Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EFEKTIVITAS BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM (RAS) DI SUJAFISH FARM, KECAMATAN CIKOLE, KOTA SUKABUMI Indriastuti, Cecilia Eny; Kusumanti, Ima; Ramadhani, Dian Eka; Tunisa, Risma Arafah; Maulana, Achmad Zidan Akmal; Sasmita, Galih Amar Taufiqurrahman; Rizky, M. Fizry Alnur; Wiyoto, Wiyoto; Adycha, Pricila Aurora; Ihsan, Muhammad Fajar Maulana; Firdausi, Amalia Putri
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.51105

Abstract

Ikan lele mulai dibudidayakan oleh UMKM Sujafish Farm Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada awal tahun 2023. Lahan budidaya perkotaan yang semakin sempit, biaya pakan semakin mahal, dan ketersediaan air yang terbatas menjadi kendala pengembangan budidaya ikan air tawar di Kota Sukabumi. Salah satu solusi untuk menyiasati hal tersebut adalah pengembangan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). RAS adalah teknologi budidaya dimana air dapat digunakan kembali setelah difilter secara mekanis dan biologis. Wadah pemeliharaan menggunakan bak bulat berdiameter 2 m dan diisi air dengan ketinggian 0,8 m berjumlah 6 bak. Volume air dalam setiap bak yaitu 2.152 L air. Benih yang digunakan berukuran 8–10 cm dengan kepadatan per bak 318 ekor/m2. Parameter pengamatan yang dilihat adalah suhu, pH, DO, amoniak, nitrit, nitrat, dan pertumbuhan ikan. Aplikasi RAS membuktikan dapat menjaga kualitas air suhu, pH, DO, dan amoniak. Nilai pertumbuhan dan kelangsungan hidup sistem RAS lebih tinggi dibandingkan sistem sirkulasi, sehingga teknologi RAS dapat menjadi alternatif solusi teknologi budidaya ramah lingkungan di daerah perkotaan.
DETERMINING THE AMOUNT OF FEED USING INTERNET OF THINGS (IOT) BASED ON TEMPERATURE, pH, AND AMMONIA MONITORING , M Lutfi Hauzan Tama; Muhamad Dedra Purnama; Rafly Adi Fahrezy; Muhammad Rizki Rifa’i; Ridho Juliansyah; M Isya Rais Ansori; M Ikhsan Hisyam; Risma Rosyada Julian; Almi Dwi Utam; Herlina Indryani; Deby Shinta; Khamila Aulia Salsabi; Wiyoto Wiyoto; Ridwan Iskandar; Ester Angeline; Fiqri Nurfadillah; Muhammad Danang Mukti Darmawan; Nanda Octavia
Jurnal Sains Indonesia Vol 5 No 1 (2024): Vol 5 No 1 (2024): Volume 5, Nomor 1, 2024 (Maret)
Publisher : PUSAT SAINS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The availability of sufficient feed is very important for the success of fish farming. However, fish feeding by farmers is currently still conventional, often irregular and excessive due to human error. To increase production efficiency and yield, automatic feeding technology is needed. One solution is an Automatic Fish Feeder based on the Internet of Things (IoT) which integrates hardware, sensors and