Phubby Wilisaberta
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.01.04

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) atau yang dikenal sebagai Butterfly Pea merupakan bunga asal Indonesia, tergolong dalam keluarga Fabaceae atau polong-polongan. Hasil dari bunga maupun polong tanaman masih bervariasi dan secara kuantitatif masih rendah, karenanya diperlukan perbaikkan hasil produktivitas bunga telang agar memiliki kualitas yang unggul dengan dilakukannya peningkatan keragaman pada bunga telang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian kolkisin, sebagai pemicu terjadinya tanaman poliploidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dari setiap perlakuan genotipe bunga telang, membandingkan pengaruh karakter antara genotipe bunga telang yang diberi perlakuan kolkisin dengan perlakuan tanpa kolkisin serta menghasilkan tanaman poliploidi. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan September-Januari 2022. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 8 perlakuan yaitu 4 genotipe bunga telang A1 (Cte-56362-02), A2 (Cte-68483-01), B1 (Cte-69281-02), B2 (Cte-55891-03) serta 4 genotipe yang diberi perlakuan kolkhisin 700 ppm P1 (CT0-56362-02), P2 (CT0-68483-01), P3 (CT0-69281-02) dan P4 (CT0-55891-03). perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Karakter pada seluruh perlakuan genotipe yang diberi kolkisin dan tanpa kolkisin menunjukkan perbedaan yang nyata pada setiap variabel pengamatan pada karakter kualitatif dan terdapat perbedaan pada karakter kuantitatif. Sedangkan pada uji t dengan membadingkan setiap genotipe perlakuan kolkisin dengan perlakuan tanpa kolkisin menunjukkan hasil perbedaan yang signifikan pada beberapa variabel pengamatan diantaranya panjang daun majemuk, luas daun, diameter batang, diameter polen, jumlah stomata, jumlah klorofil dan lainnya. Peningkatan organ tanaman tersebut menjadi salah satu indikator terjadinya penggandaan kromosom pada tanaman poliploid.
Uji Keragaman Genetik dan Kekerabatan 7 Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna Subterranea (L.) Verdcourt) Berdasarkan Karakter Morfologi Rahayu Mustika Putri; Kuswanto; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.07