software as control. This research aims to provide the optimal amount of feed based on temperature using fuzzy logic. In this study, Fuzzy Logic was designed with the help of Matlab software, which will then be used as a basis for determining the output value of the automatic fish feeding system after implementing Fuzzy Logic. There is a Fuzzy Logic design in Matlab with the Mamdani method which has 1 input variable and 1 output variable. The input variable is the temperature parameter and the output variable is the quantity of fish feed. By applying Fuzzy Logic in determining the quantity of fish feed on automatic feeders, it is hoped that it can help fish farmers who use automatic fish feeders in determining the right amount of feed.
Application Of Artificial Intelligence To Diagnose Tiger Prawn Diseases (Penaeus Monodon) Using The Mamdani Fuzzy Logic Model Method Azahra, Syafira Dinka; Alif Diaz Ibramahesa; Siti Zalfa Fadillah; Abrisam Hadi Bintoro; Indy Widyanti; Muhammad Jerri; Monic Hapsari; Muhammad Yasir Anwar; Shadam Dwi Permana; Rhaihany Aliefia D R; R Riza Pamungkas S; Khaerunisa Agustina; Nanda Octavia; Ester Angeline; Muhammad Danang Mukti Darmawan; Fiqri Nurfadillah; Wiyoto Wiyoto; Ridwan Siskandar
Jurnal Sains Indonesia Vol 5 No 1 (2024): Vol 5 No 1 (2024): Volume 5, Nomor 1, 2024 (Maret)
Publisher : PUSAT SAINS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diseases in black tiger shrimp are crucial to monitor for their survival and productivity in aquaculture. Rapid detection through clinical symptoms, though not 100% accurate, is vital for prompt action. This study aims to diagnose diseases in black tiger shrimp using computer-based artificial intelligence based on observational input. A qualitative data analysis method is employed, with variables including clinical symptoms, eye damage, and body color change. Results show that body damage is the most influential factor in disease type. Although fuzzy logic is not 100% accurate, it is essential and beneficial for shrimp farmers.
Analisis Kelayakan Kualitas Air untuk Mengoptimalkan Pertumbuhan Ikan Lele Berbasis Fuzzy Logic Mamdani  Rahman, Riem Rahayu; Adhitya Wibisono; Rahmah Mulanti; Hadianto Nur Fadhli; Ghaida Refiana Zahra; Anisa; Novayanti Magdalena Gultom; Resti Dwi Anjani; Azkal Muhammad Azkiya; Sofyan Alhaq; Saeful Anwar; Naufal Ridho Setyo Laksono; Rahma Amelia Purnama; M Danang Mukti Darmawan; Rifqi Nurfadillah; Ester Angeline; Nanda Octavia; Wiyoto Wiyoto; Ridwan Siskandar
Jurnal Sains Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Vol 5 No 1 (2024): Volume 5, Nomor 1, 2024 (Maret)
Publisher : PUSAT SAINS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59897/jsi.v5i1.199

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan kualitas air di kolam lele untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan lele. Air merupakan acuan parameter yang perlu diperhatikan untuk keberlangsungan pertumbuhan ikan lele, dengan kondisi air pada kolam yang kurang optimal dapat menyebabkan lambatnya pertumbuhan dan dapat mengancam kegagalan panen. Pada penelitian ini digunakan metode fuzzy logic untuk mengukur parameter kualitas air pada kolam ikan lele berdasarkan pH, suhu dan amonia. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 April - 14 Mei 2024 di Hatchery Perikanan, Sekolah Vokasi IPB Sukabumi di Jalan Sarasa No. 45 Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Data didapatkan dari pengumpulan data dan analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu kualitas air dalam bak 9 memiliki kategori tidak layak dengan nilai 25% sedangkan untuk bak lainnya masih dalam kategori cukup layak dengan nilai 50-60%. Hal ini dapat menjadi acuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dengan cara monitoring serta penanganan yang baik terhadap kualitas air.
Bacterial quorum sensing and the role of algae in bacterial diseases control in aquaculture Wiyoto, .; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 9 No. 2 (2010): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.037 KB) | DOI: 10.19027/jai.9.110-118

Abstract

Bacterial disease is one of the most common diseases in aquaculture practices which have a significant impact. Several researches noted that pathogenicity of a certain bacteria can be determined by its quorum sensing activity. Quorum sensing is a communication process of a certain bacteria with the same or different species of bacteria which involves the releasing and capturing of signal molecule to and from the environment. This activity will activate a certain target gene which further resulted in the expression of a phenotype by the bacteria. With regard to this characteristic, one of the methods to control bacterial diseases is by quorum sensing disruption. Several species of algae, both micro and macro, have been found to be able to intervense bacterial quorum sensing and thus can be used as an alternative in bacterial disease control.    Key words: quorum sensing, bacterial disease, aquaculture, algae  Abstrak Penyakit bakteri adalah salah satu penyakit yang paling umum dalam akuakultur dengan dampak yang cukup signifikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat patogenitas suatu bakteri salah satunya ditentukan oleh aktivitas kuorum sensing bakteri. Kuorum sensing bakteri merupakan suatu proses komunikasi yang dilakukan oleh bakteri dengan bakteri lainnya baik yang sejenis maupun berlainan jenis yang berupa pelepasan dan penangkapan molekul sinyal menuju dan dari lingkungan sekitar bakteri tersebut. Aktivitas inilah yang akan menentukan ekspresi suatu gen target seperti patogenitas, sehingga salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah dengan mengganggu aktivitas kuorum sensing bakteri. Beberapa jenis alga, baik mikro maupun makro, diketahui dapat mengintervensi aktivitas kuorum sensing, dan dapat menjadi salah satu alternatif bagi pengendalian penyakit bakterial. Kata-kata kunci: kuorum sensing, penyakit bakterial, akuakultur, alga
Gracilaria spp. morphology cultured in brackish water pond Pantai Sederhana Village, Muara Gembong Soelistyowati, Dinar Tri; Murni, Ida Ayu Amarilia Dewi; Wiyoto, ,
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 13 No. 1 (2014): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3042.978 KB) | DOI: 10.19027/jai.13.94-104

Abstract

ABSTRACT Gracilaria spp. is a euryhaline species of seaweed which can live in the marine and brackish water. Development of Gracilaria spp. culture in Bekasi is potential because this seaweed can be cultured in ex shrimp pond by polyculture system. The objective of this research was to evaluate the phenotype morphological characteristic of Gracilaria spp. based on and its relationship with shrimp pond water quality. Sampling was done at three shrimp ponds with a salinity range at 13.7–19.2 g/L. Phenotypical characteristics of Gracilaria spp. consisted of colour and thallus morfometrics, while measurement of water quality consisted of physical and chemical charactersof shrimp pond. The result showed that Gracilaria spp. generally had light brown colour. At salinity higher than 13.7 g/kg, the number of secondary thalli increased, the distance among internode tertiary thalli declined, and the number of ramification index increased. Salinity showed a positive correlation with remification index which was 0.571. Keywords: Gracilaria spp., remification index, phenotype, salinity, brackishwater culture  ABSTRAK Gracilaria spp. merupakan spesies rumput laut eurihalin yang dapat hidup di laut dan di perairan payau. Pengembangan budidaya Gracilaria spp. di Bekasi potensial dilakukan karena memanfaatkan tambak bekas budidaya udang dengan sistem polikultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fenotipe morfologi Gracilaria spp. dan hubungannya dengan kualitas air di tambak budidaya. Sampling dilakukan pada tiga tambak dengan kisaran salinitas 13,7–19,2 g/L. Karakterisasi fenotipe meliputi warna dan morfometrik talus Gracilaria spp., sedangkan parameter kualitas air meliputi karakter fisika dan kimia air tambak. Hasil menunjukkan talus Gracilarias spp. umumnya berwarna coklat muda dan pada salinitas di atas 13,7 g/L menunjukkan jumlah talus sekunder meningkat, jarak internode talus tersier menurun, dan indeks percabangan meningkat (P<0,05). Salinitas berkorelasi positif dengan indeks percabangan sebesar 0,571. Kata kunci: Gracilaria spp., indeks percabangan, fenotipe, salinitas, budidaya air payau
Dietary supplementation of betain to improve the growth and feed utilization in hybrid grouper (Epinephelus lanceolatus♂ × Epinephelus fuscoguttatus♀) juvenile La Muhamad, Idul; Setiawati, Mia; Wiyoto, Wiyoto; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 20 No. 1 (2021): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.20.1.24-33