Abstract

Kacang bogor atau kacang bambara merupakan tanaman yang adaptif di wilayah indonesia. Kandungan gizi yang terdapat dalam kacang bogor menjadikan tanaman ini berpotensi sebagai pangan alternatif. Di Indonesia, kacang bambara kurang banyak diperhatikan atau diketahui oleh masyarakat sehingga produksinya di dalam negeri masih tergolong rendah. Selain itu, minimnya ketersediaan varietas unggul juga mempengaruhi rendahnya produktivitas kacang bambara yang dibudidayakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman genetik tujuh galur harapan tanaman kacang bambara sebagai evaluasi adanya galur potensial yang mampu dikembangkan sebagai varietas unggul atau sebagai tetua dalam persilangan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jambegede Balitkabi yang terletak di Jalan Pertanian No. 6, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Bulan Desember 2020 sampai Mei 2021. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Galur kacang bambara yang digunakan diantaranya PWBG 5.2.1, PWBG 6, SS 2.4.2, SS 3.4.2, BBL 1.1, CCC 1.6, TVSU 8.6. Nilai KVG didapatkan dengan kategori sedang pada karakter jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, dan bobot polong per tanaman. Nilai heritabilitas tinggi didapat pada tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, panjang polong, bobot polong per tanaman, jumlah biji per polong, panjang biji, dan berat 100 biji. Pengelompokan tujuh galur kacang bambara membentuk dua klaster yaitu kelompok PWBG 6, BBL 1.1 dan kelompok PWBG 5.2.1, SS 3.4.2, CCC 1.6, TVSU 8.6, SS 2.4.2. Berdasarkan pada koefisien kemiripan, galur yang memiliki kekerabatan paling dekat yaitu galur CCC 1.6 dengan PWBG 5.2.1. Galur yang memiliki kekerabatan paling jauh yaitu galur PWBG 6 dengan SS 3.4.2.
Keragaman Genetik Karakter Morfologi pada Ercis (Pisum sativum L.) Berdasarkan Analisis Komponen Utama Siti Suniah; Fadila Nurhasanah; Ichsanuddin Noorsy Alfananny; Frieska Mayang Dianwari; Br Ginting, Jesika Ekarina; Fitri Desmarianita Putri; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Indonesia memiliki banyak plasma nutfah ercis dengan persebaran wilayah yang mencakup Pulau Jawa dan Sumatera. Evaluasi dan karakterisasi plasma nutfah ercis lokal Indonesia perlu dilakukan untuk menilai keragaman genetik yang ada di dalamnya. Informasi keragaman genetik sangat dibutuhkan dalam pemuliaan tanaman ercis sehingga upaya pengembangan varietas unggul dapat dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari keragaman genetik pada 82 aksesi ercis berdasarkan karakter morfologi menggunakan analisis komponen utama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2023 berlokasi di Desa Merjosari, Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu augmented design menggunakan 80 aksesi ercis sebagai genotipe uji dan 2 varietas komersial sebagai genotipe cek. Variabel pengamatan mencakup 18 karakter morfologi kualitatif berdasarkan deskriptor untuk Pisum sativum L. dari The CommunityPlant Variety Office (CPVO) 2020. Keragaman dianalisis menggunakan analisis komponen utama berdasarkan koefisien korelasi Pearson menggunakan XLSTAT 2023. Keragaman aksesi ercis berdasarkan analisis komponen utama dimuat pada 6 komponen utama yang memiliki eigenvalue > 1 dan memberikan kontribusi sebesar 82.71% terhadap keragaman total. Terdapat 14 karakter morfologi penting yang memiliki keragaman tinggi dan berkontribusi secara signifikan terhadap keragaman total yang muncul antar aksesi ercis.
Kritik Ekologi Dalam Antologi Puisi Kekasih Teluk Karya Saras Dewi: Analisis Teori Lawrence Buell Sebagai Alternatif Materi Ajar Mengidentifikasi Makna Puisi yang Dibaca untuk Siswa SMA Khoerunnisa, Ngifat; Edy Suryanto; Budi Waluyo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3423

Abstract

Analisis ekokritik pada karya sastra puisi masih jarang dibahas dalam kegiatan pembelajaran sastra di sekolah. Padahal persoalan lingkungan setiap saat semakin mengompleks dan selalu diperbincangkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai (1) bentuk penggambaran hubungan lingkungan dan manusia yang ditunjukan dalam antologi puisi Kekasih Teluk sesuai dengan teori ekokritik Lawrence Buell, (2) bentuk kritik ekologi yang digambarkan dalam antologi puisi tersebut sesuai dengan teori ekokritik Lawrence Buell, dan (3) pemanfaatan hasil analisis ekokritik dalam antologi puisi tersebut sebagai alternatif materi ajar mengidentifikasi makna puisi yang dibaca untuk siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik dengan teori Lawrence Buell. Sumber data penelitian ini meliputi dokumen yaitu antologi puisi Kekasih Teluk karya Saras Dewi dan informan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dengan metode simak-catat dan wawancara mendalam. Teknik uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, penggambaran hubungan alam dan manusia sesuai dengan teori Lawrence Buell pada antologi puisi Kekasih Teluk disebut dengan topofolia. Kedua, pada antologi puisi ini keempat bentuk ekokritik menurut teori Lawrence Buell yang ditemukan yaitu historikal elemen nonmanusia, legitimasi kepentingan elemen nonmanusia terhadap kepentingan manusia, dinamisasi alam, dan pertanggungjawaban manusia terhadap alam. Ketiga, antologi puisi Kekasih Teluk selaras dengan materi puisi di kelas 10 atau fase E Kurikulum Merdeka, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif materi ajar oleh guru. Analisis ekokritik berdasarkan hasil penelitian dapat menjadi langkah alternatif memahami makna puisi secara mendalam. Hal tersebut selaras dengan cara mamahami makna puisi secara mendalam adalah dengan menganalisis diksi-diksi tertentu, suasana, dan tema.