Abstract

Betaine plays some important roles in feed utilization and fish metabolism. The aim of this study was to evaluate the effect of dietary betaine supplementation on the growth performance and feed utilizationin hybrid grouper (Epinephelus lanceolatus♂ × Epinephelus fuscoguttatus♀). A completely randomized experimental design with four dietary levels of betaine, i.e.0.0%, 0.5%, 1.0%, and 2.0% in quadruplicate was done.Hybrid grouper juvenile obtained from Brackishwater Aquaculture Development Center, Situbondo, with an initial body length and body weight of 5.89 ± 0.05 cm and 2.86 ± 0.09 g, respectively was used as the tested animal. The fish was maintained in 60 cm x 40 cm x 40 cm aquaria with 75 L working capacity with individual recirculating system with a fish density of 15 fish/aquarium for 50 days. Experimental diet was provided to apparent satiation twice a day. The results of this study demonstrated that dietary betaine at a level of 0.5% resulted in higher feed utilization efficiency, protein and methionine retentions, and growth performance and lower ammonia excretion than those of the control (P<0.05). Higher antioxidative status was indicated by the lower malondialdehyde (MDA) in the liver of fish fed with betaine supplemented diets at levels of 1 - 2%. In conclusion, betaine supplementation of 0.5% could increase feed utilization efficiency and growth performance of hybdrid grouper. Keywods: Betaine, Hybrid Grouper, Growth Performance, Feed, Antioxidative Status ABSTRAK Betain memegang beberapa peranan penting dalam pemanfaatan pakan dan metabolisme pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi betain pada pakan terhadap kinerja pertumbuhan dan pemanfaatan pakan pada juvenil ikan kerapu hybrid cantang (Epinephelus lanceolatus♂ × Epinephelus fuscoguttatus♀). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan pakan dengan tingkat suplementasi betain yang berbeda, yaitu 0.0%, 0.5%, 1.0%, dan 2.0% dengan empat ulangan. Juvenil ikan kerapu cantang yang berasal dari Balai Pengembangan Budidaya Laut Situbondo dengan panjang dan bobot awal masing-masing 5.89 ± 0.05 cm and 2.86 ± 0.09 g digunakan sebagai hewan uji dalam penelitian ini. Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm dengan kapasitas 75L yang dilengkapi dengan sistem resirkulasi individu dengan kepadatan 15 ekor per akuarium selama 50 hari. Pakan uji diberikan hingga sekenyangnya dua kali sehari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi betain sebanyak 0.5% menghasilkan pemanfaatan pakan, retensi protein, retensi metionina, kinerja pertumbuhan dan ekskresi ammonia yang lebih baik daripada kontrol (P<0.05). Status antioksidasi yang lebih juga yang ditunjukkan dengan lebih rendahnya konsentrasi malondialdehid (MDA) pada hati ikan yang diberi pakan dengan suplementasi 1-2% betain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi betain sebanyak 0.5% dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan kinerja pertumbuhan ikan kerapu cantang.
Analysis of water and sediment quality in Pacific white leg shrimp Litopenaeus vannamei culture with different sediment redox potential Wiyoto, Wiyoto; Hendriana, Andri; Siskandar, Ridwan; Mashita, Nurul; Mahendra, Tangkas; Cahyo, Arif Dwi; Arzi, Jibal Rizki Akbar; Aulia, Salsabila Setya; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2022): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.21.1.59-67

Abstract

ABSTRAK Pengamatan parameter kualitas air, tanah, kesehatan dan pertumbuhan merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam budidaya udang vaname. Keterkaitan antar parameter tersebut perlu untuk diketahui dan dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara berbagai parameter kualitas air, kualitas tanah, koefisien teknis budidaya dan parameter kesehatan udang dalam kegiatan budidaya udang dengan nilai sedimen redok potensial yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan perbedaan nilai sedimen redok potensial yaitu 69,33 ± 14,5 mV, 151,00 ± 8,89 mV, dan 210,00 ± 17,32 mV dengan empat ulangan. Udang sebanyak 25 ekor dengan bobot rata rata 1,37 ± 0,04 g dan padat tebar 144 ekor/m2 digunakan dalam penelitian selama 30 hari. Selama penelitian parameter yang diamati meliputi parameter kualitas air, kesehatan dan pertumbuhan. Parameter kualitas air tidak menunjukkan perbedaaan nyata antar perlakuan kecuali nilai pH dan oksigen terlarut. Pada nilai redok potensial yang rendah nilai pH air cenderung lebih tinggi sedangkan pada nilai redok potensial yang lebih tinggi nilai oksigen terlarut lebih tinggi. Parameter kualtias air yang menunjukkan keterkaitan berdasarkan analisis komponen utama (PCA) dan klaster adalah konduktivitas dan TDS sedangkan parameter kualitas tanah yang saling berkaitan adalah total P, total Fe, total Mn dan total S. Adapun parameter pertumbuhan dan kesehatan udang tidak memenuhi syarat untuk diuji lanjut dengan PCA. Kata kunci: kualitas air, PCA, redok potensial, sedimen, udang putih.
Dietary citral increase growth and health performance of shrimp Penaeus vannamei Hadi Pratama, Ricky; Ekasari, Julie; Suprayudi, Muhammad Agus; Achmad Fauzi, Ichsan; Wiyoto, Wiyoto
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.2.200-209

Abstract

Phytoadditives have been acknowledged to have some beneficial effects on metabolic processes and health of some aquaculture species. This study aimed to evaluate the effect of dietary citral on carbohydrate utilization, growth and health performance of vannamei shrimp P. vannamei. This study used a completely randomized design (CRD) with four dietary treatments with different citral doses (0, 50, 75, and 100 mg citral/kg feed) in triplicates. Shrimp were reared for 60 days using fiber containers (50×50×80cm) of 30 shrimp/container. The frequency of feeding is given four times a day. Dietary citral supplementation of 100 mg/kg resulted in higher shrimp growth and feed utilization efficiency than those of the control. The level of amylase enzyme, post-prandial blood glucose, muscle, and liver glycogen were higher in the treatments with dietary citral than those of the controls. The shrimp immune response was also higher in the shrimp fed with dietary citral diets as shown by the higher total hemocyte count, respiratory burst, and phenoloxidase activity compared to those of the control. At the same time, antioxidant capacity in the hepatopancreas as indicated by superoxide dismutase and malondialdehyde level were also improved in shrimp with citral treatment. It can be concluded that dietary citral could increase the utilization carbohydrate, growth performance and health of shrimp at a concentration 75 mg/kg. Keywords: citral, carbohydrate, growth, health, P. vannamei ABSTRAK Secara umum telah diketahui bahwa fitoaditif memiliki pengaruh yang menguntungkan pada proses metabolisme dan kesehatan beberapa spesies akuakultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan citral pada pakan terhadap pemanfaatan karbohidrat, kinerja pertumbuhan dan kesehatan udang vanname. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis citral yang berbeda (0, 50, 75, dan 100 mg citral/kg pakan) dengan tiga ulangan. Udang vanname dipelihara selama 60 hari menggunakan wadah bak fiber (50×50×80cm) sebanyak 30ekor/wadah. Frekuensi pemberian pakan diberikan sebanyak empat kali sehari. Penambahan citral 100 mg/kg menghasilkan pertumbuhan udang yang lebih tinggi dan efisiensi pemanfaatan pakan dibandingkan kontrol. Tingkat enzim amilase, glukosa hemolim post-prandial, glikogen otot, dan glikogen hati lebih tinggi pada perlakuan penambahan citral dibandingkan kontrol. Respon imun udang juga lebih tinggi pada udang yang diberi penambahan citral seperti yang ditunjukkan oleh jumlah total hemosit, respiratory burst, dan aktivitas fenoloksidase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Pada saat yang sama, aktivitas antioksidan dalam hepatopankreas udang yang ditunjukkan oleh Superoksida dismutase dan Malondialdehida juga meningkat pada udang dengan perlakuan citral. Dapat disimpulkan bahwa penambahan citral dapat meningkatkan pemanfaatan karbohidrat, pertumbuhan dan kesehatan udang pada konsentrasi 75. Kata kunci: citral, karbohidrat, kesehatan, pertumbuhan, udang vaname
Effect of stocking density on growth performance of African catfish Clarias gariepinus and water spinach Ipomoea aquatica in aquaponics systems with the addition of AB mix nutrient Wiyoto, Wiyoto; Siskandar, Ridwan; Dewi, Ratih Kemala; Lesmanawati, Wida; Mulya, Muhammad Arif; Ekasari, Julie
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 1 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.1.47-54

Abstract

Aquaponics is the cultivation of fish and plants in a series of systems, either in one container or in separate containers, by paying attention to the balance between fish, plants, and aquatic microorganisms. One of the obstacles in aquaponic activities is that vegetable growth is not optimal due to a lack of dissolved nutrients, so further research is needed to make better plant growth. This study aimed to evaluate catfish and water spinach growth performance in an aquaponic system by adding AB mix nutrients at different fish stocking densities. This study used a completely randomized design with three differences in stocking densities of catfish (150 fish/m3, 200 fish/m3, and 250 fish/m3) as test animals with four replications where AB mix was added to each treatment. The growth performance of catfish is better in control with a stocking density of 250 fish/m3 and without adding nutrients. The growth performance of catfish decreased with the addition of AB mix nutrients, while the growth of water spinach was better. The growth rate of catfish without adding AB mix nutrients was higher than in other treatments. In contrast, all treatments with the addition of AB mix increased the growth performance of water spinach, with the stocking density of catfish not affecting the growth of water spinach plants. Keywords: aquaponics, water spinach, catfish, growth ABSTRAK Akuaponik merupakan budidaya ikan dan tanaman dalam satu rangkaian sistem, baik dalam satu wadah maupun dalam wadah terpisah dengan memperhatikan keseimbangan antara ikan, tanaman dan mikroorganisme perairan. Salah satu kendala sistem akuaponik adalah pertumbuhan sayuran yang tidak optimal karena kurangnya nutrisi terlarut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi performa pertumbuhan lele dan kangkung dalam sistem akuaponik dengan penambahan nutrisi AB mix dan pada padat tebar ikan yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perbedaan padat tebar ikan lele (150 ekor/m3, 200 ekor/m3, dan 250 ekor/m3) sebagai hewan uji sebanyak empat ulangan di mana nutrien AB mix ditambahkan disetiap perlakuan. Kinerja pertumbuhan ikan lele lebih baik pada perlakuan kontrol dengan padat tebar 250 ekor/m3 dan tanpa penambahan nutrisi AB mix. Performa pertumbuhan ikan lele menurun dengan adanya penambahan nutrisi AB mix, sedangkan pertumbuhan tanaman kangkung lebih baik. Laju pertumbuhan ikan lele dengan tanpa penambahan nutrisi AB mix lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan semua perlakuan dengan penambahan AB mix meningkatkan performa pertumbuhan tanaman kangkung dengan jumlah padat tebar ikan lele tidak berpengaruh pada pertumbuhan tanaman kangkung. Kata kunci: akuaponik, kangkung, lele, pertumbuhan
Co-Authors , M Lutfi Hauzan Tama A M Tahya A S Mubarak A. Shofy Mubarak Abrisam Hadi Bintoro Achmad Fauzi, Ichsan Adhitya Wibisono Adycha, Pricila Aurora Agung Prayudha Hidayat Ahmad Muzaki Ahmad Muzaki Alif Diaz Ibramahesa Almi Dwi Utam Anassyahtira, Aliffia Andri Hendriana Andri Iskandar Andri Iskandar Andri Iskandar Andri Iskandar Angga Kurniawan Anisa Annisa Apriliani Wahyudi Apriana Vinasyiam Arzi, Jibal Rizki Akbar Aulia, Salsabila Setya Azahra, Syafira Dinka Azkal Muhammad Azkiya Billi Rifa Kusumah Budi Dermawan Cahyo, Arif Dwi Cecilia Eny Indriastuti Cecilia Eny Indriastuti Cecilia Eny Indriastuti Choerunnisa, Hasna Najla Daniel Djokosetiyanto Deby Shinta Dewi, Ratih Kemala Dian Eka Ramadhani Dian Eka Ramadhani Dian Eka Ramadhani Dinar Tri Soelistyowati Ellys Triyani Enang Harris Erni Sulistiawati Ester Angeline Fachrezi, Muhammad Hafidz Faris Allam, Muhammad Fiqri Nurfadillah Firdaus, Mujammad Ridlo Firdausi, Amalia Putri Ghaida Refiana Zahra Glenaldi Halim Hadi Pratama, Ricky Hadianto Nur Fadhli Hanggit Damarjati Albar Hendriana, Andri Herlina Indryani Hermawan, Imza Husamuddin, Miqdad I Khasani Ida Ayu Amarilia Dewi Murni Ihsan, Muhammad Fajar Maulana Ikhsan Khasani Ima Kusumanti Ima Kusumanti Ima Kusumanti Imam Tri Wahyudi Imam Tri Wahyudi Indi Jaka Nugraha Indriastuti, Cecilia Eny Indy Widyanti Iqbal Kurniawinata, Mohamad Irzal Effendi Iskandar, Andri Julie Ekasari K Nisaa Khaerunisa Agustina Khamila Aulia Salsabi Kukuh Nirmala La Muhamad, Idul Lesmana, Dudi Lesmanawati, Wida Luqman Hakim M Danang Mukti Darmawan M Ikhsan Hisyam M Isya Rais Ansori M Yamin M. Deni Feraro Mubarrak M. Firdaus M. Zairin Junior Maha, Indah Permata Sari Br Maha, Indah Permatasari Mahendra, Tangkas Mashita, Nurul Maulana, Achmad Zidan Akmal Megahed, Mohamed Elsayed Mia Setiawati Monic Hapsari Muarif Muarif Mubarrak, M. Deni Feraro Muhamad Dedra Purnama MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Arif Mulya Muhammad Danang Mukti Darmawan Muhammad Jerri Muhammad Rizki Rifa’i Muhammad Yasir Anwar Mulya, Muhammad Arif Mulyasari . Munjayana, Munjayana Muslim Muslim N Farizah Nabila Putri Endarto Nanda Octavia Naufal Ridho Setyo Laksono Novayanti Magdalena Gultom Nur Annisa Pambudi, Shelva Alifiya Permatasari, Sheny Prameswari, Aurel Sasqia Pratama, Ricky Hadi Pratiwi, Rifqah Priatna, Moh. Fahri Aulia Priatna, Mohamad Fahri Purnamawati Purnamawati Purnomo, Mareta Damayanti R Riza Pamungkas S Rachella Angel Hitron Rafiuddin, Muhammad Ahya Rafly Adi Fahrezy Rahma Amelia Purnama Rahmah Mulanti Rahman, Riem Rahayu Ramadhani, Dian Eka Rangkuti, Gavrilan Hafiz Rega Virgiawan Anwar Resti Dwi Anjani Rhaihany Aliefia D R Ridho Juliansyah Ridwan Iskandar Ridwan Siskandar Rifqi Nurfadillah Rini Andriani Hasibuan Risma Arafah Tunisa Risma Rosyada Julian Riva Hafidah Rivasa, Varel Raihan Rizky Fadilla Agustin Rangkuti Rizky, M. Fizry Alnur Robin . Robin Robin Rukmana, Asmi Al Husnyah Saeful Anwar Santoso, Sigid Ary Sasmita, Galih Amar Taufiqurrahman Satrio Yudha Wisesa Sesar Husen Santosa Setijani, Atiek Shadam Dwi Permana Sheny Permatasari Sheny Permatasari Siti Zalfa Fadillah Sofyan Alhaq Sukenda Sukenda Supriatna, Edi Syafira, Nadia Thoriq, Fatanul Tunisa, Risma Arafah Utari, Heny Budi Wahyudi, Imam Tri Wida Lesmanawati Wida Lesmanawati Y. Hadiroseyani Yahya Ian Keyvin Sitio Yuniar, Virda Ratna